Melihat produksi Masker hasil karya Narapidana Lapas Narkotika Jakarta.

LapsustikNews- Selasa (29/9) Pada masa pandemi covid-19 seperti sekarang masker menjadi barang yang wajib dikenakan, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Narkotika Jakarta memproduksi sendiri masker dari bahan kain yang diperuntukan kepada para pegawai dan WBP guna mencegah penyebaran Covid-19.

Jajaran Kegiatan Kerja Lapas Narkotika Jakarta melatih para warga binaan untuk bisa memproduksi masker sendiri, saat diwawancarai salah satu narapidana yang membuat masker menjelaskan “masker yang dibuat sekarang adalah masker kain 2 lapis, tetapi masker tersebut dapat ditambahkan tissu didalamnya untuk dijadikan filterasi tambahan”.

Widhi  Ideranianto selaku Kasubsie Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja Lapas Narkotika Jakarta menambahkan, “Untuk sekarang permintaan masker tidak sebesar dulu pada saat awal pandemi, jadi kami hanya memproduksi untuk keperluan Warga Binaan dan Pegawai saja, saat ini masker yang kami produksi berjenis masker kain 2 Lapis dengan motif yang beragam, karena sesuai anjuran pemerintah mengenai masker scuba yang sudah tidak direkomendasikan”.

Dalam kesempatan lain Oga G. Darmawan selaku Kalapas Narkotika Kelas IIA Jakarta mengatakan “Meskipun beberapa kali kami telah memberikan masker kepada warga binaan, tetapi harus tetap memproduksi untuk dibagikan lagi agar mereka (warga binaan) mempunyai masker dengan jumlah yang cukup dan layak pakai, saya tidak bosan bosannya mengingatkan kepada seluruh warga binaan dan pegawai untuk selalu mengenakan masker karena Maskermu Melindungiku, Maskerku Melindungimu “

Kontributor : Firman .A

Kalapas Narkotika Jakarta Instruksikan Giat Deteksi Dini Gangguan Kamtib Secara Rutin

LapsustikNews, Sabtu (26/09) Kepala Lapas Narkotika Jakarta, Oga G. Darmawan, menginstruksikan KaKPLP dan Kasi Administrasi Keamanan dan Ketertiban untuk melaksanakan kegiatan Kontrol keliling (Trolling), Perawatan rutin gembok dan Rolling gembok kamar hunian.
Kegiatan dimulai pukul 13.00 WIB sampai selesai, Kegiatan trolling tersebut dilaksanakan di Blok C dan Blok S dan dilanjutkan dengan perawatan gembok dan Rolling gembok kamar hunian sebanyak 280 gembok.

Kegiatan Trolling, Perawatan Gembok serta Rolling gembok Kamar Hunian merupakan salah satu bentuk Deteksi Dini gangguan keamanan dan ketertiban di Lapas Narkotika Jakarta (Memastikan tidak adanya gembok yang rusak atau sudah tidak layak pakai, serta menghindari upaya duplikasi kunci gembok oleh wargabinaan).

Kepala Lapas Narkotika Jakarta, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin yang wajib dilaksanakan oleh seluruh jajaran pengamanan.
“Sesuai dengan Arahan Bapak Direktur Jenderal Pemasyarakatan, kita sudah melakukan giat deteksi dini. Peningkatan intensitas Kontrol Blok Hunian, perawata dan rolling gembok kamar hunian, Kontrol Keliling Kondisi Fisik Bangunan baik dinding Kamar, teralis besi, dan Branggang Setiap Blok, razia penggeledahan pada kamar hunian” Ujar Oga.

Selanjutnya Oga menambahkan “Untuk meningkatkan layanan pemeliharaan kunci gembok diperlukan jadwal yang memang harus diatur dengan sungguh sungguh agar bisa dilaksanakan tertib sesuai aturan Standar yang berlaku.”

Selama kegiatan berlangsung terlihat jajaran Petugas Lapas Narkotika Jakarta bersungguh-sungguh membersihkan dan mengecek secara teliti.

 

Kontributor : Tim Humas LPN Jakarta

Pelaksanaan Rapid Tes Diperpanjang, Selama 4 Hari

LapsustikNews- Dalam rangka pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di lingkungan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta, Lapas Narkotika Jakarta Melaksanakan  Kegiatan Rapid Test Covid-19 yang Awal Perencanaannya  2 Hari menjdi 4 Hari, di karenakan pada Hari Pertama dan Kedua hanya dapat Sebagian Petugas/Pegawai yang melaksanakan Rapid Tes, maka dari itu waktu Pelaksanaan Rapid tes di Perpanjang Menjadi 4 Hari.

Pada hari Ketiga, Kamis(24/09) dan Hari Keempat, Jum’at(25/09)  Pelaksanaan Rapid Tes, Masih  Dilaksanakan di Klinik Lapas Narkotika Jakarta, Ini di Lakukan Untuk Mengurangi Interaksi antara Petugas dan Warga Binaan sehingga Penyebaran Virus Covid-19 dapat di Tanggulangi dengan Cepat.

Apabila Setelah Pelaksanaan Rapid Tes ,ada Petugas Mendapat Hasil Reaktiv, Maka Tenaga Medis yang berada Di Klinik Lapas Narkotika Jakarta akan Memulangkan dan Memberikan surat Rujukan Ke Rumah Sakit Rujukan untuk Pelaksanaan SWAB kepada Petugas Tersebut.

Kegiatan Dilaksanakan dari Jam 09.00 Pagi sampai Jam 15.00 Sore, Pada Hari Keempat ini Ditargetkan Seluruh Petugas atau Pegawai Lapas Narkotika Jakarta sudah Melaksanakan Rapid Tes dan Mendapat Hasilnya.

Oga G. Darmawan selaku Kepala Lapas Narkotika Jakarta menyampaikan kepada tim Humas “Kegiatan Rapid Test ini, Diperpanjang sampai hari Ketiga dan Hari Keempat, ini karenakan ada sebagian Petugas yang Belum Melaksanakan Rapid Tes, Saya Menghimbau, apabila ada Petugas yang Mendapat Hasil yang Reaktiv, segera Pulangkan dan Berikan Surat Rujukan ke Rumah Sakit yang sudah di tentukan, Kita Harus Bertindak Cepat dalam Menanggulangi Virus Covid-19 ini, Sehingga dapat Mengurangi Penyebaran Virus yang Berbahaya ini.”

dr.Mulyadi selaku koordinator poliklinik menyampaikan kepada tim humas “kegiatan Rapid Test yang Diperpanjang ini adalah langkah yang sangat baik Dikarenakan ada sebagian Petugas Pada Hari Pertama dan Kedua yang Belum dapat hadir, dan dapat Hadir pada hari Ketiga Maupun Keempat.”

”Selanjutnya, Saya Menghimbau Kepada Petugas atau Pegawai Lapas Narkotika Jakarta Untuk selalu Menjaga Kesehatan, Karena dengan Daya Tahan Tubuh yang Kuat, Kita dapat Mencegah Tubuh Kita dari Penyebaran Covid-19 yang sedang terjadi saat ini  .” tutup dr. Mulyadi.

Kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan Rapid Test kepada pegawai yang dilaksanakan oleh dokter Poliklinik Lapas Narkotika Jakarta dengan tetap menerapkan protokol kesehatan seperti memakai Alat Pelindung Diri (APD) lengkap untuk para dokter, serta  menggunakan masker dan tetap menjaga jarak.

 

 

 

Kontributor: Gipsta/Dokumentasi: Pangku

Corona Pasti Minggat

LapsustikNews – Dalam rangka pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di lingkungan UPT (Unit Pelaksana Teknis) Pemasyarakatan DKI Jakarta khususnya di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Klas IIA Jakarta, petugas Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta pada Kamis (24/9) membagikan STICKER ke pengunjung/ tamu di depan pos pintu masuk Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.

Petugas melakukan pencegahan Covid-19 dengan cara pengecekan suhu badan pegawai, pengunjung/ tamu serta melakukan penyemprotan disinfektan ke roda kendaraan yang akan masuk ke Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.

Kepala Lapas Narkotika Jakarta Oga G. Darmawan mengajak dan mengingatkan masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan di masa pandemi ini. Dia juga mengaku pemberian stiker kepada pengendara adalah salah satu bukti pedulinya Lapas Narkotika Jakarta untuk menjalankan protokol kesehatan.

“Petugas maupun pengunjung/ tamu harus tahu kalau menjalankan protokol kesehatan itu penting di masa pandemi seperti ini, makanya kita bagikan stiker dipintu masuk agar yang masuk juga peduli menjalankan protokol kesehatan.” tutur Oga.

“Pemberian stiker ini bertujuan untuk mengingatkan agar kapanpun dan dimanapun kita berada selalu menjalankan protokol kesehatan di masa pandemi saat ini, karena kami juga memiliki tanggung jawab besar untuk melindungi ribuan nyawa manusia dari ancaman Covid-19 ini” ujarnya.

Kontributor: Tim Humas LPN Jakarta

Pemeliharaan Sarana dan Prasana Pelayanan Kunjungan Lapas Narkotika Jakarta.

LapsustikNews- Semenjak masa pandemi covid-19,  Pada bulan Mei 2020 Pelayanan Kunjungan di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Jakarta dialihkan menjadi Pelayanan Kunjungan secara daring/online bertujuan mecegah terjadinya penyebaran Virus Covid-19 di lingkungan UPT Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta.

Kamis (24/9),  Guna memelihara dan memastikan seluruh sarana dan prasarana penunjang Pelayanan Kunjungan dalam keadaan baik dan berfungsi, Petugas Bagian Urusan Umum Lapas Narkotika Jakarta melakukan pemeliharaan rutin seluruh sarana dan prasana penunjang Pelayanan Kunjungan yang terdapat di ruang Pendaftaran Pelayanan Kunjungan Lapas Narkotika Jakarta.

Sarana dan Prasana yang dilakukan pemeliharaan adalah barang barang elektronik, antara lain seperti komputer Pendaftaran Kunjungan, perangkat pencetak nomor antrean kunjungan, perangkat self service pelayanan keluarga, serta monitor Indikator kepuasan pengunjung.

Selaku Kepala Urusan Umum, Bisri Mustopa  menyampaikan “Kegiatan pemeliharaan ini merupakan tugas dan fungsi bagian urusan umum, yaitu pemeliharaan Barang Milik Negara (BMN) yang dilakukan secara berkala untuk mewujudkan tertib penatausahaan BMN yang tercermin dalam tertib hukum, tertib administrasi, dan fisik dalam penatausahaan BMN”.

Oga G. Darmawan Kalapas Narkotika Jakarta mengatakan “ini adalah kegiatan rutin kami untuk memastikan seluruh sarpras dalam kondisi yang baik dan siap digunakan bilamana pandemi ini telah berakhir dan Pelayanan Kunjungan telah dibuka kembali guna memberikan pelayanan kepada masyarakat maupun warga binaan” pungkasnya.

Oga menambahkan bahwa pada saat ini Seluruh perangkat penunjang pelayanan kunjungan dalam kondisi baik dan berfungsi secara normal.

kontributor: Firman. A

Hari Kedua, Petugas Lapas Narkotika Jakarta Antusias Mengikuti Rapid Test

LapsustikNews- Dalam rangka pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di lingkungan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta, Lapas Narkotika Jakarta menyelenggarakan kegiatan Rapid Test Covid-19 kepada Seluruh Pegawai baik Administrasi maupun Pengamanan  yang bertempat di Klinik Lapas Narkotika Jakarta, Rabu (23/09). Kegiatan Rapid Test akan dilaksanakan selama 2 hari (Selasa, dan Rabu) dengan total 250 pegawai yang akan menjalankan Rapid Test.

Pada hari kedua, kegiatan Rapid Test diselenggarakan mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB dengan target 125 pegawai yang akan menjalani Rapid Test yang berasal dari Rupam III, Rupam IV, P2U I dan P2U IV serta para pegawai yang pada hari pertama belum melaksanakan Rapid Test. Kegiatan yang dilaksanakan di Klinik  Lapas Narkotika Jakarta ini, bertujuan untuk melakukan pencegahan dan pengendalian Covid-19 bagi para pegawai yang reaktif maupun yang non reaktif.

Oga G. Darmawan selaku Kepala Lapas Narkotika Jakarta menyampaikan kepada tim Humas “Kegiatan Rapid Test pada hari kedua ini dilakukan bagi para pegawai untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 apabila terdapat hasil reaktif, sehingga tidak menularkan kepada pegawai dan narapidana yang sehat.”

“Semoga pandemi Covid-19 ini segera berakhir sehingga kita semua dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan normal.” harap Oga.

dr.Birindra selaku koordinator poliklinik menyampaikan kepada tim humas “kegiatan Rapid Test merupakan langkah yang harus cepat dilakukan karena penyebaran Covid-19 sudah sangat tinggi.”

“Dengan dilaksanakan kegiatan ini, kita dapat melakukan penanggulangan penyebaran Covid-19 bagi para pegawai dan dapat diambil tindakan yang tepat jika terdapat pegawai yang reaktif.” lanjut dr. Birindra

”Selanjutnya, akan kita berikan surat pengantar untuk melakukan tes SWAB apabila terdapat pegawai yang reaktif.” tutup dr. Birindra.

Kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan Rapid Test kepada pegawai yang dilaksanakan oleh dokter Poliklinik Lapas Narkotika Jakarta dengan tetap menerapkan protokol kesehatan seperti memakai Alat Pelindung Diri (APD) lengkap untuk para dokter, serta  menggunakan masker dan tetap menjaga jarak.

 

Kontributor: Pangku Shillazid

Petugas Lapas Narkotika Jakarta Ikuti Rapid Test Covid-19

LapsustikNews- Dalam rangka pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di lingkungan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta, khususnya Lapas Narkotika Jakarta,  Menyelenggarakan kegiatan Rapid Test Covid-19 kepada Seluruh Pegawai baik Administrasi maupun Pengamanan  yang bertempat di Klinik Lapas Narkotika Jakarta.

Kegiatan Rapid Test akan dilaksanakan selama 2 hari (Selasa, dan Rabu) dengan total 250 Jumlah Pegawai yang akan menjalankan Rapid Test selama 2 hari tersebut.

Kegiatan hari pertama dilaksanakan pada hari Selasa (22/09) mulai pukul 09.00 sampai dengan pukul 12.00  dengan Target  Pegawai/Petugas berjumlah 125 orang pada hari Pertama, yang Berasal dari:  Rupam I, Rupam II, P2U II, P2U III dan Para Pegawai dari Berbagai Sub Seksi yang berbeda di Lapas Narkotika Jakarta.

Kegiatan di Laksanakan di Klinik  Lapas Narkotika Jakarta, yang bertujuan untuk melakukan pencegahan dan Mengendalian Covid-19 bagi Para Pegawai yang Reaktiv Maupun yang Non Reaktiv di Lapas Narkotika Jakarta.

Kepala Lapas Narkotika Jakarta, Oga G. Darmawan menyampaikan “Kegiatan ini dilaksanakan untuk Mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 dari pegawai yang Reaktiv kepada Pegawai yang sehat, Sehingga kita dapat lebih cepat dalam  Memutus mata rantai Penyebaran Covid-19, apabila ada pegawai yang Reaktiv.” Ucapnya  Kepada Tim Humas Lapas Narkotika Jakarta.

Dr. Birindra Dewi selaku koordinator Poliklinik Lapas Narkotika Jakarta menyampaikan ”Kegiatan Rapid Test  Kepada Pegawai merupakan  langkah yang harus di lakukan dengan cepat  di karenakan penyebaran Virus Corona di Luar Lapas sangat  Tinggi, Dengan di adakannya Kegiatan ini, Kita dapat Menanggulangi penyebaran Virus Corona dengan Mengambil Tindakan yang tepat, Sehingga dapat Mencegah Tertularnya Para WBP oleh para Petugas yang Reaktiv  .”Ucapnya

“Selanjutnya apabila ada Petugas/Pegawai  yang Melaksanakan Rapid Test ada yang reaktif, maka Petugas tersebut akan kita Beri Surat Pengantar untuk di lakukan Tes SWAP di Rumah Sakit yang sudah kita Rujuk .” Lanjut dr. Birindra.

Kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan kegiatan Rapid Test kepada Petugas/Pegawai yang dilaksanakan oleh Para Dokter poliklinik Lapas Narkotika Jakarta dengan menerapkan protokol kesehatan seperti memakai Alat Pelindung Diri (APD) lengkap untuk Para Dokter  Poliklinik Lapas Narkotika Jakarta,dan  menggunakan masker dan tetap menjaga jarak Untuk Petugas dari  Beberapa Sub bagian Berbeda dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

 

 

Kontributor: Gipsta

Jajaran Tim POKJA WBK LPN Jakarta Ikuti Arahan Evaluasi Pembangunan ZI Oleh Staf Ahli Menteri Bidang Reformasi Birokrasi

LapsustikNews : Pada tahun 2020 Lembaga Pemasyarakatan Narkotika (LPN) Jakarta merupakan salah satu nominasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta yang terpilih dari 520 Satuan Kerja yang diusulkan Kementerian Hukum dan HAM RI dalam membangun Zona Integritas untuk meraih predikat menuju WBK/WBBM.

Maka pada hari Senin, (21/09) sebagai wujud kesungguhan  Jajaran Tim Pokja WBK LPN Jakarta ikuti pelaksanaan kegiatan Arahan Evaluasi Pembangunan Zona Integritas (ZI) yang disampaikan oleh Staf Ahli Menteri Bidang Reformasi Birokrasi (RB) secara virtual melalui media zoom teleconference.

Kegiatan dimulai pada pukul 09.00 s.d 10.00 wib yang dilaksanakan di Aula Gedung 1 Lantai III dan dihadiri Oleh Kepala LPN Jakarta, Seluruh Ketua Tim Pokja WBK LPN Jakarta terdiri dari Pejabat Struktural LPN Jakarta, Anggota Tim Pokja WBK LPN Jakarta terdiri dari Pegawai  teknis  Jabatan Fungsional Umum LPN Jakarta dan Tim Humas LPN Jakarta.

Pada kesempatan ini Nugroho selaku Staf Ahli Menteri Bidang Reformasi Birokrasi menyampaikan arahan evaluasinya “Bahwa ada beberapa yang harus diperhatikan dan diperbaiki agar lebih mempersiapkan diri untuk kedatangan Tim Penilai yang akan memberikan penilaian akhir dimana nantinya apakah Satuan Kerja UPT ini lolos dan lulus verifikasi sehingga berhasil menyandang predikat WBK pada tahun 2020.”

Nugroho dengan tegas menjelaskan “Ada banyak poin penilaian yang harus diperhatikan dan diperbaiki yaitu pentingnya nilai dari  Pernyataan Survey Tim Penilai Nasional yang terdiri dari beberapa penilaian yaitu sebagai berikut :

  1. Pengarahan Petugas yang artinya disini petugas tidak boleh mengarahkan responden untuk memberikan jawaban yang bagus/baik saja.
  2. Unit Layanan yang harus dimiliki antara lain SDM harus professional, sarana prasarana berkualitas, adanya sistem informasi yanlik, tempat konsultasi dan pengaduan, sistem pemberantasan pungli dan calo.
  3. Informasi Pelayanan yang artinya layanan mudah diakses, interaktif dan dapat menjawab pengguna kebutuhan.
  4. Persayaratan Layanan artinya informasi harus mudah difahami dan penerapannya sesuai dengan yang diinformasikan.
  5. Prosedur Alur Layanan harus sangat jelas dan mudah difahami jangan berbelit-belit jangan sampe menghabiskan waktu yang lama.
  6. Respon Petugas Layanan harus selalu tampil dengan sikap 5 S (Senyum,Sapa,Salam, Sopan dan Santun) dalam memberikan layanan, gunakan seragam dan identitas yang jelas, berikan layanan dengan gerak cepat tangkas dan tepat.
  7. Petugas tidak boleh diskriminasi dalam memberikan layanan.
  8. Ketersediaan Info Layanan baik secara elektronik maupun non eletronik.
  9. Petugas tidak boleh melakukan kecurangan seperti tidak boleh menerima uang tips (imbalan) tidak boleh ada sikap penyerobotan antrian semua harus tertib dan teratur sesuai dengan nomor antrian yang sudah dibagikan.”

Nugroho melanjutkan “Semoga dengan adanya informasi evaluasi ini, seluruh Jajaran Satuan Kerja Unit Pelaksana Teknis Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta lebih mempersiapkan diri dalam membangun Zona Integritas Menuju WBK meskipun pandemi covid-19 masih  mewabah di Jakarta.”

Selanjutnya Oga Gioffani Darmawan selaku Kepala LPN Jakarta menyampaikan motivasinya “Terima kasih banyak kepada Seluruh Jajaran Petugas Lapas Narkotika Jakarta terutama kepada Tim Pokja WBK yang tidak pernah surut semangatnya untuk terus berusaha memperjuangkan Lapas Narkotika Jakarta agar berhasil meraih predikat WBK di tahun 2020 ini, tetap semangat ya dan semoga Tuhan Yang Maha Esa Memberikan kita kemudahan untuk mewujudkannya,aamiin.”

 

Kontributor : Nurmala Dewi (Tim Humas LPN Jakarta)

Masa Pandemi Covid-19, SATOPS PATNAL Lapas Narkotika Jakarta Tegakan Kedisplinan Pegawai Terkait Protokol Kesehatan

LapsustikNews- Dalam rangka penegakan aturan dan kedisplinan pegawai di masa pandemi Covid-19, Satuan Operasional Kepatuhan Internal (SATOPS PATNAL) Lapas Narkotika Jakarta menggelar pemeriksaan terkait kedisplinan pegawai dalam menjalankan protokol kesehatan, Jumat (18/09) mulai pukul 09.00 WIB.

Satuan Operasional Kepatuhan Internal Pemasyarakatan (SATOPS PATNAL) merupakan bagian dari Pemasyarakatan yang bertujuan untuk terlaksananya pencegahan dan penindakan gangguan kemanan dan ketertiban yang meliputi fungsi pembinaan petugas dan peningkatan layanan Pemasyarakatan.

SATOPS PATNAL dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran Nomor PAS-07.OT-02.02 Tahun 2019 tentang Satuan Operasional Kepatuhan Internal Pemasyarakatan Tingkat Wilayah, Rumah Tahanan Negara dan Lembaga Pemasyarakatan.

Kegiatan pemeriksaan kepatuhan penerapan protokol Kesehatan di lingkungan Lapas Narkotika Jakarta dimulai dari pos penjagaan luar seperti Pos Masuk dari RS Pengayoman, Pos Pengawasan dan Pemeriksaan (Wasrik) yang merupakan pintu masuk utama menuju Lapas Narkotika Jakarta.

Kegiatan pemeriksaan yang dilaksanakan oleh SATOPS PATNAL Lapas Narkotika Jakarta meliputi kepatuhan petugas dalam penggunaan masker, kepatuhan petugas dalam pengecekan suhu tubuh, kepatuhan petugas dalam mencuci tangan dengan sabun hingga kepatuhan petugas dalam penyemprotan kendaraan yang masuk lingkungan Lapas Narkotika Jakarta dengan menggunakan cairan disinfektan.

Rahmat Iskandar yang merupakan salah satu Tim SATOPS PATNAL Lapas Narkotika Jakarta menyampaikan “bahwa dari hasil kegiatan yang dilaksanakan, bahwa pegawai Lapas Narkotika Jakarta telah mematuhi protokol kesehatan mulai dari memakai masker, melakukan pengecekan suhu tubuh, mencuci tangan dengan sabun serta dilakukannya penyemprotan kendaraan pegawai yang memasuki area Lapas.”

Kalapas Narkotika Jakarta, Oga G. Darmawan menyampaikan “Di era pandemi Covid-19 ini, merupakan suatu kewajiban untuk menerapkan protokol kesehatan, sehingga kita dapat mencegah penularan Covid-19.”

“Saya instruksikan langsung penerapan protokol kesehatan mulai dari pintu masuk Lapas Narkotika Jakarta hingga Pos Pengawasan dan Pemeriksaan (WASRIK) untuk pengawasan penggunaan masker, pengecekan suhu tubuh, mencuci tangan dengan sabun dan penyemprotan kendaraan dengan cairan disinfektan bagi para pegawai yang memasuki Lapas Narkotika Jakarta.” Tegas Oga.

Kalimat penegasan Kalapas tersebut tentunya menjadi pedoman bagi SATOPS PATNAL Lapas Narkotika Jakarta dalam menegakan aturan secara efektif dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya.

 

Kontributor: Pangku

Pelayanan Konseling Bagi WBP Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta.

Jakarta.LapsustikNews- Konseling merupakan bagian penting dalam mengobati penyalahgunaan narkoba. Konseling yang dilakukan oleh konselor terhadap pengguna narkoba dalam rehabilitasi akan membantu si pengguna mengenali masalah atau perilaku yang memicu ketergantungan tersebut. Konseling biasanya dilakukan secara individu. Meski demikian, tak tertutup kemungkinan untuk melakukan konseling secara berkelompok.

Konseling bertujuan untuk membantu program pemulihan, seperti memulai kembali perilaku hidup sehat ataupun strategi menghadapi situasi yang berisiko penggunaan narkoba kembali terulang. Konselor bertanggung jawab untuk memahami bagaimana kecanduan narkoba pada seseorang secara keseluruhan, sekaligus memahami lingkungan sosial yang ada di sekitarnya untuk mencegah terulangnya penyalahgunaan narkoba.

Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Jakarta selaku Unit Pelaksana Teknis  (UPT) Pemasyarakatan yang melaksanakan program kegiatan Konseling diperuntukkan bagi para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai bimbingan pribadi dan bimbingan sosial dan juga bimbingan karier.

Pada hari Jum’at (18/9), Kegiatan pelayanan konseling bagi WBP Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta dilaksanakan di ruangan konseling gedung 2 Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta dengan mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19, WBP wajib mengenakan masker, konselor memakai face shield disertai masker, tetap menjaga jarak dan tidak berkontak fisik, adapun disediakan 2 unit komputer guna melakukan konseling secara daring/online untuk konselor yang tidak bisa hadir langsung.

Saat ditemui tim humas salah satu konselor memberikan keterangan “Kami selaku konselor selalu memantau perkembangan para warga binaan, ada juga yang bercerita mengenai kesehariannya di Lapas, sebetulnya mereka terbuka tetapi tidak langsung to the point, harus dilakukan pendekatan secara bertahap.”

Kalapas Narkotika Kelas IIA Jakarta, Oga G. Darmawan menyampaikan pada tim humas “Kami beserta jajaran senantiasa berupaya memberikan pelayanan prima dan tanpa biaya kepada para warga binaan, selain menjalani rehabilitasi narkoba para Warga Binaan juga membutuhkan dukungan moral dari orang terdekat dan lingkungan sekitar.”

Kontributor : Firman.A