Lapas Narkotika Jakarta ikuti Sosialisasi Indikator Survei IPK-IKM oleh Balitbang Hukum dan HAM

Jakarta, LapsustikNews – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta mengikuti sosialisasi Indikator Survei Indeks Persepsi Korupsi (IPK) –  Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang dilaksanakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan HAM (Balitbangkumham) secara virtual melalui media zoom meeting. Senin (08/02). Hal ini menindaklanjuti surat Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta Nomor : W.10-UM.01.01-125 perihal Penyampaian undangan Sosialisasi Indikator Survei IPK-IKM.

Kegiatan yang dimulai pada pukul 09.00 WIB dibuka oleh Kepala Balitbang Hukum dan HAM, Sri Puguh Budi Utami. Dalam sambutannya, Sri Puguh menjelaskan tentang konsep, urgensi, tujuan pelaksanaan survei dan pengenalan aplikasi survei 3ASinergi Tahun 2021. “Perlu dilakukan sosialiasi terkait Survei IPK-IKM, hal ini merupakan indikator untuk mengetahui layak tidaknya satuan kerja (satker) untuk diajukan kepada Kemenpan RB dalam meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM)”.

Kemudian dilanjutkan paparan oleh Willy Wibowo selaku Ketua IPK-IKM Balitbang Hukum dan HAM, dalam paparannya menjelaskan tentang perubahan survei dari tahun ke tahun dan sekarang telah menggunakan Suvei digital. “Melalui Aplikasi survei 3A sebagai media survei digital yang dapat menghitung secara otomatis berdasarkan indikator penilaian dan pembobotan yang telah ditetapkan dengan proses penghitungan secara real time. Dengan ada survei 3AS ini akan mempercepat kita dalam mengetahui hasil penilaian dari masyarakat,” ucap Willy Wibowo.

Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber yakni Kepala Pusat (Kapus) Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Asep Syarifuddin, dan Kapus Pengembangan Data dan Informasi Penelitian Hukum dan HAM Aman Riyadi.

Aman Riyadi menjelaskan tentang perubahan survei IPK/IKM setelah adanya pembaharuan dan perkembangan. “Ada sedikit perbedaan yang pertama dari sisi pertanyaan yang sudah disesuaikan dengan Menpan dan BPS. Kemudian untuk pengisian survei sekarang telah menyesuaikan situasi dan kondisi pada saat ini. Sehingga survei dapat diisi dimana saja dengan mengirim link QR Code kepada pengguna layanan,” tuturnya.

Diakhir kegiatan Asep Syarifudin menutup secara resmi kegiatan sosialisasi dan menyampaikan terima kasihnya kepada seluruh peserta. “Saya sangat berterima kasih kepada Ibu/Bapak yang telah antusias mengikuti kegiatan. Mudah-mudahan kegiatan ini bermanfaat bagi kita semua dan mudah-mudahan semua satker yang di usulkan tahun ini bisa mendapatkan predikat WBK/WBBM,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, Oga G Darmawan menyampaikan “Kita tetap optimis di tahun 2021 kita bisa meraih Predikat WBK, kita jadikan tahun lalu sebagai sebuah pengalaman untuk kita lakukan evaluasi lagi agar bisa meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat pengguna layanan maupun warga binaan”.

“Seluruh jajaran Lapas Narkotika harus berkomitmen, berikan dedikasi yang terbaik demi kemajuan Kementerian Hukum dan HAM”, ujar Kalapas.

Kontributor : Gde