JEERA Wallet Kian Melesat, JEERA Foundation : Jeera Wallet, Cara Belanja Digital di Lapas

Jakarta, Lapsustik News – Era digital telah mengubah perilaku manusia. Hal itu pun berdampak ke sektor jasa keuangan. Sebelum teknologi berkembang pesat, masyarakat menggunakan jasa perbankan untuk melakukan berbagai kegiatan.

Namun kini setelah digitalisasi merebak, pembayaran cash mulai ditinggalkan, dan beralih ke sistem pembayaran yang lebih praktis menggunakan dompet virtual, seperti Jeera Wallet. Kondisi tersebut pun sangat bermanfaat untuk mendukung program bebas peredaran uang di Lembaga Pemasyarakatan, khusunya di Lapas Narkotika Jakarta.

Pada Hari Jum’at (12/04) setelah selesai melaksanakan senam rutin pagi, Warga binaan Lapas Narkotika Jakarta mengikuti kegiatan sosialisai penggunaan JEERA Wallet sebagai dompet digital yang bisa digunakan warga binaan untuk melakukan pembayaran pada pembelian produk di seluruh kantin (SUSTIK MARKET) Lapas Narkotika Jakarta, dengan cara yang sangat mudah yakni dengan menempelkan Jari pada Fingerprint Reader.

Achmad Chaerudin selaku Kepala Unit Keuangan Jeera cabang Lapas Narkotika Jakarta menyerukan “ Ayo, segera daftarkan ulang apabila virtual accountnya (VA) lupa atau hilang. Dan jangan lupa untuk mendaftarkan diri bagi Warga binaan yang belum memiliki Virtual Acount “.

Virtual Account (VA) atau istilah lain adalah rekening pribadi, dimana nomor VA ini dapat di Top Up atau isi ulang oleh keluarga Warga Binaan, sehingga Warga Binaan tidak lagi memegang Uang Tunai dalam jumlah berapapun. Ini sangat berdampak baik pada program pencegahan peredaran Uang Tunai di dalam Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Jakarta

Pada kesempatan itu juga, Pihak jeera yang diwakili oleh Kanit Keuangan menjelaskan bahwa JEERA Foundation sangat mendukung program lapas narkotika yang sedang membangun Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK), karena dengan hadirnya Jeera Wallet, Lapas Narkotika dapat bebas dari Pungutan Liar (Pungli), Gratifikasi bahkan Korupsi sekalipun.

“Ayo, Mari sukseskan Lapas Narkotika Jakarta menuju wilayah bebas dari korupsi !  “ Pungkas Achmad Chaerudin kepada seluruh Warga Binaan yang hadir.

Kontributor dan Dokumentasi :  Ayep Saepuloh (Tim Humas Lapsustik)

11 Peserta pelatihan Pembimbing Kemasyarakatan turun lapangan untuk pelatihan penyusunan Litmas di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.

Jakarta, LapsustikNews –Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas II A Jakarta (22/02) kedatangan peserta pelatihan Pembimbing Kemasyaraktan (PK) untuk melaksanakan praktek penyusunan Penelitian Kemasyarakatan (Litmas), adapun jumlah peserta yang mengikuti praktek ini sebanyak 11 orang Calon Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Balai Pemasyarakatan (Bapas) dari berbagai wilayah di Indonesia, dengan 3 pendamping dari BPSDM Kemenkumham. Para peserta ini merupakan calon PK yang sedang mengikuti Diklat di BPSDM.

Kegiatan praktek ini di laksanakan di ruang belajar mengajar (PKBM) Lapas Narkotika Jakarta, dengan melibatkan 11 orang warga binaan pemasyarakatan sebagai Narasumbernya.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Klas IIA Jakarta, Lis Susanti mengawali sambutannya dengan memberikan arahan kepada peserta diklat untuk memaksimalkan praktek tersebut, supaya hasil yang dicapai maksimal sehingga para peserta dinyatakan lulus dan menjadi Pembimbing Kemasyarakatan yang profesional.

Selanjutnya, setelah melakukan praktek pada hari ini, para peserta harus membuat laporan yang mana laporan tersebut akan diujikan untuk menentukan kelulusan para peserta.

“Apabila peserta diklat ini dinyatakan tidak lulus maka peserta harus mengulang diklatnya sampai benar-benar dinyatakan lulus dan layak menjadi Pembimbing Kemasyarakatan”, ucap Ibu Isye Gilar Gunani.

Kontributor : Gde Dwaja Putra (Tim Humas)

Langkah Serius Berantas Narkoba, Lapas Narkotika Jakarta Undang Kepala BNN Kota Jakarta Timur

Jakarta-LapsustikNews– Untuk menambah penguatan nilai integritas pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta dalam langkah progresif dan serius upaya pemberantasan narkoba di dalam lapas, Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta mengundang Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Timur, AKBP Muhammad Nasrun, untuk memberikan pengarahan kepada seluruh pegawai dan warga binaan, Rabu (13/2). Selain itu, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan kerja sama Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta dengan BNN,  sebagaimana disampaikan oleh Kepala Lapas (Kalapas), Asep Sutandar, dalam kalimat pembukaan.

“Kegiatan ini merupakan langkah koordinasi kita dan kerja sama untuk menanggulangi bahaya narkoba. Kami siap bekerja sama dengan BNN, BNNP dan BNNK. Tentunya dengan peralatan yang lebih canggih bisa membantu kita dalam memberantas narkoba yang masih menggunakan peralatan secara manual,” ujar Kalapas Narkotika Jakarta tersebut.

Kepala BNNK, Muhammad Nasrun,  mengawali pengarahannya dengan menjelaskan tentang bahayanya narkoba dalam merusak generasi bangsa .

“Pastinya kita semua ingin mempunyai anak yang sholeh. Bagaimana anak kita jadi sholeh alau anak-anak kita sampai menyalahgunakan narkoba, mau jadi apa generasi kita? Oleh karena itu, mari kita jaga diri kita dan generasi kita jangan sampai mengkonsumsi narkoba,” tutup pria kelahiran Aceh tersebut.

Dalam pengarahannya Kepala BNNK menjelaskan tentang pengertian narkoba, penggolongan, jenis narkoba, angka prevalensi pengguna narkoba di Indonesia, jenis-jenis pengguna narkoba, kategori penyalahguna narkoba, keterlibatan oknum aparat, jalur perdagangan narkoba di Indonesia dan pemulihan/rehabilitasi penyalahguna narkoba serta masalah hukum penyalahguna narkoba.

Setelah memberikan pengarahan kepada pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta, Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Timur, AKBP Muhammad Nasrun, juga memberikan pengarahan dan motivasi kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta di Gazebo Lapas didampingi oleh Kepala Lapas (Kalapas), Asep Sutandar dan pejabat struktural dan beberapa pegawai lapas.

“Saya dulu adalah penyidik, banyak penayalahguna narkoba yang saya sudah saya tangkap dan masuk kesini. Teman-teman semua jika nanti sudah bebas dari sini, tolong sampaikan kepada teman-teman dan keluarga diluar. Jangan sampai meraka menyalahgunakan narkoba dan bernasib seperti teman-teman disini,” lanjut Muhammad Nasrun.

Selanjutnya, Kepala BNNK Jakarta Timur tersebut menjelaskan tentang nakoba dan bahayannya.

 

Kontributor: Raiver Orlando Sinambela (Tim Humas Lapsustikjkt).

Jaga Konsistensi Peserta Terapi Rumatan Methadone, Petugas Lakukan Tes Urine

Jakarta-LapsustikNews– Dalam rangka menjaga konsistensi peserta Program Terapi Rumatan Methadone (PTRM) untuk tidak menggunakan narkoba, petugas medis dan para medis Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta melaksanakan tes urine, Rabu (28/11). Kegiatan tes urine tersebut dilakukan 3 kali dalam setahun dengan waktu pelaksanaan dilakukan secara mendadak atau tanpa pemberitahuan. Demikian disampaikan oleh penanggung jawab harian PTRM Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, Lilis Budiwiyarti.

“Hari ini kita melakukan tes urine berkala terhadap 14 orang klien peserta program terapi rumatan methadone. Hal ini dilakukan untuk menjaga kepatuhan mereka dalam terapi metadone dan untuk mengetahui apakah mereka menggunakan narkoba selain dari methadone,” ujar Lilis kepada tim Humas.

“Jangka waktu pelaksanaan tes urine berkala ini kita lakukan setahun tiga kali, tapi waktunya tidak kita beritahu ke peserta. Kadang kita juga melaksanakan tes urine secara insidentil,” lanjut Lilis Budiwiyarti.

Sementara itu, Kepala Sub Seksi Bimbingan Kemasyarakatan Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, Jumadi, mengatakan bahwa kegiatan tes urine tersebut juga merupakan upaya Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta dalam mencegah narkoba di dalam lapas.

“Selain untuk mengetahui kepatuhan peserta metadhone, tes urine tersebut juga sebagai upaya kami melaksanakan P4GN di dalam lapas. Bukan hanya kepada peserta methadone, tapi juga ke warga binaan yang lain,” ucap Jumadi kepada tim Humas Lapas Narkotika Jakarta

PTRM adalah sebagai terapi subtitusi bagi pengguna narkoba suntik (penasun) heroin. Pemberian terapi metadhone dilakukan oleh petugas medis/paramedis yang telah diberi pelatihan. Pelaksanaan PTRM ini dilakukan dibawah pengawasan langsung dari Rumah Sakit ketergantungan Obat (RSKO) Jakarta. PTRM di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta dilaksanakan sejak tahun 2006, dibawah koordinator dr Finnahari.

Kontributor: Sadi (Tim Humas Lapsustikjkt).

Kembali Tampil Di BNN, Grup Orkes Gambus Warga Binaan Lapas Narkotika Jakarta Bikin Bangga

Kembali Tampil Di BNN, Grup Orkes Gambus Warga Binaan Lapas Narkotika Jakarta Bikin Bangga

 

Jakarta-LapsustikNews, Grup Orkes Gambus Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP)  Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta kembali tampil di depan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), pejabat dan ratusan pegawai BNN dalam acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1440 H/2018 M yang diselenggarakan di kantor BNN, Jalan MT Haryono, Cawang Jakarta Timur, Selasa (27/11). Atas kesempatan tersebut, Kepala Sub Seksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, Jumadi, mengungkapkan rasa bangganya.

 

“Dikesempatan yang kedua, pastinya kami bangga bahwa lagi-lagi mendapat kepercayaan untuk mengisi acara di BNN dan pastinya bukan kita saja yang bangga. Tapi WBP pun dianggap mampu mengikuti pembinaan di Lapas Narkotika Jakarta”, ucap Jumadi kepada Tim Humas Lapas Narkotika Jakarta.

 

Jumadi juga berharap citra positif narapidana dan pemasyarakatan dapat meningkat seiring semakin banyaknya kesempatan tampil bagi WBP Lapas Narkotika Jakarta mengisi acara-acara di instansi pemerintah.

 

“Saya berharap dengan semakin banyaknya organisasi atau badan pemerintah lainnya yang mempercayakan pengisian acara oleh grup band dan gambus WBP Lapas Narkotika Jakarta akan meningkatkan citra positif Narapidana dan Pemasyarakatan di tengah masyarakat,” harap Kasubsie Bimkemaswat Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta tersebut.

 

Atas kehadiran dan tampilnya Orkes Gambus WBP Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta memenuhi undangan Kepala BNN Nomor B/Und-540/XI/RO/KP.04/2018/BNN tanggal 19 November 2018, Kepala BNN, Heru Winarko, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan apresiasinya.

 

“Kepada tim Gambus Lapas Narkotika Cipinang terima kasih atas kedatangan dan penampilannya di sini ” ucap Kepala BNN tersebut dalam sambutannya.

 

Kontributor : Sadi (Tim Humas LapsustikJkt)

SOSIALISASI SINERGITAS BNN DENGAN LAPAS NARKOTIKA JAKARTA DALAM UPAYA P4GN

Jakarta,LapsustikNews – Sebanyak 100 orang pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta mengikuti kegiatan Sosialisasi Sinergitas Dan Penguatan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaraan Gelap Narkotika (P4GN) antara Badan Narkotika  Nasional (BNN) dengan Lapas Narkotika Jakarta, Senin (21/10).  Hadir sebagai narasumber Direktur Diseminasi Informasi Deputi Bidang Pencegahan BNN, Brigjend (Pol) Antoni Hutabarat, dan Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta, Arpan. Acara dipandu oleh moderator Kepala Lapas (Kalapas) Narkotika Jakarta, Asep Sutandar.

Kegiatan tersebut merupakan sosialisasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaraan Gelap Narkotika dan Prekusor Narkotika dan sekaligus tindak lanjut kerja sama BNN dengan Lapas, salah satunya adalah kegiatan rehabilitasi bagi pecandu narkotika di dalam lapas, sebagaimana disampaikan oleh Narasumber Antoni Hutabarat.

“Inpres Nomor 6 tahun 2018 yang ditandatangani tanggal 28 Agustus 2018 itu memerintahkan kepada seluruh pegawai negeri yang ada di Indonesia, ASN, harus menerima sosialisasi tentang P4GN. Yang kedua, seluruh pegawai negeri yang ada di Indonesia harus di tes urin”, ucap Antoni Hutabarat.

“Kemudian saya masuk ke kegiatan selanjutnya, bahwa kegiatan ini adalah kegiatan dalam rangka menindaklanjuti pembicaraan antara Dirjen Pemasyarakatan dengan Kepala BNN mengenai kerja sama BNN dengan Lapas. Dalam rangka sinergitas itu kita sudah beberapa kali mengadakan pertemuan dan rapat dengan Dirjen, Direktur Para Deputi dan mengadakan seminar yang trending topic dengan Ibu Dirjen (Dirjen Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami-red)”, ucap Antoni Hutabarat.

 

“Mudah-mudahan salah satu dari kegiatan kemitraan antara BNN dengan Pemasyarakatan adalah yang tadinya kegiatan rehabilitasi kita putus pada tahun 2017, tahun depan kegiatan rehabilitasi kita mulai lagi disini. Untuk seluruh propinsi ada kegiatan rehabilitasi”, lanjut Antoni Hutabarat yang disambut tepuk tangan peserta sosialisasi.

Sementara itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan menyampaikan bahwa pemasyarakatan sangat serius dalam melaksanakan P4GN.

 

“Bahwa kami komitmen merah putih, tidak main-main dengan narkoba. Jadi sebelum Inpres Nomor 6 saja kita sudah punya P4GN Kanwil. Tiap 2 minggu sekali kita melakukan razia gabungan dengan kekuatan 100 sampai 150 orang merazia lapas rutan di Jakarta”, ucap Arpan.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Divisi Pemasyarakatan DKI Jakarta memberikan 5 pesan kepada petugas lapas agar selamat dalam meniti karir, yaitu jauhi dan hindari pungutan liar, jauhi narkoba baik sebagai pemakai atau pengedar, hindari tindak kekerasan, jangan selingkuh dan laksanakan kerja sesuai dengan regulasi dan SOP (Standard Operating Procedure).

 

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Sub Direktorat Media Non Elektronik BNN, Dikdik Kusnadi, Kepala Bidang Keamanan dan Ketertiban Divisi Pemasyarakatan DKI Jakarta, Robianto, pejabat eselon 4 dan 5 Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta. Dalam kegatan tersebut juga diserahkan Display Narkotika Sintesis dari BNN kepada Lapas Narkotika klas IIA Jakarta.

 

Kontributor: Sadi (tim humas)

GAGALKAN UPAYA PENYELUNDUPAN NARKOBA, 4 PEGAWAI LAPAS NARKOTIKA JAKARTA DIGANJAR PENGHARGAAN

 

 

Jakarta,LapsustikNews – Sebanyak 4 orang Petugas Penjaga Pintu Utama (P2U) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta yang berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba ke dalam Lapas Narkotika Jakarta melalui P2U, memperoleh apresiasi dan penghargaan dari Kepala Lapas (Kalapas) Narkotika Jakarta, Asep Sutandar, dalam kegiatan apel pagi, Selasa (2/10). Dalam sambutannya, Kalapas menyampaikan bahwa keberhasilan petugas P2U dalam menggagalkan upaya penyelundupan narkoba pada hari Sabtu (29/9) membuktikan bahwa pegawai lapas tidak melakukan pembiaran peredaran narkoba dalam lapas.

“Ucapan selamat dan penghargaan kepada rekan-rekan kita yang telah melaksanakan tugas secara baik, tentu ini membuktikan bahwa kita betul-betul tidak membiarkan atau tidak terjadi pembiaran peredaran narkoba didalam lapas. Kita bisa mebuktikan hal ini dengan kerja baik yang telah dilaksanakan oleh petugas P2U. Sekali lagi, atas nama pimpinan di Lapas Narkotika ini menyampaikan terima kasih atas kerja yang luar biasa,” ucap Asep Sutandar mengawali sambutannya.

Selanjutnya Kalapas berpesan kepada para petugas, khususnya petugas P2U untuk selalu waspada dalam melaksanakan tugas dan memeriksa dengan teliti barang-barang yang keluar masuk, terutama saat bertugas dihari libur.

 

“Sebagaimana tulisan saya dibuku laporan penjagaan, khususnya P2U, tidak ada bahasa lain yang saya tulis disitu, untuk selalu memeriksa barang yang keluar masuk secara cermat.  Jadi tidak hanya yang masuk, yang keluarpun harus diperiksa secara teliti. Saya garis bawahi, apalagi dihari libur. Apalagi kalau ada titipan makanan dihari libur. Ini yang sering terjadi. Jangan terlalu percaya kepada siapapun yang didalam. Kita harus selalu waspada. Harus selalu waspada. Jangan sampai kita dimanfaatkan oleh mereka karena kedekatan kita,” lanjut Kalapas Narkotika tersebut.

 

Keempat orang petugas P2U yang mendapat penghargaan adalah Supranyoto (Komandan Jaga P2U) dan anggotanya, yaitu Rizki Priadiono, Eky Riswandy dan Mochammad Lemix Methu Sholeh.

Kontributor: Charis (tim humas)

PETUGAS GAGALKAN UPAYA PENYELUNDUPAN DIDUGA NARKOBA SEBERAT 2 ONS KE DALAM LAPAS NARKOTIKA JAKARTA

Jakarta,LapsustikNews – Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta berhasil menggagalkan penyelundupan barang diduga narkoba ke dalam Lapas Narkotika Jakarta, Sabtu (29/9). Narkoba tersebut dimasukan ke dalam makanan yang dibawa oleh pengemudi ojek yang ditujukan untuk salah satu warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Narkotika Jakarta. Demikian disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Dan HAM (Kakanwil KemenkumHAM) DKI Jakarta, Bambang Soemardiono, dalam pers conference di Lobi Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.

“Bahwa pada sore hari tadi sekitar jam 18.23 ada seorang pengemudi ojek mengirim makanan untuk narapidana yang ada di dalam. Makanan berupa nasi bungkus, ada sekitar 10 bungkus. Sesuai SOP, barang tersebut diterima oleh komandan regu jaga P2U atas nama Supranyoto, kemudian diperiksa. Sesuai dengan SOP, barang kemudian diperiksa menggunakan x-ray, ternyata saat dilihat ada yang mencurigakan. Akhirnya diperiksa semua, dibuka dan tukang ojek masih ada disitu dan juga disaksikan beberapa anggota P2U disitu. Ternyata diduga ada barang  yang haram, diduga barang narkoba, kira-kira seperti itu,” ucap Bambang Soemardiono.

Temuan tersebut oleh petugas P2U kemudian dilaporkan kepada Kepala Keamanan Lapas (KPLP), yang kemudian diteruskan kepada kepolisian untuk ditindak lanjuti. Barang bukti diduga narkoba kemudian diserahkan kepada Kepolisian Resort (Polres) Jakarta Timur, sebagai wujud komitmen petugas Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta dalam memberantas peredaran gelap narkoba di dalam lapas.

“Petugas P2U kemudian lapor kepada Kepala Pengamanan Lapas Narkotika berkoordinasi dengan teman-teman Polri untuk menindak lanjuti. Ini disebelah kanan saya ada Wakasat Narkoba Jakarta Timur dan teman teman untuk dikembangkan. Jadi kami dari Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta akan menyerahkan kepada Pak Wakasat yang mewakili Polres Jakarta Timur untuk dikembangkan kembali. Inilah wujud kami, komitmennya dalam pemberantasan narkoba. Petugas lapas pun ikut berpartisipasi bagaimana peredaran gelap narkoba ini khususnya yang ada di lembaga pemasyarakatan,” lanjut Kakanwil Kemenkum HAM DKI Jakarta tersebut.

 

Mengenai barang bukti yang ditemukan, Bambang Soemardiono mengatakan”Secara pasti belum diinikan, hanya tadi 2 kantong ada, kemungkinan sekitar 2 ons. Cukup besar.”

 

Sedangkan Wakasat Narkoba Polres Jakarta Timur, Kompol Hesti Mardianto, saat dimintai komentarnya atas temuan ini, mengatakan “Komen saya nanti aja, ini masih kita kembangkan.”

 

Kontributor : Sadi (Tim Humas LapsustikJkt)

 

KUNJUNGAN LANGSUNG, “KEPINGAN PUZZLE” YANG HILANG DARI KEBAHAGIAAN WBP LAPAS NARKOTIKA JAKARTA SAAT DIKUNJUNGI KELUARGA

 

Jakarta,LapsustikNews – Kepingan-kepingan puzzle kebahagiaan yang hilang saat warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta dikunjungi keluarga akhirnya didapatkan saat WBP diberi kesempatan untuk dikunjungi secara langsung oleh keluarganya, Selasa (25/9). Kegiatan kunjungan langsung ini dilaksanakan selama satu hari sebagai apresiasi dan penghargaan bagi WBP yang selama ini telah berperilaku baik dengan menjaga keamanan dan ketertiban selama menjalani masa pembinaan di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta. Padahal selama ini WBP saat dikunjungi keluarga dibatasi oleh kaca dan sekat dalam ruang kunjungan maximum dan medium security. Hal tersebut sebagaimana diungkapkan oleh Kepala Lapas (Kalapas) Narkotika Jakarta, Asep Sutandar, kepada tim humas saat memantau kegiatan kunjungan langsung di area kunjungan dalam.


Continue reading

Tampil dihadapan Kepala dan Pegawai BNN, Grup Orkes Gambus Warga Binaan Lapas Narkotika Jakarta dipuji Imam Masjid Istiqlal

Jakarta-LapsustikNews, Grup Orkes Gambus Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta berkesempatan tampil di depan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), pejabat dan ratusan pegawai BNN dalam acara Pembinaan Rohani dan Mental pegawai BNN Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 H/2018 yang diselenggarakan di Aula BNN, Jalan MT Haryono, Cawang Jakarta Timur, Jum’at (14/9). Apresiasi dan pujian  juga dilontarkan oleh Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Nazarudin Umar, yang bertindak selaku penceramah dalam acara tersebut.

“Sangat luar biasa penampilan Ananda tim Orkes Gambus dari Lapas Narkotika Jakarta. Kalian menampilkan tampilan yang tidak kalah dengan pemain gambus profesional, “, ucap Imam Besar Istiqlal  mengawali ceramahnya dengan mengungkapkan kekagumannya atas penampilan Grup Orkes Gambus Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta yang menjadi pembuka dalam acara Pembinaan Rohani dan Mental Pegawai BNN.

Kepala BNN, Heru Winarko, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan mengharapkan kepada Grup Orkes Gambus Lapas Narkotika Jakarta agar mereka tidak lagi memakai narkoba setelah keluar dari lapas.

 

“Semoga kalian setelah keluar dari lapas tidak lagi memakai narkoba” ucap Kepala BNN tersebut.

Grup Orkes Gambus Warga Binaan Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta merupakan grup musik gambus yang beranggotakan 15 orang warga binaan dengan Erwin sebagai vokalis. Grup ini dibawah bimbingan dan binaan pegawai Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta dan dibawah tanggung Jawab Kepala Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, Asep Sutandar. Dalam kesempatan tersebut, Erwin menyanyikan 10 lagu, diantaranya Laksamana Raja Di Laut, Sufna dan Kata Pujangga.

 

Kontributor : Sadi (Tim Humas LapsustikJkt)