“Kita Sebagai ASN Harus Bersikap Netral” Himbauan dari Kalapas Narkotika Klas IIA Jakarta Kepada Seluruh Jajaran Lapas Narkotika Jakarta Yang Menjadi Panitia KPPS Pemilu 2019

Jakarta, Lapsustik News  Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) 2019 Jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta yang terpilih menjadi Panitia Komisi Pemungutan Pemilihan Suara (KPPS) wajib mengikuti kegiatan arahan yang diberikan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Narkotika Klas IIA Jakarta, Senin (15/04) di Ruang Lantai III Aula Gedung Utama Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.

Kegiatan arahan ini bertujuan agar Jajaran Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta yang bertindak sebagai Panitia KPPS Pemilu 2019 mengetahui dan memahami kewajiban dalam rangka mensukseskan pelaksanaan Pemilihan Umum Pilihan Presiden dan Wakil Presiden, Partai dan Anggota Legislatif Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Republik Indonesia.

Berdasarkan Undang-Undang No.5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara yang berbunyi “Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN)  adalah Pengelolaan ASN untuk menghasilkan Pegawai ASN yang professional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme.” Merujuk aturan tersebut maka sangat jelas bahwa ASN pada Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta sudah seharusnya bersikap Netral karena bebas dari Intervensi Politik.

Kemudian Asep Sutandar selaku Kepala Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta memberikan arahan dan himbauan kepada seluruh petugas yang hadir sebagai berikut :

  1. Mohon agar kepada Jajaran Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta yang bertugas menjadi Panitia KPPS untuk membagi tugas secara baik agar semua Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta yang mempunyai e-KTP yang artinya sudah melaksanakan rekam e-KTP mau dan mampu mengikuti kegiatan pemilu dengan mencoblos apa yang menjadi pilihan mereka,
  2. Sebagai Pimpinan tertinggi di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, sangat menghimbau dan mengingatkan kembali supaya Jajaran Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta terutama yang bertugas menjadi Panitia KPPS untuk Menjaga Sikap Netral yang artinya tidak memihak ataupun mencondongkan diri kepada salah satu Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019,
  3. Upayakan semaksimal mungkin agar WBP tidak Golongan Putih (Golongan Putih) lakukan tindakan persuasif yang humanis kepada WBP, berikan pemahaman yang baik agar mereka tidak melewatkan momentum penting untuk Perubahan Kemajuan Bangsa Indonesia yang lebih baik,
  4. Dalam rangka pembangunan Zona Integritas diharapkan Kepada seluruh Jajaran Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta agar berperan aktif untuk memberikan layanan publik dan pembinaan kepada pengunjung dan WBP sehingga proses pembangunan Zona Integritas Menuju WBK/WBBM benar-benar bisa terwujud,
  5. Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta Tahun 2019 merupakan Lapas Pilot Project Medium Secuirty Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia Nomor : PAS-15.PR.01.01 Tahun  2019 Tentang Penetapan Lembaga Pemasyarakatan Pilot Project Maximum Security, Medium Secutity dan Minimum Security, yang artinya Lapas ini harus bisa meningkatkan kualitas pemberian pelayanan program pembinaan kemandirian seperti memberikan pelatihan skill dan keterampilan kepada WBP sesuai minat dan bakat yang dimiliki.
  6. Pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM adalah harga mati yang harus kita laksanakan agar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terbebas dari prilaku Korupsi, Kolusi serta Nepotisme, Stop tindakan Pungutan Liar (Pungli) dan hentikan Grativikasi.”

 

Nurmala Dewi (Kontributor Berita Lapas Narkotika Jakarta)