Penuh Percaya Diri, WBP Lapas Narkotika Jakarta Ikuti Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK) Paket A

LapsustikNews- “Pendidikan adalah bekal terbaik untuk perjalanan hidup.” ucap Aristoteles, seorang filsuf dari Yunani. Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi kita, karena dengan pendidikan kita akan mendapatkan ilmu yang berguna untuk bekal masa depan kita, tak terkecuali bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Narkotika Jakarta yang mengikuti Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK) Paket A dengan penuh semangat dan percaya diri.

Bertempat di Ruang Kelas Program Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Lapas Narkotika Jakarta dengan bekerjasama dengan Kemendikbud, Senin (26/04) diselenggarakan kegiatan Ujian Kesetaraan Paket A Tahun 2021 yang diikuti oleh 26 Siswa PKBM.

Kegiatan dibuka pada pukul 09.00 WIB yang diawali oleh sambutan Herizal Yusuf selaku Kasubsi Bimkemaswat yang memberikan motivasi kepada Siswa yang mengikuti Ujian “Harapan saya kalian yang mengikuti UPK Paket A hari ini bisa lulus dengan nilai terbaik dan bisa melanjutkan ke jenjang berikutnya, yakni Paket B. Saya yakin dan percaya, kalian Bisa.”

Rusli Amin selaku Kepala Sekolah PKBM Lapas Narkotika Jakarta menyampaikan “UPK menjadi tolak ukur pemahaman siswa atas materi yang telah diberikan selama mengikuti kegiatan belajar di sekolah.”

“Saya dan kami para pengajar berharap agar kalian dapat memberikan yang terbaik selama mengikuti kegiatan UPK dan lulus dengan predikat yang baik.” tutup Rusli Amin.

Bambang Wijanarko selaku Kalapas Narkotika Jakarta menyampaikan “Menjadi Narapidana bukan berarti tidak bisa terus belajar dan tidak dapat mendapatkan ijazah. Melalui kegiatan ini, Lapas Narkotika Jakarta memberikan fasilitas dan kesempatan bagi Narapidana yang ingin melanjutkan pendidikannya dan dapat memperoleh ijazah. Supaya dapat berguna bagi mereka ketika kembali ke masyarakat.”

Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK) Paket A dilakukan secara daring melalui website setara.kemendikbud.go.id yang diselenggarakan selama 5 hari, dimulai pada tanggal 26 April 2021 hingga tanggal 30 April 2021 dan dimulai pukul 09.00 WIB.

 

Kontributor: Humas Lapsustik Jakarta

Inovatif! Lapas Narkotika Jakarta Memberikan Pembinaan Kemandirian untuk Narapidana

LapsustikNews-  Jalanan yang basah karena hujan menjadikan kendaraan kita menjadi kotor, terlebih lagi apabila kita malas mencuci sendiri dan akhirnya mencuci di tempat pencucian motor, itu yang terjadi dikala musim hujan saat ini. Ternyata semua itu dimanfaatkan Lapas Narkotika Jakarta untuk membuat inovasi dalam pembinaan kemandirian salah satunya dengan Pelatihan Cuci Motor bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Narkotika Jakarta. Bertempat di Area Pelatihan Balai Latihan Kerja Lapas Narkotika Jakarta, Jumat (12/03).

 

Dengan mematuhi protokol kesehatan pencegahan covid-19, 13 orang WBP yang sedang melaksanakan asimilasi sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pembinaan kemandirian yang ada di Lapas Narkotika Jakarta. Saut, selaku staff Kegiatan Kerja Lapas Narkotika Jakarta menyampaikan ”Kegiatan ini bertujuan agar mereka mempunyai keterampilan, dimana mereka sudah bebas dan kembali ke masyarakat diharapkan dapat membuat bentuk usaha dari ilmu yang mereka dapat di Lapas Narkotika Jakarta. Sehingga dapat membantu pemerintah dalam menurunkan angka pengangguran di Indonesia”.

“Saya sangat berterima kasih kepada Lapas Narkotika Jakarta terutama Balai Latihan Kerja yang telah memberikan kami pelatihan yang sangat berguna Ketika saya sudah bebas dan kembali ke masyarakat nanti” ucap Firmansyah, salah satu WBP yang mengikuti pelatihan.

Lapas Narkotika Jakarta pada tahun 2021 ini terus membuat inovasi-inovasi dalam hal pembinaan kemandirian kepada para Warga Binaan Pemasyarakatan agar setelah kembali ke masyarakat, para WBP tersebut dapat memanfaatkan hasil dari pembinaan kemandirian yang didapatkan selama di Lembaga Pemasyarakatan.

 

Kontributor: Humas Lapsustik

Lapas Narkotika Jakarta Gelar Kegiatan Rekreasional Bagi Warga Binaan.

Jakarta, LapsustikNews- Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Jakarta mengadakan kegiatan rekreasional bagi Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Narkotika Jakarta yang mengikuti program rehabilitasi sosial tahap II Tahun 2020, Jum’at (09/10).

Bertempat di lapangan area dalam Lapas Narkotika Jakarta, Kegiatan dibuka oleh Jumadi selaku Kepala Seksi Pembinaan Narapidana/Anak Didik Lapas Narkotika Jakarta, dalam sambutannya Jumadi menyampaikan bahwa kegiatan Rekreasional ini merupakan tahap dalam program rehabilitasi bagi para Warga Binaan untuk menumbuhkan rasa kekompakan dan menjalin rasa kekeluargaan antar Warga Binaan.

“Saya harap seluruh Warga Binaan mengikuti kegiatan ini dengan tertib dan menjunjung sportifitas, Tentunya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19” tambah jumadi.

Kegiatan Rekreasional yang diikuti oleh 250 peserta rehabilitasi sosial Warga Binaan Lapas Narkotika Jakarta dengan melibatkan 5 orang konselor adiksi sebagai instruktur dan didampingi oleh staf dari jajaran Bimkemaswat.

Terlihat antusiasme para Warga Binaan yang mengikuti berbagai games, “saya dan teman-teman sangat terhibur dengan berbagai games yang ada, bisa tertawa lepas dan menjadi akrab dengan warga binaan lainnya” ucap salah satu peserta rekreasional.

Dalam kesempatan lain, Oga G. Darmawan selaku Kepala Lapas Narkotika Jakarta menyampaikan pada tim humas “Kegiatan rekreasional ini sangat bermafaat bagi para peserta rehabilitasi, ini juga sebagai media untuk reduksi stress mereka. Terlihat mereka sangat antusias, bersemangat dan gembira mengikuti setiap games yang diberikan dari pihak konselor” Pungkas Oga.

Kontributor: Firman .A

Lapas Narkotika Jakarta Serahkan Bibit Lele Ke Rutan Klas 1 Tangerang Dan Lapas Terbuka Ciangir

LapsustikNews– Sebagai salah satu wujud Resolusi Pemasyarakatan 2020 dengan target peningkatan kualitas Warga Binaan Pemasyarakatan menjadi SDM unggul melalui pelatihan bersertifikasi kepada 35.850 (Tiga Puluh Lima Ribu Delapan Ratus Lima Puluh) narapidana dan meningkatkan ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan, Lapas Narkotika Jakarta kembali menyerahkan bibit ikan lele sebanyak 11.000 ekor kepada Rutan Klas 1 Tangerang dan 5000 ekor bibit ikan lele kepada Lapas Terbuka Ciangir, Jumat (09/10).

Bibit lele tersebut diserahkan langsung oleh Soeistanto P. Djatmiko selaku Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas Narkotika Jakarta kepada Rutan Klas 1 Tangerang yang diwakili oleh Kepala Seksi Pelayanan Tahanan (YanTah), David Madya Prasetya dan Lapas Terbuka Ciangir yang diwakili oleh Kepala Seksi Bimbingan Napi dan Kegiatan Kerja (Binapi Giatja), Hilman Himawan. Bibit tersebut diberikan dalam rangka sinergitas membangun pelatihan dan ketahanan pangan di lingkungan Pemasyarakatan.

Oga G. Darmawan selaku Kepala Lapas Narkotika Jakarta menjelaskan kepada tim humas “Di era Pandemi Covid-19, kegiatan pelatihan tetap berjalan dengan menerapkan protokol Kesehatan sehingga Warga Binaan Pemasyarakatan tetap bisa berkreasi dan produktif.”

“Pemberian bibit lele ini merupakan salah satu bentuk keberhasilan program pelatihan Lapas Narkotika Jakarta dalam mewujudkan Resolusi Pemasyarakatan 2020 yang telah dicanangkan.” Lanjut Oga.

Soeistanto menjelaskan kepada tim humas “Hari ini kita berikan total 16.000 bibit ikan lele kepada Rutan Klas 1 Tangerang dan Lapas Terbuka Ciangir sehingga bibit ini nantinya dapat dimanfaatkan untuk pelatihan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan yang ada di 2 UPT Pemasyarakatan tersebut.”

David Madya Prasetya selaku Kasi YanTah Rutan Klas 1 Tangerang menyampaikan “Saya mengucapkan terima kasih atas pemberian bibit ikan lele ini dan semoga dengan adanya bibit ikan lele ini dapat meningkatkan keterampilan para Warga Binaan yang ada di Rutan Klas 1 Tangerang ini.”

Senada dengan Kasi Yantah Rutan Klas 1 Tangerang, Hilman Himawan selaku Kasi Binapi Giatja Lapas Terbuka Ciangir menyampaikan “Hari ini kali kedua Lapas Terbuka Ciangir menerima bibit ikan lele dari Lapas Narkotika Jakarta. Semoga dengan bibit ikan lele ini menjadikan warga binaan di Lapas Terbuka Ciangir semakin produktif.”

Kegiatan dilanjutkan dengan penebaran bibit ikan lele ke kolam yang ada di Rutan Klas 1 Tangerang dan Lapas Terbuka Ciangir diikuti dengan penjelasan cara budidaya ikan lele oleh petugas Seksi Kegiatan Kerja Lapas Narkotika Jakarta kepada Warga Binaan dan Petugas Rutan Klas 1 Tangerang dan Lapas Terbuka Ciangir.

 

Kontributor: Pangku Shillazid

5 Orang WBP Lapas Narkotika Jakarta Terima Asimilasi Rumah

LapsustikNews- Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta hingga sampai 31 Desember 2020 mendatang terus memberikan asimilasi rumah kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang telah memenuhi syarat, hari ini Kamis (1/10), ada 5 WBP yang mendapat asimilasi rumah.

Pengeluaran dan pembebasan tersebut didasarkan pada peraturan Menteri Hukum dan HAM RI No. 10 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi bagi Narapidana dan Anak dalam rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran COVID-19. Serta Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI No.M.HH-19 PK.01.04.04 Tahun 2020 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak melalui Asimilasi dan Integrasi dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

Hal itu juga tertuang dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-497.PK.01.04.04 tahun 2020 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak melalui Asimilasi dan Integrasi dalam rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

5 WBP yang mendapat asimilasi rumah tersebut akan mendapatkan monitoring dan pengawasan oleh Balai Pemasyarakatan (Bapas) yakni Bapas Jakarta Timur Utara, Bapas Jakarta Pusat dan Bapas Jakarta Barat.

Salah satu warga binaan yang tidak disebutkan namanya, mengungkapkan kebahagiaannya kepada Tim Humas, saat melakukan wawancara. “Saya ucapkan rasa Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan kepada Bapak Presiden Joko Widodo, Bapak Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly, Bapak Dirjen Pemasyarakatan, Bapak Kakanwil Kemenkumham DKI Jakarta, Bapak Kadiv Pemasyarakatan dan Bapak Kalapas Narkotika Jakarta atas program asimilasi rumah yang diberikan dan kami tidak dibebankan atau dipungut biaya apapun”.

Oga G. Darmawan selaku Kalapas menyampaikan kepada tim Humas “Pemberian asimilasi rumah ini kita berikan pada WBP yang memenuhi syarat sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI No. 10 tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi Dan Hak Integrasi Dalam Rangka Pencegahan Dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.”

“Hari ini ada 5 orang yang mendapatkan asimilasi rumah, dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19.” lanjut Oga.

“Saya berpesan pada 5 warga binaan yang menerima asimilasi rumah ini untuk dapat mematuhi segala peraturan dan himbauan pemerintah untuk mematuhi protokol kesehatan Covid-19 dan selama menjalani hukumannya 5 WBP telah melakukan perbuatan baik dan tidak melanggar aturan selama di dalam Lapas,” tutup Oga.

Untuk diketahui Lapas dan Rutan se-Indonesia saat ini mengalami over kapasitas, diharapkan dengan pemberian asimilasi pada warga binaan dapat terciptanya ruang gerak di Lapas atau Rutan yang ideal sebagai antisipasi pencegahan penyebaran Covid-19.

 

Kontributor: Pangku Shillazid

 

String Art, Karya Seni Tingkat Tinggi Karya Warga Binaan Lapas Narkotika Jakarta

LapsustikNews- Rabu (30/09). Masa pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat warga binaan Lapas Narkotika Jakarta untuk tetap berkreasi dan menghasilkan karya seni yang kreatif. Salah satu karya seni unggulan warga binaan Lapas Narkotika Jakarta yakni String Art, yaitu karya seni yang memanfaatkan paku dan benang dalam pembuatannya. Dalam mengerjakan karya seni ini, diperlukan ketelitian dan fokus yang tinggi karena harus berhati-hati dalam memaku dan menjaga paku sesuai pola yang sudah dibuat sebelumnya.

Dedi, salah satu warga binaan Lapas Narkotika Jakarta yang menekuni pembuatan String Art mengaku bahwa aktivitas yang dilakukan saat ini selama pandemi Covid-19 membantu mengisi waktunya saat menjalani masa pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan “Saya mengisi waktu dengan membuat String Art sehingga saya tetap bisa berkreasi selama menjalani pembinaan di Lapas.”

“String Art yang dibuat biasanya berbentuk kaligrafi, berbentuk tulisan dan kita baru saja menyelesaikan String Art berbentuk Rumah Adat, yakni Rumah Gadang yang berasal dari Sumatera Barat.” Tutur Dedi.

Soeistanto Poedji D. selaku Kepala Seksi Kegiatan Kerja menjelaskan kepada tim Humas “BLK Lapas Narkotika Jakarta senantiasa berupaya memberikan ruang dan wadah kepada untuk para warga binaan melakukan pengembangan kreatifitasnya.”

“Alhamdulillah ditahun ini juga BLK Lapas Narkotika Jakarta mendapat dukungan alokasi anggaran dala DIPA T.A 2020 untuk melaksanakan berbagai pelatihan bersertifikasi, semoga bermanfaat bagi seluruh warga binaan saat bebas nanti.” Harap Tanto.

Kalapas Narkotika Jakarta Oga G. Darmawan  mengaku bangga dengan hasil karya warga binaan Lapas Narkotika Jakarta “Saya bangga dengan hasil karya warga binaan Lapas Narkotika Jakarta, walaupun terhalang tembok tinggi di dalam Lapas, bisa menghasilkan karya seni yang kreatif dan inovatif.”

“Ini merupakan karya seni unggulan yang ada di Lapas Narkotika Jakarta yang dibuat oleh warga binaan di Balai Latihan Kerja yang dimiliki oleh Lapas Narkotika Jakarta.” Ungkap Oga kepada tim Humas.

“Selain pembuatan karya seni String Art, Balai Latihan Kerja juga banyak menyelenggarakan pelatihan bagi warga binaan, seperti pembuatan masker dan Alat Pelindung Diri (APD) selama masa pandemi Covid-19, pembuatan roti, menjahit, pangkas rambut dan pelatihan lainnya.”tutup Oga.

 

Kontributor: Pangku Shillazid

Tanamkan Sikap Nasionalisme dan Kebangsaan, Lapas Narkotika Jakarta Kibarkan Bendera Merah Putih Setengah Tiang.

LapsustikNews- Rabu, (30/9) Sebagai simbol Duka Cita mengenang Peristiwa Pemberontakan Gerakan 30 September PKI (G30S/PKI) Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Jakarta mengibarkan Bendera Merah Putih Setengah Tiang pada area Lapangan Kantor depan maupun di lapangan upacara dalam Lapas Narkotika Jakarta.

Bendera dikibarkan oleh Petugas dan Narapidana yang mengikuti kegiatan program pembinaan Pramuka Lapas Narkotika Jakarta pada pukul 08.00 WIB.

Jumadi selaku Kepala Seksi Bimbingan Narapidana / Anak Didik  Lapas narkotika jakarta mengatakan “Pengibaran tersebut merupakan bentuk penghormatan dan mengenang jasa para pahlawan khususnya Pahlawan Revolusi yang Gugur dalam menjaga ideologi Pancasila”.

Kalapas Narkotika Jakarta, Oga G. Darmawan menuturkan “Pengibaran Bendera Merah Putih setengah tiang dilakukan menjelang Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2020,  Dan untuk besok tanggal 1 Oktober 2020 bendera merah putih akan dikibarkan satu tiang penuh memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Saya mengajak seluruh Warga Binaan dan Petugas sebagai generasi penerus bangsa senantiasa menanamkan Nasionalisme dan Patriotisme untuk bangsa Indonesia”.

Kontributor: Firman. A

Pelayanan Konseling Bagi WBP Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta.

Jakarta.LapsustikNews- Konseling merupakan bagian penting dalam mengobati penyalahgunaan narkoba. Konseling yang dilakukan oleh konselor terhadap pengguna narkoba dalam rehabilitasi akan membantu si pengguna mengenali masalah atau perilaku yang memicu ketergantungan tersebut. Konseling biasanya dilakukan secara individu. Meski demikian, tak tertutup kemungkinan untuk melakukan konseling secara berkelompok.

Konseling bertujuan untuk membantu program pemulihan, seperti memulai kembali perilaku hidup sehat ataupun strategi menghadapi situasi yang berisiko penggunaan narkoba kembali terulang. Konselor bertanggung jawab untuk memahami bagaimana kecanduan narkoba pada seseorang secara keseluruhan, sekaligus memahami lingkungan sosial yang ada di sekitarnya untuk mencegah terulangnya penyalahgunaan narkoba.

Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Jakarta selaku Unit Pelaksana Teknis  (UPT) Pemasyarakatan yang melaksanakan program kegiatan Konseling diperuntukkan bagi para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai bimbingan pribadi dan bimbingan sosial dan juga bimbingan karier.

Pada hari Jum’at (18/9), Kegiatan pelayanan konseling bagi WBP Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta dilaksanakan di ruangan konseling gedung 2 Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta dengan mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19, WBP wajib mengenakan masker, konselor memakai face shield disertai masker, tetap menjaga jarak dan tidak berkontak fisik, adapun disediakan 2 unit komputer guna melakukan konseling secara daring/online untuk konselor yang tidak bisa hadir langsung.

Saat ditemui tim humas salah satu konselor memberikan keterangan “Kami selaku konselor selalu memantau perkembangan para warga binaan, ada juga yang bercerita mengenai kesehariannya di Lapas, sebetulnya mereka terbuka tetapi tidak langsung to the point, harus dilakukan pendekatan secara bertahap.”

Kalapas Narkotika Kelas IIA Jakarta, Oga G. Darmawan menyampaikan pada tim humas “Kami beserta jajaran senantiasa berupaya memberikan pelayanan prima dan tanpa biaya kepada para warga binaan, selain menjalani rehabilitasi narkoba para Warga Binaan juga membutuhkan dukungan moral dari orang terdekat dan lingkungan sekitar.”

Kontributor : Firman.A

Pembukaan Kegiatan Pelatihan Tataboga dan Higiene Sanitasi Makanan di Lapas Narkotika Jakarta.

LapsustikNews­- Dalam rangka upaya mengendalikan faktor risiko terjadinya kontaminasi terhadap makanan yang disajikan kepada Anak, Tahanan dan Narapidana yang ditempatkan pada Lapas/LPKA/Rutan dan RS Pengayoman Cipinang baik yang berasal dari bahan makanan, orang, tempat dan peralatan agar aman dikonsumsi, Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Jakarta menyelenggarakan kegiatan kemandirian berbasis sertifikat bekerjasama dengan Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) sebagai organisasi dibidang jasa boga dan bidang pendukung lain yang terkait pengelolaan jasa boga selama 2 hari (16-17 September 2020).

Kegiatan pembukaan pelatihan tersebut dilaksanakan pada hari Rabu (16/9) pukul 09.00 WIB yang bertempat di ruangan kelas PKBM Lapas Narkotika Jakarta. Turut hadir Kepala Subbidang Pelayanan Tahanan, Perawatan Kesehatan, dan Rehabilitasi Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta Nana Herdiana, Ketua Divisi Pendidikan dan Pelatihan Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) H. Pay Paiya, serta staf dapur dari masing-masing perwakilan UPT Lapas/Rutan di DKI Jakarta.

Acara diawali dengan sambutan Kalapas Narkotika Kelas IIA Jakarta, dalam hal ini diwakilkan oleh Soeistanto Poedji selaku Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta. Dalam sambutannya Soeistanto menyampaikan “Kegiatan ini bertujuan agar saudara saudara semua mendapat sertifikasi makanan higienis dan sanitasinya, rekan petugas dan Warga Binaan hendaknya ikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya”. Terakhir Soeistanto mengutarakan “Karena dengan memperhatikan higienis dan sanitasinya, terciptanya makanan yang sehat untuk warga binaan”.

Dilanjutkan sambutan dari Kepala Subbidang Pelayanan Tahanan, Perawatan Kesehatan, dan Rehabilitasi Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta, Nana Herdiana memberikan support kepada para Warga Binaan “Dil luar sana bisnis sangat berpeluang, Warga Binaan diharapkan bisa menerapkan ilmu yang sudah dipelajari disini, sehingga pada saatnya kembali ke masyarakat luar dapat bersaing dengan bisnis kuliner lainnya dan diakui keterampilannya karena sudah bersertifikasi”. Terakhir Nana mengimbau kepada seluruh peserta untuk tetap menjaga kondisi kesehatan, selalu mengenakan masker dan menjaga jarak.

Terakhir H.Pay Paiya Ketua Divisi Pendidikan dan Pelatihan PPJI sekaligus narasumber menyampaikan “Kita ingin teman teman semua mengerti, bahwa makanan itu tidak harus mahal dan mewah tetapi harus disajikan dengan bersih dan benar, nanti kami akan berikan demo masaknya. Saya yakin betul teman teman warga binaan sekalian setelah kembali ke masyarakat keahliannya dapat bersaing di bidang usaha kuliner, bahkan mungkin mempunyai usaha sendiri. Kami PPJI juga membuka pintu selebar lebarnya jika teman teman nanti setelah selesai masa pidananya, mau bergabung bersama kami.”

Dilanjutkan dengan kegiatan Demo masak, dimana Warga Binaan dan Staf dapur dari masing-masing UPT Lapas/Rutan di DKI Jakarta mempraktikan materi yang telah disampaikan oleh narasumber.

Dalam kesempatan lain Oga G. Darmawan selaku Kalapas Narkotika Kelas IIA Jakarta menyampaikan kepada tim humas “Kami sangat mendukung penuh kegiatan tersebut, Lapas selaku Lembaga Pembinaan terus melakukan pembinaan kepada Warga Binaan baik pembinaan keprbadian maupun kemandirian ini bertujuan agar saat mereka kembali ke masyarakat dapat diterima dan bisa mencari pekerjaan”.

Kontributor: Firman .A

Lapas Narkotika Jakarta Kembali Serahkan 35.000 Bibit Lele Kepada Lapas Terbuka Ciangir

LapsustikNews– Sebagai salah satu wujud Resolusi Pemasyarakatan 2020 dengan target peningkatan kualitas Warga Binaan Pemasyarakatan menjadi SDM unggul melalui pelatihan bersertifikasi kepada 35.850 (Tiga Puluh Lima Ribu Delapan Ratus Lima Puluh) Narapidana dan meningkatkan ketahanan pangan di Pemasyarakatan, Lapas Narkotika Jakarta kembali menyerahkan bibit ikan lele sebanyak 35.000 ekor yang berukuran 6 –8 cm yang bertempat di Lapas terbuka Ciangir, Selasa (15/09).

Bibit lele tersebut diserahkan langsung oleh Soeistanto P. Djatmiko selaku Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas Narkotika Jakarta kepada Kepala Lapas Terbuka Kelas IIB Ciangir, Sugeng Indrawan. Bibit tersebut diberikan kepada Lapas Terbuka Ciangir dalam rangka sinergitas membangun pelatihan dan ketahanan pangan di lingkungan Pemasyarakatan.

Oga G. Darmawan selaku Kepala Lapas Narkotika Jakarta menjelaskan kepada tim humas “Di era Pandemi Covid-19 ini bukan berarti kegiatan pelatihan di Lapas Narkotika Jakarta berhenti, tapi tetap berjalan dengan menerapkan protokol Kesehatan sehingga Warga Binaan Pemasyarakatan tetap bisa berkreasi dan produktif.”

“Pemberian bibit lele ini merupakan salah satu bentuk keberhasilan program pelatihan Lapas Narkotika Jakarta dalam mewujudkan Resolusi Pemasyarakatan 2020 yang telah dicanangkan.” Lanjut Oga.

Soeistanto menjelaskan kepada tim humas “Hari ini kita berikan 35.000 bibit ikan lele kepada Lapas Terbuka Ciangir sehingga bibit ini nantinya dapat dimanfaatkan untuk pelatihan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Terbuka Ciangir yang merupakan Lapas Minimum Security.”

Sugeng Indrawan selaku Kalapas Terbuka Ciangir menyampaikan “Saya mengucapkan terima kasih atas pemberian bibit ikan lele ini dan semoga dengan adanya bibit ikan lele ini dapat meningkatkan keterampilan para Warga Binaan Pemasyarakatan yang ada di Lapas Terbuka Ciangir ini.”

Kegiatan dilanjutkan dengan penebaran bibit ikan lele ke kolam yang ada di Lapas Ciangir diikuti dengan penjelasan langsung cara budidaya ikan lele oleh petugas Seksi Kegiatan Kerja Lapas Narkotika Jakarta kepada Warga Binaan dan Petugas Lapas Terbuka Klas IIB Ciangir.

Kontributor: Pangku