TELECONFERENCE UNTUK KEGIATAN PENGUATAN DAN PENGARAHAN BAGI SATUAN KERJA YANG DIUSULKAN WBK/WBBM

Jakarta, Lapsustiknews – Menindaklanjuti perintah dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta melaksanakan kegiatan teleconference melalui aplikasi zoom, dalam rangka penguatan dan pengarahan bagi satuan kerja yang diusulkan WBK/WBBM yang dipusatkan di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Jum’at (12/7).

Kegiatan teleconference tersebut diadakan di Aula Gedung 1 lantai 3 Lapas Narkotika Jakarta, acara teleconference dimulai pukul 08:00 WIB. Kegiatan tersebut dibuka oleh Ibu Wardatul Hamro selaku pembicara, Menyampaikan Arahan Pimpinan Tinggi (Pimti) Dalam Penguatan Pembangunan Zona Integritas (ZI) Pada Satuan Kerja (Satker) Strategi Nasional (Stranas) Pencegahan Korupsi (PK) dan Satker yang diusulkan sebagai satuan kerja WBK dan WBBM di Lingkungan Pemasyarakatanserta penilaian kepada UPT yang ditunjuk sebagai Satker WBK dan WBBM.

Itun Wardatul Hamro menyampaikan, “Diharapkan kepada Satker yang diusulkan untuk berpredikat WBK dan WBBM dapat memberikan hasil penilaian yang maksimal. Poin – poin yang perlu diperhatikan dalam penilaian diantaranya:

  1. Lingkungan Kantor, bahwa hal – hal yang harus diperhatikan adalah harus terlihat jelas untuk identitas kantor, petunjuk arah yang jelas untuk jalur masuk dan jalur keluar, ketersediaan tempat parkir yang rapi dan tersedia tempat parkir untuk disabilitas dan tentunya gratis, dan yang terakhir harus selalu terjaga keberseihan lingkungannya.
  2. Pelayanan kunjungan, bahwa hal – hal yang harus diperhatikan adalah ruang tunggu kunjungan selalu bersih dan petugas harus selalu ramah, proses penggeledahan harus sesuai SOP yang ada dan selalu memperhatikan keramahan, tempat kunjungan harus selalu terjaga kebersihannyan dan juga tidak ada pungli, dan yang terakhir harus ada fasilitas pendukung berupa tersedianya toilet, mushola dan ruang bermain.
  3. Pelayanan terhadap WBP, bahwa hal – hal yang harus diperhatikan adalah kamar hunian diupayakan agar selalu rapi, pelayanan untuk PB, CB, CMK, dll tidak ada pungli, WBP dipastikan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, kondisi dapur harus terjaga kebersihannya dan yang terakhir sarana ibadah yang ada harus selalu bersih,” jelasnya.

Lapas Narkotika Jakarta dalam penilaian tergabung di dalam tim V yang dipimpin oleh Bapak Nugroho dengan waktu pelaksanaannya pada tanggal 16 – 20 Juli 2019.

Kegiatan teleconference berakhir pukul 09:30 WIB dan berjalan dengan lancar, diharapkan kepada setiap Satker yang ditunjuk WBK dan WBBM agar mempersiapkan data dukung dalam penilaian.

Kontributor : Thoyib Andi