Penandatanganan MOU Layanan Pembayaran Gaji Pegawai (Payroll Service) antara Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta dengan Bank Jawa Barat dan Banten (BJB)

Jakarta Lapsustiknews – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta menggelar acara Tasyakuran Penandatanganan MOU Tentang Layanan Pembayaran Gaji Pegawai (Payroll Service) antara Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta dengan Bank Jawa Barat dan Banten (BJB), Rabu(17/10) yang dilaksanakan di Gedung 1 Aula Lantai 3.

Kegiatan Tasyakuran Penandatanganan dihadiri oleh Kepala Lapas, para pejabat struktural, pegawai Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta,Pimpinan Group Konsumer dan KPR BJB pusat mewakili Pimpinan Bank BJB yang berhalangan hadir, Pimpinan Group Dana Pensiun Lembaga Keuangan Bank BJB, Kepala Kantor Bank BJB Cabang Pembantu Pondok Kelapa, Manajer Konsumer Bank BJB Cabang Rawamangun beserta jajarannya.

Acara Kegiatan ini disambut baik oleh Asep Sutandar selaku Kepala Lapas. Dalam sambutannya Asep menyampaikan “Terima kasih banyak atas kehadiran para pejabat tinggi Bank BJB yang telah bersedia untuk bekerja sama dalam pelaksanaan layanan pembayaran gaji seluruh pegawai Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, yang juga telah dilaksanakan penandatanganan MOU oleh Pimpinan Bank BJB dengan Kepala Lapas yang disaksikan beberapa pejabat struktural Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.” Asep menambahkan “Semoga dengan adanya kerjasama ini, Bank BJB bisa memenuhi kebutuhan pegawai Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta dengan Kualitas Layanan Prima yang lebih baik lagi seperti produk layanan tabungan, pinjaman,pengelolaan dana pensiun dan produk lainnya yang ada di Bank BJB.”

Yanti Purwanti Iskandar sebagai Pimpinan Group Konsumer dan  KPR Bank BJB yang juga mewakili Pimpinan Bank BJB yang berhalangan hadir menyampaikan sambutannya “Terima kasih kepada pihak Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, yang telah menyiapkan kegiatan sambutan acara dengan meriah, sungguh diluar dugaan bahwa kedatangan kami disambut dengan suka cita.” Yanti menjelaskan “Bahwa Bank BJB akan berusaha memberikan layanan terbaiknya terkait produk-produk dari Bank BJB kepada seluruh pegawai terutama bagian layanan pinjaman yang mana Bank BJB menyediakan banyak pilihan antara lain pinjaman multiguna atau Kredit Guna Bhakti, pinjaman dana pensiun.”

Selanjutnya Nana Supriyatna sebagai Pimpinan Group Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)  memberikan penjelasan “Bahwa layanan produk dana pensiun bisa dinikmati oleh pegawai Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta yang sesuai dengan aturan dan syarat yang berlaku.” Setelah itu Kepala Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta memberikan potongan tumpeng kepada perwakilan pejabat Bank BJB sebagai tanda dimulainya kerjasama antara Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta dengan pihak Bank BJB.

Sebelum kegiatan berakhir pihak Bank BJB menyerahkan plakat sebagai cinderamata yang diserahkan oleh Kepala Kantor Bank BJB Cabang Pembantu Pondok Kelapa kepada Kepala Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta dan sebaliknya.

 

 (Kontributor : Nurmala Dewi, Dokumentasi: Tim Humas Lapas Narkotika Jakarta)

KEGIATAN LAPSUSTIK SENAM DAN LATIHAN VOLI PAGI BERSAMA DI HARI JUM’AT

Jakarta Lapsustiknews – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta Jumat (12/9) melaksanakan senam dan latihan voli pagi bersama yang menjadi salah satu kegiatan rutin dengan melibatkan para Pejabat Struktural, Pegawai Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP)  yang di laksanakan di area lapangan upacara gedung 3 Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Jakarta.

Kegiatan ini dipimpin oleh dua orang Instruktur Senam yang dimulai dari pukul 07.00 – 08.45 wib dengan tujuan untuk menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan rasa kebersamaan diantara pegawai Lapas Narkotika Jakarta dengan wbp dan memeriahkan hari Jumat untuk menyambut Hari Dharma Karya Dhika yang ke 73.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Lis Susanti selaku penanggung jawab kegiatan tersebut menyampaikan  “Semoga dengan adanya senam dan latihan voli bersama ini diharapkan selain bisa menjaga stamina kesehatan tubuh, rasa kekompakan, kebersamaan, menyatu  diantara pegawai Lapas Narkotika Jakarta, apalagi dengan adanya latihan voli setidaknya bisa menambah ketrampilan bagi pemain tim voli putri Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta dalam bermain bola voli.”

Sebelum dimulai Kegiatan senam diawali dengan doa bersama dan  dilaksanakan dengan penuh semangat oleh seluruh pegawai lapas yang hadir dan wbp. Selama senam berlangsung terlihat ekspresi para pegawai dan wbp melakukan gerakan demi gerakan dengan suka hati, ceria penuh energi dengan tertawa lepas bahagia. Kegiatan senam ini berakhir kemudian ditutup dengan doa dan dilanjutkan dengan latihan voli bersama antara pemain tim voli putri yang juga pegawai dengan beberapa pejabat struktural Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta.

 

 

 (Kontributor : Nurmala Dewi, Dokumentasi: Tim Humas Lapas Narkotika Jakarta)

Lapsustik Terpilih Menjadi Tempat Pelaksanaan Assesmen Warga Binaan Pemasyarakatan Calon Mahasiswa Untuk Unit Pelayanan Teknis Wilayah DKI Jakarta

Jakarta, LapsustikNews : Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Jakarta terpilih menjadi tempat pelaksanaan assesmen wbp calon mahasiswa untuk Unit Pelayanan Teknis (UPT) wilayah DKI Jakarta, Selasa (09/10) yang ditunjuk langsung oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM RI. Assesmen berlangsung di Gedung 1 Aula Lantai 3 Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta yang dilakukan oleh 2 psikolog, 4 assesor (yang dikirimkan dari Ditjen Pemasyarakatan) dan diikuti 14 wbp yang berasal dari 5 orang wbp perwakilan dari Lapas Kelas I Cipinang, 2 orang wbp dari Lapas Kelas IIA Salemba, 1 orang wbp dari Rutan Kelas I Cipinang, 4 orang wbp dari Rutan Kelas I Salemba serta 2 orang wbp dari Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta.

Tujuan assesmen ini antara lain mengetahui kemampuan, motivasi dan klasifikasi kategori tingkat resiko rendah,sedang dan tinggi dalam segi keamanan dan ketertiban nantinya ketika mengikuti program kuliah. Hasil penilaian assesmen bisa dijadikan data wbp yang memenuhi kriteria bisa mengikuti program gratis kuliah hukum sampai jenjang strata 1 (S1). Selama kegiatan assesment wbp melaksanakan tes wawancara yang dilakukan oleh para assesor dan ujian tertulis yang diberikan oleh tim psikolog.

Sigit Budiyanto sebagai salah satu assesor  juga selaku Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Evaluasi berharap “Semoga wbp yang mengikuti assesmen ini berhasil  lulus semua dan bisa mengikuti program gratis kuliah hukum sampai jenjang strata 1.” Selain itu Sigit menambahkan “Setelah wbp tamat mengikuti program kuliah akan ada program  lanjutan yaitu keterampilan dan keahlian yang nantinya diharapkan bisa menjadi tenaga bantuan hukum seperti pengacara.” Selama melakukan tes wawancara kepada wbp menurut Sigit “Pada umumnya wbp sangat antusias dan menyambut baik program kuliah gratis ini yang kuotanya hanya untuk 30 wbp seluruh Indonesia yang dipusatkan tempat pelaksanaan kuliah di Lapas Kelas IIA Tangerang.”

 

 

(Kontributor : Nurmala Dewi, Dokumentasi: Tim Humas Lapas Narkotika Jakarta)

 

GAGALKAN UPAYA PENYELUNDUPAN NARKOBA, 4 PEGAWAI LAPAS NARKOTIKA JAKARTA DIGANJAR PENGHARGAAN

 

 

Jakarta,LapsustikNews – Sebanyak 4 orang Petugas Penjaga Pintu Utama (P2U) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta yang berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba ke dalam Lapas Narkotika Jakarta melalui P2U, memperoleh apresiasi dan penghargaan dari Kepala Lapas (Kalapas) Narkotika Jakarta, Asep Sutandar, dalam kegiatan apel pagi, Selasa (2/10). Dalam sambutannya, Kalapas menyampaikan bahwa keberhasilan petugas P2U dalam menggagalkan upaya penyelundupan narkoba pada hari Sabtu (29/9) membuktikan bahwa pegawai lapas tidak melakukan pembiaran peredaran narkoba dalam lapas.

“Ucapan selamat dan penghargaan kepada rekan-rekan kita yang telah melaksanakan tugas secara baik, tentu ini membuktikan bahwa kita betul-betul tidak membiarkan atau tidak terjadi pembiaran peredaran narkoba didalam lapas. Kita bisa mebuktikan hal ini dengan kerja baik yang telah dilaksanakan oleh petugas P2U. Sekali lagi, atas nama pimpinan di Lapas Narkotika ini menyampaikan terima kasih atas kerja yang luar biasa,” ucap Asep Sutandar mengawali sambutannya.

Selanjutnya Kalapas berpesan kepada para petugas, khususnya petugas P2U untuk selalu waspada dalam melaksanakan tugas dan memeriksa dengan teliti barang-barang yang keluar masuk, terutama saat bertugas dihari libur.

 

“Sebagaimana tulisan saya dibuku laporan penjagaan, khususnya P2U, tidak ada bahasa lain yang saya tulis disitu, untuk selalu memeriksa barang yang keluar masuk secara cermat.  Jadi tidak hanya yang masuk, yang keluarpun harus diperiksa secara teliti. Saya garis bawahi, apalagi dihari libur. Apalagi kalau ada titipan makanan dihari libur. Ini yang sering terjadi. Jangan terlalu percaya kepada siapapun yang didalam. Kita harus selalu waspada. Harus selalu waspada. Jangan sampai kita dimanfaatkan oleh mereka karena kedekatan kita,” lanjut Kalapas Narkotika tersebut.

 

Keempat orang petugas P2U yang mendapat penghargaan adalah Supranyoto (Komandan Jaga P2U) dan anggotanya, yaitu Rizki Priadiono, Eky Riswandy dan Mochammad Lemix Methu Sholeh.

Kontributor: Charis (tim humas)

Workshop Capacity Building “How To Be Agreat Leader” Untuk Petugas Lapas Narkotika Jakarta Bersama Master Trainer Rudy Lukieto dan Donni Sitorus

Jakarta,Lapsustiknews : Senin, (01/10) bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Jakarta, menyelenggarakan Workshop Capacity Building dengan tema “How To Be Agreat Leader (Leadership Mastery)” bersama 2 Master Trainer handal dari CERTROVA (Coaching Trainer) Rudy Lukieto dan Donni Sitorus. Kegiatan dilaksanakan di Gedung 1 Aula Lantai 3 yang dihadiri oleh Pejabat Struktural, Jabatan Fungsional Umum (JFU) dan Tertentu (JFT) Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta.

Dalam laporan pelaksanaan Lis Susanti selaku Kepala Sub Bagian Tata Usaha Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta menyampaikan “Kegiatan program capacity building dilaksanakan untuk mencetak Sumber Daya Manusia yang berani melakukan dan menghadapi perubahan, meningkatkan wawasan diri dan kepemimpinan secara global, menguasai dasar-dasar dan fungsi kepemimpinan baik terhadap dirinya maupun orang lain.”

Asep Sutandar selaku Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta memberikan sambutannya dan membuka kegiatan secara resmi. “Setiap orang pada dasarnya punya potensi dalam dirinya untuk berkembang hanya saja ada yang perlu digali dan diberikan kesempatan agar potensi yang dimiliki bisa lebih terarah dengan baik, semoga dengan adanya program pelatihan capacity building pegawai Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta mampu menjadi leader atau pemimpin yang dapat bekerja secara efektif.” Ucap Asep Sutandar dalam sambutannya. Selain itu Asep menambahkan “Ucapan terima kasih kepada para master trainer yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan ilmu dan berbagi pengalamannya kepada petugas Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta. Kemudian Asep Sutandar memberikan cinderamata kepada para master sebagai ungkapan rasa terima kasih.

Rudy Lukieto menyampaikan dalam materinya “Leadership yang baik harus mempunyai   pribadi yang mendukung kebaikan dalam bekerja dengan menggunakan strategi yang terukur sehingga tujuan yang jelas bisa terlaksana dengan baik.” Selain itu Rudy mengucapkan “Saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas perhatian kepada petugas lapas sebagai peserta yang begitu semangat dan antusias selama mengikuti kegiatan workshop capacity building leadership, saya berharap semoga materi yang telah disampaikan ini bisa difahami dan diamalkan oleh petugas lapas dalam melaksanakan tugasnya dengan baik, aamiin.”

Sedangkan Donni Sitorus menyampaikan materinya “Untuk menjadi pendengar yang baik seorang pemimpin  harus memiliki 5 unsur penting yaitu memperhatikan apa yang didengar dengan fokus yang baik, menerima, mengapresiasi, menyimpulkan dan menanyakan/mengulangi agar apa yang didengar bisa diserap dengan sempurna sehingga pemimpin bisa memberikan solusi yang tepat dari permasalahan yang ada dalam organisasi.”

Kontributor : Nurmala Dewi ( Tim Humas Lapas Narkotika Jakarta )

PETUGAS DAN WBP LAPAS NARKOTIKA JAKARTA LAKSANAKAN DO’A BERSAMA DAN PENGGALANGAN DANA UNTUK KORBAN GEMPA DAN TSUNAMI DI PALU DAN DONGGALA


Jakarta,LapsustikNews – Petugas dan warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Jakarta menyelenggarakan Do’a Bersama dan Penggalangan dana untuk korban gempa dan tsunami, Minggu (30/9). Kegiatan diselenggarakan di Masjid Darus Syifa Lapas Narkotika Jakarta yang diikuti oleh petugas, WBP dan tahanan se-Indonesia pada dilaksanakan serentak pada pukul 09.00 WIB, 10.00 WITA dan 11.00 WITT. Disiarkan secara langsung melalui aplikasi Zoom Lapas  Narkotika Jakarta menjadi pusat Control Room pelaksanaan acara yang diikuti oleh seluruh unit pelaksanan teknis (UPT) lapas dan rutan se-Indonesia.  Hal ini sebagai wujud kepedulian untuk meringankan beban saudara kita yang mendapatkan musibah, demikian disampaikan oleh Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Harun Sulianto, yang dalam hal ini mewakili Direktur Jenderal Pemasyarakatan dalam sambutannya.

Acara diisi dengan tausyiah oleh Ustadz Sudirman, dalam ceramahnya beliau berpesan agar dalam menghadapi musibah manusia khususnya umat Islam harus selalu tawakal dan berkhusnudzon kepada Allah SWT. Hendaknya musibah dijadikan sebagai ladang untuk menambah keimanan kita kepada Allah SWT. Sesuai dengan Al-Quran Surat Al Baqarah ayat 155-156 :  (155) Dan sesungguhnya akan Kami beri kamu percobaan dengan se­suatu dari ketakutan dan kelaparan dan kekurangan dari harta­ benda dan jiwa-jiwa dan buah buahan; dan berilah khabar yangmenyukakan kepada orang yang sabar.  (156) (Yaitu) orang-orang yang apabila menimpa kepada mereka suatu musibah, mereka berkata: Sesungguhnya kita ini dari Allah, dan sesungguhnya kepadaNya­lah kita semua akan kembali. Dalam ayat ini manusia diminta untuk bersabar dalam menghadapi musibah, karena dalam musibah dan cobaan pasti ada hikmah, dan apabila ditimpa sebuah musibah sebagai manusia yang beriman maka hendaknya kita selalu mengingat bahwa kita terlahir atas izin Allah dan akan kembali kepada-Nya atas kehendak Allah. Dalam acara tersebut juga dilakukan penggalangan dana untuk korban gempa dan Tsunami di Palu dan Donggala.

Dalam akhir acara dilakukan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Sudirman dan diikuti oleh seluruh jamaah baik yang ada di Lapas Narkotika Jakarta dan Lapas lain yang bergabung dengan aplikasi Zoom. Diharapkan dengan dukungan berupa Doa dan donasi yang tulus dan ikhlas dapat membantu meringankan beban saudara kita yang berada di Palu dan Donggala, serta untuk korban yang meninggal dunia akibat musibah ini dapat diterima di sisi Allah SWT dan mendapat Syurga di akhirat.

 

Kontributor: Charis (tim humas)

UPACARA HARI KESAKTIAN PANCASILA DI LAPAS NARKOTIKA JAKARTA

Jakarta, LapsustikNews – 1 Oktober merupakan hari yang sangat bersejarah bagi Bangsa Indonesia karena pada tanggal 1 Oktober 1965 rakyat Indonesia bangkit untuk menyelamatkan Bangsa Indonesia yang di motori oleh TNI (Tentara Nasional Indonesia) sehingga keutuhan bangsa dapat terlindungi dari rongrongan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang kemudian dikenal dengan sebutan G 30 S/PKI. Bertempat di lapangan upacara dengan mengenakan Pakaian Korpri, seluruh Petugas, CPNS dan Perwakilan WBP (warga binaan pemasyarakatan) sebanyak 500 orang mengikuti pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Senin (1/10). Upacara di pimpin langsung oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Narkotika Klas IIA Jakarta, Asep Sutandar selaku Pembina Upacara, Jumadi Kepala Sub Seksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Kasubsi Bimkemaswat) sebagai Komandan Upacara dan Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Dody Naksabani selaku perwira upacara.

Dalam sambutannya, membacakan sambutan Menteri Hukum Dan HAM RI, Asep Sutandar menyampaikan bahwa “Sebagai pengemban mandat fungsi pemerintahan di bidang Hukum dan HAM baik yang bertugas di pusat dan daerah, baik yang berada di unit-unit utama hingga pelaksana teknis, sebagai satu kesatuan inan Pengayoman, wajib bersama-sama mengamalkan nilai Pancasila. Kita juga perlu menyadari bahwa prestasi bangsa hanya dapat di capai melalui kerja bersama sesuai tugas yang kita emban masing-masing. Tugas yang kita emban masing-masing tersebut tidak perlu di lihat sebagai unsur kerja yang terpisah, namun merupakan bagian dari satu kesatuan utuh organisasi Kementerian Hukum dan HAM dengan “tata nilai Kami PASTI”. Hanya dengan cara pandang itulah kita bersama-sama dapat memajukan Kementerian Hukum dan HAM dalam rangka menyukseskan pembangunan nasional di bidang Hukum dan HAM”.

Upacara berlangsung kurang lebih selama 1 jam dengan khidmat dan di tutup dengan pembacaan doa oleh Muhamad Arif Makmur selaku petugas pembaca doa.

Kontributor : Charis (Tim Humas)

PETUGAS GAGALKAN UPAYA PENYELUNDUPAN DIDUGA NARKOBA SEBERAT 2 ONS KE DALAM LAPAS NARKOTIKA JAKARTA

Jakarta,LapsustikNews – Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta berhasil menggagalkan penyelundupan barang diduga narkoba ke dalam Lapas Narkotika Jakarta, Sabtu (29/9). Narkoba tersebut dimasukan ke dalam makanan yang dibawa oleh pengemudi ojek yang ditujukan untuk salah satu warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Narkotika Jakarta. Demikian disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Dan HAM (Kakanwil KemenkumHAM) DKI Jakarta, Bambang Soemardiono, dalam pers conference di Lobi Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.

“Bahwa pada sore hari tadi sekitar jam 18.23 ada seorang pengemudi ojek mengirim makanan untuk narapidana yang ada di dalam. Makanan berupa nasi bungkus, ada sekitar 10 bungkus. Sesuai SOP, barang tersebut diterima oleh komandan regu jaga P2U atas nama Supranyoto, kemudian diperiksa. Sesuai dengan SOP, barang kemudian diperiksa menggunakan x-ray, ternyata saat dilihat ada yang mencurigakan. Akhirnya diperiksa semua, dibuka dan tukang ojek masih ada disitu dan juga disaksikan beberapa anggota P2U disitu. Ternyata diduga ada barang  yang haram, diduga barang narkoba, kira-kira seperti itu,” ucap Bambang Soemardiono.

Temuan tersebut oleh petugas P2U kemudian dilaporkan kepada Kepala Keamanan Lapas (KPLP), yang kemudian diteruskan kepada kepolisian untuk ditindak lanjuti. Barang bukti diduga narkoba kemudian diserahkan kepada Kepolisian Resort (Polres) Jakarta Timur, sebagai wujud komitmen petugas Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta dalam memberantas peredaran gelap narkoba di dalam lapas.

“Petugas P2U kemudian lapor kepada Kepala Pengamanan Lapas Narkotika berkoordinasi dengan teman-teman Polri untuk menindak lanjuti. Ini disebelah kanan saya ada Wakasat Narkoba Jakarta Timur dan teman teman untuk dikembangkan. Jadi kami dari Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta akan menyerahkan kepada Pak Wakasat yang mewakili Polres Jakarta Timur untuk dikembangkan kembali. Inilah wujud kami, komitmennya dalam pemberantasan narkoba. Petugas lapas pun ikut berpartisipasi bagaimana peredaran gelap narkoba ini khususnya yang ada di lembaga pemasyarakatan,” lanjut Kakanwil Kemenkum HAM DKI Jakarta tersebut.

 

Mengenai barang bukti yang ditemukan, Bambang Soemardiono mengatakan”Secara pasti belum diinikan, hanya tadi 2 kantong ada, kemungkinan sekitar 2 ons. Cukup besar.”

 

Sedangkan Wakasat Narkoba Polres Jakarta Timur, Kompol Hesti Mardianto, saat dimintai komentarnya atas temuan ini, mengatakan “Komen saya nanti aja, ini masih kita kembangkan.”

 

Kontributor : Sadi (Tim Humas LapsustikJkt)

 

LIPI Dan BNN DKI Jakarta Adakan Penelitian Tentang Penyebab Penggunaan Narkoba di Lapas Narkotika Jakarta

Jakarta, LapsustikNews : Bertujuan untuk mengetahui angka prevalensi penyalahgunaan narkoba tahun 2018 pada lingkungan pelajar, mahasiswa, pekerja dan masyarakat khususnya rumah tangga serta mengetahui dampak sosial ekonomi dan kesehatan terhadap penggunaan narkoba, Badan Narkotika Nasional (BNN) kerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan mengirimkan 3 personilnya  yang terdiri dari 2 orang peneliti LIPI dan 1 orang perwakilan BNN Provinsi DKI Jakarta untuk bertamu, berkunjung, meneliti dan wawancara kepada petugas lapas dan warga binaan pemasyarakatan (wbp) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Jakarta, Kamis (27/9).

Soeistanto Poedji Djatmiko selaku Kepala Seksi Bina Anak Didik (KaSie Binadik) Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta menyambut baik dan mempersilahkan para tamu untuk melaksanakan penelitian. Soeistanto  mengatakan “Semoga penelitian berjalan dengan baik dan informasi yang dibutuhkan  sesuai dengan data yang dibutuhkan.” Soeistanto berharap “Agar Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta bisa menerima informasi hasil penelitian ini, yang nantinya sebagai bahan evaluasi dalam rangka perbaikan pemberian pelayanan program kepribadian dan kemandirian yang sudah berjalan.”

Kegiatan penelitian dimulai dengan mengumpulkan 10 WBP dan melaksanakan Forum Group Discussion (FGD) kemudian mengambil 2 WBP untuk diwawancarai oleh Peneliti dari LIPI. Lamijo sebagai peneliti dan pewawancara menyampaikan  “Selama diwawancara wbp menjelaskan selain faktor lemahnya pendidikan dan status ekonomi rendah ternyata sebab utama terjadinya penyalahgunaan narkoba adanya salah pergaulan atau pergaulan bebas yang tidak ada batasan dan kehati –hatian mereka dalam menjalin hubungan pertemanan.”

Abdul Manaf sebagai salah satu petugas lapas yang diwawancarai oleh peneliti menjelaskan “Sebagai bentuk usaha untuk merehabilitasi para pengguna narkoba di lapas, Lapas  Narkotika Kelas IIA Jakarta melaksanakan program-program pembinaan yaitu program pembinaan kepribadian dan kemandirian untuk wbp di Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta yang diikuti banyak wbp dan dilaksanakan dengan baik oleh petugas lapas sesuai dengan tugas fungsinya masing-masing.” Abdul Manaf menambahkan “Program yang berjalan bahkan sudah ada yang berhasil meraih prestasi seperti layanan pendidikan Pusat Kegiatan Belajar Mandiri (PKBM – red) layanan kesehatan program pengobatan TB, hanya memang tidak dipungkiri masih ada wbp residivis yang kembali lagi menjadi penghuni lapas dengan alasan faktor kebutuhan ekonomi dalam rumah tangga.”

Selanjutnya peneliti bertemu dan mewawancarai Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Asep Sutandar, dalam wawancaranya Asep menjelaskan “ Permasalahan yang banyak dihadapi di Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta antara lain dampak dari surat edaran November 2012 tentang PP 99 tahun 2012 adanya pasal peraturan pemerintahan undang-undang  tentang lamanya pidana yang harus dijalani wbp, yang akhirnya ketika lapas mengajukan surat Justice Colaborator banyak tidak direkomendasikan oleh pihak yang berwenang memberikan seperti polisi.” Asep juga menyampaikan dalam wawancaranya “ Over kapasitas yang terjadi akibat dari terbatasnya sarana prasarana yang menimbulkan ketidaklayakan tempat blok hunian, yang akhirnya menimbulkan tingginya angka kesakitan bagi wbp yang terindikasi terkena penyakit HIV,Hepatitis dan TBC.”

(Kontributor : Nurmala Dewi, Dokumentasi: Tim Humas Lapas Narkotika Jakarta)

 

Wujudkan Komitmen Optimalisasi Kualitas Layanan Kesehatan terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP),Lapas Narkotika Jakarta Menyelenggarakan Pemeriksaan Laboratorium Darah Terhadap Hepatitis B dan C Kepada WBP

Jakarta, LapsustikNews : Rabu, (26/9) pukul 09.00 WIB, untuk pertama kalinya Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Jakarta menyelenggarakan pemeriksaan laboratorium darah terhadap Hepatitis B dan C kepada WBP. Kegiatan ini dihadiri oleh Pejabat Struktural, Pegawai Klinik, Petugas Clinic Chek Laboratorium dan  WBP Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta, yang dilaksanakan di Area Gedung III Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta.

Yusman Akbar selaku Koordinator Program Kegiatan menyampaikan dalam laporannya “Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pemeriksaan laboratorium darah Hepatitis B dan C sebagai langkah deteksi awal untuk mengetahui resiko yang dialami WBP terkena penyakit tersebut dan merupakan lapas pertama se-DKI Jakarta yang melaksanakan program cek Hepatitis B dan C dengan dukungan dan arahan terutama dari Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Jakarta beserta Jajarannya.” Yusman menambahkan “Penyelenggaraan pemeriksaan darah Hepatitis B&C kepada WBP mengacu pada peraturan undang-undang No.12 Tahun 1995 tentang pemasyarakatan khususnya pasal 14 mengenai hak-hak WBP salah satunya mendapatkan layanan kesehatan yang baik.” Yusman berharap “Semoga dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat mengurangi tingkat kesakitan dan kematian bagi penghuni lapas.”

Soeistanto sebagai Kepala Seksi Bina Anak Didik (Ka.Sie Binadik) Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta mewakili Kalapas yang berhalangan hadir langsung membuka kegiatan dan menyampaikan sambutannya “ Mengapresiasi dan menyambut gembira dengan program pelaksanaan pemeriksaan laboratorium darah Hepatitis B dan C kepada WBP ini sebagai bentuk wujud komitmen optimalisasi pelayanan kesehatan khususnya yang diberikan dengan kesungguhan dari petugas pemasyarakatan Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta.” Soeistanto menambahkan “Ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung terutama Kalapas beserta Jajarannya, seluruh pegawai lapas terutama  petugas medis dan paramedis klinik Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta.” Harapannya Soeistanto berucap“ Semoga kegiatan ini  berjalan dengan aman tertib sehingga proses pelaksanaan pengobatan bisa terlaksana tuntas dan lancar.”

Sebelum proses tindakan pemeriksaan laboratorium darah Hepatitis B dan C kepada WBP dimulai, Finnahari sebagai anggota tim program kegiatan menyampaikan informasi dan penjelasannya untuk petunjuk pelaksanaan teknis yang harus dijalani oleh WBP. Finnahari menyampaikan “Bahwa ada 46 WBP yang mengikuti pemeriksaan laboratorium darah Hepatitis B dan C merupakan WBP beresiko tinggi yang harus segera mendapatkan pemeriksaan secara rutin berkesinambungan.”

Finna juga menjelaskan “Proses awal yang dilakukan bagi WBP adalah pengambilan darah untuk specimen yang nantinya dicek di Laboratorium diperiksa selama 1 minggu setelahnya hasil akan dilihat, bagi yang positif terkena Hepatitis akan ada tindak lanjut pengobatan yang akan dirujuk di RS Pengayoman sedangkan bagi yang negatif bukan berarti tidak ada follow-up atau tindak lanjut, tetap ada yaitu sosialisasi secara rutin terkait untuk menjaga pola hidup sehat yang harus dijalani bagi setiap wbp.”

Sampai berita ini dipublikasi proses pemeriksaan laboratorium darah Hepatitis B dan C masih berjalan dengan tertib dan diikuti WBP Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta, melalui tahapan dengan jenis 3 jenis pemeriksaan darah yaitu pemeriksaan fungsi liver, anti HCV dan HBS Ag melalui Screening yang dilakukan oleh Petugas Klinik Utama Clinichek.

 

(Kontributor : Nurmala Dewi, Dokumentasi: Tim Humas Lapas Narkotika Jakarta)