26 WBP Beragama Budha Di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta Mendapatkan Remisi Khusus Hari Raya Waisak 2019

Jakarta, LapsustikNews –  Hari Raya Waisak menjadi kebahagiaan ganda bagi 26 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) beragama Budha di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta. Pasalnya, selain bisa merayakan hari raya, mereka juga mendapatkan Remisi Khusus Waisak yang Berdasarkan pada Keputusan Presiden No.174 Tahun 1999 tentang Remisi dan Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI No. PAS-463.PK.01.01.02 Tahun 2019 tanggal 13 Mei 2019 tentang Pemberian Remisi Khusus (RK) Waisak Tahun 2019 bagi Narapidana dan Anak Pidana. Menindaklanjuti hal tersebut maka  Jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta, Minggu (19/05)  melakukan kegiatan pelaksanaan pemberian remisi khusus Waisak 2019 pukul 16.00 sore di Vihara Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta yang dihadiri oleh Kepala Seksi  Bina Anak Didik (Binadik) Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta beserta Jajarannya dan diikuti oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta beragama Budha berjumlah 50 (lima puluh).

Kegiatan diawali dengan Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dilanjutkan dengan pembacaan surat keputusan terkait remisi khusus waisak Tahun 2019 oleh Imam Badrutammam sebagai Kepala Subsi Registrasi Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.

Kemudian penyerahan Surat Keputusan (SK) Remisi secara simbolis kepada dua orang perwakilan Narapidana oleh Kepala Seksi Bina Anak Didik (Ka.Sie Binadik) Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.

Dalam Sambutan yang disampaikan oleh Soeistanto selaku Kepala Seksi Binadik Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta kepada seluruh wbp yang hadir mengatakan “Sebagaimana peringatan hari besar keagamaan yang lain, pada Hari Raya Waisak tahun ini, Pemerintah juga memberikan pengurangan masa pidana (remisi) kepada narapidana dan anak pidana yang beragama Budha dan telah berkelakuan baik.” Soeis melanjutkan “ Pemberian remisi jangan dianggap sebagai bentuk kemudahan-kemudahan bagi para warga binaan pemasyarakatan untuk cepat bebas, akan tetapi pemberian remisi agar dijadikan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas diri dan sekaligus memotivasi diri sehingga dapat mendorong personil wbp kembali memilih jalan kebenaran.” Soeis menambahkan “ Kesadaran untuk menerima dengan baik kegiatan pembinaan yang dilakukan di Lapas akan berpengaruh terhadap kelangsungan kehidupan di masa mendatang yang perlu kita sadari bahwa setiap manusia mempunyai dua potensi dalam kehidupannya yaitu potensi untuk berbuat baik dan potensi untuk melakukan perbuatan buruk (jahat), sehingga siapapun bisa berbuat salah atau khilaf, namun dengan tekad dan kesungguhan hati untuk memperbaiki diri niscaya masyarakat akan memberikan apresiasi dan kepercayaan kepada wbp untuk dapat berada kembali ditengah-tengah masyarakat.”

Pada kesempatan ini Dalam wawancaranya Soeistanto juga menyampaikan kepada Tim Humas         “Dalam rangka membangun Zona Integritas dalam mewujudkan Lapas WBK/WBBM diharapkan pelaksanaan Remisi Khusus Hari Raya Waisak bagi WBP Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta bisa menjadi salah satu bukti langkah nyata komitmen kami untuk terus berupaya meningkatkan layanan dengan bersih tanpa ada perbedaan sikap dan tidak ada pungutan liar yang kami lakukan  kepada seluruh WBP yang beragama Budha di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta dimana kami membuka diri dalam Informasi, istilahnya tidak ada rahasia yang disembunykan pada kegiatan pemberian Remisi.” Soeis melanjutkan “ Kalaupun ada WBP yang tidak atau belum mendapatkan Remisinya itu bisa ditanyakan langsung kepada petugas Registrasi, saya pastikan WBP akan mendapatkan Informasi yang jelas dan akurat.”

Kegiatan dilaksanakan dengan damai, khidmat, penuh berkah dan Bagi WBP yang menerima Remisi terlihat bahagia merona dan ditutup dengan pembacaan doa serta foto bersama.

 

Kontributor (Nurmala Dewi)

Lapas Narkotika Jakarta Melaksanakan Upacara Bendera Untuk Memperingati Hari Kebangkitan Nasional Ke 111 Tahun 2019 Dengan Tema “Bangkit Untuk Bersatu”

Jakarta, LapsustikNews –  Berdasarkan surat edaran dari Kantor Wilayah DKI Jakarta dengan nomor surat W.10.UM.03-01-457 pada tanggal 15 Mei 2019 Perihal Pedoman Upacara Bendera Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke 111 Tahun 2019. Menindaklanjuti hal tersebut maka  Jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta, Senin (20/05) tepat pukul 08.00 s.d 09.00 serentak melaksanakan Upacara Bendera untuk Memperingati Hari Kebangkitan Nasional di Lapangan Upacara Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta yang diikuti oleh Pejabat Struktural, Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan 500-an Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.

Hari Kebangkitan Nasional diperingati seluruh Kementerian / Lembaga dan Elemen Bangsa Indonesia yang hari ini genap 111 tahun. Tema peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-111 Tahun 2019 secara Nasional adalah “Bangkit Untuk Bersatu” dengan tujuan Meningkatkan kembali jalinan persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pada kesempatan ini  Asep Sutandar selaku Kepala Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta bertindak sebagai Inspektur Upacara serta membacakan Pidato Amanat dari Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia yang menyampaikan “Peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang ke-111, 20 Mei 2019, kali ini sangat relevan jika dimaknai dengan teks Sumpah Palapa tersebut. Kita berada dalam situasi pasca-pesta demokrasi yang menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat kita. Kita mengaspirasikan pilihan yang berbeda-beda dalam pemilu, namun semua pilihan pasti kita niatkan untuk kebaikan bangsa. Oleh sebab itu tak ada maslahatnya jika dipertajam dan justru mengoyak persatuan sosial kita.”

Asep melanjutkan pidatonya “Alhamdulillah, sampai sekarang ini tahap-tahap pemilihan presiden dan wakil presiden serta anggota legislatif berlangsung dengan lancar. Kelancaran ini juga berkat pengorbanan banyak saudara-saudara kita yang menjadi anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara, bahkan berupa pengorbanan nyawa. Sungguh mulia perjuangan mereka untuk menjaga kelancaran dan kejujuran proses pemilu ini. Sambil mengirim doa bagi ketenangan jiwa para pahlawan demokrasi tersebut, alangkah eloknya jika kita wujudkan ucapan terima kasih atas pengorbanan mereka dengan bersama-sama menunggu secara tertib ketetapan penghitungan suara resmi yang akan diumumkan oleh lembaga yang ditunjuk oleh undang-undang, dalam waktu yang tidak lama lagi.”

Asep menambahkan dalam pidatonya “Telah lebih satu abad kita menorehkan catatan penghormatan dan penghargaan atas kemajemukan bangsa yang ditandai dengan berdirinya organisasi Boedi Oetomo. Dalam kondisi kemajemukan bahasa, suku, agama, kebudayaan, ditingkah bentang geografis yang merupakan salah satu yang paling ekstrem di dunia, kita membuktikan bahwa mampu menjaga persatuan sampai detik ini. Oleh sebab itu, tak diragukan lagi bahwa kita pasti akan mampu segera kembali bersatu dari kerenggangan perbedaan pendapat, dari keterbelahan sosial, dengan memikirkan kepentingan yang lebih luas bagi anak cucu bangsa ini, yaitu persatuan Indonesia.

Asep mengakhiri “Akhir kata, saya haturkan selamat memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang keseratus sebelas, seraya mengajak agar kita semua sebagai sesama anak bangsa secara sadar memaknai peringatan kali ini dengan memperbarui semangat gotong-royong dan kolaborasi, sebagai warisan kearifan lokal yang akan membawa kita menuju kejayaan di pentas global. INDONESIA BANGKIT! INDONESIA BERSATU!

Bertindak sebagai Perwira Upacara adalah Dody Naksabani selaku Ka. KPLP Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, Komandan Upacara ditugaskan kepada Imam Badrutammam selaku Ka.Subsi Registrasi Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, Pembawa Acara oleh Novia Biandiah, Pembacaan UUD 1945 oleh Abimantrana, Pengibar Bendera dilaksanakan oleh Pasukan Pengibar Bendera dari WBP Lapas Narkotika Jakarta yang terpilih, Dirigen oleh Dahliya Maharani, Pembacaan KORPRI dipimpin oleh Rizki Humardani, WIdi Kurniawan bertindak sebagai Ajudan Inspektur Upacara  dan Pembacaan doa oleh Syaifull.

 

Kontributor (Nurmala Dewi dan Budi Leksono)

Lapsustik Jakarta Menerima Kedatangan Tim Safari Dakwah On The Spot Metro TV

Jakarta, LapsustikNews – Jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta, Selasa (14/05) pada pukul 11.00 wib, menerima kedatangan Tim Safari Dakwah On The Spot dari Program Metro TV yang disambut hangat dan sukacita oleh Kepala Lapas beserta jajarannya di Ruang Lobby Utama Gedung Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.

Acara ini merupakan salah satu program yang dibuat oleh Metro TV untuk meningkatkan Syiar Dakwah Islam di Bulan Suci Romadhon yang ditayangkan setiap hari menjelang waktu sahur yang lebih dikenal dengan sebutan “Acara Sahur On The Spot”

Tim Safari Dakwah On The Spot terdiri dari Ustadz Taufiqurrahman selaku Penceramah yang memberikan Tausiyah untuk episode ini berisi tentang materi  tema “Menahan Hawa Nafsu” selain itu ada juga Indah Kirana sebagai Host atau Pembawa Acara dari Metro TV yang akan mendampingi sang Ustadz dalam melaksanakan safari tersebut dan Kru Kameramen dari Metro TV yang turut meliput Safari Dakwah On The Spot ini.

Asep Sutandar selaku Kepala Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta beserta Jajarannya mendampingi Tim Safari Dakwah On The Spot Metro TV berkeliling melihat ke beberapa area yang ada di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta dan Kedatangan Tim disambut dengan Penampilan Musik Marawis oleh Personil Group Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Narkotika Jakarta di Lapangan Gazebo Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta yang juga dilanjutkan dengan dialog interaktif antara Kepala Lapas Narkotika Jakarta dengan Tim Safari Dakwah On The Road ini.

Kemudian Ustadz Taufiqurahman beserta Tim melaksanakan Sholat Dzuhur berjama’ah yang dilanjutkan pemberian ceramah Kultum oleh Ustadz Taufiqurrahman di Masjid Daarusyifa yang dihadiri banyak para santri WBP Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta. Bahwa Inti yang disampaikan beliau adalah “Salah satu cara menahan hawa nafsu yaitu, mengekang syahwat dan keinginan, sebab hewan yang tidak bisa dikendalikan akan menjadi jinak dan lemah jika dikurangi porsi makannya.”

Selesai memberikan kultum Ustadz disambut hangat dan antusias oleh para santri WBP Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta yang berebutan ingin bersalaman mencium tangan beliau, sebagai tanda penghormatan rasa syukur akan hadirnya ustadz bersama Tim Kru Metro TV.

Selepas itu Tim Safari Dakwah On The Spot melanjutkan kunjungannya berkeliling ke Ruang Praktek Belajar Mengajar PKBM Pelajar Pandu Mandiri Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta menyaksikan langsung dan berdialog dengan beberapa siswa WBP Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.

Lalu Tim Safari Dakwah On The Spot mendatangi ruang Balai Latihan Kerja (BLK) Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta melihat kegiatan Program Pembinaan Kemandirian seperti Pembuatan Roti dan Perkayuan. Asep Sutandar menjelaskan kepada Tim Safari Dakwah On The Spot yang hadir “Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta memberikan layanan pembinaan kemandirian bagi WBP untuk mengisi waktu dan menyalurkan bakat dan minat sesuai kemampuan masing-masing WBP.” Asep melanjutkan “Hari ini Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta memproduksi Roti sebanyak 500 bungkus yang bekerjasama pihak Jeera selain itu bahkan  ada WBP yang telah bebas dari Lapas ini ternyata bisa bekerja menjadi karyawan di Holland bakery dengan mendapatkan penghasilan yang lumayan besar.”

Kemudian Tim Safari melanjutkan kembali kunjungannya ke Ruangan Masjid Daarusyifa Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta untuk melihat beberapa kelas santri WBP Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta yang terdiri dari kelas Ibtidiyah, Tahfidz dan Aliyah. Disini Ustadz Taufiqurahman melakukan tes sambung ayat kepada santri WBP kelas Tahfidz dan nampak para santri bisa mengikutinya dengan baik. “Masya Alloh saya kagum dengan kegiatan pesantren disini, para santri WBP mampu menjawab sambung ayat dari Ustadz.” Ucap Indah Kirana ketika melihat langsung kegiatan tersebut.

Kontributor (Nurmala dan Syaeful)

Walaupun Berpuasa, WBP Lapsustik Jakarta Tetap Gembira Penuh Semangat Ikuti Kegiatan Latihan Marawis

Jakarta Lapsustik News-  Dalam rangka mempersiapkan diri untuk memberikan penampilan terbaiknya, Senin (13/05) Personil Group Musik Marawis  Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta dengan gembira penuh semangat mengikuti latihan persiapan music marawis yang akan tampil di Hari Minggu(19/04)  mendatang di Masjid Menara 165 Jalan untuk mengisi program Damai Indonesiaku.

Walaupun berpuasa, seluruh personil group musik marawis WBP Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta tetap gembira penuh  semangat ikuti kegiatan Latihan Marawis yang dilaksanakan di Selasar Gedung II Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.

Bahkan Iqbal salah satu personil WBP sekaligus sebagai Vokalis Group Musik Marawis  Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta mengatakan kepada Tim Humas “ Alhamdulillah saya sangat senang ikut latihan ini karena mengingat pentingnya persiapan untuk penampilan yang dipercayakan kepada kami di acara TV one  di Masjid Menara 165 Minggu,(19/05) nanti, jujur kami bahagia bisa menambah pengalaman untuk terus meningkatkan potensi kami dalam bermusik.”

 

Komarudin salah satu Pegawai Jabatan Fungsional Umum jajaran Bimbingan Pemasyarakatan (Bimpas) Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta menyampaikan kepada Tim Humas “Adapun tujuan diadakannya latihan Marawis dilaksanakan agar Personil WBP Group Marawis Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta bisa lebih mempersiapkan diri untuk tampil memenuhi Undangan dalam acara TV One di Masjid Menara 165 nanti.” Harapan Komar “Semoga Personil WBP Group Marawis mampu memberikan penampilannya yang terbaik lagi,aamiin.”

 

Kontributor (Nurmala Dewi)

Siswa WBP Lapsustik Jakarta Mengikuti Rangkaian Terakhir Jadwal UNBK dan Buka Puasa Bersama Di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta

Jakarta, LapsustikNews – Tak terasa Bulan Romadhon sudah memasuki pekan pertama, telah dilalui bagi Umat Islam yang melaksanakan Ibadah Puasa begitupun dengan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta terlihat sangat menikmati segala bentuk aktivitas di Bulan Suci Romadhon 1440 H.

Terlihat di Hari Minggu, (12/05) dimulai pagi hari pukul 07.30 s.d 12.30 wib adanya pelaksanaan kegiatan terakhir dari rangkaian jadwal  Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) diikuti oleh siswa WBP Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Pandu Pelajar Mandiri yang  mengikuti program sekolah Paket B.

Sore harinya dilanjut dengan acara Buka Puasa bersama yang dikoordinir langsung oleh Hermansyah salah satu Pegawai selaku Kepala Sekolah PKBM Pandu Pelajar Mandiri Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta diikuti sebanyak 65 WBP Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta. Buka Puasa bersama dilaksanakan di Selasar Gedung II Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.

Pada kesempatan ini Hermansyah menyampaikan sambutannya kepada WBP “Alhamdulillah kegiatan UNBK semua program sekolah paket B dan C sudah selesai terlaksana dengan lancar, terimakasih kepada seluruh siswa WBP yang telah mengikutinya dengan baik, aman dan tertib, semoga mendapatkan nilai sesuai harapan.” Herman melanjutkan “Tolong jangan berhenti sampai disini dalam menimba ilmu karena sebagai manusia yang diberikan akal sudah sepantasnya kita harus terus berkreasi agar bisa memberikan manfaat bagi orang lain.”

Selepas berbuka puasa seluruh WBP melaksanakan sholat Magrib berjama’ah yang dipimpin juga oleh Hermansyah.

Setelah itu seluruh siswa WBP Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta ikut bergabung untuk melaksanakan kegiatan Sholat Isya dan Tarawih Berjama’ah di Masjid Daarusyifa yang juga dihadiri oleh 859 Santri WBP Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.

Sebagai Penceramah Ustadz Arien Albantani menyampaikan nasihatnya dengan tema Istiqomah kepada seluruh Jama’ah yang hadir “ Istiqomah merupakan jalan menuju syurga dan mendatangkan pertolongan dari malaikat, selain itu Istiqomah merupakan amalan yang paling dicintai oleh Alloh untuk itu mari senantiasa kita selalu bersyukur, Istigfar dan berikhtiar Istiqomah ketika Alloh SWT beri kesempatan bertemu dengan bulan suci Romadhon.”

Selesai pelaksanaan sholat Tarawih, WBP masih dengan semangat melanjutkan kegiatan Tadarusan Bersama yang diikuti dengan khusu dan khidmat.

 

Kontributor (Nurmala Dewi)

 

 

 

 

 

 

Gema Spirit Romadhon, Setiap Hari Jumlah Para Santri WBP Lapsustik Jakarta Bertambah Dalam Pelaksanaan Sholat Isya dan Tarawih Berjamaah

Jakarta, LapsustikNews – Bulan Romadhon adalah bulan dimana umat islam di wajibkan untuk menjalankan ibadah puasa begitupun dengan para Santri Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta menjadikan Bulan Romadhon sebagai momentum diri untuk meningkatkan kualitas ibadah. Spirit Romadhon begitu luar biasa, setiap harinya selalu bertambah jama’ah dari para Santri WBP yang aktif mengikuti berbagai kegiatan Romadhon seperti Sholat Wajib, Taraweh berjama’ah, Tadarusan baca qur’an, Buka Puasa Bersama, Kajian Rutin, I’tikaf dan lain sebagainya.

Abdul Manaf salah satu Pegawai Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta yang juga sekaligus sebagai Koordinator Kegiatan Santri WBP Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta menyampaikan kepada Tim Humas “Bahwa hari Sabtu,(11/05) malam selepas sholat Isya sejumlah 912 santri WBP melaksanakan sholat Tarawih Berjama’ah dengan tertib,aman dan lancar.” “Alhamdulillah selalu melebihi target yang diharapkan, Masya Alloh ruangan Masjid Daarusyifa penuh dengan jama’ah.” Ucap Abdul Manaf melanjutkan informasinya.

Meskipun para Santri WBP Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta berada dibalik jeruji besi namun bukanlah menjadi penghalang  bagi mereka untuk bisa mengikuti dan melaksanakan berbagai aktifitas ibadah di Bulan Romadhon yang juga merupakan bulan dimana amal ibadah kita akan dilipat gandakan , bahkan ada istilah juga tentang bulan ramadhan disebut dengan seribu bulan dan bagi siapa saja yang menjalankan puasa selama satu bulan penuh secara sempurna dan ketika lebaran datang orang tersebut akan kembali fitrah seperti bayi yang baru lahir. Hal inilah yang menjadikan motivasi besar bagi para Santri WBP untuk terus berusaha meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan diri, memohon ampunan dari sang Illahi Robbi.

Pada kesempatan ini Ustadz Syahrul Arifin menyampaikan tausiyahnya “Puasa adalah rukun keempat dari lima rukun Islam. Hukumnya wajib kepada umat Islam dan dikerjakan dengan penuh keikhlasan. Kenapa? Karena ibadah puasa ini dikerjakan tanpa diketahui orang lain, selain Allah SWT.” Syahrul menambahkan “Puasa adalah ibadah penuh rahasia, namun balasannya berlipat ganda. Mari merebut taburan pahala di bulan penuh Rahmat dan Ampunan ini.”

 

Kontributor (Nurmala Dewi )

 

Geliat Semangat Kegiatan Romadhon 700 Santri WBP Lapsustik Jakarta Padati Ruangan Masjid Daarusyifa Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta

LapsustikNews : Bulan Romadhon merupakan bulan penuh rohmat, ampunan dan keberkahan  dimana segala amal ibadah dan perbuatan baik dengan pahala berlipat ganda bagi seluruh umat islam di seluruh dunia yang mengerjakan segala bentuk ketaatan dan kepatuhan dengan rasa cinta kepada Alloh SW, begitupun dengan para santri Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta yang ingin melaksanakan ibadah Sholat, Puasa dan Baca Al-Qur’an dengan khidmat penuh khusu.

Rabu, (08/05) sebanyak 700 santri Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta dengan semangatnya memadati ruangan Masjid Daarusyifa Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta untuk melaksanakan sholat Tarawih berjamaa’ah yang diimami  oleh Ustadz Ruslan Abdul Gani.

Geliat Kegiatan Romadhon setiap harinya para santri WBP terus memenuhi ruangan Masjid Daarusyifa Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta dari mulai Sholat Isya dan Tarawih Berjama’ah, Kajian Tausiyah, Tadarusan Membaca Al-Quran dan  Buka Puasa Bersama serta I’tikaf. Semua kegiatan tersebut dilaksanakan dengan penuh semangat.

Komarudin salah satu Pegawai Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta yang bertugas piket menjadi pengawas bantuan jaga menyampaikan kepada Tim Humas “Alhamdulillah semangat antusias WBP masih sangat baik terbukti memadati Ruangan Masjid Daarusyifa untuk melaksanakan sholat berjama’ah, tadarusan dan I’tikaf bersama.” Komar menambahkan “Bahkan jumlah WBP yang datang ke Masjid melebihi dari target yang diharapkan, tentunya ini sangat baik apalagi dengan sikap mereka yang tertib dan mudah diatur.”

Kemudian Ustadz Ruslan Abdul Gani dalam tausiyah nya menyampaikan kepada seluruh Ja’maah Santri WBP yang melaksanakan Sholat Isya dan Tarawih tema tentang Menyambut Romadhon dengan Iman “Dari Abu Hurairah, ia berkata,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.”  (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760).

Yang dimaksud berpuasa atas dasar iman yaitu berpuasa karena meyakini akan kewajiban puasa. Sedangkan yang dimaksud ihtisab adalah mengharap pahala dari Allah Ta’ala. (Lihat Fathul Bari, 4: 115).

Ruslan Abdul Gani berkata, “Yang dimaksud ihtisab adalah terkait niat yaitu berpuasa dengan niat untuk mengharap balasan baik dari Allah. Jika seseorang berniat demikian, ia tidak akan merasa berat dan tidak akan merasa lama ketika menjalani puasa.”

 

Kontributor (Nurmala Dewi)

Bulan Romadhon Siswa WBP PKBM Lapsustik Paket B Tetap Semangat Ikuti UNBK Di Lapas Narkotika Jakarta

Jakarta, Lapsustik News – Menjalankan Ibadah Puasa Romadhon tidak menyurutkan semangat   bagi siswa Warga Binaan Pemasayarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta untuk bermalas-malasan ini terbukti dengan hadirnya 10 siswa WBP Program Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Pandu Pelajar Mandiri Paket B mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang diselenggarakan di Gedung 2 Ruang Praktekum Belajar Mengajar di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, Jum’at (10/05).

Hermansyah selaku Kepala Sekolah PKBM Pandu Pelajar Mandiri Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta dalam wawancaranya menyampaikan kepada Tim Humas “Pelaksanaan UNBK dimulai pukul 08.00 s.d 15.00 wib dan langsung dibuka oleh Soeistanto selaku Kepala Seksi Bina Anak Didik (Binadik) Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta yang didampingi Jajarannya.”

Selanjutnya Soeistanto menyampaikan dalam sambutannya “Mohon agar kepada peserta ujian untuk dapat mengikuti kegiatan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK-red) sesuai dengan aturan yang berlaku sehingga bisa terlaksana dengan baik, aman dan tertib.”

Berikut Ibu Sri sebagai Penilik Sekolah dari Suku Dinas Kependidikan Wilayah Kota Jakarta menyampaikan kepada Tim Humas “Adapun maksud dan tujuan saya berkunjung untuk menyaksikan sendiri proses pelaksanaan kegiatan UNBK Siswa WBP Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta berjalan dengan baik terbukti dengan fasilitas sarana prasarana dan Petugas  sekaligus Para Pengajar PKBM Pandu Pelajar Mandiri Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta yang selalu mendukung sehingga UNBK ini tampak terlihat lancar,aman dan tertib.”

Pada kesempatan ini Turut hadir Asep Sutandar selaku Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Jakarta,  meninjau dan memonitoring kegiatan tersebut dan mengaku bangga melihat semangatnya  para peserta UNBK paket B tahun ajaran 2018/2019.

Yussiska Alex Erwanto dan Yuyun merupakan  Pegawai Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta yang juga bertugas sebagai Pengawas UNBK menjelaskan kepada Tim Humas sebagai berikut perihal Jadwal Kegiatan UNBK sebagai berikut:

  1. “Jum’at , 10 Mei 2019 pukul 08.30 s.d 11.30 Mata Pelajaran yang diuji Bahasa Indonesia dilanjutkan pukul 13.00 s.d 15.00 Materi yang diujikan PPKN,
  2. Sabtu, 11 Mei 2019 pukul 07.30 s.d 15.00 Mata Pelajaran yang diuji Matematika dilanjutkan pukul 10.30 s.d 12.30 Materi yang diujikan IPS,
  3. Minggu, 12 Mei 2019 pukul 07.30 s.d 09.30 Mata Pelajaran yang diuji Bahasa Inggris dilanjutkan pukul 10.30 s.d 12.30 Materi yang diujikan IPA.”

Sampai berita ini dipublikasi proses kegiatan UNBK Program Paket B masih berlangsung dengan aman dan tertib.

 

Kontributor (Nurmala Dewi)

Lapas Narkotika Jakarta Menerima Kunjungan Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta Dalam Rangka Praktek Mengajar Orang Dewasa

Jakarta, LapsustikNews – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta menerima Kunjungan Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Selasa (07/05) dalam rangka praktek Mata Kuliah Pendidikan Orang Dewasa yang diikuti 19 Mahasiswa Jurusan Pendidikan Masyarakat Semester 4 dan 1 Dosen Pengajar yang diterima oleh Kepala Subsi Bimkemaswat Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta beserta jajarannya di Gedung 2 pada Ruang Praktek Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Pandu Pelajar Mandiri Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.

Jumadi dalam sambutannya menyampaikan “Selamat datang dan terimakasih kepada Tamu Kunjungan Mahasiswa UNJ, semoga kegiatan kunjungan ini dapat terlaksana dengan baik dan tertib sehingga tujuan dan harapan dari Mahasiswa tercapai.” Jumadi menambahkan “Kami persilahkan kepada para mahasiswa untuk melihat langsung proses kegiatan belajar dan mengajar di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.”

Pada kesempatan berikutnya Adi Irvansyah selaku Dosen Pengajar yang turut mendampingi Mahasiswa menyampaikan sambutannya “Bahwa para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP-red) merupakan masuk dalam kategori orang dewasa dimana orang dewasaitu berhak mendapatkan pendidikan, karena pendidikan itu sepanjang hayat.” Adi melanjutkan “Kedatangan para mahasiswa disini bermaksud untuk berbagi ilmu hal-hal apa saja yang sedang berkembang di masyarakat saat ini agar ketika nanti para wbp sudah berada di lingkungan masyarakat kembali sudah memiliki bekal keterampilan yang dapat dikembangkan.”

Sumiyati sebagai Administrator  PKBM Pandu Pelajar Mandiri di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta menyampaikan kepada Tim Humas “Ada 50 siswa WBP yang mengikuti kegiatan program belajar paket A,B dan C di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta  dihadirkan untuk mengikuti kegiatan Kunjungan ini.”

Selama kegiatan berlangsung nampak WBP begitu serius mendengarkan informasi yang disampaikan dari Mahasiswa dan Dosen Pengajar ketika semuanya memperkenalkan diri dan menyampaikan beberapa yang terkait dengan proses belajar mengajar.

 

 

Semarakan Romadhon Banyak Santri WBP Lapsustik Mengikuti Kajian Islam di Masjid Daarusyifa Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta

Jakarta, LapsustikNews – Berdasarkan keputusan Menteri Agama Republik Indonesia bahwa tanggal 1 Romadhon 1440 H jatuh pada hari Senin (06/05) yang disambut gembira dan sukacita oleh seluruh umat Islam di Indonesia, begitupun dengan  santri Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta dibuktikan adanya Program Santri yang selalu diikuti oleh 300 santri WBP yang di laksanakan di Masjid Daarusyifa Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.

Abdul Manaf Sebagai Koordinator Pembinaan Santri WBP di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta menyampaikan kepada Tim Humas antara lain :

  1. “Setiap hari selama bulan Romadhon para Santri WBP Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta mengikuti kegiatan Program Pesantren Romadhon,
  2. Program Pesantren diisi dengan berbagai Kajian Islami yang disampaikan oleh Penceramah yang diundang dari Luar Instansi dan atau biasanya dari Para pengurus Dewan Pengajar Santri WBP Lapas Narkotika Jakarta,
  3. Jadwal untuk hari Senin s.d Kamis diisi Kajian Islami dengan Materi, Tadarus, Kultum
  4. Setiap hari Senin s.d Minggu semua santri WBP melaksanakan buka puasa bersama yang dipusatkan di dalam Masjid Daarusyifa Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta,
  5. Untuk malam harinya santri WBP Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta mengikuti kegiatan I’tikaf diselasar blok yang telah disiapkan oleh Petugas Jajaran Bimpas Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.”

Jumadi sebagai Kepala Subsi Bimkemaswat menyampaikan kepada Tim Humas Lapas Narkotika Jakarta bahwa “Selasa (07/05)  Santri WBP Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta mengikuti kegiatan kajian rutin Romadhon di Masjid Daarusyifa Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.” Jumadi juga menjelaskan kepada Tim Humas “Pelaksanaan kegiatan kajian ini merupakan bukti komitmen kami dari Jajaran Pembinaan Anak Didik Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta yang pastinya mendapat dukungan penuh dari Kepala Lapas Narkotika Jakarta, dimana kami terus mengupayakan memberikan layanan dan memfasilitasi kebutuhan hak WBP untuk dapat melaksanakan ibadahnya dengan lebih baik lagi di bulan Romadhon ini.”

Kemudian Tim Humas melihat langsung kegiatan kajian Islam Romadhon di dalam Masjid Daarusyifa dimana ada 220 santri WBP Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta sedang khusu menyimak kajian materi yang disampaikan oleh Ustadz Saifullah dengan Tema : Bab Sholat Sunnah dengan Teori dan Praktek langsung diberikan kepada Jama’ah santri WBP Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.

Dalam tausiyahnya Ustadz Saifullah menyampaikan “Bahwa sholat sunnah yang dilaksanakan di bulan Romadhon itu pahalanya dilipatgandakan seperti sholat Dhuha minimal 2 rakaat  baiknya kita bisa laksanakan setiap harinya.”

Ustadz Saifullah menambahkan “Dalil yang mashur terkait bilangan banyaknya Rakaat dalam Sholat Dhuha itu minimal dikerjakan 2 rakaat, dengan gerakan tubuh yang sempurna sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW.”

“Pembagian Waktu Sholat Wajib itu diatur sedemikian sempurnanya yang terdiri dari Shubuh, Dzuhur, Ashar, Magrib dan Isya, yang kesemuanya mempunyai sebab dan alasan juga tujuan penting  dalam setiap kita melaksanakan perintah Alloh SWT ini, untuk itu utamakan sholat wajib dan hidupkan sholat sunnah.” Ucap Ustadz Saifullah

Selesai Kajian seluruh santri WBP Lapas Narkotika Jakarta melanjutkan dengan Tadarusan masing-masing sambil menunggu adzan Dzuhur untuk melaksanakan Sholat Dzuhur Berjama’ah.

Kontributor Berita ( Nurmala Dewi )