LPN Jakarta Mengikuti Teleconfrance Evaluasi Perlakuan Khusus WBP Lanjut Usia

Jakarta, LapsustikNews- Jum’at (20/11) Jajaran Bimbingan Narapidana / Anak Didik (Binadik) beserta Tim Medis Lapas Narkotika Jakarta mengikuti kegiatan teleconference melalui aplikasi zoom meeting mengenai “Evaluasi Perlakuan Khusus WBP Lanjut Usia di Lembaga Pemasyarakatan” yang diadakan oleh BALITBANG HAM(Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan Hak Asasi Manusia).

Kegiatan ini dibuka oleh Sri Puguh Budi Utami selaku  Kepala BALITBANG HAM, dan selaku Narasumber Yunaedi yang menjabat sebagai Pembimbing Kemasyarakatan Utama dan A. Yuspahruddin yang menjabat sebagai Direktur Perawatan Kesehatan dan rehabilitasi,Direktorat Jendral Pemasyarakatan, serta selaku Reviewer Gatot Goei,  dari CDS( Center for Detention Studies).

Tujuan dari Kegiatan ini adalah Meningkatkan Pelayanan terhadap para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP)yang sudah lanjut usia atau lasia untuk di perlakukan secara khusus sesuai dengan Permenkumham Nomer 32 Tahun 2018 di Lapas dan Rutan seluruh Indonesia.

Kesimpulan dari kegiatan tersebut terbagi menjadi 3 bagian , yaitu:

  • Kebijakan, belum tersedianya petunjuk pelaksana atau petunjuk yang bersifat teknis dari Permenkumham Nomer 32 Tahun 2018 tentang pemberian perlakuan khusus bagi WBP lanjut usia di Lapas dan Rutan yang berdampak pada penafsiaran yang berbeda-beda di setiap Lapas dan Rutan.
  • Kesiapan, menunjukan belum adanya perencanaan secara komprehensif atau menyeluruh yang meliputi analisa terhadap manajemen resiko kebijakan; pembahasan terhadap mitigasi; pembahasan terhadap kesiapan SOP, SDM, anggaran, kewenangan, dan sarana prasarana yang dilakukan dalam pemberian perlakuan khusus bagi narapidana. Hal yang demikian menjadi penting dan strategis untuk dapat menentukan langkah-langkah atau alternatif lain ketika kebijakan yang ada dinilai menjadi tidak optimal.
  • Implementasi, sejalan dengan ketiadaan petunjuk pelaksanaan atau petunjuk teknis menyebabkan ketersediaan SDM, sarana prasarana pendukung serta anggaran yang ada belum mengarah pada Permenkumham 32 Tahun 2018 yang pada implementasinya menyebabkan pemberian perlakuan khusus bagi narapidana lanjut usia menjadi tidak optimal dan terkesan dipaksakan.

Herizal  selaku Kepala Sub Seksi Bimkemaswat Lapas Narkotika Jakarta menyampaikan “Evaluasi ini sangat penting bagi Unit Pelaksana teknis(UPT) Pemasyarakatan khususnya Lapas Narkotika Jakarta, untuk terus meningkatkan pelayanannnya kepada para warga binaan yang sudah Lanjut usia, sehingga kita dapat lebih selektif lagi dalam memperlakukan mereka”.ucapnya

Kepala Lapas Narkotika Jakarta, Oga G. Darmawan juga menyampaikan “Evaluasi ini dapat kita jadikan tolak ukur kita, sehingga kedepannya kita dapat lebih baik lagi dalam memperlakukan Warga Binaan Lapas kita khususnya yang lanjut usia” ucapnya

Oga juga menyampaikan bahwa beliau juga sangat mendukung apabila ada perbaikan-perbaikan yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kita terkhususnya kepada Lansia.

 

Kontributor : Gipsta

Lapas Narkotika Jakarta mengikuti Rapat Pelaksanaan SWAB TEST secara Virtual

Jakarta, LapsustikNews – Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Jakarta mengikuti kegiatan rapat yang diadakan Kementerian Hukum dan HAM dimotori oleh Biro Umum Sekretariat Jenderal  dalam rangka persiapan pelaksanaan Swab Test kepada Pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di 19 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan, Jumat (20/11). Kegiatan yang berpusat di Ruang Rapat Kepala Biro Umum, Gedung Sekretariat Jenderal disiarkan secara virtual melalui Aplikasi Meeting Zoom.

Kegiatan diawali dan dibuka oleh Sujonggo selaku Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kemudian berlangsung kegiatan rapat dipimpin oleh Lucky Agung Binarto selaku Kepala Biro Umum. Pelaksanaan Kegiatan Swab test yang nantinya akan dilaksanakan pada 26 November 2020 Berpusat di Graha Pengayoman Kemenkumham disiarkan secara serentak melalui virtual aplikasi Zoom. Kegiatan rencananya akan diselenggarakan selama 6 hari sampai pada 3 Desember mendatang dengan jumlah Pegawai sebanyak 3.084 dan Warga Binaan 28.133 di 19 UPT Pemasyarakatan Se-Jabodetabek sehingga total berjumlah 31.217 yang akan dilakukan Tes Swab.

Dalam kegiatan tersebut Kepala Biro Umum Menyampaikan agar persiapan pelaksanaan Swab Test di Jajaran Kementerian Hukum dan HAM kepada Pegawai dan WBP di Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan bisa berjalan efektif dengan dibentuknya Tim dari pusat yang akan meninjau langsung pelaksanaan Swab Test pada 19 UPT Se-Jabodetabek. Kemudian beliau menambahkan bahwa setiap UPT akan diberikan fasilitas bantuan berupa tenda sarnavil sebanyak 2 tenda berukuran 5x5m guna mendukung kegiatan pelaksanaan Swab Test berjalan aman dan tertib.

Oga G. Darmawan selaku Kepala Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta menyampaikan kepada Tim Humas, “Saya sangat mendukung kegiatan Swab Test ini dilaksanakan di UPT Pemasyarakatan dan sangat mengapresiasi kegiatan ini sebagai langkah untuk memutus mata rantai covid-19”.

Dr. Alima Sadrina selaku dokter Rumah Sakit Pengayoman menyampaikan berapa point terkait teknis dan pelaksanaan bagaimana alur pelaksanaan tes swab terhadap warga binaan agar tetap memperhatikan protokol kesehatan dan disediakannya tempat isolasi khusus WBP yang sudah melakukan Tes Swab agar tidak membaur dengan yang lainya.

Kegiatan ini merupakan wujud dari kepedulian Kementerian Hukum dan HAM kepada Pegawai ASN dan PPNPN yang senantiasa memberikan pelayanan kepada masyarakat pada umumnya maupun warga binaan khususnya bagi UPT Pemasyarakatan sesuai tema “Kumham Peduli Kumham Berbagi”.

Kontributor : Gde Dwaja