Petugas Sudin Kesehatan Jakarta Timur cari jentik nyamuk di Lapas Narkotika Jakarta

Jakarta-LapsustikNews, Untuk melanjutkan kegiatan pelatihan juru pemantau jentik (Jumantik), Suku Dinas (Sudin) Kesehatan Jakarta Timur dan Petugas Puskesmas Kecamatan Jatinegara melakukan pengecekan langsung ke tempat penampungan air yang ada di kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Klas IIA Jakarta, Kamis (21/2). Pengecekan tersebut dilakasanakan di kamar hunian blok C. Petugas Sudin Kesehatan Jakarta Timur dan petugas Puskesmas Kecamatan Jatinegara bersama petugas kesehatan Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta dengan didampingi oleh petugas jaga blok C Melakukan pengecekan keseluruh tempat penampungan air yang ada di kamar hunian blok C yang berjumlah 48 Kamar dan 3 kamar mandi umum. Dalam pengecekan tempat penampungan air tersebut, ditemukan 34 kamar yang terdapat jentik nyamuk.

“Dari 48 kamar & 3 kamar mandi umum  di blok C, terdapat 34 kamar positif jentik nyamuk,” ucap Widya Rama Sujiwati, petugas kesehatan Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.

Salah satu petugas puskesmas Kecamatan Jatinegara, Risky Pebri Rahmasari, berharap agar WBP yang menjadi jumantik bisa lebih giat dan secara rutin melakukan pengecekan  tempat-tempat penampungan air yang ada di dalam kamar hunian WBP.

“Dengan hasil masih banyaknya tempat penampungan air yang positif terdapat jentik nyamuk, maka dihimbau sekali lagi kepada WBP yang menjadi jumantik agar kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk atau PSN perlu ditingkatkan untuk mencegah Kejadian Luar Biasa atau KLB demam berdarah di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta. Untuk bak-bak penampungan air yang tidak bisa dikuras agar menaburkan bubuk abate kedalam bak tersebut,” ujar Pebri saat memberikan pengarahan kepada WBP yang menjadi jumantik.

 

   

 

Kontributor Andi (Tim Humas)

Lapas Narkotika Jakarta Jadi Piloting Penyuluhan Hepatitis C Bagi WBP

Jakarta-LapsustikNews– Sebanyak 30 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta mengikuti kegiatan Penyuluhan Hepatitis C Warga Binaan Pemasyarakatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Pemasyarakatan bekerja sama dengan Persaudaraan Korban Napza Indonesia (PKNI), Rabu (5/12). Kegiatan tersebut merupakan Piloting yang bertujuan agar WBP lebih berhati hati terhadap penularan Hepatitis C. Demikian disampaikan oleh dr Hetty Widiastuti, Kepala Seksi (Kasi) Perawatan Pencegahan Penyakit Menular Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

“Pagi ini kami dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dengan tim dari PKNI akan melaksanakan Penyuluhan Hepatitis C Bagi Tahanan Dan Warga Binaan Pemasyarakatan, khususnya untuk Lapas Klas IIA Jakarta. Harapannya, setelah kegiatan ini berjalan, Bapak Ibu bisa lebih memahami, mengetahui informasi dan lebih berhati-hati untuk tidak melakukan hal-hal yang beresiko terjadinya penularan, “ ujar dr Hetty mengawali kegiatan tersebut.

Kegiatan penyuluhan hepatitis C di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta merupakan piloting untuk rutan/lapas se-Indonesia, sebagaimana disampaikan dr Hetty dalam penjelasanya dan pembicara dari PKNI, Carolina.

“Ini bukan yang terakhir. Kita akan terus bersama-sama mengawal perawatan dan pecegahan penyakit menular di Lapas/Rutan, khususnya DKI Jakarta ini akan menjadi Piloting untuk nantinya dikembangkan di Indonesia. Dan mohon dukungan juga dari Kantor Wilayah, bapak Nana dan teman-teman di Lapas Narkotika, semoga kita bisa terus bersama mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera,” lanjut dr Hetty memberikan penjelasannya.

“Karena ini Piloting, jadi ini baru pertama. Rencananya tahun depan bisa lebih banyak lapas yang di beri penyuluhan,” ucap Caroline sebelum memulai materi penyuluhan.

Kegiatan Penyuluhan Hepatitis C di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta dilaksanakan selama 3 hari, yaitu tanggal 5 – 7 Desember 2018 dan dibuka secara resmi oleh Kasi Bimbingan Napi/Anak Didik, Soeistanto Pudji Djatmiko, mewakili Kepala Lapas Narkotika Jakarta.

“Bagi rekan-rekan warga binaan yang saat ini mengikuti penyuluhan, besar harapan kita semua untuk bisa mensosialisasikan seperti yang tadi diarahkan oleh dr Hetty, untuk bisa menjauhi hal-hal yang menyebabkan atau rentan terhadap resiko penyakit hepatitis C. Oleh karena itu, dengan mengucapkan Bissmilahirrahmanirrohim, Penyuluhan Hepatitis C di Lapas Narkotika Jakarta kita buka,” ucap Soeistanto membuka secara resmi kegiatan tersebut.

Hadir pula dalam acara tersebut, Kepala Sub Bidang Perawatan Narapidana/Tahanan, Pengelolaan Basan Baran Kantor Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta, Nana Herdiana; Kepala Sub Seksi Bimbingan Kemasayarakatan Dan Perawatan Lapas Narkotika Jakarta, Jumadi; Pegawai DirektorPetugas Medis dan Paramedis Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, LSM PKNI, LSM Satu Hati, Mahasiswa Universitas Atmajaya.

Kontributor: Sadi (Tim Humas Lapsustikjkt).