Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lapas Narkotika Jakarta

Jakarta, LapsustikNews – Plt. Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas II A Jakarta, Robianto, Bc.IP, SH. M.Si memimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Upacara ini dilaksanakan serentak di Seluruh Unit Pelaksana Teknis di bawah Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia

Upacara digelar di Lapangan Hijau Lapas Narkotika Jakarta, Senin (2/10) dimulai pukul 07.30 WIB. Peserta Upacara terdiri dari seluruh pegawai dan Sekitar 500 an Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Narkotika Jakarta.

Tema dari upacara ini adalah “Kerja Berlandaskan PANCASILA Mewujudkan Masyarakat Adil dan Makmur”. Dalam Amanatnya Robi menyampaikan, “ Pancasila tidak bisa lepas dalam negara kita, karena pancasila merupakan ideologi negara indonesia, meskipun hanya lima poin yang terdapat dalam pancasila tetapi mempunyai banyak makna yang terkandung dalam pancasila tersebut”.

“Tepat tanggal 30 September 1965, Partai Komunis Indonesia (PKI) bertujuan akan mengganti ideologi negara, yaitu Pancasila dengan Ideologi Komunis, suatu kepercayaan yang tidak mengakui adanya Tuhan Yang Maha Esa. Dalam hal ini tentu tidak sesuai dengan Ideologi Pancasila. Namun atas Berkat dan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, sehingga dengan rasa Persatuan dan Kesatuan TNI Bersama Rakyat Indonesia yang setia kepada Pancasila, maka rencana jahat PKI dapat di gagalkan”.

“Perumusan pancasila bukan hal yang mudah dan dirumuskan secara sembarangan, namun mempunyai makna yang dalam. Lima Sila yang terkandung dalam Pancasila selayaknya kita terapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara mengingat Pancasila adalah tujuan negara yang memiliki nilai luhur.

Di Akhir sambutan beliau mengajak seluruh peserta upacara, “Mari kita terapkan Pancasila, Cintai bangsa indonesia, bahasa dan budaya Indonesia agar Negara Indonesia kita dapat menjadi aman, damai, tentram dan sejahtera. Tetap kita junjung nilai – nilai kerukunan Bangsa, Toleransi Beragama, mementingkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi/golongan serta senantiasa saling tolong menolong antar sesama agar Nilai – nilai luhur Pancasila tetap mendarah daging dalam diri kita semua, Hiduplah Negeriku, Jayalah Bangsaku.

Kontributor : Budi Leksono