Kunjungan Tim Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta Bintorwasdal Laporan Keuangan, BMN Dan Progress Pembangunan WBK Di LPN Jakarta

LapsustikNews – Dalam rangka meningkatkan Akuntabilitas Layanan Publik pada proses pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Tindakan Korupsi (WBK) dan meminimalisir permasalahan dibidang Laporan Keuangan,  Barang Milik Negara (BMN) pada Lembaga Pemasyarakatan Narkotika (LPN) Jakarta, menjadikan dasar tujuan dari Tim Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Daerah Khusus Ibu Kota (Kanwil Kemenkumham DKI) Jakarta melaksanakan kunjungan untuk memberikan Bimbingan Monitoring Pengawasan Dan Pengendalian (Bintorwasdal) Laporan Keuangan, BMN dan Progress Pembangunan WBK yang dilaksanakan hari Kamis, (05/12).

Kedatangan Tim Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta yang dipimpin langsung Nunik Suryani selaku Kepala Divisi Administrasi beserta Jajarannya disambut dengan ramah oleh Eddy Junaedi sebagai Pejabat Pelaksana Teknis (PLT) Kepala LPN Jakarta yang didampingi Jajaran Strutural Bagian Tata Usaha, Pegawai Pelaksana Bendahara,Pegawai Tim Staf Pengelola Keuangan dan Tim Staf Pengelolaan BMN LPN Jakarta.

Pada proses pelaksanaan kegiatan Bintorwasdal ini dibagi beberapa bagian untuk pertama Tim Kanwil melakukan monitoring laporan keuangan LPN Jakarta yang dilaksanakan di Ruang PLT Kepala LPN Jakarta dengan melihat langsung Laporan Pelaksanaan Penyerapan Anggaran Tahun 2019. Menurut informasi yang disampaikan dari Sena selaku Bendahara LPN Jakarta kepada Tim Humas “Bahwa secara global untuk Laporan Pengelolaan Keuangan di Lapas Narkotika Jakarta telah memenuhi target atau sudah sesuai dari apa yang telah ditentukan, kalaupun masih ada penyerapan anggaran yang belum terealisasi itu dikarenakan sedang proses berjalan yang artinya memang belum selesai kegiatan di akhir tahun 2019 ini.”

Berikut untuk Laporan BMN LPN Jakarta yang juga mendapatkan Bintorwasdal dari Tim Kanwil tersebut yang dilaksanakan di Aula Lantai III Gedung I LPN Jakarta, dalam hal ini Sadi salah satu Pegawai Pengelola BMN LPN Jakarta menyampaikan kepada Tim Humas “Alhamdulillah, selama proses melihat langsung pada laporan BMN yang kami sampaikan kepada Tim Monev Kanwil,  tidak ditemukan barang temuan dan untuk Penetapan Status Penggunaan (PSP) BMN dengan nilai harga barang kurang dari 100 juta tidak ada kendala hanya menunggu Surat Keputusan dari Sekretariat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM RI.”

Selain Laporan Administrasi Perihal Laporan BMN LPN Jakarta, Jajaran Tim Staf Pegawai Pengelolaan BMN LPN Jakarta pun memperlihatkan kondisi barang untuk mengecek  nama, jumlah dan nilai harga barang kepada Tim Monev dari Kanwil tersebut sebagai bentuk pembuktian bahwa memang Laporan BMN yang telah dibuat sesuai adanya.

Selanjutnya Tim Kanwil berkunjung melihat Progress Pembangunan Zona Integritas menuju WBK pada LPN Jakarta yang dilakukan di Gedung I dibagian tempat pendaftaran kunjungan. Selama proses monitoring yang dilakukan terlihat Tim Pokja WBK LPN Jakarta yang dipimpin langsung oleh Lis Susanti selaku Kepala Subbag Tata Usaha LPN Jakarta bersama Tim Kesekretariatan WBK semangat menyampaikan Laporan Pemberkasaan Data Dukung WBK  dan menunjukan Pembuktian pelaksanaan kegiatan perubahan yang lebih baik pada Layanan Publik di LPN Jakarta.

Firman Aditya salah satu Tim Kesekretariatan WBK LPN Jakarta menyampaikan kepada Tim Humas “Menurut Tim Kanwil selama proses monitoring berjalan mengatakan kepada kami bahwa untuk Laporan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM-red) yang telah disampaikan oleh Tim Kesekretariatan WBK Lapas Narkotika Jakarta sudah sangat baik dan memuaskan tapi bukan berarti harus berhenti sampai disini, karena Survey IKM ini tetap harus dilanjutkan dan terus ditingkatkan.”

 

 

Kontributor : Nurmala Dewi  dan Tim Dokumentasi LPN Jakarta

Lapas Narkotika Jakarta Berselimut Asap

LapsustikNews-Ada pemandangan berbeda di Lapas Narkotika Jakarta pada jumat pagi (6/12), Seluruh Blok Hunian dipenuhi asap putih pekat,  bukan karena ada kebakaran tetapi sedang dilakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui tindakan pengasapan/fogging.

Eddy Junaedi selaku Plt. Kepala Lapas Narkotika Jakarta sangat mendukung kegiatan seperti ini “Saya sangat mendukung apapun kegiatan positif yang dilakukan demi meningkatkan kualitas layanan kepada narapidana di Lapas Narkotika Jakarta dan selama melakukan koordinasi antara tiap seksi, serta tidak mengganggu WBP yang terbukti dengan tetap berjalannya Layanan Kunjungan secara lancar seperti biasa”,  ucapnya kepada tim humas.

Lis Susanti selaku Kepala Sub Bagian Tata Usaha juga menambahkan bahwa Kegiatan rutin ini sebagai bentuk antisipasi penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) terutama kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) serta pegawai Lapas Narkotika Jakarta.  “karena sudah mulai memasuki musim penghujan, maka perlu dilakukan fogging untuk membasmi nyamuk dan jentik yang berpotensi menyebabkan wabah DBD”, tegasnya.

  

Fogging dilaksanakan dengan menyusuri Kamar Blok Hunian, Saluran air, Kamar Mandi.  Tampak WBP berkumpul di lapangan saat petugas melakukan fogging di dalam Blok Huniannya.

 

Salah satu Warga Binaan menyampaikan bahwa sangat senang terhadap kegiatan ini, bahkan mereka rela kamar dan kolong tempat tidurnya diberi asap, karena sadar akan bahaya penyakit DBD dan Sesuai dengan Peribahasa Lebih Baik Mencegah daripada mengobati.

 

 

 

 

 

 

 

Kontributor : Firman. A  |  Dokumentasi : Ayep

Antusiasme Napi LPN Jakarta Penuhi Posko Pelayanan Crash Program Integrasi PB,Asimilasi,CMB dan Remisi

LapsustikNews –  Dalam rangka menindaklanjuti Surat Edaran dari Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kemenkumham Daerah Khusus Ibukota Jakarta dengan nomor W.10.PAS.PK.01.01-417 pada tanggal 15 November 2019 perihal Penanganan Overkapasitas (Crash Program Reintegrasi Sosial) menjadikan semangat bagi seluruh Jajaran Petugas Bimbingan Narapidana/Anak Didik (Binadik) Lembaga Pemasyarakatan Narkotika (LPN) Jakarta membuka Posko Layanan Crash Program Pembebasan Bersyarat (PB) dan Cuti Menjelang Bebas (CMB) yang diperuntukkan bagi Narapidana LPN Jakarta.

Begitu mendapatkan arahan dari Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta, Jajaran Petugas Binadik LPN Jakarta segera membuka Posko Layanan yang dibuka sejak tanggal 01 Desember 2019 di Gazebo Lapangan Hijau LPN Jakarta.

Jumadi selaku Kepala Subsi Bimkemaswat LPN Jakarta menyampaikan Informasi kepada Tim Humas LPN Jakarta “Alhamdulillah, selama membuka layanan posko ini kami sudah berhasil mengumpulkan sebanyak 86 Narapidana (Napi) yang memang memenuhi syarat untuk dilaksanakan Crash Program tersebut.” Jumadi melanjutkan “Persyaratan yang harus dipenuhi bagi Narapidana yang akan menerima layanan Crash Program ada dua yaitu pertama Narapidana sudah menjalani masa pidana  2/3 sebelum tanggal 31 Desember 2019 dikurangi dengan remisi yang ada dan yang kedua vonis yang dijatuhkan kepada Narapidana hukumannya harus dibawah 5 tahun yang artinya Napi kena hukuman 4 tahun atau non PP 99 tahun 2012.” Jumadi mengakhiri “Kemudian data sebanyak 86 Narapidana ini akan kami tindaklanjuti ke Balai Pemasyarakatan Jakarta Timur-Utara untuk diusulkan agar dilakukan proses Penelitian Masyarakat (Litmas-red).” Harapan Jumadi “Semoga dengan adanya layanan Crash Program ini mampu memberikan solusi dalam penanganan overkapasitas yang menjadi masalah utama disetiap Lapas.”

Adanya Layanan Crash Program ini disambut antusias oleh Narapidana (Napi) terbukti selama layanan dibuka hampir semua Posko dipenuhi oleh mereka. Selain itu menurut Informasi yang didapatkan dari Muhammad Arif Makmur yang merupakan salah satu Jajaran Petugas Binadik LPN Jakarta menyampaikan kepada Tim Humas “Setelah Posko Crash Program, berikutnya akan dibuka Posko Layanan Internal setiap hari Senin Pagi dengan titik fokusnya adalah tentang kepengurusan PB,CMB dan Remisi.”

 

Kontributor : Nurmala Dewi dan Tim Dokumentasi LPN Jakarta

Rudenim Jakarta melakukan Studi Tiru Ke Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta

Jakarta, LapsustikNews – Tim dari Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Jakarta melakukan Study Tiru ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta hari Kamis (05/12). Kedatangan Tim dari Rudenim Jakarta yang dipimpin Kepala Seksi Perawatan dan Kesehatan, Slamet Wahyuni berjumlah 14 orang yang terdiri dari 6 Pegawai dan 8 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Angkatan 2018, mendapat sambutan hangat Kepala Pengamanan Lapas Narkotika Jakarta Dody Naksabani dan staf.

Dalam diskusi yang berlangsung hangat tersebut, tim yang berkunjung ingin mengetahui lebih dalam terkait inovasi apa saja yang ada di Lapas Narkotika Jakarta.

Pada kesempatan itu, Ka. KPLP menjelaskan mekanisme pengamanan dan ketertiban yang dijalankan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengamanan di Lapas Narkotika Jakarta. Dody menambahkan tentang inovasi yang berkaitan dengan layanan kunjungan, yaitu menggunakan SDP (Sistem Database Pemasyarakatan) dan sistem kerja Regu Pengamanan. “Diharapkan setelah studi tiru ini Rudenim Jakarta mendapatkan gambaran dan mampu mengadopsi sistem pengamanan, kebijakan dan strategi yang diterapkan di Lapas Narkotika Jakarta dalam menghadapi para Deteni yaitu orang asing yang dikenai tindakan administratif keimigrasian beserta para imigran gelap yang ditahan.” Pungkas Dody.

Kemudian Tim Rombongan melanjutkan kegiatan Study Tiru yang didampingi langsung oleh Ka.KPLP beserta staf dengan berkeliling melihat area Layanan Kunjungan, Informasi Pengaduan, Dapur serta Blok Hunian yang ada di Lapas Narkotika Jakarta.

Salah satu peserta rombongan atas nama Rio, sebagai CPNS angkatan 2018 menyampaikan kesannya kepada Tim Humas Lapas Narkotika Jakarta, “Kegiatan studi tiru ini sangat bermanfaat untuk saya sebagai laporan Aktualisasi dan Lapas Narkotika Jakarta tempatnya tertata dan bersih.”

 

Kontributor : Gde Dwaja ( Tim Humas Lapas Narkotika Jakarta )

Pelaksanaan Litmas Untuk Narapidana Oleh Bapas Jakarta Timur Utara Dalam Rangka Crash Program Usulan PB dan CMB Di LPN Jakarta

LapsustikNews, Rabu (04/12) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta menerima kunjungan dari Bapas Timur Utara dalam rangka menidaklanjuti Surat Edaran dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nomor : Pas-1386.PK.01.04.06 Tahun 2019 tentang Pelaksanaan Crash Program Pemberian Cuti Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas Serta Pembebasan Bersyarat Bagi Anak Dan Narapidana Di Lapas Narkotika Klas II A Jakarta.

Pelaksanaan Crash program ini dilaksanakan sebagai bentuk penyederhanaan persyaratan administratif terhadap usulan pemberian Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas dan Cuti Bersyarat bagi Anak dan Narapidana tindak pidana umum, berupa penyederhanaan isi dokumen Penelitian Kemasyarakatan yang dibuat oleh Pembimbing Kemasyarakatan, penunjukkan Pembimbing Kemasyarakatan sebagai penjamin, di karenakan Anak dan Narapidana yang bersangkutan tidak memiliki penjamin.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 86 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan  Narkotika Klas IIA Jakarta dan 12 orang petugas Pembimbing Kemasyarakatan dari Bapas Timur Utara didampingi Langsung Kasubsi Bimkemaswat beserta Jajaran Staf Bimkemaswat.

Selanjutnya, Jumadi selaku Kasubsi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan Lapas Narkotika Klas II A Jakarta menyampaikan“.usulan permohonan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Narkotika Klas II A Jakarta yang di ikut sertakan dalam kegiatan  Crash Program ini adalah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan kriteria bukan termasuk WBP yang diatur dalam PP 99 Tahun 2012 dan memiliki masa hukuman di bawah 5 tahun. adapun Data WBP tersebut diambil melalui Sistem Database Pemasyarakatan dengan melampirkan persyaratan kelengkapan dokumen yang dibutuhkan. selanjutnya berkoordinasi dengan Kepala Balai Pemasyarakatan Timur Utara dalam pemenuhan dokumen Penelitian Kemasyarakatan dan Surat Jaminan yang dibutuhkan sebagai salah satu persyaratan administratif pemberian Cuti Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas dan Pembebasan Bersyarat melalui metode crash program.”

Kegiatan Crash Program Pemberian Cuti Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas Serta Pembebasan Bersyarat Bagi Anak Dan Narapidana di Lapas Narkotika Klas II A Jakarta dilaksanakan pada pukul 14.00 wib. Selama kegiatan berlangsung, terlihat WBP sangat antusias dalam mengikuti kegiatan, Pada saat ditemui Tim Humas salah satu WBP menyampaikan “Saya sangat senang dengan adanya program Crash Program.”

Kontributor : Heri Pratama (Tim Humas LPN Jakarta)

Optimalisasi Kesehatan Jiwa WBP LPN Jakarta

Jakarta,LapsustikNews, Rabu (04/12) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta menerima kunjungan dari Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Indonesia dalam rangka Praktikum Lapangan tentang Optimalisasi Kesehatan Jiwa. Kegiatan tersebut diikuti oleh 56 Mahasiswa, didampingi oleh 4 orang pendamping dan disambut langsung oleh Jajaran Pejabat Struktural Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.

Ice Yulia Wardani selaku ketua Tim Praktikum Lapangan dari Universitas Indonesia menyampaikan “ Ucapan terimakasih atas sambutan yang sangat baik dari Jajaran Pejabat Struktural Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh Mahasiswa kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).”

Selanjutnya, Soeistanto Poedji Djatmiko selaku Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik memberikan sambutan “Alhamdulillah, terimakasih atas kunjungan Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Indonesia, semoga kegiatan ini banyak memberikan manfaat untuk WBP dalam hal kesehatan jiwa.”

Kegiatan Praktikum Lapangan dilaksanakan selama 2 hari. Di hari pertama kegiatan yang dilakukan adalah pengenalan terhadap WBP, pengkajian, serta memberikan quisoner kepada WBP. Kesehatan jiwa merupakan salah satu aspek kesehatan yang sangat mempengaruhi kesehatan secara umum, daya tahan dan daya adaptasi. Masalah kesehatan jiwa yang timbul, tidak saja berdampak terhadap individu, namun juga menimbulkan masalah sosial seperti kekerasan, tindakan bunuh diri, penyalahgunaan napza, dan dapat menurunkan produktivitas. Di hari kedua kegiatan yang dilakukan adalah manajemen stress, dan pengendalian  emosional.

Pada kesempatan yang sama salah satu Mahasiswa menyampaikan “Alhamdulillah, saya sangat senang dapat mengaplikasikan ilmu yang telah saya peroleh kepada WBP di Lapas Narkotika, ini merupakan pengalaman pertama saya dan ternyata di dalam Lapas tidak seekstrim yang saya bayangkan.”

Selama kegiatan berlangsung, terlihat WBP sangat antusias dalam mengikuti kegiatan, dan mahasiswa pun sangat senang dalam memberikan materi tersebut. Pada saat ditemui Tim Humas salah satu WBP menyampaikan “Saya sangat senang dengan adanya kegiatan ini, saya dapat menambah pengetahuan mengenai kesehatan jiwa dan manajemen stress.”

Kegiatan ini ditutup langsung oleh Eddy Junaedi selaku Plt Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.

Kontributor : Syaeful  Dokumentasi : Fahrurrozi

Ka.DIV PAS DKI Jakarta Tegas Menyatakan “Sangat Yakin Dan Optimis LPN Jakarta Siap Laksanakan Program Rehabilitasi Sosial Dan Medik Sebanyak 1400 Narapidana”

Lapsustiknews :  Mengingat bahwa Lembaga Pemasyarakatan Narkotika (LPN)  Jakarta merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Lapas yang ditunjuk  oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk  menjadi tempat penyelenggara pelaksanaan Program Rehabilitasi Sosial dan Rehabilitasi Medik se-Indonesia. Rabu, (04/12) Pejabat Pelaksana Teknis (PLT) Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika (LPN) Jakarta beserta Jajarannya disambangi oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta dalam rangka meninjau langsung kesiapan seluruh Jajaran Petugas LPN Jakarta terutama pada Jajaran Bimbingan Narapidana/Anak Didik (Binadik) LPN Jakarta untuk melaksanakan Program Rehabilitasi Sosial sebanyak 1000 dan Rehabilitasi Medik sebanyak 400 Narapidana LPN Jakarta.

Kehadiran R. Andhika Dwi Prasetya selaku Kepala Divisi Pemasyaratan (Ka.Div Pas) Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta disambut dengan semangat oleh Eddy Junaedi selaku PLT Kepala LPN Jakarta beserta jajarannya. Kemudian Ka. Div Pas didampingi oleh Plt Kepala LPN Jakarta dan Jajaran Struktural LPN Jakarta lainnya ikut mengecek kesiapan apa saja yang masih kurang baik itu dari Fasilitatif dan lainnya. Selama peninjauan berlangsung terlihat raut ekspresi Ka. Div Pas sangat senang karena dapat melihat langsung proses kesiapan dari Jajaran Petugas LPN Jakarta yang nampak bersungguh-sungguh melaksanakan rencana besar Program Rehab tersebut. 

Hal ini terbukti dari hasil wawancara kepada R. Andhika selaku Kepala Divisi Pemasyarakatan  yang menyampaikan kepada Tim Humas  “Saya sangat yakin dan optimis bahwa Lapas Narkotika Jakarta akan siap melaksanakan Program Rehabilitasi Sosial dan Rehabilitasi Medik sebanyak 1400 Narapidana.”  Selanjutnya R. Andhika pun menambahkan “Saya sangat berterimakasih kepada Jajaran Petugas Lapas Narkotika Jakarta, karena sudah membuktikan berbagai upayanya untuk mempersiapkan diri dalam rangka mensukseskan Program Rehab tersebut.” Lalu R. Andhika mengakhiri “Semoga dengan adanya Program Prioritas Nasional ini Lapas Narkotika Jakarta berhasil dan sukses menyelenggarakannya dan akan semakin banyak para Pecandu Narkotika bisa berubah dan diharapkan mampu berhenti total dari jeratan obat-obatan terlarang.”

Kemudian pada kesempatan yang sama Eddy Junaedi selaku PLT Kepala LPN Jakarta menyampaikan kepada Tim Humas “Bahwa Kami mewakili Jajaran Petugas Lapas Narkotika Jakarta akan mempersiapkan diri dengan maksimal untuk melaksanakan Program Prioritas Nasional ini yang nanti dilaksanakan pada tahun 2020 baik itu dari sisi kesiapan Personil Sumber Daya Manusianya, Fasilitas Sarana dan prasarana serta pastinya juga  Pengelolaan Anggaran yang nantinya akan kami siapkan dan laksanakan dengan sebaik-baiknya.”

 

Kontributor Berita : Nurmala Dewi ( Tim Humas LPN Jakarta )

Jajaran Pegawai LPN Jakarta Ikuti Penyuluhan Pencegahan Deteksi Dini Kanker Dan Tumor Bersama Yayasan Sosialisasi Kanker Indonesia

LapsustikNews –  Dalam rangka menindaklanjuti surat dari Yayasan Sosialisasi Kanker Indonesia (YSKI) dengan nomor surat 003/SPS/YSKI-DKI Jakarta pada tanggal 27 November 2019 perihal Permohonan Sosialisasi Kanker dan Tumor. Rabu, (04/12) Jajaran Pegawai Lembaga Pemasyarakatan Narkotika (LPN) Jakarta mengikuti kegiatan Penyuluhan Kesehatan tentang Pencegahan Deteksi Dini Kanker dan Tumor yang di laksanakan di Gedung I Aula Lantai III LPN Jakarta.

Kegiatan dimulai dari pukul 09.00 s.d 10.00 wib disambut gembira oleh Jajaran Pegawai LPN Jakarta dan dihadiri 2 Petugas Penyuluhan dari YSKI. Hafrifki salah satu Petugas Penyuluh memberikan Sosialisasi terkait pentingnya mengetahui Pencegahan Deteksi Dini Kanker dan Tumor.

Dalam hal ini Hafrifki menyampaikan dalam materinya “Kanker merupakan suatu perubahan sel normal menjadi tidak normal (abnormal), Kanker bisa berawal dari Tumor dan  Tumor itu sendiri terbagi menjadi dua bagian yaitu Tumor Jinak dan Ganas.” Hafrifki melanjutkan “Tumor jinak Pertumbuhanya lambat, tapi bila dibiarkan dan tidak segera ditangani dikhawatirkan akan berubah menjadi Tumor Ganas dan kalau sudah menjadi ganas itulah yang dinamakan dengan KANKER ( Cancer ) dan Sel Kanker bisa berpindah kebagian tubuh lain melalui pembuluh darah (Metastasis).” Hafrifki menambahkan “Kanker Prostat, Rahim dan Payudara merupakan penyakit kanker yang paling banyak di Indonesia, maka dari itu disini saya sampaikan betapa pentingnya informasi yang harus diketahui dan difahami oleh kita untuk mencegah terjadinya penyakit yang mengerikan tersebut.” Hafrifki menjelaskan “Pencegahan deteksi dini agar terhindar dari penyakit kanker yang paling utama adalah menjaga pola makan dan hidup yang sehat lalu lakukan cek kesehatan secara rutin supaya bila muncul tanda gejala penyakit tersebut ada akan lebih awal diketahui dan proses pengobatan pastinya akan lebih besar peluangnya untuk sembuh.”

Terlihat semua peserta yang hadir mengikuti kegiatan penyuluhan terbukti dengan adanya beberapa peserta yang aktif bertanya kepada narasumber terkait dengan materi yang disampaikan.

 

Kontributor : Nurmala Dewi dan Tim Dokumentasi LPN Jakarta

LPN Jakarta Gelar Upacara Peringati Hari KORPRI Ke-48 Tahun 2019 Dengan Tema: Berkarya, Melayani dan Menyatukan Bangsa

LapsustikNews : Penuh dengan semangat seluruh Jajaran Petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pada Lembaga Pemasyarakatan Narkotika (LPN) Jakarta melaksanakan kegiatan Upacara Pengibaran Bendera Peringati Hari Ulang Tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) yang digelar pada Hari Jum’at, (29/11) di Lapangan Hijau LPN Jakarta.

Upacara diikuti seluruh Pejabat Struktural, Pegawai dan sebanyak 500 WBP LPN Jakarta dimulai dari pukul 08.00 s.d 08.45 wib. Meskipun dalam keadaan panas terik tak melunturkan semangat bagi Peserta upacara yang hadir mengikuti rangkaian upacara tersebut, terlihat semua mengikuti dengan khidmat dan tertib dari awal hingga selesai. Upacara di pimpin langsung oleh Pejabat Pelaksana Teknis (PLT) Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Narkotika Klas IIA Jakarta. Eddy Junaedi selaku Pembina Upacara, Farid Wajdi Kepala Sub Seksi Pelaporan Tata Tertib sebagai Komandan Upacara dan Kepala KPLP LPN Jakarta Dody Naksabani selaku perwira upacara.

Dengan mengusung Tema : Berkarya, Melayani dan Menyatukan Bangsa, selaku PLT Kepala LPN Jakarta menyampaikan amanat dari Presiden Joko widodo “ Saat ini, kita berada di dunia yang berubah dengan cepat, yang sangat berbeda dengan dua puluh, tiga puluh atau empat puluh tahun yang lalu. Revolusi jilid ke-4 telah mendisrupsi tapi juga dalam cara mengelola pemerintahan.” Eddy melanjutkan “ Dalam menghadapi perubahan dan persaingan itu, kita tidak boleh takut, kita harus menghadapi persaingan itu dengan cara-cara baru, dengan terobosan-terobosan baru. Kecepatan kreativitas dan inovasi adalah kunci. Cara-cara lama yang monoton, yang tidak kompetitif tidak bisa diteruskan lagi. Kita harus lebih cepat dan lebih baik dibandingkan dengan Negara lain.” Eddy mengakhiri “Karena itu, saya mengajak seluruh anggota KORPRI untuk mengambil jalan perubahan, melakukan Reformasi Birokrasi secara berkelanjutan. Tidak ada lagi kerja rutinitas, Birokrasi harus berubah. Kita harus membangun nilai-nilai baru dalam bekerja, cepat beradaptasi dengan perubahan.” “ Mari terus bergerak mencari terobosan baru, terus menerus melakukan inovasi untuk lebih cepat melayani rakyat menjadi kunci reformasi birokrasi.” Ujar Eddy.

Akhirnya kepada segenap jajaran KORPRI dimanapun bekerja selamat menunaikan tugas dan kewajiban lanjutkan pengabdian dan karya terbaik bagi masyarakat bangsa dan negara, Dirgahayu Korps Pegawai Republik Indonesia yang ke – 48 KORPRI maju terus.

Upacara berlangsung kurang lebih selama 1 jam dengan khidmat dan di tutup dengan pembacaan doa oleh Muhammad Arif Makmur selaku petugas pembaca doa.

Kontributor Berita : Nurmala Dewi Bersama Tim Dokumentasi LPN Jakarta

Pentas Seni dan Keakraban PKBM di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta

LapsustikNewsKamis, (27/11) Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Pandu Belajar Mandiri Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta mengadakan kegiatan Pentas Seni dan Keakraban. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung II Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.

 

Pentas Seni dan Keakraban dihadiri oleh beberapa Instansi yang mendukung Program Pembinaan Lapas Narkotika Klas IIa Jakarta, antara lain : Dinas Provinsi DKI Jakarta, Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur, Dosen Pembimbing PKBM Pandu Belajar Mandiri dari Universitas Negri Jakarta (UNJ) dan Keluarga Warga Binaan yang mengikuti program PKBM 

Kegiatan tersebut diawali dengan penampilan D`Sustik Band, yang dilanjutkan menyanyikan Mars PKBM yang dibawakan oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta. dan Pemutaran Film Dokumenter PKBM.

Dalam sambutannya Hermansyah selaku Kepala PKBM Pandu Belajar Mandiri Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta menyampaikan “ Terimakasih kepada semua pihak yang selalu mendukung kegiatan PKBM di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.” Beliau juga menambahkan bahwa antusias WBP dalam mengikuti program PKBM semakin meningkat, pada tahun 2018 ada 30 siswa dan pada tahun 2019 ada 79 siswa, “ucap Hermansyah.  Eddy Junaedi selaku Kepala Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta menyampaikan “Seluruh pihak untuk membantu program PKBM terutama dukungan dari pihak keluarga, penerimaan yang tulus dari keluarga sehingga ketika keluar dari Lembaga Pemasyarakatan bisa menjadi lebih baik dan berguna bagi keluarga.”

Kemudian dilanjutkan dengan pemberian cindera mata kepada Instansi yang mendukung program PKBM di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta. Setelah kegiatan tersebut dilanjutkan dengan penyampaian pidato oleh WBP menggunakan 3 bahasa,yaitu : Bahasa Indonesia, Inggris,dan Jepang. Dalam pidatonya WBP menyampaikan “ Terimakasih kepada petugas atas kesempatan yang diberikan untuk dapat menimba ilmu selama berada di Lembaga Pemasyarakatan dan semangat yang selalu diberikan oleh petugas sehingga WBP semakin bersemangat dalam mengikuti program.” Selanjutnya dilanjutkan dengan beberapa penampilan dari siswa PKBM.

Selama kegiatan pentas seni berlangsung terlihat siswa PKBM dan keluarga terlihat sangat terhibur.

Kontributor Berita :Syaeful Dokumentasi: Firman