Lapas Narkotika Jakarta Ikuti Pengarahan Sekretaris Jenderal dan Inspektur Jenderal Kementerian Hukum dan HAM RI melalui Media Teleconference Aplikasi Zoom

Jakarta, LapsustikNews – Jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta mengikuti kegiatan Entry Briefing yang diadakan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Itjen Kemenkumham) melalui Teleconference Aplikasi Zoom Kepada Kepala Kantor Wilayah, Kepala Divisi, dan Kepala UPT Pengayoman Seluruh Indonesia. Kegiatan dilaksanakan di Aula Gedung 1 Lapas Narkotika Jakarta yang dimulai pada pukul 10:00 s/d 11.30 WIB. Rabu (20/05/2020).

Kegiatan dibuka oleh Bambang Rantam Sariwanto selaku Sekretaris Jenderal Kemenkumham, kemudian dilanjutkan dengan arahan Inspektur Jenderal Kemenkumham, Komjen Pol. Andap Budhi Revianto yang memberikan arahan mengenai 7 (Tujuh) Fokus Utama Kemenkumham, Capaian Kinerja Tahun 2019, Hukuman Disiplin Pegawai dan Arahan Menteri Kemenkumham serta Membangun Sistem Pengawasan dalam pelaksanaan tugas.

Dalam arahannya, Andap menyampaikan 7 (tujuh) point penting arahan Menteri Hukum dan HAM kepada Inspektur Jenderal pada pelantikan 4 Mei 2020 yang lalu antara lain sebagai berikut :

  1. Lakukan terobosan kreatif atasi tantangan tingkatkan moralitas dan etika pegawai;
  2. Tingkatkan pengawasan pelayanan publik, administrasi keuangan, disiplin pegawai (zero mistake);
  3. Jaga dan tingkatkan indeks integritas sehingga menjadi lebih baik;
  4. Jangan beri ruang terhadap Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN);
  5. APIP (Aparatur Pengawas Intern Pemerintah) sebagai “role model” integritas, harus benar-benar dijaga sebagai quality assurance;
  6. Deteksi dini berbagai penyimpangan (early warning system);
  7. APIP harus bisa antisipasi fraud berbagai penyimpangan.

 

Andap menegaskan untuk dapat mengantisipasi dan menciptakan mekanisme yang tepat untuk tidak memberikan ruang terjadinya KKN. “Bila kita tidak mampu mengatasi, kita berarti memberikan kesempatan orang lain nabrak dalam hal ini KPK, Kejaksaan dan bila kita tidak mampu melindungi teman-teman kita berarti kita memberikan ruang kepada orang lain masuk” tegasnya.

Selain mengantisipasi ruang terjadinya KKN, Andap juga meminta jajarannya untuk menyiapkan deteksi dini berbagai penyimpangan dan langkah antisipasi fraud berbagai penyimpangan. “Deteksi dini berbagai penyimpangan apa saja? perlu kita sampaikan apa yang harus dibenahi, jangan sampai terdapat temuan yang berulang-ulang, jika ada data kita sampaikan datanya dan bagaimana langkah antisipasi yang kita tawarkan atau bagaimana program antisipasi yang kita gulirkan,” ujarnya.

Kepala Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, Oga G. Darmawan menyampaikan kepada tim humas “Kegiatan Entry Briefing tentang 7 Fokus Utama arahan Menteri Kemenkumham ini sangat bermanfaat bagi kami selaku Unit Pelaksana Teknis karena bisa mendapatkan pengetahuan baru serta bisa menjadi pedoman pelaksanaan tugas di lingkungan UPT Pemasyarakatan Kanwil DKI, dan semoga Tuhan melindungi kita semua dalam melaksanakan tugas di Lapas Narkotika Jakarta yang kita cintai bersama”.

Kontributor : Gde