Pelatihan Cuci Motor WBP Lapas Narkotika Jakarta Dikala Pandemi

LapsustikNews- Pada Masa pandemi Covid-19 ini, Lapas Narkotika Jakarta tetap melaksanakan kegiatan-kegiatan  dengan penuh semangat, yang salah satu kegiatanya adalah Pelatihan Kemandirian Cuci Motor yang dilaksanakan para Warga Binaan Lapas Narkotika Jakarta, Kamis(19/11).

Kegiatan Pelatihan cuci motor ini dilaksanakan setiap hari oleh para Warga Binaan yang dimana para Warga Binaan mendapatkan keterampilan semenjak mereka menjalani  pidana di Lapas Narkotika jakarta, sehingga diharapkan kedepannya para warga binaan yang telah mendapat pelatihan ini, dapat mengunakan ilmunya untuk mendapatkan pekerjaan atau membuka Usaha diluar  ketika mereka sudah bebas dari Lapas Narkotika Jakarta.

Kegiatan ini selain bertujuan untuk mengembangkan keterampilan para warga binaan, Kegiatan ini juga dapat menjadi pengisi waktu kosong para warga binaan yang menjalani masa pidanannya, sehingga dapat mengurangi tingkat stres yang dialami para warga binaan didalam  Lapas Narkotika Jakarta.

Kemudian Junaidi salah satu warga binaan yang mengikuti pelatihan cuci motor ini mengatakan “Alhamdulillah, terima kasih banyak kepada para Petugas Lapas Narkotika Jakarta yang dengan sabarnya memberikan bimbingan dan arahannya kepada saya untuk pelatihan cuci motor ini. Junaidi menambahkan “Saya merasa sangat beruntung dan bersyukur, karena sudah diberi bekal pengalaman pelatihan cuci motor karena sebagai bekal saya ketika bebas nanti.” “Insya Alloh rencananya saya akan buka usaha cuci motor,  ketika nanti saya sudah bebas dari Lapas Narkotika Jakarta.” Tutur Junaid dengan semangat.

Kalapas Narkotika Jakarta Oga G. Darmawan  berkata bahwa tingkat stres di Lapas dan di Rutan itu lumayan tinggi, ini dikarenakan “merekakan biasanya bebas diluar sana jadi ketika kena Pidana dan masuk kesini mereka mulai berpikir yang aneh-aneh” diharapkan dengan melakukan kegiatan-kegiatan positif melalui Program-Program Pembinaan Kemandirian di dalam Lapas yang salah satunya Pelatihan Cuci Motor, waktu luang mereka dapat diisi dengan kegiatan-kegiatan ini, sehingga mencegah mereka untuk berpikir yang aneh-aneh dan dapat lebih memaksimalkan waktu kosong mereka yang telah diisi dengan kegiatan-kegiatan yang ada.

 

Kontributor: Gipsta Hanif