Lapas Narkotika Jakarta Ikuti Pengisian Instrument Terkait Studi Pembentukan Unit Layanan Disabilitas Secara Virtual

LapsustikNews- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta mengikuti diskusi secara virtual dalam rangka pengisian instrument terkait Studi Pembentukan Unit Layanan Disabilitas (ULD) dan Penyediaan Akomodasi yang layak di Lapas dan Rutan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia (Puslitbangham), Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan HAM (Balitbangkumham).

Kegiatan yang diselenggarakan pukul 09.00 WIB secara terpusat dari Puslitbangham melalui aplikasi Zoom Meeting. Acara ini diikuti oleh Rahardjo Sudharmono selaku Kasubag Tata Usaha, Herizal Yusuf selaku Kasubsi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat), dan 1 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang mengalami Disabilitas.

Herizal Yusuf menjelaskan kepada tim Humas “Pembentukan ULD ini dalam rangka menjalankan Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas dan Peraturan Pemerintah RI Nomor 13 Tahun 2020 tentang Akomodasi yang Layak untuk Peserta Didik Penyandang Disabilitas.”

“Selain itu, pembentukan Unit Layanan Disabilitas di Lapas dan Rutan ini juga untuk menjalankan tugas dan fungsi dari Pemasyarakatan itu sendiri.” lanjut Herizal.

Sutiman, salah satu WBP yang diwawancara menjelaskan kepada tim peneliti “Di Lapas Narkotika Jakarta ini sudah terdapat sarana dan prasarana pendukung bagi kami WBP yang mengalami disabilitas.”

Kegiatan dilanjutkan dengan melakukan wawancara oleh tim peneliti kepada Lapas dan Rutan yang menjadi objek penelitian dalam studi pembentukan ULD.

 

Kontributor: Humas Lapsustik – P.S