Forum Group Discussion (FGD) “Efektivitas Program Rehabilitasi Narapidana Narkotika UPT Pemasyarakatan”

Dalam rangka upaya mendukung program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di UPT Pemasyarakatan seluruh Indonesia, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Hukum dan HAM RI (BALITBANG), menggandeng seluruh elemen masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam mewujudkan Indonesia Bebas Narkoba.

Berbagai upaya dilakukan guna menekan peningkatan jumlah penyelahgunaan dan peredaran gelap Narkoba di Indonesia. Salah satunya adalah dengan menggelar kegiatan “Forum Group Discoussion” (FGD) dan melibatkan lembaga ataupun institusi yang memberikan pengaruh besar terhadap masyarakat. Guna mewujudkan upaya tersebut.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenkumham menggelar kegiatan diskusi yang bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi DKI Jakarta (BNNP), Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Balai Pemasyarakatan (BAPAS), Tim Medis Dari UPT Pemasyarakatan DKI Jakarta, Tim Medis dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta, dan diselenggarakan di Aula Lapas Narkotika Jakarta, Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (12/9).

Kegiatan penelitian tersebut berjudul “Efektivitas Pelaksanaan Rehabilitasi Penyalah Gunaan Narkotika di Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan “ yang dibuka oleh Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BALITBANG KEMENKUMHAM), Aman Riyadi, S.I.P, S.H., M.Si. Dalam paparannya, Aman Riyadi mengatakan latar belakang penelitian  ini, yaitu untuk menggali persoalan yang muncul, terkait meningkatnya jumlah pengguna Narkotika dan Efektivitas Pelaksanaan Rehabilitasi Pengguna Narkotika di UPT Pemasyarakatan.

Selanjutnya diskusi dipimpin oleh Taufik H. Simatupang selaku Peneliti Madya Pada BALITBANG Kemenkumham , Taufik memulai dengan memfokuskan pada 7 point permasalahan yang akan dipecahkan, salah satunya yaitu tentang Efektivkah Pelaksanaan Rehabilitasi yang sudah dilaksanakan di UPT Pemasyarakatan ? Pada kesempatan itu juga, Winanti selaku koordinator program rehabilitasi di Lapas Narkotika Jakarta turut memberikan tanggapan terkait pertanyaan tersebut.

Winanti menjelaskan bahwa Program Rehabilitasi Pengguna Narkotika yang dilaksanakan di Lapas Narkotika Jakarta sangat efektif sekali, dan sudah dirasakan sendiri  dampak positifnya oleh para peserta Rehabilitasi. Program rehabilitasi tentunya harus terus didukung oleh berbagai pihak terkait, dan adanya kapasitas SDM yang mumpuni dalam bidang rehabilitasi, sarana atau fasilitas dan tentunya anggaran rehabilitasi, ketiga point ini merupakan kendala saat ini yang ada di Lapas Narkotika Jakarta, pungkas Winanti.

Pada tahun 2018, Narapidana narkotika yang dikategorikan sebagai pengguna narkotika seluruh Indonesia berjumlah 41.979 orang. Berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan, penyalahgunaan narkotika wajib direhabilitasi.

Oleh karena itu Ditjen Pemasyarakatan mengeluarkan kebijakan yang menetapkan 128 UPT Pemasyarakatan sebagai penyelenggara rehabilitasi dengan target peserta rehabilitasi tahanan dan Warga Binaan Pemasyarakatan pada tahun 2018 sebanyak 6000 orang.

Namun dalam implementasinya, pelaksanaan pelayanan rehabilitasi narkotika tersebut hanya diikuti oleh 2735 tahanan dan WBP yang dilakukan di 63 UPT Pemasyarakatan yang terdiri dari Rehabilitasi medis diikuti 154 orang, Rehabilitasi social sebanyak 2270, dan Pascarehabilitasi sebanyak 311 orang. Kondisi ini menunjukan bahwa belum semua WBP pecandu narkotika mendapatkan rehabilitasi, sehingga secara medis masih ketergantungan dan berpotensi terjadinya peredaran narkotika di dalam Lapas serta kembali melakukan penyalahgunaan narkotika setelah bebas.

Pada akhir diskusi, Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BALITBANG KEMENKUMHAM), menegaskan untuk segera membuat Memorandum of Understanding (MOU) dengan Kementerian Sosial, agar mendapatkan bantuan dana program rehabilitasi  dan pascarehabilitasi penyalahgunaan narkotika.

Di samping itu, kegiatan ini pun diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat lainnya dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba di Indonesia.

Kontributor : Firman Aditya, Ayep ( Tim Humas LPN Jakarta )