SOSIALISASI SINERGITAS BNN DENGAN LAPAS NARKOTIKA JAKARTA DALAM UPAYA P4GN

Jakarta,LapsustikNews – Sebanyak 100 orang pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta mengikuti kegiatan Sosialisasi Sinergitas Dan Penguatan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaraan Gelap Narkotika (P4GN) antara Badan Narkotika  Nasional (BNN) dengan Lapas Narkotika Jakarta, Senin (21/10).  Hadir sebagai narasumber Direktur Diseminasi Informasi Deputi Bidang Pencegahan BNN, Brigjend (Pol) Antoni Hutabarat, dan Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta, Arpan. Acara dipandu oleh moderator Kepala Lapas (Kalapas) Narkotika Jakarta, Asep Sutandar.

Kegiatan tersebut merupakan sosialisasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaraan Gelap Narkotika dan Prekusor Narkotika dan sekaligus tindak lanjut kerja sama BNN dengan Lapas, salah satunya adalah kegiatan rehabilitasi bagi pecandu narkotika di dalam lapas, sebagaimana disampaikan oleh Narasumber Antoni Hutabarat.

“Inpres Nomor 6 tahun 2018 yang ditandatangani tanggal 28 Agustus 2018 itu memerintahkan kepada seluruh pegawai negeri yang ada di Indonesia, ASN, harus menerima sosialisasi tentang P4GN. Yang kedua, seluruh pegawai negeri yang ada di Indonesia harus di tes urin”, ucap Antoni Hutabarat.

“Kemudian saya masuk ke kegiatan selanjutnya, bahwa kegiatan ini adalah kegiatan dalam rangka menindaklanjuti pembicaraan antara Dirjen Pemasyarakatan dengan Kepala BNN mengenai kerja sama BNN dengan Lapas. Dalam rangka sinergitas itu kita sudah beberapa kali mengadakan pertemuan dan rapat dengan Dirjen, Direktur Para Deputi dan mengadakan seminar yang trending topic dengan Ibu Dirjen (Dirjen Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami-red)”, ucap Antoni Hutabarat.

 

“Mudah-mudahan salah satu dari kegiatan kemitraan antara BNN dengan Pemasyarakatan adalah yang tadinya kegiatan rehabilitasi kita putus pada tahun 2017, tahun depan kegiatan rehabilitasi kita mulai lagi disini. Untuk seluruh propinsi ada kegiatan rehabilitasi”, lanjut Antoni Hutabarat yang disambut tepuk tangan peserta sosialisasi.

Sementara itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan menyampaikan bahwa pemasyarakatan sangat serius dalam melaksanakan P4GN.

 

“Bahwa kami komitmen merah putih, tidak main-main dengan narkoba. Jadi sebelum Inpres Nomor 6 saja kita sudah punya P4GN Kanwil. Tiap 2 minggu sekali kita melakukan razia gabungan dengan kekuatan 100 sampai 150 orang merazia lapas rutan di Jakarta”, ucap Arpan.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Divisi Pemasyarakatan DKI Jakarta memberikan 5 pesan kepada petugas lapas agar selamat dalam meniti karir, yaitu jauhi dan hindari pungutan liar, jauhi narkoba baik sebagai pemakai atau pengedar, hindari tindak kekerasan, jangan selingkuh dan laksanakan kerja sesuai dengan regulasi dan SOP (Standard Operating Procedure).

 

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Sub Direktorat Media Non Elektronik BNN, Dikdik Kusnadi, Kepala Bidang Keamanan dan Ketertiban Divisi Pemasyarakatan DKI Jakarta, Robianto, pejabat eselon 4 dan 5 Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta. Dalam kegatan tersebut juga diserahkan Display Narkotika Sintesis dari BNN kepada Lapas Narkotika klas IIA Jakarta.

 

Kontributor: Sadi (tim humas)