Jajaran Petugas Dan WBP LPN Jakarta Laksanakan Upacara Memperingati Hari Bela Negara Yang Ke-71 Tahun 2019

LapsustikNews – Dalam rangka menindaklanjuti surat edaran dari Sekretariat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM RI dengan nomor surat : SEK-UM.04.01-455 pada tanggal 02 Desember 2019 perihal : Pedoman Pelaksanaan Upacara Peringatan Ke-71 Hari Bela Negara Tahun 2019, maka Jajaran Petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan Narkotika (LPN) melaksanakan upacara memperingati Hari Bela Negara yang ke-71 Tahun 2019 di Lapangan Hijau LPN Jakarta, Rabu (19/12).

Upacara dilaksanakan serentak dimulai pada pukul 08.00 s.d 08.45 wib dan dipimpin oleh Soeistanto Pudji Djatmiko selaku Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik (Binadik) LPN Jakarta sekaligus mewakili Pejabat Pelaksana Teknis (PLT) Kepala LPN Jakarta yang berhalangan hadir. Dalam hal ini Supriyanto sebagai Kepala Subsi Administrasi Keamanan pada LPN Jakarta bertindak sebagai Komandan Upacara, Doddy Naksabani selaku Kepala Kesatuan Pengamanan LPN Jakarta bertindak sebagai Perwira Upacara. Kemudian untuk peserta upacara dihadiri oleh seluruh Pejabat Struktural, Jajaran Pegawai Pejabat Fungsional Umum (JFU) dan Tertentu (JFT) serta diikuti 500 an WBP LPN Jakarta.

Tema dari upacara ini adalah “Bela Negara Untuk Kemakmuran Rakyat” Dalam amanatnya, Soeistanto  membacakan Pidato Peringatan Hari Bela Negara dari Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional “Alhamdulillah Puji Syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat rahmat-Nya kita semua dapat kembali memperingati Hari Bela Negara yang ke-71 pada tahun ini, semenjak Mr. Syafroedin Prawiranegara mendirikan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) pada tanggal 19 Desember 1948 di Bukittinggi untuk membela kelangsungan hidup Bangsa dan Negara, berbagai wujud bela Negara telah susul menyusul silih berganti, untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap dan akan terus eksis untuk selama-lamanya.”

Soeistanto melanjutkan “ Dewasa ini kita sama-sama cermati bahwa tantangan yang dihadapi bangsa dan Negara kita, semakin hari semakin berat dan beragam bentuknya. Sebagaimana yang telah diingatkan oleh Bung Karno, bahwa perang modern bukan sekedar perang militer, melainkan peperangan yang menyangkut aspek kehidupan masyarakat. Dengan demikian, tidak hanya militer yang berperan membangun ketahanan Indonesia, tapi juga menuntut peran seluruh komponen bangsa demi kelangsungan hidup dan keutuhan NKRI.”

Soeistanto meneruskan amanatnya “Dalam aktualisasinya, Bela Negara harus disesuaikan dengan kondisi kekinian yang dihadapi oleh masyarakat secara umum serta dilandasi sinergi semua pemangku kepentingan sehingga terwujud kekuatan yang besar untuk mencapai tujuan yang besar pula. Dengan demikian, bela Negara bukan hanya menjadi alat untuk menghadapi ancaman yang bersifat potensial maupun actual, namun juga menjadi alat pencapaian tujuan nasional bangsa dalam jangka panjang yang memerlukan kerja keras serta sinergi bersama secara terus menerus.”

Akhir kata Soeistanto mengucapkan “Selamat Hari Bela Negara Tahun 2019, Jaga selalu persatuan dan kesatuan bangsa, pertebal rasa cinta tanah air dan berbuat yang terbaik bagi bangsa dan Negara sesuai tugas dan profesi masing-masing.” “Semoga Tuhan Yang Maha Esa meridhoi dan memberkahi segala kesadaran, upaya dan kebersamaan bangsa kita dalam mencapai segenap tujuan dan cita-cita kemerdekaan menuju Manusia Indonesia Paripurna berdasarkan Pancasila.” memberikan kekuatan kepada kita semua untuk terus berusaha semangat juang Bela Negara, aamiin.”

Upacara berlangsung dengan khidmat dan di tutup dengan pembacaan doa oleh Hermansyah selaku petugas pembaca doa.

Kontributor : Nurmala Dewi dan Tim Dokumentasi LPN Jakarta