Sosialisasi Potensi Gempa Bumi Jakarta bersama Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Di Lapas Narkotika Jakarta

Jakarta, LapsustikNews : Menyikapi berbagai bencana alam yang menimpa Bangsa Indonesia berupa Bencana Nasional Gempa Bumi dan Tsunami di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Palu Sulawesi Tengah. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta mengundang nara sumber dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk memberikan sosialisasi Potensi Gempa Bumi Jakarta, Jum’at (16/11) di Ruang Gedung Utama Lantai 3 Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta. Sosialisasi diikuti oleh seluruh Pejabat Struktural, Pegawai Lapas Narkotika Jakarta dan 2 nara sumber dari BMKG wilayah Jakarta Pusat.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Lis Susanti selaku Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Ka.Subbag) Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta mewakili Kepala Lembaga pemasyarakatan (Kalapas) Narkotika Jakarta yang berhalangan hadir. Lis Susanti menyampaikan dalam sambutannya “ Dikarenakan adanya peristiwa musibah bencana gempa bumi yang terjadi  memakan banyak jumlah korban di beberapa wilayah Provinsi Indonesia, kami bermaksud mengadakan acara sosialisasi penanggulangan bencana gempa agar kita semua yang berada di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta ini bisa saling menyelamatkan diri dan sesama kita terutama bisa menolong atau membantu warga binaan pemasyarakatan yang jumlahnya mencapai ribuan.” Lis menambahkan “Semoga dengan adanya kegiatan sosialisasi ini para petugas lapas mendapatkan pengetahuan yang bermanfaat untuk keselamatan diri dan keluarga dalam menghadapi gempa bumi yang berpotensi terjadi di Jakarta.”

Narasumber dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Suci Dewi selaku Kepala Sub bidang Mitigasi Gempa menyampaikan bahwa, “Jakarta bukanlah daerah subduksi yang akan mengakibatkan gempa, tetapi Jakarta akan menjadi daerah yang terdampak oleh gempa.”

Untuk mengantisipasi bencana tersebut, pada sosialisasi ini, Suci Dewi  dan rekannya Yudo Dwi  menyampaikan hal-hal yang harus dilakukan ketika menghadapi  bencana gempa bumi dan tsunami. Jauh sebelum bencana terjadi, keluarga yang tinggal di daerah rawan bencana harus memperhatikan cara menata barang agar tidak membahayakan saat bencana terjadi. Jika seseorang sedang berada di lantai atas saat terjadi bencana gempa bumi, selain bersembunyi di bawah meja, adalah mendekatkan diri dengan tiang di pojok ruangan karena tiang tersebut merupakan pondasi utama rumah atau gedung.

Kegiatan diakhiri dengan Simulasi yang dilakukan oleh semua pejabat dan pegawai yang hadir.

 

Kontributor : Nurmala Dewi ( Tim Humas Lapas Narkotika Jakarta )