Jajaran Petugas LPN Jakarta Ikuti Teleconference Tentang Penguatan Pelaksanaan New Normal ASN Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta

Jakarta, Lapsustik News  Jumát (05/06) Jajaran Petugas Lembaga Pemasyarakatan Narkotika (LPN) Jakarta ikuti kegiatan Teleconference tentang penguatan pelaksanaan New Normal Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta. Kegiatan dihadiri oleh seluruh Pejabat Struktural, Staf Pelaksana Jabatan Fungsional Umum dan Tertentu yang dilaksanakan di Aula Lantai III LPN Jakarta.

Acara ini berlangsung sebagai tindak lanjut dari surat undangan dari Kantor Wilayah Kementerian  Hukum dan HAM DKI Jakarta dengan nomor W.10-UM.01.01-577 pada tanggal 03 Juni 2020 perihal undangan untuk mengikuti acara Penguatan Kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN), dalam rangka terwujudnya Kementerian Hukum dan HAM Corporate University pada masa Tata Normal Baru Jajaran Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta secara virtual melalui Teleconference aplikasi zoom di Unit Pelaksana Teknis masing-masing.

Pelaksanaan kegiatan teleconference dipusatkan di Aula Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno Hatta yang dihadiri langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum dan Ham beserta jajarannya , Direktur Jenderal Imigrasi, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Kepala Pusat Data dan Informasi Kemenkumham RI, Para Pimpinan Tinggi Pratama pada Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta beserta jajarannya dan Para Kepala UPT di Lingkungan Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta.

Bambang Rantam Sariwanto selaku Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum dan HAM RI menyampaikan dalam arahannya “Mulai tanggal 5 Juni 2020 seluruh ASN melaksanakan tugas kedinasan baik di kantor (Work From Office/WFO), maupun di rumah/ tempat tinggal masing-masing (Work From Home/WFH) sesuai hari dan jam kerja yang telah ditetapkan.” Selain itu Bambang Rantam pun melanjutkan “ASN berangkat dari rumah dalam kondisi sehat, Selama perjalanan ASN wajib menggunakan masker, jaga jarak, tidak menyentuh bagian tubuh sensitif (mata, hidung, mulut) dan peralatan/fasilitas umum dan selalu gunakan pembayaran nontunai dalam bertransaksi (e-money),Tiba di kantor wajib mencuci tangan, tetap memakai masker, jaga jarak, bersihkan tempat kerja, kurangi kontak fisik dan saling mengingatkan sesama ASN akan pentingnya melaksanakan Protokol Kesehatan, Tetap mengisi administrasi kepegawaian melalui Aplikasi Simpeg (absensi mandiri, mengisi jurnal harian dan kewajiban lainnya), Setiap ASN wajib menggunakan Pakaian Dinas Khusus (PDK) lengan panjang pada setiap hari kerja dan Ketentuan penggunaan pakaian dinas khusus lengan panjang.”

Pada kesempatan yang sama Oga Giofanni Darmawan selaku Kepala Lapas Narkotika Jakarta menegaskan “bahwa dalam rangka terwujudnya Kementerian Hukum dan HAM Corporate University pada masa Tata Normal Baru Jajaran Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta sangat  diharapkan seluruh ASN terutama untuk Jajaran Lapas Narkotika Jakarta harus tetap memperhatikan dan melaksanakan protokoler kesehatan setiap beraktifitas kerja.”

Oga melanjutkan “Guna mendukung pelaksanaan New Normal Lapas Narkotika Jakarta telah memasang banner-banner sosialisasi, penyediaan sarana cuci tangan di seluruh area Lapas, penempatan hand sanitizer, pengecekan suhu badan bagi seluruh petugas, penyediaan bilik sterilisasi, pojok suplemen serta penyemprotan disinfektan secara berkala.”

“Sehingga diharapkan kita semua bisa berdamai dengan kondisi apapun, karena sebagai ASN kita harus tetap professional dalam bertugas.” Pungkas Oga.

Selama kegiatan berlangsung terlihat semua petugas Lapas Narkotika Jakarta menyimak dan memperhatikan dengan khidmat arahan yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum dan HAM RI.

Kontributor : Nurmala Dewi  Dan Tim Dokumentasi LPN Jakarta

Berikan Penguatan, Sekretaris Jenderal Kemenkumham Optimis Lapas Narkotika Jakarta Meraih Predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK)

LapsustikNews. 20/03 Setelah Melakukan Kunjungan Kerja Bersama Menteri Hukum dan Ham, Yasonna H. Laoly dan Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kala (JK) pada kegiatan pengarahan sekaligus menyaksikan kegiatan penyemprotan disinfektan oleh PMI di Lapas Klas I Cipinang. Sekretaris Jenderal Kemenkumham, Bambang Rantam S. Melanjutkan Kunjungan ke Lapas Narkotika jakarta, dan memberikan Pengarahan serta penguatan Dalam Rangka Pembangunan ZI WBK/WBBM di Lapas Narkotika Jakarta.

Pada Kesempatan tersebut Bambang, menyampaikan kembali sosialisasi pencegahan penyebaran Corona Virus Covid-19 di. Selanjutnya disampaikan juga penguatan integritas kepada seluruh pegawai yang turut hadir dalam kegiatan pengarahan tersebut.

Berikut point-point penting yang disampaikan oleh bapak Sekretaris Jenderal Kemenkumham RI :

1. Mengajak untuk bersama-sama bergerak melakukan pencegahan Covid-19
2. Mengimplementasikan terus pelayanan Yang Sangat Baik kepada masyarakat
3. Keikhlasan dalam membangun ZI oleh pegawai adalah kunci keberhasilan
4. Komunikasi antar Pokja harus tetap dilakukan
5. Mengajak seluruh jajaran untuk optimis, bahwa tahun 2020 lapas narkotika jakarta harus WBK

“Mari kita bersama-sama niatkan dalam hati, bekerja dengan ikhlas, kita wujudkan bersama Zona integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi” Tutur Bambang

Kepada Tim Humas, Oga G. Darmawan selaku Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Jakarta menyampaikan, bahwa apa yang telah disampaikan oleh bapak Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum dan HAM RI untuk dapat dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, sehingga seluruh pelayanan yang diberikan kepada masyarakat dapat dirasakan sangat baik dan sudah tidak ada lagi indikasi-indikasi Korupsi, Pungli dan Gratifikasi.

“Saya Optimis, Tahun 2020 Predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dapat kita raih, bersama kita wujudkan Pelayanan yang bersih dan Melayani” Pungkas Oga

 

Kontributor: Ayep S.

“Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK/WBBM 2019 Merupakan Program Nasional”Penegasan Arahan dan Motivasi Dari Nugroho Selaku Staf Ahli Menteri Hukum dan HAM RI Kepada Jajaran Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta

Jakarta, Lapsustik News  Senin, (15/04) Jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta senantiasa terus membuktikan usaha seriusnya membangun Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Tindakan Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) dengan mengikuti kegiatan Arahan dan Motivasi dari Nugroho Pejabat Eselon I yang merupakan Staf Ahli Bidang Penguatan Reformasi Birokrasi Kementerian Hukum dan HAM RI.

Pelaksanaan Arahan dan Motivasi ini merupakan tindak lanjut surat permohonan dari Kepala Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta dengan Nomor Surat W.10.PAS.PAS2.KP.03.03-1245 Tanggal 08 April 2019 Perihal Permohonan Pembekalan dan Penguatan Reformasi Birokrasi Menuju WBK di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta Kepada Staf Ahli Bidang Reformasi Birokrasi Kementerian Hukum dan HAM RI.

Mulai pukul 13.00 s.d 13.45 wib, Jajaran Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta berkumpul di Ruang Aula Lantai III Gedung Utama Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta untuk menyambut  serta mendengarkan Arahan dan Motivasi dari Staf Ahli Bidang Penguatan Reformasi Birokrasi Kementerian Hukum dan HAM RI yang langsung dibuka oleh Asep Sutandar selaku Kepala Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.

“Terima kasih banyak atas kesediaan Bapak Nugroho yang telah memenuhi permohonan kami untuk memberikan arahan dan motivasi kepada Jajaran Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta dalam rangka meningkatkan kesadaran motivasi diri membangun Zona Integritas mewujudkan WBK/WBBM pada Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.” Ucap Asep Sutandar

Asep pun menambahkan “Semoga kegiatan ini berlangsung dengan khidmat dan yang hadir benar-benar bisa mendengarkan dan memahami dengan sebaik mungkin, sehingga harapan kita menjadikan Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta menjadi Lapas berpredikat WBK/WBBM terwujud, aamiin.

Kemudian Nugroho sebagai Staf Ahli Bidang Penguatan Reformasi Birokrasi Kementerian Hukum dan HAM RI memberikan materi arahan dan motivasinya sebagai berikut :

  1. “Berawal dari Tahun 2019 Pemerintah kita yaitu Presiden Jokowi telah menetapkan melalui Menteri Pembardayaan Aparatur Negara Republik Indonesia untuk kita semua pada Kementerian dan Lembaga harus Membangun Zona Integritas Menuju WBK/WBBM sampai akhir tahun 2019,
  2. Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK/WBBM tahun 2019 merupakan Program Nasional yang dicanangkan oleh Pemerintah Republik Indonesia sesuai Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (PermenPAN) No.14 Tahun 2014 Tentang Pedoman Evaluasi Reformasi Birokrasi Instansi Pemerintah,
  3. Tidak hanya diketahui namun harus difahami oleh semua pihak Jajaran Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta bahwa pembangunan Zona Integritas Menuju WBK/WBBM adalah Skala penting yang menjadi Program Nasional,
  4. Tahun 2020 Program Nasional menjadi Program Prioritas Nasional yang artinya bahwa semua Aparatur Sipil Negara (ASN) mau tidak mau, suka tidak suka harus mendukung pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM,
  5. Selain dengan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi Pemerintah pun menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM RI pada Tahun 2020 untuk serta mendukung Program Prioritas Nasional yang nantinya ditingkatkan levelnya menjadi Program Skala Prioritas Nasional,
  6. Waspada terhadap tindakan Grativikasi dan Pungutan Liar bagi Oknum Aparatur Sipil Negara yang melakukan prilaku tersebut akan diberikan sanksi tegas berupa tindakan hukuman disiplin (hukdis) tingkat berat,
  7. Prilaku Grativikasi ada dua macam yaitu Transaksional dan untransaksional mau apapun bentuknya bagi yang pelaku Grativikasi akan diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku,
  8. Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta diharapkan menjadi salah satu Lapas Percontohan (Pilot Project) yang artinya menjadi teladan dan contoh bagi internal Jajaran Lapas/Rutan se-DKI Jakarta bahkan secara eksternal dimana Lembaga lain pun diluar Jajaran Lapas/Rutan bisa melihat keberhasilan Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta yang berpredikat WBK/WBBM,
  9. Intinya semua harus faham dan pastinya semangat untuk membangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM, buktikan kualitas kinerja kita karena dengan terus berlomba-lomba meningkatkan kinerja sehinggga hasil capaian akan berdampak nantinya dengan kenaikan tunjangan kinerja,
  10. Teruslah oprimis, jangan pesimis, pastikan bahwa kita sebagai Aparatur Sipil Negara yang memiliki harkat dan martabat dengan baik yang mau berusaha terus bekerja dengan membangun Zona Integritas menuju WBK/WBBM, Hentikan Prilaku Pungutan Liar (Pungli), Stop Grativikasi apapun itu yang bisa merusak nilai-nilai pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM.”

 

Kontributor : Nurmala Dewi  (Tim Humas Lapas Narkotika Jakarta)

Kegiatan Pengarahan dan Penguatan Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta Kepada Pegawai Lapsustik Jakarta Dalam Rangka Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK/WBBM

Jakarta, Lapsustik News  Menindaklanjuti hasil penilaian survey internal  dari Badan Penelitian Hukum dan HAM, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta bertekad dan  bersemangat berupaya serius meraih predikat Wilayah Bebas dari Prilaku Korupsi (WBK) Tahun 2019.Seluruh Jajaran Lapas Narkotika Klas IIA Jakarti mengikuti kegiatan rutin Apel Pagi sekaligus mendengarkan dengan khidmat pengarahan dan penguatan yang disampaikan oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta, Selasa,(09/04) yang dilaksanakan di Lapangan Apel Gedung Utama Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.

Andhika Prasetya selaku Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta yang juga bertindak sebagai Pembina Apel di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta menyampaikan motivasi, arahan dan bimbingannya antara lain :

  1. “Bangga dan salut kepada Jajaran Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta yang telah bersemangat memperjuangkan usaha membangun Zona Integritas Menuju WBK/WBBM
  2. Berterima kasih kepada Jajaran Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta karena dilihat dari fasilitas sarana prasarana yang digunakan untuk peningkatan Layanan Publik pada Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta itu sudah sangat baik.
  3. Jajaran Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta harus saling mendukung agar pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM ditahun 2019 berhasil diraih.
  4. Semangat juang dari Jajaran Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta menjadi Inspirasi bagi Lapas/Rutan lainnya sehingga yang tadinya hanya dua Unit Pelaksana Teknis (UPT) Lapas ditargetkan menjadi Lapas WBK kini menjadi seluruh UPT Se-DKI Jakarta.
  5. Harus lebih ditingkatkan kualitas layanan yang diberikan kepada Pengunjung dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terutama menunjukan sikap lebih ramah, sopan, santun, humanis yang semuanya harus muncul dari ketulusan hati.
  6. Agar pelayanan yang dibutuhkan WBP, Seluruh Jajaran Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta harus berupaya jemput bola untuk memberikan layanan agar kebutuhan yang diperlukan WBP segera terlayani.
  7. Lakukan sosialisasi secara rutin, sampaikan secara persuasif yang aktif perihal aturan apa saja yang terkait dengan perolehan hak-hak WBP selama menjalani hukuman di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.
  8. Untuk keberhasilan dalam pembangunan Zona Integritas Menuju WBK/WBBM, maka seluruh Jajaran Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta harus terlibat dan mau bekerjasama saling membantu dalam kebaikan dan mencegah dalam keburukan.
  9. Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK/WBBM ini tidak hanya di Lapas/Rutan saja tapi diseluruh bagian Kantor yang memberikan layanan itu semua harus WBK seperti Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta pun sama saat ini kami beserta jajaran di Kanwil sedang menuju WBK”.

Selesai Apel Pagi, kegiatan dilanjutkan dengan menyaksikan pertunjukan koloni senjata dari penampilan Aparatur Sipil Negara (ASN) angkatan 2017 yang langsung dipilih oleh  Direktur Keamanan dan Ketertiban  Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM RI.

Kemudian acara berikutnya adalah Rapat Koordinasi Jajaran Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta yang dihadiri oleh Kepala Lapas Narkotika Jakarta , Pejabat Struktural Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta dan Tim Pokja Kesekretariatan WBK Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta. Rapat ini membahas tindak lanjut poin-poin apa saja yang disampaikan oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta tentang Peningkatan layanan publik dan pembinaan  dengan sikap humanis kepada seluruh pengunjung dan WBP pada Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta untuk meningkatkan pengungkit dan penilaian dalam rangka pembangunan Zona Integritas Menuju WBK/WBBM.

 

 

Kontributor : Nurmala Dewi  (Tim Humas Lapas Narkotika Jakarta)

Kegiatan Pendampingan dan Penguatan Dari Biro Perencanaan Bersama Tim Kerja Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK/WBBM di Lapas Narkotika Jakarta

Jakarta, Lapsustik News –  Menindaklanjuti Surat Kantor Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta nomor : W.10.UM.01.01-261 tanggal 22 Maret 2019 Perihal Pendampingan dan Penguatan Calon Satuan Kerja Menuju Wilayah Bebas dari Tindakan Korupsi (WBK) / Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) Jum’at, (05/04) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta kedatangan Kepala Sub Bagian Fasilitas Reformasi Birokrasi Biro Perencanaan Sekretariat Jenderal (Setjen)  beserta Tim Kerja Pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.

 Kehadiran Kepala Sub Bagian Fasilitas Reformasi Birokrasi Biro Perencanaan Setjen Kemenkumham RI  Bersama Tim Kerja Pembangunan Zona Integritas disambut dengan menyerukan “Yel-yel WBK Sustik Jakarta” penuh semangat  dari Tim Pokok Kerja (Pokja) WBK Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta menambah motivasi  dalam ruangan Aula Lantai III di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.

Kemudian kegiatan dibuka langsung oleh Asep Sutandar selaku Kepala Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta dan menyampaikan “Terima kasih atas kehadiran Tim Pendampingan dan Penguatan ini menjadikan kami semua lebih semangat dan yakin untuk terus mempersiapkan apa-apa saja yang dibutuhkan sebagai syarat wajib yang harus dipenuhi dalam rangka pembangunan Zona Integritas Menuju WBK/WBBM di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.”

Selanjutnya Yustina Elistya selaku Kepala Sub Bagian Fasilitas Reformasi Birokrasi Perencanaan Setjen menyampaikan “Saya berterima kasih dan senang karena melihat semangat yang besar terlihat pada raut wajah Tim Pokja WBK Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.” Elis melanjutkan “Untuk fasilitas sarana dan prasarana Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta sudah sangat baik bahkan mendekati sempurna untuk mendukung pembangunan zona integritas menuju WBK/WBBM.” Elis menambahkan “Begitupun dengan kualitas layanan publiknya itu sudah nampak benar-benar terasa aura WBK nya, tetapi memang untuk kelengkapan data dukung kesekretariatannya ada beberapa yang harus dilengkapi.” Elis mengakhiri dengan kalimat “jangan takut akan kritikan dan saran yang membangun, karena justru dari adanya kekurangan atau kesalahan menjadikan perbaikan dalam pembangunan Zona Integritas menuju WBK, saya optimis melihat semangat kerja nyata dari Tim Pokja Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta menjadi modal besar meraih keberhasilan menuju Lapas WBK tahun 2019,aamiin.”

RR. Andika Prasetya sebagai Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta turut hadir pada kegiatan pendampingan dan penguatan tersebut.  Melalui wawancara dengan Tim Humas Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta  Andika menyampaikan “Saya hadir disini untuk melihat langsung perjuangan yang luar biasa dari Jajaran Lapas Narkotika Klas IIA  Jakarta, bahkan terlihat sangat signifikan yang artinya Jajaran Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta tidak hanya punya niat saja tapi sudah membuktikan dengan kerja nyata.”

“Saya menyaksikan sendiri kegiatan Pendampingan dan Penguatan ini datang dari Pusat Biro Perencanaan beserta Tim Kerja  Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK/WBBM diperlihatkan data dukung yang merupakan gambaran kenyataan keadaan Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta,” Ucap Andhika kepada Tim Humas. Lalu Andhika mengakhiri dengan kalimat “Saya sangat optimis, Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta akan berhasil meraih predikat Lapas WBK Tahun 2019.”

Pelaksanaan kegiatan pendampingan dan penguatan juga dihadiri Oleh Kepala Divisi Administrasi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta beserta jajarannya untuk menyaksikan proses pengecekan data dukung yang diperiksa Biro Perencanaan Setjen Kemenkumham beserta Tim Kerja Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK/WBBM.

Lis Susanti selaku Kepala Subbag Tata Usaha Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta sekaligus Ketua Tim Pokja WBK Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta menyampaikan kepada Tim Humas “Alhamdulillah kegiatan pendampingan dan penguatan berjalan baik, untuk data dukung kesekretariatan hampir memenuhi semua yang diperlukan sebagai syarat kelayakan Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta menyandang predikat WBK, hanya beberapa bagian itupun sedikit saja yang harus dilengkapi.”

“Tim Pokja WBK harus terus semangat dan lebih mempersiapkan diri agar ketika penilaian nanti tiba, data dukung, sarana dan prasarana juga pemberian layanan publik mendapatkan hasil yang terbaik, semoga doa dan usaha kita semua berhasil menjadikan Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta menyandang Lapas WBK tahun 2019,aamiin. Ucap Lis kepada Tim Humas.

Setelah kegiatan pendampingan dan penguatan selesai dilaksanakan, Tim Pokja WBK dari Lapas Perempuan (LPP) Klas IIA Jakarta yang juga ditunjuk oleh Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta sebagai Unit Pelaksanana Teknis Pemasyarakatan yang membangun Zona Integritas menuju WBK/WBBM,  datang berkunjung menemui Tim Pokja WBK Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta untuk melihat dan sharing (berbagi) atau bertukar informasi semua kegiatan dan data dukung yang diperlukan dalam rangka membangun Zona Integritas menuju WBK/WBBM.

Kontributor : Nurmala Dewi (Tim Humas dan Dokumentasi Lapas Narkotika Jakarta)

 

Bukti Langkah Progresif Dan Serius Upaya Pemberantasan Narkoba, Kepala Lapas Narkotika Jakarta Memberikan Penguatan Nilai Integritas Kepada Petugas Regu Pengamanan (Rupam)

Jakarta, LapsustikNews –  Rabu (06/02) Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta memberikan Penguatan Nilai Integritas kepada Petugas Regu Pengamanan (Rupam) yang di Laksanakan di Ruang Aula Lantai 3 Gedung Utama Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.  Kegiatan dihadiri oleh Kepala Lapas, Pejabat Struktural, Pegawai Negeri Sipil Angkatan 2017 dan Pegawai Regu Pengaman.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hal yang disampaikan Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS), Sri Puguh Utami saat memberikan pengarahan kepada Kepala Divisi Pemasyarakatan dan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan seluruh Indonesia melalui media teleconference, Minggu (03/02) pukul 15.00 s.d 16.30 wib di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS), dalam upaya memberantas peredaran narkoba di lapas maupun rumah tahanan negara (rutan), terutama yang disinyalir dikendalikan oleh narapidana dan Ditjen PAS akan menghentikan peredaran handphone di Lapas/Rutan.

Acara diisi langsung arahan materi dari Asep Sutandar sebagai Kepala Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta sebagai berikut :

  1. Badan Narkotika Nasional Melalui Kelengkapan dan Kewenangan Melakukan Penyadapan dan telah mendeteksi modulasi komunikasi Narapidana melalui Handphone (HP)
  2. Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta harus bersih dari peredaran narkoba sebagai tanda dalam bulan ini ada 4 minggu ada yang diperintahkan kepada kita untuk progress zero peredaran HP dan Narkoba.
  3. Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) dan Kamtib melaksanakan 2x seminggu Lapas Sidak selalu ada HP, kita harus prihatin dan parahnya ada indikasi HP difasilitasi alias dipinjamkan petugas sedangkan WBP nya punya simcard. Semoga kejadian ini segera berhenti dan jangan ada lagi apapun alasannya pegawai untuk membawa HP ke dalam Lapas (Gedung 2 dan 3) dimana lokasi dekat dengan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP-red).
  4. Jaga Kebersihan dan Kerapihan dalam berpakaian dinas supaya bisa menjaga wibawa dan contoh yang baik bagi WBP.
  5. Harus Gunakan bahasa Tegas ke WBP jangan menjadi profokatif.
  6. Petugas dan WBP harus dukung aturan lapas yang berlaku bila perlu berikan reward langsung bagi WBP jika selama ada di lapas berperilaku baik.
  7. Hindari sejauh mungkin komunikasi intens dengan WBP, kalaupun mau bicara yang penting saja jangan berlebihan.

Lis Susanti selaku Kepala Sub Bagian Tata Usaha “Untuk mendukung langkah keseriusan pencegahan narkoba dengan mensterilkan hp ke dalam lapas, bagian fasilitatif telah menyiapkan one man one locker (setiap orang dapat satu tempat loker penyimpanan hp-red), apabila pegawai melihat napi gunakan HP berikan sanksi yang tegas yaitu masukan ke buku reg F, bekerjasama yang baiklah dengan koperasi jangan ada lagi penjualan illegal semua harus lewat mitra dan terakhir bekerjalah dengan disiplin (ontime-red) meski punya usaha di luar tapi ingat kewajiban waktu bekerja harus tetap dijaga.”

Selanjutnya Doddy Naksabani sebagai Kepala KPLP Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta juga menambahkan “Banyaklah bersyukur kita yang sudah tinggal di Jakarta, Tolong Usahakan Jangan telat lagi saat kerja malu kita sama petugas lainnya.”

Kepala Seksi Administrasi Keamanan Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta yakni Heri Purnomo menyampaikan dukungannya agar “Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta harus steril dari penggunaan HP di Area Gedung lokasi yang berdekatan dengan keberadaan WBP, selama 24 Jam kita harus bisa melaksanakan Standar Operator Prosedur (SOP-red) dalam bekerja dan fokus.”

Kemudian Aris Triyanto selaku Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta menyampaikan “Segera hentikan peredaran penggunaan HP di dalam Lapas, jangan tergiur dengan iming-iming hadiah dari WBP, lebih baik kita hindari karena semua tindak tanduk perilaku kita terpantau oleh pimpinan.” Aris pun menambahkan “Bekerjalah dengan komitmen yang baik, disiplin dan penuh tanggungjawab tetap waspada dengan gangguan keamanan dan ketertiban selama bekerja.”

 

Kontributor : Nurmala Dewi (Tim Humas Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta)