Lapas Narkotika Jakarta Laksanakan Kegiatan Upacara Hari Bakti Pemasyarakatan ke 56 Tahun 2020 Melalui Teleconference

Upacara Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke 56 dengan tema “Speed UP Berprestasi Pemasyarakatan PASTI Bersih Melayani” dengan Tagar #bersatumelawanCOVID-19 yang jatuh pada hari Senin, 27 April 2020 diselenggarakan serentak oleh seluruh Kantor Wilayah dan UPT Pemasyarakatan se-Indonesia melalui teleconference via aplikasi Zoom yang dipusatkan di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Lapas Narkotika Jakarta menyelenggarakan kegiatan upacara Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke 56 secara sederhana namun dengan penuh kekhidmatan di Aula Gedung 1 Lantai 3 yang diikuti oleh seluruh Pejabat Struktural pada pukul 08.00 WIB dan tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 yakni Physical Distancing.

Inspektur Upacara Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke 56 adalah Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Nugroho. Ditempat terpisah, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna H. Laoly menyampaikan dalam amanatnya “Sebagai pribadi, dan atas nama keluarga besar Kementerian Hukum dan HAM, Saya haturkan rasa duka terdalam kepada keluarga besar Pemasyarakatan, juga seluruh rakyat Indonesia, yang ikut terdampak atau menjadi korban pandemi Covid-19, ini adalah ujian kita sebagai bangsa dan saya yakin, kita akan bersama-sama melewati ujian ini dengan lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa.”
“Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi Bagi Narapidana dan Anak Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19, sebagai upaya penyelamatan terhadap anak bangsa atau warga negara yang kondisinya saat ini berada di Lapas, Rutan, dan LPKA. Untuk mengurangi kepadatan hunian, mereka yang sudah memenuhi syarat diberikan pembinaan luar lembaga atau ditengah-tengah masyarakat yaitu asimilasi di rumah..” Sambung Menkumham RI.

Oga Gioffanni Darmawan, selaku Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Jakarta berpesan “Saya ucapkan banyak terimakasih atas kerja sama Bapak dan Ibu dalam membantu percepatan pencegahan Covid-19, sehingga Lapas Narkotika Jakarta dapat memperoleh penghargaan Respon Progresif dan Inovatif, semoga ini menjadi motivasi bagi kita semua agar bekerja lebih semangat lagi. Untuk tetap menjaga predikat tersebut diperlukan kontrol dari Bapak Ibu semua agar memperhatikan Protokol Kesehatan yang sudah di anjurkan oleh Bapak Presiden kita , seperti menggunakan masker, rajin mencuci tangan, penyemprotan cairan disinfektan , dan tetap dirumah bagi pegawai yang tidak melaksanakan dinas. Protokol kesehatan harus dijalankan dengan sebaik-baiknya agar tujuan yg dimaksud dapat segera tercapai. Saya menghimbau agar jangan sampai terjadi,ada pejabat atau ada tamu datang, ada keluhan seperti di dapat ada petugas Lapas Narkotika Jakarta yang tidak menggunakan masker atau sabun cuci tangan kosong. Penghargaan ini hasil jerih payah Bapak Ibu semua yang harus kita pertahankan.”

Ditutup dengan doa, Upacara Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke 56 juga diisi dengan pembacaan sejarah singkat Pemasyarakatan, Pembacaan Keputusan Menteri tentang Peresmian UPT Pemasyarakatan oleh Menkumham RI, Yasonna H. Laoly, Penandatanganan Kerjasama Antara Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dengan pihak terkait, pembacaan peraih penghargaan untuk mitra kerja dalam pelaksanaan Tugas dan Fungsi Pemasyarakatan dan pembacaan peraih penghargaan UPT Pemasyarakatan atas Respon Progresif dan Inovatif dalam Rangka Pencegahan Penanganan Covid-19 dimana Lapas Narkotika Jakarta menjadi Peringkat 1 Kategori Lembaga Pemasyarakatan Terbaik Penanganan Covid-19.

Kontributor: Pangku Shillazid

 

 

 

Lapas Narkotika Jakarta Mengikuti Zikir dan Doa Bersama Memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan Ke 56

Dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke 56, Lapas Narkotika Jakarta mengikuti kegiatan Zikir dan Doa Bersama, yang dibuka oleh Plt. Dirjen Pemasyarakatan, Nugroho dan dipimpin oleh Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. DR. KH. Nasaruddin Umar, yang dipusatkan di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan melalui Teleconference via Aplikasi Zoom, Minggu (26/04).
Bertempat di Aula lantai 3 Lapas Narkotika Jakarta, kegiatan Zikir dan Doa Bersama diikuti oleh seluruh Pejabat Struktural dan pegawai dengan menerapkan Protokol Kesehatan dalam rangka mencegah penularan Covid-19.

Oga Gioffanni Darmawan selaku Kalapas Narkotika Jakarta menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan oleh seluruh UPT Pemasyarakatan dalam rangka memperingati Hari bakti Pemasyarakatan ke 56.
“Hari ini diselenggarakan kegiatan Zikir dan Doa Bersama yang dipimpin oleh Bapak Nasaruddin Umar selaku Imam Besar Masjid Istiqlal yang memberikan tausyiah yang sangat positif bagi kita semua, semoga kegiatan ini meningkatkan ketaqwaan dan keimanan kita kepada sang pencipta dan kita berdoa supaya wabah Covid-19 ini segera hilang.” Ujar Oga.

Prof. DR. KH. Nasaruddin Umar memberikan tausyiah agar insan pemasyarakatan selalu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT dan supaya wabah Covid-19 ini segera hilang.
“Salah satu waktu yang terbaik untuk berdoa adalah pada saat menjelang buka puasa. Semoga Bulan Ramadhan kali ini tidak hanya menghapus dosa-dosa yang telah kita perbuat, tetapi juga menghapus Virus Corona dimuka bumi ini agar umat manusia dapat hidup sehat dan tentram seperti sedia kala. Semoga segala doa dan harapan yang kita panjatkan hari ini dikabulkan oleh Allah SWT.” Ujarnya

Kontributor: Pangku Shillazid

Pelaksanaan Bakti Sosial Untuk Memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan Ke 56

23 April 2020sustik

Dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan yang ke 56, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta beserta seluruh Ka. UPT melaksanakan kegiatan Bakti Sosial dengan memberikan Sembako kepada Masyarakat.

Pemberian tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta dan Kadiv PAS  beserta Jajaran dibawahnya, yang disambut langsung oleh para Pejabat struktural dan pegawai Lapas Narkotika Jakarta.

Dimana Pemberian ini bertujuan untuk memberikan bantuan kepada  para Penerima  ditengah  terjadinya Wabah COVID-19 yang sedang mewabah di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia.

“ Kegiatan ini termasuk rangkaian dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke 56 di tahun ini, Semoga pemberian bantuan ini dapat meringankan beban mereka di tengah terjadinya wabah COVID-19” ujar Bambang selaku Kepala Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta.

Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh seluruh penerima bantuan yang datang untuk menerima Sembako.

“ Terima kasih kepada seluruh Jajaran di Lapas  yang telah memberikan sembako ini kepada saya, dimana bantuan ini sangat bermanfaat ditengah terjadinya wabah COVID-19” ucap Siti salah satu penerima Bantuan.

Selanjutnya Lapas Narkotika Jakarta juga turut melaksanakan kegiatan Bhakti Sosial yaitu pemberian Masker, Air Jahe , dan Roti hasil karya narapidana Lapas Narkotika Jakarta kepada 200 WBP dan 200 petugas “Hal ini kami lakukan untuk mendukung upaya pencegahan penyebaran virus COVID-19 di Lapas kami, ini semua adalah produk yang dihasilkan  dari BLK Lapas sendiri” ujar Oga selaku Ka.Lapas Narkotika Jakarta.

“Alhamdulillah kami Jajaran BLK Lapas Narkotika Jakarta dapat memberika sumbangsi yang bermanfaat bagi saudara-saudara kita sendiri baik dari petugas maupun WBP dalam penyediaan masker dan peningkatan daya tahan tubuh pegawai melalui pemberian roti dan air Jahe” ucap Tanto selaku Kasi Giatja.

 

Kontributor : Gipsta

Palang Merah Internasional kembali Berikan Bantuan untuk Lapas Narkotika Jakarta.

Dalam rangka mencegah penyebaran wabah Coronavirus Diseas (Covid-19), International Committee Red Cross (ICRC) atau disebut dengan Palang Merah Internasional kembali menyambangi Lapas Narkotika Jakarta.

Kunjungan ICRC pada Jum’at (17/04) dipimpin oleh Dany Merhy selaku Kepala Deputi Delegasi Regional untuk Indonesia dan Timor-Leste beserta tim ICRC yang disambut hangat oleh  Imam Badruttamam selaku Kepala Sub Seksi Registrasi, Bisri Mustopa selaku Kepala Urusan Umum, Gilang Ady selaku Kepala Sub Seksi Pelaporan & Tata Tertib serta dr. Birindra Dewi Selaku perwakilan dokter Poliklinik Lapas Narkotika Jakarta.

Kali ini ICRC kembali memberikan bantuan berupa alat-alat kesehatan berupa kontainer air untuk cuci tangan, cairan disinfektan, masker, thermal scanner,  poster himbauan serta buku panduan untuk pencegahan wabah Covid-19 di Lapas Narkotika Jakarta.

“Kunjungan kami kali ini merupakan tahap ke 2 dalam rangka kerjasama ICRC dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19 pada Lapas/Rutan khususnya di lingkungan DKI Jakarta” ucap Dinihari Puspita selaku perwakilan dari ICRC.

Oga Gioffani Darmawan selaku Kepala Lapas Narkotika Jakarta menyambut baik kedatangan tim dari ICRC dan mendukung penuh kegiatan tersebut, beliau menyampaikan “Terimakasih banyak kepada ICRC yang sangat perduli pada Lapas/Rutan dimana sebelumnya kita mendapatkan sabun mandi dan alat semprot disinfektan, kali ini kita mendapatkan bantuan lebih banyak lagi alat kesehatan yang sangat berguna bagi Lapas Narkotika Jakarta dan tentu kami akan pergunakan semaksimal mungkin untuk mencegah penyebaran covid-19 di Lapas ini.”

 

Kontributor: Firman.A

Pelaksanaan Rapid Test Covid-19 di Lapas Narkotika Jakarta.

LapsustikNews- Dalam rangka mencegah penyebaran wabah Coronavirus Disease (COVID-19), Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Jakarta mendapatkan alat Rapid Test Covid-19 dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum&HAM DKI Jakarta sebanyak 8 unit pada hari rabu (15/04).

Nana Herdiana perwakilan dari Kanwil kemenkumham DKI Jakarta selaku Kepala Sub Bidang Pelayanan Tahanan, Perawatan Kesehatan, dan Rehabilitasi memberikan alat Rapid Test kepada Poliklinik Lapas Narkotika Jakarta dan diterima langsung oleh dr. Birindra Dewi selaku Dokter di Poliklinik Lapas Narkotika Jakarta.

Setelah dilakukan serah terima, langsung dilaksanakan Rapid Test Covid-19 secara acak kepada 4 orang yang terdiri dari 2 orang Pegawai Lapas Narkotika Jakarta dan 2 orang Warga Binaan Lapas Narkotika Jakarta, Tes tersebut dilakukan oleh pegawai Poliklinik dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

dr. Birindra Dewi menyampaikan bahwa “Ini adalah kali pertama Lapas Narkotika Jakarta melaksanakan Rapid Test, dan dari tes tersebut hasilnya semua Negatif”.

Nana Herdiana juga menambahkan “Ini adalah upaya Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) khususnya Lapas/Rutan di Lingkungan Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta, ini kami sediakan 8 unit dan nantinya kami akan salurkan lagi dalam jumlah yang lebih banyak”.

Oga Gioffani Darmawan selaku Kepala Lapas Narkotika Jakarta menyampaikan kepada tim humas bahwa “Saya sangat mendukung kegiatan ini dan berharap secepatnya alat Rapid Test dengan jumlah yang banyak bisa diterima sehingga kami bisa melakukan tes lagi, kami juga senantiasa melakukan berbagai upaya untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19  seperti melakukan penyemprotan Disinfektan di Lingkungan Lapas, Penyediaan Bilik Sterilisasi, Wastafel, Handsanitizer, Pojok Suplemen Pegawai, Memberikan Masker kepada Warga Binaan dan Mewajibkan seluruh Petugas mengenakan masker”.

 

 

Kontributor : Firman. A

Palang Merah Internasional Berikan Bantuan Ke Wargabinaan Lapas Narkotika Jakarta

International Committee Red Cross (ICRC) atau kerap disebut dengan Palang Merah Internasional menyambangi Lapas Narkotika Jakarta.

Kunjungan pada Selasa (07/4) itu dipimpin Kepala Delegasi Regional Untuk Indonesia dan Timor-Leste  Alexandre Faite. Kedatangan tim didampingi oleh  Kepala Seksi Kerjasama Luar Negeri Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Deddy Eduar Eka Saputra.

Kunjungan ICRC ini bertujuan untuk memberikan bantuan terkait penanganan covid-19 di Lapas Narkotika Jakarta.

ICRC juga menyampaikan, bermaksud memberikan bantuan kepada warga binaan di Lapas Narkotika Jakarta agar bisa tetap terjaga dari penyebaran virus corona covid-19.

“ICRC telah menyalurkan bantuannya terkait dampak covid-19. Hari ini, kami akan menyalurkan kembali bantuan ke Lapas/Rutan di DKI Jakarta” ucap Alexander Faite.

Sedang Kepala Lapas Narkotika Jakarta menyambut positif kunjungan ICRC itu.

“Kita telah mendapatkan bantuan berupa sabun mandi yang berjumlah 3.100, dan 2 alat Semprot Disinfectan, yang mana akan kita bagikan segera kepada wargabinaan Lapas Narkotika Jakarta, Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada ICRC atas kepeduliannya terhadap wargabinaan kami” kata Oga dalam keterangannya.

Oga melanjutkan, sarana dan prasarana pencegahan penyebaran covid-19 merupakan faktor yang sangat penting dalam memutus rantai penyebaran covid-19, terutama di Sekitar Area Lapas yang merupakan tempat aktivitas berkumpulnya banyak orang dalam waktu bersamaan, menjadikan lapas sangat rentan penyebaran virus Corona.

 

Kontributor: Ayep S

Kalapas: Wajib Memakai Masker Ketika Masuk Area Lapas Narkotika Jakarta

LapsustikNews, Mulai 5 April 2020 Pemerintah mengharuskan semua masyarakat Indonesia memakai masker ketika berada diluar rumah.

Hal ini dikarenakan penyebaran virus corona tanpa gejala merupakan kasus terbanyak. Dengan menggunakan masker masyarakat bisa mencegah penularan virus ini.

Pasalnya, kita tidak mengetahui siapa yang terinfeksi virus corona karena tanpa gejala juga bisa menjadi pembawa virus corona.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Jakarta, Oga G. Darmawan telah menyediakan masker kain untuk seluruh pegawai dan warga binaan  yang di produksi langsung oleh Balai Latihan Kegiatan Kerja (BLK) Lapas Narkotika Jakarta, Penyediaan masker tersebut sebagai bentuk tindak lanjut Himbauan dari Pemerintah tentang kewajiban menggunakan masker bagi semua masyarakat ketika berada diluar rumah.

 “ Sesuai hasil penelitian, masker kain dapat menangkal virus sebesar 70 persen. Dengan demikian seluruh petugas dan wargabinaan diaharapkan, menggunakan masker ketika masuk area Lapas dan untuk tetap jaga jarak, saat  berada di keramaian, minimal satu sampai dua meter “ Ungkap Oga

Kewajiban menggunakan masker di area Lapas Narkotika Jakarta telah disosialisasikan terlebih dahulu, sehingga seluruh petugas dan wargabinaan dapat melaksanakan peraturan tersebut.

“Sesuai arahan Bapak Kalapas Narkotika Jakarta, untuk membagikan masker kepada seluruh petugas dan wargabinaan. Sebagai pusat pelatihan Kegiatan Kerja, kami memproduksi sendiri Masker Kain tersebut. Masker kain tersebut bisa dipakai ulang, setelah dicuci terlebih dahulu menggunakan sabun” Ucap Soeistanto selaku Kepala Seksi Kegiatan Kerja

 

 

Kontributor: Ayep S

Lapas Narkotika Jakarta Kembali Membebaskan 6 Orang Narapidana Untuk Menjalani Asimilasi Di Rumah

LapsustikNews – Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Jakarta,  dihari ke-4 telah membebaskan 6 Narapidana untuk mencegah penyebaran  COVID-19. Narapidana tersebut akan dibebaskan melalui asimilasi dan hak integrasi.

“Sebanyak 6 Narapidana yang tengah menjalani pidana di Lapas Narkotika Jakarta akan menghirup udara bebas lebih cepat terkait pencegahan dan penanggulangan penyebaran Coronavirus Disease (COVID-19) yang tengah mewabah di Indonesia pada khususnya dan seluruh dunia pada umumnya,” kata Kepala Lapas Narktoika Jakarta, Oga  G. Darmawan Sabtu (4/4/2020).

” 6  Narapidana tersebut akan diusulkan asimilasi di rumah serta mendapat hak integrasi berupa pembebasan bersyarat (PB), khususnya yang 2/3 masa pidananya jatuh sebelum tanggal 31 Desember 2020 serta tidak terkait dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 Tahun 2019 dan bukan warga negara asing,” lanjutnya.

Pengeluaran dan pembebasan tersebut didasarkan pada peraturan Menteri Hukum dan HAM RI No. 10 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi bagi Narapidana dan Anak dalam rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran COVID-19. Serta Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI No.M.HH-19 PK.01.04.04 Tahun 2020 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak melalui Asimilasi dan Integrasi dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

Pada hari ini juga telah dibebaskan 9 Orang Narapidana karena telah selesai menjalani masa pidananya setelah mendapatkan Remisi Susulan

Untuk, Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020, pengeluaran Narapidana dan Anak melalui asimilasi harus dilakukan dengan berbagai ketentuan.

  1. Narapidana yang 2/3 masa pidananya jatuh sampai dengan tanggal 31 Desember 2020;
  2. Anak yang 1/2 masa pidananya jatuh sampai dengan tanggal 31 Desember 2020
  3. Narapidana dan Anak yang tidak terkait dengan PP Nomor 99 Tahun 2012
  4. Tidak sedang menjalani subsidair dan bukan warga negara asing (WNA).

Selain itu, asimilasi dilaksanakan di rumah dan surat keputusan asimilasi diterbitkan oleh Kepala Lapas dan pembimbingan  serta pengawasan asimilasi dan integrasi dilaksanakan oleh Balai Pemasyarakatan.

 

Kontributor: Ayep S

Catat! Begini Syarat Narapidana/Anak Didik Bebas Melalui Asimilasi dan Integrasi Berdasarkan Kepmenkumham RI Nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020

LapsustikNews – Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Jakarta,  dihari ke-2 telah membebaskan 54 Narapidana untuk mencegah penyebaran  COVID-19. Narapidana tersebut akan dibebaskan melalui asimilasi dan hak integrasi.

“Sebanyak 54 Narapidana yang tengah menjalani pidana di Lapas Narkotika Jakarta akan menghirup udara bebas lebih cepat terkait pencegahan dan penanggulangan penyebaran Coronavirus Disease (COVID-19) yang tengah mewabah di Indonesia pada khususnya dan seluruh dunia pada umumnya,” kata Kepala Lapas Narktoika Jakarta, Oga  G. Darmawan Kamis (2/4/2020).

” 54  Narapidana tersebut akan diusulkan asimilasi di rumah serta mendapat hak integrasi berupa pembebasan bersyarat (PB), khususnya yang 2/3 masa pidananya jatuh sebelum tanggal 31 Desember 2020 serta tidak terkait dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 Tahun 2019 dan bukan warga negara asing,” lanjutnya.

Pengeluaran dan pembebasan tersebut didasarkan pada peraturan Menteri Hukum dan HAM RI No. 10 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi bagi Narapidana dan Anak dalam rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran COVID-19. Serta Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI No.M.HH-19 PK.01.04.04 Tahun 2020 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak melalui Asimilasi dan Integrasi dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

Hal tersebut juga tertuang dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan No.: PAS-497.PK.01.04.04 Tahun 2020 tentang hal yang sama.

Untuk, Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020, pengeluaran Narapidana dan Anak melalui asimilasi harus dilakukan dengan berbagai ketentuan.

  1. Narapidana yang 2/3 masa pidananya jatuh sampai dengan tanggal 31 Desember 2020;
  2. Anak yang 1/2 masa pidananya jatuh sampai dengan tanggal 31 Desember 2020
  3. Narapidana dan Anak yang tidak terkait dengan PP Nomor 99 Tahun 2012
  4. Tidak sedang menjalani subsidair dan bukan warga negara asing (WNA).

Selain itu, asimilasi dilaksanakan di rumah dan surat keputusan asimilasi diterbitkan oleh Kepala Lapas dan pembimbingan  serta pengawasan asimilasi dan integrasi dilaksanakan oleh Balai Pemasyarakatan.

Pada hari ini (02/04) 54 Narapidana telah mengikuti Pendataan yang sebelumnya telah di filter berdasarkan syarat dan ketentuan, selanjutnya dilaksanakan Sidang TPP (Tim Pengamat Pemasyarakatan). Sidang TPP tersebut dipimpin Oleh Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik, Margono. Hadir Juga Pembimbing Kemasyarakatan  dari Balai Pemasyarakatan Jakarta Timur Utara, Selatan, Barat dan Pusat.

“Saya, mengajak kepada seluruh warga binaan yang saya cintai, Jangan lupa untuk bersyukur kepada Alloh SWT, laksanakan kewajiban asimilasi di rumah dengan sebaik-baiknya, laksanakan himbauan dari pemerintah terkait pencegahan penyebaran covid-19, dengan melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing, dan jaga kepercayaan yang telah diberikan, dengan tidak melakukan perbuatan yang melawan hukum” Pesan Margono

Pada Kegiatan tersebut hadir Petugas Medis, yakni Perawat dan Dokter Poliklinik Lapas Narkotika Jakarta, Dr. Santi. Jumadi selaku Kepala Subseksi Bimkemaswat, terus memantau kesehatan wargabinaan saat ini ditengah pandemic global covid-19.

“Alhamdulillah bahwa sebanyak 54 narapidana, telah diperiksa suhunya oleh Tim Medis, berdasarkan hasil pemeriksaan semua dinyatakan dalam kondisi suhu normal yang artinya kondisi seluruh narapidana dalam keadaan sehat.” Pungkas Jumadi

Salah satu wargabinaan yang tidak disebutkan Namanya, mengungkapkan kebahagiaannya kepada Tim Humas, saat melakukan wawancara. “Saya ucapkan rasa Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan kepada Bapak Presiden Joko Widodo, Bapak Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly, Bapak Dirjen Pemasyarakatan, Bapak Kakanwil Kemenkumham DKI Jakarta, Bapak Kadiv Pemasyarakatan dan Bapak Kalapas Narkotika Jakarta atas program asimilasi dan integrasi ini, Dan Kami Tidak Dibebankan atau Dipungut Biaya Apapun”.

Kontributor: Ayep S.

Dukung Kepmenkumham RI, Kepala LPN Jakarta Bebaskan 63 Napi Sebagai Upaya Pencegahan Wabah Virus Covid-19

Lapsustiknews Dalam rangka menindaklanjuti Keputusan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia dengan nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020, tentang Pengeluaran dan Pembebasan  Narapidana Dan Anak Melalui Asimilasi dan Integrasi Dalam Rangka Pencegahan Penanggulangan Penyebaran Covid-19 pada tanggal 30 Maret 2020.  Maka Oga Gioffanni Darmawan sebagai Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika (LPN) Jakarta menyambut baik dan sangat mendukung Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kepmenkumham RI) terbukti pada hari ini, Rabu (01/04) memberikan kebebasan kepada 63 Narapidana (Napi) yang memenuhi persyaratan.

“Program pembebasan massal ini bisa dikatakan sebagai kegiatan Asimilasi From Home karena sebanyak 63 Narapidana yang dibebaskan semuanya itu kategori narapidana yang 2/3 dan ½ masa pidananya jatuh sampai dengan tanggal 31 Desember 2020. Pembebasan dilaksanakan serentak dengan tujuan untuk mendukung program Menteri Hukum dan HAM RI dalam rangka pencegahan wabah virus covid-19 di dalam Lapas. Napi yang dibebaskan adalah napi yang masa asimilasinya dilaksanakan di dalam rumah mereka masing-masing.” Ucap  Oga Gioffanni kepada Tim Humas Lapas Narkotika Jakarta.

Selain itu Oga pun menjelaskan kepada Tim Humas Lapas Narkotika Jakarta “Rencana jumlah target yang dibebaskan ada 121 narapidana dan ini baru awal yang dilaksanakan sedangkan yang berikutnya akan dilaksanakan dengan beberapa tahap hingga batas waktu maksimal tanggal 7 April 2020 mendatang, tentunya dengan syarat yang berlaku yaitu kategori napi yang yang tidak termasuk PP no.99 tahun 2012 atau non PP no.28 Tahun 2006 yang artinya napi mendapatkan hukuman dibawah 5 tahun dan telah menjalani ½ masa pidananya. “Semoga dengan adanya program pembebasan melalui asimilasi dan integrasi ini menjadi salah bukti dukungan terbaik kita semua untuk pencegahan timbulnya penyebaran wabah virus covid-19 di Lapas,aamiin.” Harap Oga.

“Pada saat kegiatan proses pembebasan berlangsung terlihat narapidana didata terlebih dahulu dicek suhu tubuhnya oleh Tim Medis Lapas Narkotika Jakarta lalu didata melalui SDP Online kemudian diwawancarai oleh Petugas Balai Pemasayarakatan. Untuk  pemeriksaan suhu ini harus dijalani sebagai langkah untuk mengetahui kondisi napi menjelang bebas yang merupakan prosedur dalam rangka pencegahan penyebaran virus covid-19”. Ujar Margono selaku Kepala Seksi Binadik LPN Jakarta menjelaskan kepada Tim Humas.

Berdasarkan informasi  dari Jumadi  sebagai Kepala Subsi Bimkemaswat LPN Jakarta memberikan informasi kepada Tim Humas “ Alhamdulillah bahwa sebanyak 63 narapidana yang telah diperiksa suhunya oleh Tim Medis, berdasarkan hasil pemeriksaan semua dinyatakan dalam kondisi suhu normal yang artinya kondisi seluruh narapidana dalam keadaan sehat.”

Kemudian Heriyanto Syafrie selaku Ka. KPLP LPN Jakarta memberikan pernyataan “Selama kegiatan proses pembebasan  semua narapidana bersikap tertib mematuhi setiap langkah-langkah prosedur yang harus mereka jalani, semuanya sangat kooperatif sehingga berjalan lancar dan aman terkendali.”

 

Nurmala Dewi (Kontributor Berita Lapas Narkotika Jakarta)