Sigap!! Lapas Narkotika Jakarta Kedatangan Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham DKI Jakarta Untuk Melakukan Monitoring Dan Evaluasi

Jakarta, Lapsustik News –  Rabu,(14/4) Kepala Divisi Pemasyarakatan (Ka.Div PAS) Kementerian Hukum dan HAM DKI melakukan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan, Penyelenggaraan Makanan dan Blok Hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta.

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi diawali dengan meninjau area Klinik Lapas Narkotika Jakarta, dengan melihat tempat Ruang Rawat Inap WBP harus sesuai dan layak. Kemudain dilanjutkan melihat mekanisme pendistribusian makanan untuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), pemesanan dan penerimaan bahan makanan  mulai dari waktu kedatangan bahan makanan harus sesuai jadwal jam yang ditentukan kemudian jumlah, berat dan kualitas bahan makanan serta proses tiba datangnya pesanan sampai bahan makanan diterima dengan baik oleh Petugas dan Panitia Penerima Bahan Makanan bagian Pengolah  Bahan Makanan di Ruang Restorasi Dapur.

Kemudian menuju area blok hunian dimana WBP agar selalu tertib dan bagi Petugas Paste Blok harus melakukan setiap kegiatan dan tugas sesuai SOP. Mengingat Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta Tahun 2021 ini Kembali jadi salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang dicanangkan sebagai  Lapas yang membangun Zona Integritas Menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta

“Berdasarkan hasil Monitoring dan Evaluasi, dimulai dari peninjauan area Klinik serta area blok hunian dan proses mekanisme pemesanan, kedatangan dan penerimaan bahan makanan lalu pelayanan kegiatan Restorasi dari kebersihan alat-alat masak, ruangan, bahan makanan, cara kerja, kualitas dan jumlah bahan makanan serta pendistribusian makanan sudah cukup baik. Serta Ruang Rawat Inap yang layak serta memadai bagi WBP” Ucap Marselina Budiningsih selaku Kepala Divisi Pemasyarakatan DKI Jakarta.

 Jumadi selaku Kasie Binadik Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta mengucapkan “Kegiatan ini menjadi bukti keseriusan dari pihak Kantor Wilayah khususnya Pemasyarakatan yang ingin menjadikan Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta menjadi UPT yang benar-benar mampu berusaha dan berinovasi sebaik mungkin dalam memberikan layanan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan.” “Pastinya Monitoring dan Evaluasi ini menjadi motivasi bagi kita semua agar terus bekerja melayani sepenuh hati memberikan yang terbaik dalam segala hal.”

 

Kontributor : Humas Narkotika Jakarta

Kunjungi Lapas Narkotika Jakarta, Menkumham: Lapas Narkotika Jakarta PASTI WBK.

Jakarta, LapsustikNews – Menteri Hukum dan HAM Yassona Laoly mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta. Dengan fasilitas yang sudah sangat lengkap dan mendukung, ia pun berharap tempat tersebut meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Kalapas Narkotika Klas IIA Jakarta, Oga Darmawan mengatakan, pihaknya sangat bersyukur dan terhormat atas kunjungan yang dilakukan. Bahkan, Menkumham Yassona sempat berkeliling dan melihat kondisi lapas yang ada. “Tadi bapak menteri juga mengaku akan mendukung lapas kami untuk meraih WBK,” katanya, Kamis (5/11).

Dikatakan Oga, dari dukungan yang diberikan itu, pihaknya akan terus berupaya maksimal memberikan yang terbaik di lapas. Berbagai pelayanan hingga Sumber Daya Manusia (SDM) pun akan terus ditingkatkan. “Ini menjadi motivasi kami untuk menjadi lebih baik, agar predikat tersebut bisa kamu raih,” ujarnya.

Oga menambahkan, demi mewujudkan WBK dan WBBM dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB), pihaknya menyiapkan enam perubahan. “Dengan perubahan yang dilakukan, kami ingin mewujudkan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ungkapnya.

Dikatakan Oga, implementasi dari enam area perubahan yaitu Manajemen Perubahan, Penataan Tata Laksana, dan Penataan Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM). Selanjutnya adalah Penguatan Akuntabilitas, Penguatan Pengawasan dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik. “Semua hal itulah yang kami sampaikan kepada pihak KemenPAN RB selaku Tim Penilai Nasional (TPN),” ujarnya.

Selain memaparkan implementasi dari enam area perubahan, Oga juga menjelaskan tentang inovasi dalam hal peningkatan kualitas pelayanan publik. Bahkan, dalam sesi diskusi tentang permasalahan over crowded pada Lapas, pihaknya menjelaskan upaya yang harus dilakukan. “Kami juga terus memberikan pengawasan kepada pegawai dan pelayanan pada masa pandemi Covid-19,” terangnya.

Bahkan, sambung Oga, saat ini Melalui dukungan alokasi anggaran yang ada pada Lapas, Pihaknya telah bekerjasama dengan BNN untuk pelaksanaan Program Rehabilitasi dan Pihak ketiga yg berkompeten dalam pengembangan pelatihan keterampilan bagi wargabinaan. Dimana saat ini terdapat ratusan warga binaan telah menjalani program rehabilitasi hingga pelatihan untuk bekal mereka bebas nanti. “Dengan sembuhnya mereka, pastinya membuat mereka siap utk kembali ke kehidupan yang nyata, “tukasnya

Kontributor :Firman Aditya

Sukseskan Program Rehabilitasi Sosial Therapeutic Community, Petugas LPN Jakarta Sambut Keluarga WBP Untuk Kegiatan Family Support Group (FSG) Yang Ke-2

LapsustikNews : Wabah pandemi virus covid-19 belum juga berakhir, namun tidak menyurutkan semangat dari Jajaran Petugas Lembaga Pemasyarakatan Narkotika (LPN) Jakarta untuk terus sukseskan Program Rehabilitasi Sosial Therapeutic Community dengan melaksanakan kegiatan Family Support Group (FSG) Yang ke-2, Selasa (27/10).

Kegiatan FSG dimulai dari pukul 14.00 s.d 15.00wib dan dilaksanakan di Gedung I Ruang Pendaftaran Kunjungan LPN Jakarta, yang dihadiri Keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang disambut oleh Jumadi selaku Kepala Seksi Pembimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) beserta Tim Kelompok Kerja Rehabilitasi bersama konselor adiksi.

Kemudian Herizal Yusuf sebagai Kepala Subsi Bimkemaswat LPN Jakarta yang juga sekaligus membuka acara menyampaikan “Bahwa tujuan dilaksanakannya kegiatan Family Support Group (FSG-red) adalah memberikan edukasi dan informasi kepada keluarga mengenai perkembangan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Narkotika Jakarta yang mengikuti program rehabilitasi serta informasi yang berkaitan dengan program pembinaan lain termasuk di dalamnya adalah program reintegrasi.”

Selanjutnya Jumadi menuturkan “Bahwa Lapas sudah melakukan berbagai cara supaya Warga Binaan Pemasyarakatan tidak menggunakan lagi narkoba, salah satunya dengan adanya program rehabilitasi sosial dan medis yang diikuti sebanyak 1400 Warga Binaan Pemasyarakatan selama satu tahun ini. Selain itu Jumadi pun menambahkan “Bahwa kegiatan Family Support Group ini sudah yang ke-2 pada program Pelaksanaan Rehabilitasi Sosial termin II dan saya berharap keluarga bisa membantu memantau juga ikut berperan serta dalam mewujudkan perubahan perilaku yang lebih baik untuk keluarganya yang sedang menjalani pidana.” lalu Jumadi menegaskan “Mengingat bahwa sebagian besar Warga Binaan Pemasyarakatan yang mengikuti Program Rehabilitasi TC ini sedang dalam proses pengusulan pembebasan bersayarat (PB) maka dimohon kepada keluarga agar dapat menghubungi petugas untuk mendapatkan informasi yang benar terkait proses PB. Informasi bisa didapat dengan cara menghubungi petugas secara langsung melalui via web lapas, instagram, fb dan nomor whatsapp (wa) dimana setiap pertanyan yang disampaikan segera kami tindaklanjuti.” Jumadi mengatakan “Setelah warga binaan yang nantinya bebas tolong kepada keluarga agar terus memantau dan mengawasi bahkan setelah mereka bebas.”

Berikutnya Winanti selaku Psikolog Klinis Madya LPN Jakarta menyampaikan kepada keluarga WBP “Program rehabilitasi yang dilakukan terhadap 1400 warga binaan tidak akan mungkin mampu merubah perilaku mereka jika tidak ada dukungan dari keluarga. Selama berada di dalam Lapas mereka mendapatkan treatment perilaku yang cukup ketat dalam suatu komunitas terapi. Artinya secara garis besar mereka mendapat perlakuan yang relative seragam. Namun perlakuan yang sama belum tentu mendapatkan hasil yang sama, karena ini sangat tergatung pada masing-masing individu, pengalaman, dan juga dukungan keluarga. Untuk itu mohon kepada keluarga sebagai support system yang sangat penting yang saat ini hadir disini untuk terus mengawasi dan memantau dan memberikan dukungan kerjasama yang baik sehingga keberhasilan dari program rehabilitasi berjalan dengan baik.”

Oga Gioffanni sebagai Kepala LPN Jakarta mengatakan “Saya berterimakasih dan bersyukur karena Jajaran Petugas Lapas Narkotika Jakarta terutama jajaran tim Binadik yang menangani Program Rehabilitasi di Lapas Narkotika Jakarta telah membuktikan keseriusannya dengan melaksanakan kegiatan Family Support Group yang ke-2 kalinya ini.” “Semoga Rehabilitasi Sosial Therapeutic Community ini semakin berkualitas dalam pelaksanaan kegiatan programnya, sehingga maksud dan tujuan dari Rehab dapat tercapai dengan lebih baik lagi,aamiin.” Harap Oga.

Acara ditutup dengan kata kata motivasi yang disampaikan oleh salah satu konselor yang turut hadir “Mohon agar kepada keluarga untuk terus memberikan semangatnya kepada warga binaan yang didalam jangan dimarahi jangan dikasari tapi berikan dukungan, motivasi, dan kepedulian serta doa dengan setulus hati dan kasih sayang yang tiada bertepi agar warga binaan pemasyarakatan yang direhab ini bisa mengikuti program rehabilitasi sesuai dengan tujuannya yaitu tidak lagi menggunakan narkoba.”

 

Kontributor : Nurmala Dewi (Tim Humas LPN Jakarta)

Ikuti Desk Evaluasi, TPN Puji Inovasi Lapas Narkotika Jakarta

Jakarta, LapsustikNews­­- Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta sukses mengikuti kegiatan Desk Evaluasi Pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada Selasa (27/10) secara virtual oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB). Selain itu, Doktor Gurning selaku Tim Penilai Internal juga hadir mendampingi melalui virtual.

Oga G. Darmawan selaku Kepala Lapas Narkotika Jakarta memaparkan tentang implementasi dari 6 area perubahan yaitu Manajemen Perubahan, Penataan Tata Laksana, Penataan Manajemen SDM, Penguatan Akuntabilitas, Penguatan Pengawasan dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik kepada pihak KemenPAN RB selaku Tim Penilai Nasional (TPN).

Selain memaparkan implementasi dari 6 area perubahan, Oga juga menjelaskan tentang inovasi dalam hal peningkatan kualitas pelayanan publik kepada Anesia Ribka dan Ika Yunita Puspitasari selaku TPN. Dilanjutkan dengan sesi diskusi tentang permasalahan over crowded pada Lapas, Pengawasan kepada pegawai dan pelayanan pada masa pandemi covid-19.

Pada akhir Desk Evaluasi, Lapas Narkotika Jakarta tidak mendapatkan catatan dari  TPN, akan tetapi TPN memberikan saran tentang digitalisasi arsip rekam medis Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Narkotika Jakarta.

“Pembangunan Zona Integritas sudah terinternalisasi dengan baik, inovasi-inovasi yang diciptakan juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Tetap jaga integritas walaupun pimpinan silih berganti dan jangan hanya saat pembangunan Zona Integritas saja” ucap Anesia Ribka.

Oga G. Darmawan optimis bahwa Lapas Narkotika Jakarta dapat meraih predikat WBK pada tahun 2020 ini “ Kami telah memberikan yang terbaik pada Desk Evaluasi kali ini, ini menunjukan keseriusan Lapas Narkotika Jakarta untuk membangun Zona Integritas menuju WBK/WBBM” tutup oga.

Kontributor: Firman .A

Jajaran Pegawai Lapas Narkotika Jakarta ikuti Kegiatan Pengarahan dan Penguatan WBK oleh Sekretaris Jenderal Kemenkuham.

Jakarta, LapsustikNews Selasa (18/08/2020) – Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum dan HAM RI Bambang Rantam Sariwanto, memberikan pengarahan dan penguatan Zona Integritas menuju WBK/WBBM bagi seluruh Satuan Kerja (Satker) di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta yang telah diusulkan untuk dilakukan penilaian oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi selaku Tim Penilai Nasional (TPN) Pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM.

Lapas Narkotika Jakarta selaku satker yang diusulkan untuk dilakukan penilaian oleh TPN mengikuti  Pengarahan dan Penguatan tersebut melalui Teleconference Aplikasi Zoom. Degan tetap menerapkan Protokol Kesehatan, Jajaran Pejabat Struktural dan Pegawai Lapas Narkotika Jakarta  menyimak Pengarahan dan Penguatan WBK oleh Sekretaris Jenderal Kemenkumham melalui Teleconference Aplikasi Zoom di ruang aula gedung 1 Lapas Narkotika Jakarta.

Acara diawali oleh Laporan Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta Liberti Sitinjak , dalam laporannya Liberti menyampaikan bahwa berdasarkan usulan dari Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta satker yang diusulkan Pembangunan ZI WBK/WBBM adalah sebanyak 28 satker, tetapi yang lolos dari Penilaian oleh Tim Penilai Internal (TPI) sebanyak 17 satker, Liberti menghimbau agar seluruh peserta menyimak mater yang akan disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kemenkumham guna memperkuat pembangunan ZI pada masing-masing satker.

Dilanjuktan dengan pembacaan Pernyataan Sikap oleh Kepala Kantor Wilayah, para Kepala Divisi, serta Kepala UPT di lingkungan Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta.

Masuk ke acara inti yaitu pengarahan dan penguatan oleh Sekretaris Jenderal Kemenkumham Bambang Rantam Sariwanto menyampaikan “Saya yakin teman-teman di lingkungan Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta dapat meraih predikat ZI WBM/WBBM meskipun tantangannya luar biasa, berikan perhatian lebih pada Survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), karena nanti mystery gues (selaku utusan TPN) akan melakukan survei kepada pengunjung selaku pengguna layanan. Yang tidak kalah pentingnya adalah bahwa kita di era digitalisasi ini harus dapat meningkatkan sumber daya manusia unggul melalui Corporate University. Maksud Corporate University ini adalah bagaimana kita menularkan pengalaman kita, kemampuan kita dan keberhasilan kita kepada ASN yang akan melanjutkan perjuangan membangun Kementerian Hukum dan HAM. Karena kita tidak selamanya pada posisi sekarang untuk itu mari kita tularkan keberhasilan kita melalui metode Corporate University. Sehingga apa yang telah kita hasilkan dapat terus berkesinambungan dan dapat dilanjutkan oleh penerus kita.” Pungkasnya.

Terakhir Sekretaris Jenderal Kemenkumham RI menyampaikan “Tetap semangat kepada Tim Pokja, perjuangan sudah diujung, atur strategi hingga mencapai tujuan kita bersama yaitu Predikat ZI WBMK/WBBM”

Dalam kesempatan berbeda, Oga G. Darmawan selaku Kalapas Narkotika Jakarta yang mengikuti kegatan tersebut secara langsung menyampaikan kepada Tim Humas “Kami Lapas Narkotika Jakarta siap mewujudkan Pembangunan Zona Integritas WBK, seluruh Komponen Pengungkit dan Komponen Hasil sudah kami persiapkan sedemikian rupa untuk menghadapi penilaian oleh TPN”

Kontributor: Firman.A

Pendampingan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi, Tim Penilai Internal Kunjungi Lapas Narkotika Jakarta

LapsustikNews- Tim Penilai Internal (TPI) Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang terdiri dari Doktor Gurning selaku Pengendali Teknis, Ristianti Muji Kartikasari selaku Ketua Tim dan jajaran tim melakukan peninjauan sarana dan prasarana, inovasi layanan serta pendampingan terhadap pembangunan Zona Integritas, Jumat (14/08), yang disambut hangat oleh Kalapas Narkotika Jakarta, Oga. G. Darmawan.

Dengan didampingi oleh pejabat struktural, tim yang tiba pukul 14.30 langsung melakukan peninjauan yang dimulai dari area luar lapas,  yaitu area parkir kendaraan, area pintu masuk utama lapas, dan ruang layanan kunjungan.

“Layanan Kunjungan di Lapas Narkotika sudah menggunakan IT seperti pengambilan nomor antrian, pendaftaran kunjungan online, layar informasi digital” ucap Oga kepada Tim Penilai Internal.

Tim Penilai Internal juga melakukan peninjauan area dalam lapas seperti self service saung monas, self service pencetakan SK reintegrasi, ruang layanan informasi dan pengaduan, ruang kunjungan dalam, balai latihan kerja, area dapur serta halte pembinaan narapidana. Tim Penilai Internal juga melakukan peninjauan ke area ruang kelas Gedung 2 dan melihat kegiatan pembinaan yang dilakukan kepada narapidana serta peninjauan area klinik lapas.

Kegiatan dilanjutkan dengan kegiatan pendampingan yang diikuti oleh seluruh ketua tim pokja pembangunan zona integritas dan tim Sekretariat WBK. Kegiatan dilakukan dengan simulasi desk evaluasi dengan menampilkan yel-yel, video profil dan paparan dari Kepala Lapas.

Dalam paparannya, Oga G. Darmawan menyampaikan “Lapas Narkotika Jakarta memiliki komitmen yang kuat dalam pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan saya berharap tahun ini, Lapas Narkotika Jakarta dapat meraih predikat WBK” ungkap Oga.

Doktor Gurning dalam paparannya menyampaikan “Lapas Narkotika Jakarta agar mempersiapkan diri menghadapi penilaian dari Tim Penilai Nasional (TPN)” ucap Doktor Gurning.

“Masukan-masukan dalam perbaikan data pendukung untuk penilaian oleh tim TPN agar di unggah kembali melalui aplikasi e-RB” lanjut Doktor Gurning.

Kegiatan ditutup dengan ucapan terima kasih dari Oga G. Darmawan selaku kalapas kepada Tim Penilai Internal atas masukan-masukan yang diberikan dan perbaikan data pendukung akan segera dilakukan.

 

Kontributor: Pangku

LPN Jakarta Raih Penghargaan Terbaik Ke-2 Kategori Pengelolaan Publikasi Informasi Tingkat Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta Periode Januari – Juli Tahun 2020

Jakarta, Lapsustik News  Rabu (12/08) Untuk Kesekian kalinya Unit Pelaksana Teknis Lembaga Pemasyarakatan Narkotika (LPN)  Klas IIA Jakarta Kembali Ukir Prestasi berhasil meraih penghargaan terbaik ke-2 kategori pengelolaan publikasi informasi tingkat Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia DKI Jakarta periode Januari – Juli 2020. Penghargaan diberikan dalam kegiatan Rapat Koordinasi Penguatan Pengelolaan Kehumasan di Lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta tahun anggaran 2020, yang diselenggarakan di Ruang Auditorium Hotel JS Luwansa Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Karet Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan.

Pemberian penghargaan diserahkan oleh Ceno Hersusetiokartiko selaku Kepala Divisi Administrasi Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta mewakili Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta yang berhalangan hadir dan diterima oleh Bisri Mustopa selaku Kepala Urusan Umum Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta yang dalam hal ini mewakili Kepala Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta yang berhalangan hadir.

 Pada kesempatan ini, Ceno Hersusetiokartiko selaku Kepala Divisi Administrasi Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta menyampaikan “Humas merupakan ujung tombaknya atau penyambung lidah, penyampai informasi ke publik dan Informasi yang dikemas dalam bentuk berita harus mampu menarik perhatian dengan tetap mengacu pada data dan fakta.” Ceno menegaskan “Untuk Unit Pelaksana Teknis di Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta lebih ditingkatkan lagi publikasinya sehingga tercapai citra positifnya.”

Oga Gioffanni selaku Kepala Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta mengungkapkan “Saya sangat bersyukur dan terima kasih kepada seluruh Jajaran yang telah bekerja dengan sangat baik khususnya tim pengelola website dan publikasi informasi Lapas Narkotika Jakarta sehingga kita bisa meraih prestasi ini.” Oga berharap “Semoga dengan penghargaan ini menjadikan kita semua lebih semangat lagi dalam karya yang mampu menambah pencitraan positif terhadap Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia melalui berita atau informasi yang nantinya akan disampaikan kepada Masyarakat.”

Dalam penghargaan tersebut, Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta diwakili oleh Kepala Urusan (Ka.Ur) Umum  Bisri Mustopa. Kesempatan ini Bisri  menyampaikan kepada tim humas ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran Lapas Narkotika Jakarta. “Berkat bantuan do’a dan kerja sama seluruh jajaran Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, tim humas dan terutama atas dukungan dari pimpinan Bapak Kalapas, akhirnya kita berhasil meraih  penghargaan terbaik ke-2 kategori pengelolaan publikasi informasi tingkat Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta. “Terima kasih dan semoga semakin sukses untuk tim jajaran humas Lapas Narkotika Jakarta kedepannya”, ucap Bisri  kemudian Bisri menjelaskan “Doa dan Usaha yang sungguh-sungguh tidak akan mengkhianati hasil semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk kita semua,aamiin.”

Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Ayep selaku Petugas Lapas Narkotika Jakarta yang juga menjadi salah satu peserta yang hadir pada kegiatan rapat koordinasi penguatan fungsi kehumasan ini menyampaikan kepada tim humas “Untuk penghargaan terbaik ke-1 kategori pengelolaan publikasi informasi tingkat Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta diraih oleh Unit Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA) Jakarta, terbaik ke-2 diraih oleh Lembaga Pemasyarakatan Narkotika (LPN) Klas IIA Jakarta dan terbaik ke-3 diraih oleh Balai Pemasyarakatan (Bapas) Klas I Jakarta Pusat.”

 

 

 

Kontributor : Nurmala Dewi  Dan Tim Dokumentasi LPN Jakarta

Pegawai Lapas Narkotika Jakarta Mengikuti Kegiatan Penguatan Era New Normal Dan Pembangunan Zona Integritas Bagi 520 Satuan Kerja Menuju WBK / WBBM Tahun 2020.

Jakarta,LapsustikNews– Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 Jajaran Pegawai Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Jakarta mengikuti kegiatan apel pagi Penguatan Aparatur Sipil Negara Kemenkumham Era New Normal dan Pembangunan Zona Integritas bagi 520 Satuan Kerja Menuju WBK / WBBM Tahun 2020 secara virtual di Ruang Aula Gedung 1 Lapas Narkotika Jakarta, Senin 3 Agustus 2020.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Lapas Narkotika Jakarta, Jajaran Pejabat Struktural, serta pegawai Lapas Narkotika Jakarta. Apel dibuka dengan Laporan oleh Sekretaris Jenderal Kemenkumham, Bambang Rantam Sariwanto menjelaskan bahwa tujuan apel pagi ini untuk memberikan pembekalan dan penguatan kembali tentang peran dan tugas Tim Kerja Pembangunan Zona Intergitas dalam mengimplementasikan pelaksanaan pembangunan Zona Intergitas di  Era New Normal. Pada akhir laporan, beliau menyampaikan “Pelaksanaan evaluasi akhir yang akan dilakukan oleh Tim Penilai Nasional harus dipersiapkan dengan baik, sehingga hasil yang akan dicapai berdampak pada meningkatnya Indeks Reformasi Birokrasi Kementerian Hukum dan HAM dan juga akan meningkatkan kinerja Kementerian secara keseluruhan,”

Sebagaimana diketahui  Tahun 2019,  Kementerian Hukum dan HAM dari 139 Satuan Kerja yang diusulkan, berhasil mendapatkan 43 Satuan Kerja Pembangunan Zona Integritas, dengan 39 Satuan Kerja berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan 4 Satuan Kerja berpredikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).  Pada Tahun 2020 Kemenkumham akan mengusulkan 520 Satuan Kerja kepada Kementerian PAN dan RB selaku Tim Penilai Nasional (TPN). Oleh karena itu perlu dilakukan penguatan untuk memastikan sebanyak-banyaknya satuan kerja yang diusulkan berhasil mendapatkan predikat WBK maupun WBBM.

Di awal tahun 2020 Kemenkumham telah mencanangkan program pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM yang saat ini telah memasuki masa evalusi yang dilakukan oleh Tim Penilai Internal (TPI). Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly memerintahkan agar  seluruh Tim Kerja melakukan Monitoring dan Evaluasi secara berkala memantau hasil Survey Indeks Persepsi Korupsi (IPK), Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dan hasilnya harus menunjukkan Trend Positif, sehingga pada saat penilaian akhir oleh Tim Penilaian Nasional (TPN) semua kriteria yang dipersyaratkan dapat dipenuhi.

 “Kepada Koordinator WBK/WBBM pada masing-masing Unit Eselon I selaku Pembina saya perintahkan agar senantiasa mengawasi satuan kerja yang menjadi tanggungjawabnya masing-masing dalam pemenuhan Komponen Pengungkit pada Aplikasi Elektronik Reformasi Birokrasi (E-RB) dengan mengacu pada Surat Inspektur Jenderal sehingga dokumen yg disajikan oleh satuan kerja memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam  Permen PAN dan RB Nomor 10 tahun 2019,” Kata Yasonna.

Untuk mewujudkan Program Pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM di lingkungan Kemenkumham, Yasonna berharap seluruh aparatur Kemenkumham termotivasi dan lebih terpacu untuk terus bekerja lebih keras lagi dan yang paling utama adalah meningkatkan dan menjaga integritasnya. Dengan demikian seluruhnya terbebas dari praktek perbuatan tercela yang dapat mencederai amanah rakyat.

Semua ASN Kemenkumham harus bisa memastikan bahwa dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat tidak ada praktek percaloan, harus bebas pungli, petugas responsif, prosedur yang jelas, biaya yang transparan, dan yang tidak kalah pentingnya adalah kepastian waktu penyelesaian.

Yasonna juga memerintahkan kepada seluruh Kepala Kanwil dan Kepala Divisi harus berperan aktif dan saling bersinergi untuk terus meningkatkan pemahaman dan internalisasi Pembangunan Zona Integritas seluruh satuan kerja di wilayahnya, sehingga mencapai target minimal 70% dari satker yang diusulkan bisa meraih predikat WBK/WBBM pada tahun 2020.

Kemenkumham telah banyak menuai prestasi juga terobosan pelayanan yang menghadirkan inovasi telah dilakukan. Oleh karena itu sudah saatnya terobosan dan inovasi terbaik yang sudah ada bermanfaat untuk masyarakat, dan bisa dijadikan sebagai best practices standar pelayanan, sehingga dapat dipastikan kemenkumham memiliki stadar pelayan prima.

Setelah mengikuti kegiatan apel pagi Penguatan Aparatur Sipil Negara Kemenkumham Era New Normal dan Pembangunan Zona Integritas bagi 520 Satuan Kerja Menuju WBK / WBBM Tahun 2020 secara virtual, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Jakarta memberikan bingkisan berupa suplemen secara simbolis kepada perwaklian Pegawai Lapas Narkotika Jakarta.

Oga G. Darmawan selaku Kepala Lapas Narkotika Jakarta menyampaikan kepada tim humas bahwa Lapas Narkotika Jakarta telah siap menghadapi tahap evaluasi oleh Tim Penilai Nasional (TPN) untuk meraih Zona Integritas WBK / WBBM, “Kami telah mempersiapkan komponen pengungkit dan komponen hasil untuk dilakukan penilaian oleh Tim MenpanRB selaku TPN, kami juga sudah membagikan bingikisan suplemen kepada pegawai untuk menjaga daya tahan tubuh pegawai ditengah situasi pandemi Covid-19 ” tambah Oga.

Kontributor: Firman. A

Pelaksanaan Apel Sore Dengan Tatanan New Normal Di Lapas Narkotika Jakarta

LapsustikNews- Lapas Narkotika Jakarta melaksanakan apel Sore dalam tatanan New Normal atau Normal Baru, Rabu (01/07) yang dimulai pukul 15.30 WIB dipimpin oleh Kepala Seksi Giatja, Soeistanto Poedji  Mewakili Ka Lapas, Oga G. Darmawan,  yang berhalangan Hadir. Apel Sore ini diikuti oleh seluruh Pejabat Struktural dan Pegawai yang dimulai dengan pengecekan Anggota  yang hadir  diLapangan Apel Gedung I  Lapas Narkotika Jakarta.

Kegiatan apel Sore dilanjutkan dengan penyampaian arahan oleh pembina apel berkaitan dengan persiapan tatanan New Normal atau Normal Baru di jajaran Pemasyarakatan, sebagai berikut:

  1. Himbauan Kepada Seluruh Pegawai Lapas Narkotika Jakarta untuk selalu Mengikuti Protocoler Kesehatan di Area Lapas Narkotika Maupun di Rumah Masing-Masing, Guna Menghindari Penyebaran Virus COVID-19 yang setiap harinya Meningkat dari Waktu ke Waktu .
  2. Persiapan Pelaksanaan Kegiatan Layanan Kunjungan, dalam Masa Pandemi COVID-19 sampai Menunggu Arahan dari pusat dan tetap mematuhi aturan penanggulangan COVID-19 yg telah dikeluarkan baik dari tingkat Kantor Wilayah, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan maupun Sekretariat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM.
  3. Program-Program Pembinaan Rehabilitasi Medis dan Sosial serta Pembinaan Keterampilan Berbasis Sertifikasi tetap dilaksanakan tetap mengacu Pada Protocol COVID-19.
  4. Penerapan New Normal pada Lapas Narkotika Jakarta harus tetap mengedepankan Protokoler kesehatan dalam setiap menjalankan tugas dan tetap menjaga jarak demi keamanan kita semua dari penularan COVID-19.

Dalam kesempatan terpisah, Ka Lapas Oga G. Darmawan menyampaikan kepada Tim Humas Lapas Narkotika Jakarta, “Dalam Tatanan New Normal atau Normal Baru, kita harus tetap mematuhi protokol kesehatan demi keamanan kita sendiri baik itu di dalam kantor maupun diluar kantor agar kita terhindar dari penularan Virus Covid-19 yang kian hari semakin meningkat.”

Ka.Lapas Oga G. Darmawan juga Menghimbau Perlunya Kesadaran masing-Masing Individu untuk selalu Menjaga Kesehatan dan tidak Meremehkan Virus COVID-19 ini.

“Setiap pegawai wajib diukur suhu tubuhnya serta memakai masker dan mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer saat akan memasuki lingkungan kantor untuk bekerja.” Lanjut Oga.

Kegiatan ditutup dengan pembacaan doa yang diikuti oleh seluruh peserta apel dengan hikmat.

 

Kontributor: Gipsta /Dokumentasi: Firman

Lapas Narkotika Jakarta Masuki Babak Kedua Evaluasi Pembangunan ZI Menuju WBK

Jakarta, LapsustikNews – Setelah berhasil lolos dari penilaian verifikasi berkas oleh Kantor Wilayah, kini, Lapas Narkotika Jakarta memasuki babak baru yaitu evaluasi data dukung yang dilakukan oleh Inspektorat Jenderal Kemenkumham selaku Tim Penilai Internal (TPI), Senin (19/5). Melalui Media Converence, Kepala Lapas, Oga G. Darmawan, memberikan paparan kepada TPI terkait dengan perubahan yang telah dilakukan untuk memenuhi kriteria Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi.

Dalam paparannya, Ia menjelaskan mengenai 6 area perubahan yang telah dilakukan, mulai dari perubahan pola pikir, budaya kerja, hingga pembenahan pelayanan publik.

Dihadapan tim penilai, Kepala Lapas beserta dengan Tim tampil dengan maksimal dan penuh percaya diri. Hal tersebut pun mendapat apresiasi dari TPI.
“Meskipun ada beberapa data dukung yang harus dilengkapi, Kami tetap optimis untuk bisa lanjut ke tahap berikutnya.” Ujar Oga G. Darmawan

Kepala Lapas beserta seluruh Tim Pokja berharap mendapat nilai yang baik sehingga dapat menuju ke tahap berikutnya.

 

 

Kontributor; Ayep S