Antusiasme Napi LPN Jakarta Penuhi Posko Pelayanan Crash Program Integrasi PB,Asimilasi,CMB dan Remisi

LapsustikNews –  Dalam rangka menindaklanjuti Surat Edaran dari Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kemenkumham Daerah Khusus Ibukota Jakarta dengan nomor W.10.PAS.PK.01.01-417 pada tanggal 15 November 2019 perihal Penanganan Overkapasitas (Crash Program Reintegrasi Sosial) menjadikan semangat bagi seluruh Jajaran Petugas Bimbingan Narapidana/Anak Didik (Binadik) Lembaga Pemasyarakatan Narkotika (LPN) Jakarta membuka Posko Layanan Crash Program Pembebasan Bersyarat (PB) dan Cuti Menjelang Bebas (CMB) yang diperuntukkan bagi Narapidana LPN Jakarta.

Begitu mendapatkan arahan dari Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta, Jajaran Petugas Binadik LPN Jakarta segera membuka Posko Layanan yang dibuka sejak tanggal 01 Desember 2019 di Gazebo Lapangan Hijau LPN Jakarta.

Jumadi selaku Kepala Subsi Bimkemaswat LPN Jakarta menyampaikan Informasi kepada Tim Humas LPN Jakarta “Alhamdulillah, selama membuka layanan posko ini kami sudah berhasil mengumpulkan sebanyak 86 Narapidana (Napi) yang memang memenuhi syarat untuk dilaksanakan Crash Program tersebut.” Jumadi melanjutkan “Persyaratan yang harus dipenuhi bagi Narapidana yang akan menerima layanan Crash Program ada dua yaitu pertama Narapidana sudah menjalani masa pidana  2/3 sebelum tanggal 31 Desember 2019 dikurangi dengan remisi yang ada dan yang kedua vonis yang dijatuhkan kepada Narapidana hukumannya harus dibawah 5 tahun yang artinya Napi kena hukuman 4 tahun atau non PP 99 tahun 2012.” Jumadi mengakhiri “Kemudian data sebanyak 86 Narapidana ini akan kami tindaklanjuti ke Balai Pemasyarakatan Jakarta Timur-Utara untuk diusulkan agar dilakukan proses Penelitian Masyarakat (Litmas-red).” Harapan Jumadi “Semoga dengan adanya layanan Crash Program ini mampu memberikan solusi dalam penanganan overkapasitas yang menjadi masalah utama disetiap Lapas.”

Adanya Layanan Crash Program ini disambut antusias oleh Narapidana (Napi) terbukti selama layanan dibuka hampir semua Posko dipenuhi oleh mereka. Selain itu menurut Informasi yang didapatkan dari Muhammad Arif Makmur yang merupakan salah satu Jajaran Petugas Binadik LPN Jakarta menyampaikan kepada Tim Humas “Setelah Posko Crash Program, berikutnya akan dibuka Posko Layanan Internal setiap hari Senin Pagi dengan titik fokusnya adalah tentang kepengurusan PB,CMB dan Remisi.”

 

Kontributor : Nurmala Dewi dan Tim Dokumentasi LPN Jakarta

Rudenim Jakarta melakukan Studi Tiru Ke Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta

Jakarta, LapsustikNews – Tim dari Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Jakarta melakukan Study Tiru ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta hari Kamis (05/12). Kedatangan Tim dari Rudenim Jakarta yang dipimpin Kepala Seksi Perawatan dan Kesehatan, Slamet Wahyuni berjumlah 14 orang yang terdiri dari 6 Pegawai dan 8 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Angkatan 2018, mendapat sambutan hangat Kepala Pengamanan Lapas Narkotika Jakarta Dody Naksabani dan staf.

Dalam diskusi yang berlangsung hangat tersebut, tim yang berkunjung ingin mengetahui lebih dalam terkait inovasi apa saja yang ada di Lapas Narkotika Jakarta.

Pada kesempatan itu, Ka. KPLP menjelaskan mekanisme pengamanan dan ketertiban yang dijalankan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengamanan di Lapas Narkotika Jakarta. Dody menambahkan tentang inovasi yang berkaitan dengan layanan kunjungan, yaitu menggunakan SDP (Sistem Database Pemasyarakatan) dan sistem kerja Regu Pengamanan. “Diharapkan setelah studi tiru ini Rudenim Jakarta mendapatkan gambaran dan mampu mengadopsi sistem pengamanan, kebijakan dan strategi yang diterapkan di Lapas Narkotika Jakarta dalam menghadapi para Deteni yaitu orang asing yang dikenai tindakan administratif keimigrasian beserta para imigran gelap yang ditahan.” Pungkas Dody.

Kemudian Tim Rombongan melanjutkan kegiatan Study Tiru yang didampingi langsung oleh Ka.KPLP beserta staf dengan berkeliling melihat area Layanan Kunjungan, Informasi Pengaduan, Dapur serta Blok Hunian yang ada di Lapas Narkotika Jakarta.

Salah satu peserta rombongan atas nama Rio, sebagai CPNS angkatan 2018 menyampaikan kesannya kepada Tim Humas Lapas Narkotika Jakarta, “Kegiatan studi tiru ini sangat bermanfaat untuk saya sebagai laporan Aktualisasi dan Lapas Narkotika Jakarta tempatnya tertata dan bersih.”

 

Kontributor : Gde Dwaja ( Tim Humas Lapas Narkotika Jakarta )

Pelaksanaan Litmas Untuk Narapidana Oleh Bapas Jakarta Timur Utara Dalam Rangka Crash Program Usulan PB dan CMB Di LPN Jakarta

LapsustikNews, Rabu (04/12) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta menerima kunjungan dari Bapas Timur Utara dalam rangka menidaklanjuti Surat Edaran dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nomor : Pas-1386.PK.01.04.06 Tahun 2019 tentang Pelaksanaan Crash Program Pemberian Cuti Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas Serta Pembebasan Bersyarat Bagi Anak Dan Narapidana Di Lapas Narkotika Klas II A Jakarta.

Pelaksanaan Crash program ini dilaksanakan sebagai bentuk penyederhanaan persyaratan administratif terhadap usulan pemberian Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas dan Cuti Bersyarat bagi Anak dan Narapidana tindak pidana umum, berupa penyederhanaan isi dokumen Penelitian Kemasyarakatan yang dibuat oleh Pembimbing Kemasyarakatan, penunjukkan Pembimbing Kemasyarakatan sebagai penjamin, di karenakan Anak dan Narapidana yang bersangkutan tidak memiliki penjamin.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 86 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan  Narkotika Klas IIA Jakarta dan 12 orang petugas Pembimbing Kemasyarakatan dari Bapas Timur Utara didampingi Langsung Kasubsi Bimkemaswat beserta Jajaran Staf Bimkemaswat.

Selanjutnya, Jumadi selaku Kasubsi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan Lapas Narkotika Klas II A Jakarta menyampaikan“.usulan permohonan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Narkotika Klas II A Jakarta yang di ikut sertakan dalam kegiatan  Crash Program ini adalah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan kriteria bukan termasuk WBP yang diatur dalam PP 99 Tahun 2012 dan memiliki masa hukuman di bawah 5 tahun. adapun Data WBP tersebut diambil melalui Sistem Database Pemasyarakatan dengan melampirkan persyaratan kelengkapan dokumen yang dibutuhkan. selanjutnya berkoordinasi dengan Kepala Balai Pemasyarakatan Timur Utara dalam pemenuhan dokumen Penelitian Kemasyarakatan dan Surat Jaminan yang dibutuhkan sebagai salah satu persyaratan administratif pemberian Cuti Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas dan Pembebasan Bersyarat melalui metode crash program.”

Kegiatan Crash Program Pemberian Cuti Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas Serta Pembebasan Bersyarat Bagi Anak Dan Narapidana di Lapas Narkotika Klas II A Jakarta dilaksanakan pada pukul 14.00 wib. Selama kegiatan berlangsung, terlihat WBP sangat antusias dalam mengikuti kegiatan, Pada saat ditemui Tim Humas salah satu WBP menyampaikan “Saya sangat senang dengan adanya program Crash Program.”

Kontributor : Heri Pratama (Tim Humas LPN Jakarta)

Optimalisasi Kesehatan Jiwa WBP LPN Jakarta

Jakarta,LapsustikNews, Rabu (04/12) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta menerima kunjungan dari Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Indonesia dalam rangka Praktikum Lapangan tentang Optimalisasi Kesehatan Jiwa. Kegiatan tersebut diikuti oleh 56 Mahasiswa, didampingi oleh 4 orang pendamping dan disambut langsung oleh Jajaran Pejabat Struktural Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.

Ice Yulia Wardani selaku ketua Tim Praktikum Lapangan dari Universitas Indonesia menyampaikan “ Ucapan terimakasih atas sambutan yang sangat baik dari Jajaran Pejabat Struktural Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh Mahasiswa kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).”

Selanjutnya, Soeistanto Poedji Djatmiko selaku Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik memberikan sambutan “Alhamdulillah, terimakasih atas kunjungan Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Indonesia, semoga kegiatan ini banyak memberikan manfaat untuk WBP dalam hal kesehatan jiwa.”

Kegiatan Praktikum Lapangan dilaksanakan selama 2 hari. Di hari pertama kegiatan yang dilakukan adalah pengenalan terhadap WBP, pengkajian, serta memberikan quisoner kepada WBP. Kesehatan jiwa merupakan salah satu aspek kesehatan yang sangat mempengaruhi kesehatan secara umum, daya tahan dan daya adaptasi. Masalah kesehatan jiwa yang timbul, tidak saja berdampak terhadap individu, namun juga menimbulkan masalah sosial seperti kekerasan, tindakan bunuh diri, penyalahgunaan napza, dan dapat menurunkan produktivitas. Di hari kedua kegiatan yang dilakukan adalah manajemen stress, dan pengendalian  emosional.

Pada kesempatan yang sama salah satu Mahasiswa menyampaikan “Alhamdulillah, saya sangat senang dapat mengaplikasikan ilmu yang telah saya peroleh kepada WBP di Lapas Narkotika, ini merupakan pengalaman pertama saya dan ternyata di dalam Lapas tidak seekstrim yang saya bayangkan.”

Selama kegiatan berlangsung, terlihat WBP sangat antusias dalam mengikuti kegiatan, dan mahasiswa pun sangat senang dalam memberikan materi tersebut. Pada saat ditemui Tim Humas salah satu WBP menyampaikan “Saya sangat senang dengan adanya kegiatan ini, saya dapat menambah pengetahuan mengenai kesehatan jiwa dan manajemen stress.”

Kegiatan ini ditutup langsung oleh Eddy Junaedi selaku Plt Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.

Kontributor : Syaeful  Dokumentasi : Fahrurrozi