Pembukaan Pelatihan Kemandirian Bersertifikasi Bagi Warga Binaan Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.

Jakarta, Lapsustik News-Selasa,(25/02) Menindak lanjuti Surat Keputusan Direktur Jenderal Pemasyarakatan nomor: PAS-679.PK.01.05.11 Tahun 2019 tentang Penetapan Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta sebagai Lapas industri. Oga Gioffanni Darmawan selaku Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Klas IIA Jakarta melakukan kerjasama dengan Yayasan Qudwah Al-Barosiyah berupa Pelatihan Kemandirian Bersertifikasi Bagi Warga Binaan Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta. “Kegiatan ini sebagai bentuk upaya keberhasilan Pembinaan Pemasyarakatan yang melibatkan 3 Pilar penting yang saling berhubungan untuk menyukseskan bidang pemasyarakatan, yaitu Petugas karena Profesional dan integritas para petugas, katanya, akan mempengaruhi jalannya program pembinaan di pemasyarakatan, Pilar kedua adalah partisipasi dari masyarakat dalam mewujudkan tujuan pemasyarakatan, baik dari instansi pemerintah, swasta, ataupun perorangan, di sini Yayasan Qudwah Al-Barosiyah sebagai perwakilan dari sektor masyarakat, Sementara pilar ketiga adalah warga binaan itu sendiri, bagaimana mereka menjalani dan mengikuti program pembinaan di tempat mereka menjalani hukuman. Dengan Bersinerginya 3 pilar ini, niscaya mewujudkan Lapas Industri akan mudah diwujudkan” Ucap Oga kepada Tim Humas.

Kegiatan Pembukaan Pelatihan tersebut dilaksanakan di ruang kelas PKBM Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, Tim dari Yayasan disambut hangat oleh Soeistanto Poedji selaku Kepala Seksi Kegiatan Kerja beserta jajaran .

Dewi selaku perwakilan dari Yayasan Qudwah Al-Barosiyah dalam sambutannya berterimakasih kepada Kepala Lapas Narkotika Jakarta beserta jajaran yang telah melakukan kegiatan kerjasama ini.

Dalam sambutannya Soeistanto menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan kemandirian Bersertifikasi ini merupakan salah satu wujud dari Resolusi Pemasyarakatan tahun 2020 seperti yang telah disampaikan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan yang memiliki target peningkatan kualitas WBP menjadi SDM unggul melalui pelatihan keterampilan bersertifikasi kepada 35.850 (Tiga Puluh Lima Ribu Delapan Ratus Enam Puluh) Narapidana.

Dalam akhir sambutannya Soeistanto berharap Kepada teman-teman Warga Binaan setelah mengikuti kegiatan ini mempunyai keterampilan yang bersertifikat sehingga ketika telah selesai menjalani masa hukuman di Lapas, mereka bisa mendapatkan keterampilan bersertifikasi sebagai modal mencari pekerjaan kelak dikemudian hari.

Setelah melakukan Pembukaan di ruangan kelas, peserta pelatihan dan Instruktur dari Yayasan beranjak ke tempat Kegiatan Kerja Lapas Narkotika Jakarta untuk melihat ragam kegiatan yang ada di workshop kegiatan kerja Lapas Narkotika Jakarta.

Kontributor: Firman. A