Lapas Narkotika Jakarta ikuti Studi Pembentukan Unit Layanan Disabilitas dan Penyediaan Akomodasi yang Layak di Rutan dan Lapas secara Virtual

Jakarta, LapsustikNews – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta mengikuti rapat kegiatan penelitian terkait Studi Pembentukan Unit Layanan Disabilitas (ULD) dan Penyediaan Akomodasi yang Layak di Rutan dan Lapas oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia (Puslitbangham), Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan HAM (Balitbangkumham) dengan menghadirkan Narasumber Eko Riyadi selaku Direktur Pusat HAM Universitas Islam Indonesia dan Fajri Nursyamsi selaku Direktur Advokasi dan Jaringan Pusat Studi Hukum dan Kebijakan. Senin (01/03).

Kegiatan yang diselenggarakan pukul 13.00 WIB secara virtual terpusat di Ruang Rapat Puslitbangham melalui aplikasi zoom meeting. Acara diikuti oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana / Anak Didik (Kasi Binadik) beserta jajaran, dan Kepala Urusan Umum, serta dokter selaku Tenaga Kesehatan dari Poliklinik Lapas Narkotika (LPN) Jakarta yang dilaksanakan di Aula lantai 3 gedung 1 LPN Jakarta.

Kegiatan dimaksud untuk membahas Pembentukan ULD dan juga meningkatkan pelayanan dan perawatan bagi tahanan, menjamin hak-hak warga binaan, narapidana, Anak, dan pengunjung Penyandang Disabilitas (PD) serta menjamin penyediaan akomodasi yang layak pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan.

Hal ini mendorong upaya penghormatan, pemajuan, perlindungan, dan pemenuhan hak tahanan, narapidana, dan Anak PD untuk mengembangkan diri serta mendayagunakan seluruh kemampuan sesuai bakat dan minat yang dimiliki.

Eko Riyadi menyampaikan “Salah satu upaya untuk mengoptimalkan pelayanan kepada para Penyandang Disabilitas ialah mendengarkan suara dan perspektif mereka, pentingnya keterlibatan mereka maupun organisasi PD sebagai informan”.

Fajri Nursyamsi menjelaskan permasalahan yang ditemukannya selama melakukan penelitian “Selama ini pencatatan tentang kondisi disabilitas penghuni Lapas hanya berdasarkan ingatan petugas saja. Akibatnya, banyak kondisi yang tidak terdata dan kebutuhan yang tak terakomodasi dengan baik”.

Jumadi selaku Kasi Binadik LPN Jakarta menyampaikan “Kami sangat mendukung kegiatan ini, dalam pemberian pelayanan berbasis HAM terhadap narapidana di Lapas Narkotika Jakarta selama ini sudah dilakukan perbaikan sarana dan prasarana dan menyediakan fasilitas blok khusus bagi lansia maupun penyandang disabilitas”.

Hal ini sebagai upaya untuk menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas dan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2020 tentang Akomodasi yang Layak untuk Peserta Didik Penyandang Disabilitas serta menjalankan tugas dan fungsi pemasyarakatan.

 

Kontributor : Tim Humas Lapsustik – GDE