Sebanyak 22 Orang WBP Lapas Narkotika Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta Beragama Budha Mendapatkan Remisi Khusus Hari Raya Tri Suci Waisak 2566 BE Tahun 2022.

Jakarta, LapsusikNews- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Jakarta memberikan Remisi Khusus kepada 22 Orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang beragama Budha pada Hari Raya Tri Suci Waisak 2566 BE Tahun 2022 (Senin, 16/05).

M.Erwin Firdaus selaku Kepala Sub Seksi Registrasi Lapas Narkotika Jakarta membacakan Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor PAS-675.PK.05.04 Tahun 2022 Tanggal 16 Mei 2022 tentang Pemberian Remisi Khusus (RK) Hari Raya Waisak Tahun 2022 Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

 

“Di Lapas Narkotika Jakarta, Jenis Remisi Khusus yang diberikan adalah RK I atau Pengurangan Sebagian dengan uraian sebanyak 8 orang mendapat pengurangan masa pidana 1 bulan, 11 orang mendapat pengurangan masa pidana 1 bulan 15 hari, dan 3 orang mendapat pengurangan masa pidana 2 bulan” tutur Erwin.

Bayu Irsahara selaku Kalapas Narkotika Jakarta menyerahkan SK Remisi secara simbolis kepada perwakilan WBP yang mendapatkan Remisi.

 

Dalam sambutannya, Kalapas Narkotika Jakarta mengucapkan selamat merayakan Hari Tri Suci Waisak 2566 Buddhis Era tahun 2022 kepada umat Budha khususnya di lingkungan Lapas Narkotika Jakarta, Hari Tri Suci Waisak yang disucikan dan dimuliakan oleh seluruh umat Budha di dunia.

 

Selain itu Bayu juga menghimbau kepada seluruh WBP untuk berperan aktif mengikuti kegiatan program pembinaan dan mematuhi tata tertib yang berlaku.

 

“Kepada seluruh Warga Binaan, saya mengajak untuk konsisten berperan aktif dalam mengikuti segala bentuk program pembinaan, serta mematuhi tata tertib di Lapas Narkotika Jakarta. Program pembinaan yang dilakukan bertujuan agar Saudara sekalian memiliki bekal saat nanti kembali ke masyarakat” Ucap Bayu.

“Sekali lagi saya ucapkan selamat merayakan Hari Tri Suci Waisak 2566 Buddhis Era, semoga Waisak tahun 2022 yang mengangkat tema “Jalan Kebijaksanaan Menuju Kebahagiaan Sejati” menjadi momen refleksi untuk meraih kedamaian dan kebahagiaan.” Tutup Bayu.