UPACARA PERINGATAN HARI BHAKTI PEMASYARAKATAN KE-55 TAHUN 2019 DIGELAR DI LAPAS NARKOTIKA KLAS IIA JAKARTA

Jakarta, Lapsustik News Menindaklanjuti Nota Dinas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nomor :PAS/81/IV/2019 Tanggal 12 April 2019 Perihal : Permohonan Dari Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kepada Menteri Hukum dan HAM RI untuk bertindak menjadi Inspektur Upcara dan Memberikan Sambutan dalam Kegiatan Upacara Peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan yang ke-55 yang pusatnya di gelar  di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta pada Sabtu,(29/04) dimulai pukul 08.00 s.d 11.00 wib.

Pelaksanaan Upacara di laksanakan di Lapangan Hijau/Gazebo Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta yang dihadiri oleh Menteri Hukum dan HAM RI, Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum dan HAM RI Beserta Jajarannya, Direktur Jenderal (Dirjen) Pemasyarakatan beserta Jajarannya, Dirjen Imigrasi beserta Jajarannya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta beserta Jajarannya, Pejabat Struktural Lapas / Rutan se-DKI Jakarta beserta Jajarannya, Taruna dan Taruni Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip), Tamu Undangan Lingkungan Internal dan Eksternal Kementerian Hukum dan HAM RI serta Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas/Rutan yang akan menampilkan pertunjukan Tarian dan Nyanyian sebagai salah satu pengisi acara setelah Kegiatan Upacara HUT Pemasyarakatan selesai dilaksanakan.

Kehadiran Menteri dan Para Tamu Undangan disambut dengan penampilan Seni Degung dari Pertunjukan WBP Lapas Karawang.

Pejabat Upacara terdiri dari Yasonna Hamonangan Laoly selaku Menteri Hukum dan Ham RI bertindak sebagai Inspektur Upacara, Lilik Sujandi selaku Direktur Keamanan dan Ketertiban Direktorat Jenderal Pemasyarakatan bertindak sebagai Perwira Upacara dan Asep Sutandar selaku Kepala Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta bertindak sebagai Komandan Upacara.

 

Setelah Pembacaan Teks Pancasila dan Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 kemudian dilanjutkan dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman, Perjanjian Kerjasama, Penandatanganan Prasasti dan Pemberian Piagam Penghargaan serta Launching Buku Menteri Hukum dan HAM dengan Judul “Pemasyarakatan dan Legacy” yang akan disampaikan secara resmi oleh Menteri Hukum dan HAM RI.

Dalam amanatnya Yasonna mengatakan “Sesuai dengan tema yang diusung yakni Mengimplementasikan Nilai Profesional, Akuntabel, Sinergis, Transparan dan Inovatif (PASTI) demi mewujudkan Revitalisasi Pemasyarakatan, dimana Revitalisasi juga dibangun untuk membentuk sebuah flow dalam mendistribusikan kepada hunian dari Lapas super maximum, medium dan minimum security berdasarkan pada tingkat resiko sehingga tidak terjadi over kapasitas disuatu tempat, disisi lain kita juga akan melakukan percepatan-percepatan yang didasarkan pada perubahan perilaku, sehingga tidak terpaku pada waktu.”

Kemudian Yasonna melanjutkan “Seluruh rangkaian Bakti Pemasyarakatan telah kita lalui dan hari ini adalah puncak kegiatan Bakti Pemasyarakatan ke-55 untuk itu kepada seluruh keluarga besar Pemasyarakatan saya Ucapkan “Dirgahayu Pemasyarakatan! Selamat hari bakti kepada setiap insan-insan Pemasyarakatan di seluruh penjuru tanah air, Indonesia selalu menanti dharma bhaktimu.”

“Mari bekerja penuh dedikasi, berkomitmen menjaga integritas moral dan berkeyakinan membangun Pemasyarakatan PASTI, tetaplah menjadi pelayan masyarakat yang mempunyai semangat mengabdi dengan tulus dan ikhlas kepada bangsa dan Negara. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa melindungi kita dalm berkinerja demi bangsa dan Negara Indonesia,aamiin. “Ucap Yasonna mengakhiri sambutannya.”

Setelah Kegiatan Upacara HUT Pemasyarakatan dilaksanakan, kemudian dilanjut dengan acara inti hiburan yang menampilkan beberapa pertunjukan tarian, nyanyian, koloni senjata, pencak silat dan Korps Musik Drumban dari Taruna dan Taruni Poltekip.

Dalam wawancaranya Direktur Jenderal Pemasyarakatan Sri Puguh Utami Menjelaskan “Kami ingin meningkatkan kapasitas organisasi dengan melibatkan pihak-pihak terkait karena dalam melakukan pembinaan ada pilar masyarakat yang belum digarap secara optimal,”

Utami mengatakan “Peran serta masyarakat sangat diperlukan untuk membantu mensukseskan pembinaan di ranah pengamanan maksimum, pengamanan medium, dan pengamanan minimum.”

“Harus ada pihak yang nantinya menerima untuk bisa membantu pendampingan ketika binaan kembali ke masyarakat dan revitalisasi ini dilakukan dengan melakukan pendampingan secara individu sehingga dapat menyesuaikan kebutuhan bagi masing-masing warga binaan.” Ucap Utami kepada wartawan.

Kontributor (Nurmala Dewi dan Tim Humas Lapas Narkotika Jakarta)