Tim POKJA Lapas Narkotika Jakarta Melaksanakan Study Tiru Pembangunan Zona Integritas Ke Lapas Cibinong Menuju Pencanangan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK/WBBM)

Jakarta-LapsustikNews–  Dalam rangka mewujudkan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) ditahun 2019, Tim Kelompok Kerja (POKJA) Unit Pelaksana Teknis (UPT)  Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta melaksanakan kegiatan Studi Tiru Pembangunan Zona Integritas ke Lapas Klas IIA Cibinong.  Sebanyak 42 orang terdiri dari 3 Pejabat Struktural, 14 Pegawai dan 25 Calon Pegawai Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta atas perintah langsung Kepala Lapas (Kalapas) Narkotika Klas IIA Jakarta yang dilaksanakan hari Jum’at (14/12) lalu.

Anak Agung Gde Krisna selaku Kalapas Klas IIA Cibinong  menyampaikan dalam sambutannya “Saya ucapkan selamat datang kepada TIM Kelompok Kerja (POKJA-red) dari Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, semoga nanti setelah mendengarkan penjelasan langkah-langkah apa saja yang harus dipersiapkan untuk memenuhi persyaratan predikat Lapas Wilayah Bebas dari Korupsi, Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta bisa berhasil menyusul meraih prestasi dengan menyandang predikat Lapas Wilayah Bebas dari Korupsi,aamiin.”

Selanjutnya Agung Gde Krisna menjelaskan dalam pemaparannya “Pertama yang harus diperhatikan terkait masalah dokumen berkas kelengkapan syarat untuk meraih predikat Lapas Wilayah Bebas dari Korupsi yaitu prioritas fokus utama pada proses bukan hasil disinilah pentingnya peranan Kalapas untuk terjun langsung memimpin jalannya proses dari setiap tahapan yang dilalui seperti pembentukan Tim Pokja.” Selain itu Agung pun menambahkan dalam penjelasannya “Untuk mendapatkan gelar predikat Lapas WBK dibutuhkan komitmen tinggi terutama dalam gerakan perubahan reformasi birokrasi dimana pelayanan semakin prima cepat, tanggap dan solusi.” Agung melanjutkan dalam pemaparannya “Buatlah Program Layanan Publik yang diunggulkan seperti Layanan Kunjungan, Informasi, Pemberian Remisi, Pembebasan Bersyarat (PB-red), Cuti Menjelang Bebas (CMB-red) dan Pengaduan.” Agung menambahkan “Pastikan produk layanan publik yang menjadi target unggulan benar-benar bersih dari tindakan prilaku korupsi, sertakan selalu maklumat pelayanan disetiap ruangan layanan publik agar menjadi pengingat diri untuk terus berusaha memberikan layanan publik dengan baik.”

                

Kemudian Tim Pokja masuk dan berkeliling melihat fasilitas Sarana dan Prasarana Layanan Kunjungan dan Informasi serta ruangan Portir, Rupam, Registrasi, Restorasi (dapur) dan yang lainnya yang ada di Lapas Klas IIA Cibinong. Agung menjelaskan “ Semua berbasis digital online seperti pemberian remisi, pb, cb dan self service cukup menggunakan jempol saja wbp sudah bisa mendapatkan informasi yang diinginkan, adanya fasilitas  cctv dan panic button berupa alat tombol yang langsung terkoneksi dengan instansi Kepolisian dan Pemadam Kebakaran sebagai langkah untuk pengawasan dan pengamanannya.”

 

Kontributor : Nurmala Dewi ( Tim Humas Lapas Narkotika Jakarta )

Lapas Narkotika Jakarta Melaksanakan Upacara Peringatan Hari Bela Negara Ke 70 TAHUN 2018

Jakarta, LapsustikNews – Peringatan Hari Bela Negara 19 Desember 2018 di laksanakan di Lapangan Hijau Lapas Narkotika Jakarta, Rabu (19/12) dimulai pukul 07.30 WIB. Upacara di pimpin langsung oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Narkotika Klas IIA Jakarta. Asep Sutandar selaku Pembina Upacara, Imam Badrutammam Kepala Sub Seksi Registrasi (Kasubsi Register) sebagai Komandan Upacara dan Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja), Aris Triyanto selaku perwira upacara. Peserta Upacara terdiri dari Pegawai, Calon Pegawai Lapas Narkotika Jakarta dan Sekitar 500 an Warga Binaan Pemasyarakatan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta.

                                            

Tema dari upacara ini adalah “Bela Negara Untuk Kemakmuran Rakyat” Dalam amanatnya, Asep membacakan Pidato Peringatan Hari Bela Negara dari Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum Dan Keamanan “Bela Negara adalah kerjasama segenap elemen Bangsa dan Negara terutama adalah wadah peran dan kontribusi segenap komponen masyarakat diberbagai bidang profesi masing-masing seperti profesi dunia usaha, pendidikan, media hingga tokoh pemuda dan agama.” Asep Sutandar melanjutkan pembacaan pidatonya “ Untuk mewadahi hal tersebut, September lalu telah diterbitkan Instruksi Presiden (Inpres-red) Nomor 7 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Bela Negara Tahun 2018-2019, Inpres ini menggenapi perwujudan amanat Bela Negara dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan peraturan perundang-undangan tentang pertahanan Negara.” Selanjutnya Asep meneruskan kalimat pidatonya “ Inpres ini mewujudkan Bela Negara sebagai Hak Asasi Manusia Bangsa Indonesia sesuai Pasal 68 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (HAM-Red) yang mengamanatkan agar segenap Bangsa Indonesia dengan segala kelebihan dan kekurangannya tetap dapat memberikan sumbangsihnya dalam Bela Negara yang di dalamnya tercermin keluasan konteks Bela Negara yang semakin relevan dengan ragam tantangan dan kecepatan perubahan dunia di segala bidang.”

                                                      

“Selamat Hari Bela Negara Tahun 2018, Jaga selalu persatuan dan kesatuan bangsa, pertebal rasa cinta tanah air dan berbuat yang terbaik bagi bangsa dan Negara sesuai tugas dan profesi masing-masing.” “Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan kekuatan kepada kita semua untuk terus berusaha semangat juang Bela Negara, aamiin.”

                                                         

Upacara berlangsung kurang lebih selama 1 jam dengan khidmat dan di tutup dengan pembacaan doa oleh Abdul Manaf selaku petugas pembaca doa.

 

Kontributor : Nurmala Dewi ( Tim Humas Lapas Narkotika Jakarta )

 

Peringatan Hari AIDS Se-Dunia Tahun 2018 di Lapas Narkotika Jakarta

Jakarta-LapsustikNews–  Senin (17/12) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta menjadi tempat penyelenggaraan Peringatan Hari AIDS Se-Dunia Tahun 2018 yang di laksanakan di Lapangan Upacara Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta dihadiri oleh Yasonna Hamonangan Laoly selaku Menteri Hukum dan HAM RI dan Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek  selaku Menteri Kesehatan serta Para Pejabat Tinggi Madya, Pratama dan Struktural dari masing-masing Kementerian, Kepolisian Sektor Jatinegara, Komandan Rayon Militer Jatinegara, Pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP)  Lapas Narkotika Klas IIA,  Lapas Perempuan Jakarta (LPP) dan Lapas Cikarang.

          

Acara diawali dengan Penandatanganan MoU antara Kantor Wilayah DKI Jakarta dengan Yayasan Tenar Indonesia tentang Program Penguatan Pencegahan HIV/AIDS, Rehabilitasi, Paska Rehabilitasi Narkotika Berbasis Pelatihan dan Kewirausahaan bagi Tahanan dan WBP pada Lapas, Rumah Tahanan (Rutan) dan Balai Pemasyarakatan (Bapas) wilayah kerja DKI Jakarta yang disaksikan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakat (Dirjen PAS), Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos.

             

Kegiatan diramaikan dengan acara drama musikal dengan tema “Saya Berani, Saya Sehat, Ada Obat dan Ada Jalan” yang menceritakan keberadaan wbp dengan latar belakang kasus penyalahgunaan narkotika yang berujung pada terkena HIV AIDS atau ODHA (Orang Dengan HIV Aids), namun tetap bangkit berusaha untuk bisa melanjutkan hidup dengan adanya program pengobatan ARV (Antiretroviral) untuk mengendalikan penularan dan memperlambat virus HIV. Selain itu juga ada persembahan Tarian Kemilau Nusantara dari WBP LPP, hiburan grup musik dari Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta dan Hiburan Musik Keroncong dari Warga Binaan Lapas Cikarang

                                   

Selanjutnya Nila Moeloek sebagai Menteri Kesehatan mengatakan “Bahwa Hari AIDS Sedunia tahun ini mengusung tema Saya Berani, Saya Sehat yang dipilih sebagai bagian dari pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas-red) dalam pencegahan HIV-AIDS di Lapas/Rutan.”

                                                   

Yasonna selaku Menteri Hukum dan HAM RI dalam sambutannya menuturkan “Saat ini telah disusun Rencana Aksi Nasional tentang Pengendalian HIV-AIDS di Unit Pelaksana Teknis (UPT-red) Pemasyarakatan yang memprioritaskan pencegahan dalam Program Pengendalian HIV-AIDS yang implementasinya dilakukan melalui berbagai kegiatan dalam ruang lingkup pelaksanaan teknis pembinaan bagi wbp.” Yasonna menambahkan “Saya menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat di Tanah Air Indonesia untuk berprilaku hidup sehat demi mencegah dan mengendalikan penularan HIV di Indonesia.”

                                                              

Pada kesempatan ini Sri Puguh Utami selaku Direktur Jenderal Pemasyarakatan menyampaikan “Bahwa penanggulangan HIV AIDS bagi Tahanan dan WBP di Lapas dan Rutan terus diupayakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.”

Kontributor : Nurmala Dewi (Tim Humas Lapas Narkotika Jakarta)

Temu Blogger Kesehatan dalam Rangka Peringatan Hari AIDS Sedunia Tahun 2018 di Lapas Narkotika Jakarta

Jakarta, LapsustikNews – Kementerian Kesehatan RI bekerjasama dengan Kementerian Hukum dan HAM RI mengadakan Talk Show Temu Blogger Kesehatan yang bertajuk “Saya Berani, Saya Sehat” pada Hari Senin, (17/12). Bertempat di Aula Lantai 3 Gedung 1 Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas II A Jakarta.

Acara ini diadakan dalam rangka Rangkaian Peringatan Hari AIDS Sedunia Tahun 2018 yang dipusatkan di Lapas Narkotika Jakarta. Kegiatan Talk Show ini di isi oleh Narasumber – narasumber berkompeten antara lain : Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2ML) Kemenkes, dr. Wiendra Waworuntu. Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Lili Sujandi. Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Jakarta, Asep Sutandar. Koordinator Poliklinik Lapas Narkotika Jakarta, Dr Yusman Akbar. dan Perwakilan ODHA (Orang Dengan HIV – AIDS) dari Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Narkotika Jakarta.

Acara diawali dengan Sambutan Kalapas Narkotika Jakarta, Asep Sutandar. Beliau menyampaikan “Ucapan Terima Kasih atas Kepercayaan yang di berikan Kepada Lapas Narkotika Jakarta atas di tunjuk nya sebagai Tuan Rumah Peringatan Hari AIDS Sedunia Tahun 2018. Ini menjadi motivasi kami semua untuk dapat terus lebih meningkatkan Layanan Kesehatan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan Khususnya yang terinfeksi Virus HIV – AIDS, tambahnya”.

Lilik Sujandi, selaku Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi Ditjenpas menyampaikan dalam sambutan nya, “Ini merupakan kali kedua Ditjenpas, dalam hal ini di wakili Lapas Narkotika Jakarta di tunjuk sebagai Tuan Rumah Peringatan Hari AIDS Sedunia oleh Kementerian Kesehatan, setelah sebelumnya di laksanakan pada Tahun 2014 di tempat yang sama”.

“Ini merupakan Apresiasi yang diberikan oleh Kemenkes kepada Kemenkumham di percaya untuk menjadi Tuan Rumah Peringatan Hari AIDS Sedunia. Meskipun Kondisi Lapas dan Rutan di Indonesia saat ini masih Terbatas dalam Hal Sarana dan Prasarana penunjang Layanan Kesehatan, namun kami tetap Komitmen untuk dapat memberikan pembinaan dan pelayanan kesehatan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan di seluruh Indonesia secara Maksimal. Kami telah melakukan Screening kepada 404 ODHA Warga Binaan Pemasyarakatan di Seluruh Indonesia. Harapan kami Lapas dan Rutan dapat menjadi Inspirasi bagi Masyarakat Luar dalam penanganan terhadap ODHA”.

Yusman Akbar selaku Koordinator Poliklinik Lapas Narkotika Jakarta, menyampaikan “Tahun 2005 kematian Warga Binaan Pemasyarakatan di dalam Lapas di Indonesia mencapai angka kematian 90 Orang / Tahun akibat HIV AIDS. Kami terus bekerjasama dengan Kemenkes untuk mencari Solusi. Lapas Narkotika Jakarta sebagai “Satelit”, karena dapat menekan mata rantai Penularan, Tidak terjadi infeksi baru di dalam Lapas, dan Zero Kematian akibat HIV AIDS. Ini menjadi dorongan bagi tim Dokter untuk selalu mengupdate ilmu.

Narasumber Terakhir dr. Wiendra Waworuntu selaku P2PML Kemenkes mempresentasikan kepada peserta Talk Show tentang “Kebijakan dan Strategi Pencegahan dan Pengendalian HIV AIDS dan PIMS”. Adapun isi Presentasi meliputi : Informasi Dasar HIV AIDS, Situasi HIV AIDS serta Responnya di Indonesia, Pesan Kunci Hari AIDS Sedunia 2018, dan Peran Blogger Kesehatan.

“Pesan Kunci Hari AIDS Sedunia adalah HIV AIDS merupakan penyakit kronis yang dapat dikelola seperti Hipertensi dan Diabetes. HIV sudah ada Obatnya, yaitu ARV. Pengobatan ARV menjaga ODHA tetap produktif dan mencegah infeksi HIV baru. HIV tidak mudah menular, jauhi penyakitnya, bukan orangnya. “Mari Tes HIV, Saya Berani – Saya Sehat”.

Wiendra berpesan kepada para Blogger Kesehatan untuk Menyebarluaskan pesan kunci Hari AIDS Sedunia 2018, Ikut mengkampanyekan #ada Obat ada jalan, serta menyebarluaskan Informasi tentang HIV AIDS, tutupnya. Di Akhir Acara Panitia membuka Sesi Tanya Jawab kepada Peserta kurang lebih selama 15 Menit.

Kontributor : Budi Leksono

Dokumentasi : Tim Humas Lapas Narkotika Jakarta

Membuka Pintu Taubat Bersama Damai Indonesiaku di Lapas Narkotika Jakarta

Jakarta-LapsustikNews–  Sabtu (08/12) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta kerjasama dengan TV One melaksanakan Program Pembinaan Kerohanian Islam yaitu  Kajian Tausiyah dengan tema “Membuka Pintu Taubat” bersama 3 Penceramah yang terdiri dari K.H. Syarif Matnadjih, K.H. Cholil Nafis dan Ustadz Arifin Nugroho yang di laksanakan mulai pukul 13.00 s.d 15.00 wib di Mesjid Darussyifa Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta yang  disiarkan langsung  oleh stasiun TV One Program Damai Indonesiaku.

Kegiatan  dihadiri oleh Direktur Pelayanan Tahanan dan Pengelolaan Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Pejabat Pratama Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta, Kepolisian Resort Metro Jakarta Timur, Komando Distrik Militer 05 Jakarta Timur, Kepolisian Sektor Metro Jatinegara, Komando Rayon Militer 01 Jatinegara, Tokoh Agama dan Masyarakat setempat, Tim Kru dari TV One, Kepala Lapas beserta Pejabat Struktural Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, Pegawai Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta dan Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta yang beragama Islam.

Asep Sutandar selaku Kepala Lapas Ketika ditanya oleh Ustadz M.Agung IzzulHaq menjelaskan “Bahwa Warga Binaan Pemasyarakatan diberikan program pembinaan kepribadian dan kemandirian  yang dilakukan wbp untuk mengisi hari-hari mereka dengan skil keterampilan seperti membuat roti dan meracik kopi dengan tujuan ketika bebas nanti wbp bisa hidup mandiri karena punya bekal untuk berkarya di masyarakat.”

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci al-Quran Az-Zumar (ayat 53 dan 54)  yang dibawakan Iwan Kurniawan salah satu wbp Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta yang juga menjadi santri di Mesjid Darussyifa Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta. Selanjutnya dibuka oleh Ustadz M.Agung IzzulHaq selaku pembawa acara TV One program Damainya Indonesiaku menuturkan “Bahwa Tema Tausiyah adalah bagaimana membuka pintu taubat  yang akan disampaikan oleh guru-guru yang kita cintai antara lain  K.H. Cholil Nafis, K.H. Syarif Matnadjih  dan Ustadz Arifin Nugroho yang telah hadir untuk mengisi siraman rohani Islam di Mesjid Darussyifa Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.”

Dalam ceramahnya K.H. Cholil Nafis menyampaikan “Makhluk Alloh ada 4 hal yang pertama Malaikat yaitu Makhluq Alloh yang tak pernah maksiat kepada Alloh dan melaksanakan segala perintah Alloh, kedua Syeitan yang selalu salah selalu membangkang akan perintah Alloh, ketiga hewan yang tidak dimintai pertanggung jawaban oleh Alloh dan yang keempat adalah Manusia yaitu Makhluq Alloh yang hidupnya  kadang baik kadang buruk yang imannya bisa naik dan turun yang sering melakukan kesalahan tapi juga bisa melakukan kebaikan.” Cholil menambahkan “Manusia memang sering melakukan kesalahan dalam hidupnya tapi jangan pernah berputus asa dari Ampunan dan Rahmat Alloh SWT, jika berbuat salah segeralah bertaubat.”

Selanjutnya Ustadz Arifin Nugroho menyampaikan dalam ceramahnya “ Sesungguhnya Alloh maha penyayang dan maha pengampun bagi manusia yang tergelincir dalam linangan dosa kemudian menyadari akan semua kekeliruannya dan segera bertaubat lalu Alloh mampukan manusia itu untuk bangkit dan diampuni dosa-dosanya maka sesungguhnya Alloh itu cinta terhadap mereka yang mau bertaubat.”

Terakhir K.H. Syarif Matnadjih dalam ceramahnya menuturkan “Manusia yang bertaubat ketika Alloh menerima taubatNya dan mengampuni semua kesalahannya bisa jadi manusia itu akan menjadi kekasih Alloh.” Syarif menambahkan “Kisah Nabi Yunus yang berada di dalam perut ikan pernah mengalami 3 kegelapan yaitu kegelapan selama di dalam perut, kegelapan sepanjang malam dan kegelapan di dasar laut Nabi Yunus kemudian mengingat dan mengakui segala kedzoliman dan kebodohan diri maka Alloh segera memberikan pertolonganNya dengan mengeluarkan Nabi Yunus dari dalam perut ikan tersebut.”

video lengkap klik disini

 

Kontributor : Nurmala Dewi (Tim Humas Lapas Narkotika Jakarta)

 

Lapas Narkotika Jakarta Melaksanakan Rapat Persiapan TIM Kelompok Kerja (POKJA) Menuju Wilayah Bebas Dari Korupsi (WBK) Di Tahun 2019

Jakarta-LapsustikNews–  Menindaklanjuti  Surat Kepala Biro Perencanaan Nomor SEK.1.OT.03-732 tanggal 27 November 2018 tentang  Internalisasi  Pelaksanaan  Reformasi  Birokrasi  bahwa Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia (HAM)  menargetkan  70 Satuan Kerja Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang memperoleh predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK)  ditahun 2019, salah satunya adalah UPT Lembaga Pemasayarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta.

Untuk mewujudkannya UPT Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta berupaya dengan sungguh-sungguh terbukti dengan diadakannya kegiatan rapat persiapan tim pokja menuju UPT WBK Jum’at (07/12) yang dilaksanakan di Gedung Utama Aula Lantai 3 Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta. Rapat diikuti oleh Pejabat Struktural, Para Pegawai dan Calon Pegawai yang dipilih langsung oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Narkotika Klas IIA Jakarta.

Dalam sambutannya mewakili Kalapas yang tidak bisa hadir Lis Susanti selaku Kepala Sub Bagian Tata Usaha Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta menyampaikan “Bahwa awal tahun 2019 Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta memulai dengan semangat baru untuk mereformasi birokrasi disemua bidang pelayanan publik. Anggota Tim pembangunan Zona Integritas (ZI-red) yang ditunjuk merupakan agen perubahan yang ada di Lapas Narkotika Jakarta sebanyak 53 orang terpilih dari unsur 14 pejabat struktural, 14  staf pegawai dan 25 Calon Pegawai Negeri Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta  berdasarkan penilaian assessment, intelektualitas dan performance.”

Setelah menyampaikan kata sambutan Lis Susanti memberikan paparan dan penjelasan tentang persiapan apa saja yang harus dilakukan untuk mewujudkan Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta ini menuju Wilayah Bebas dari Korupsi antara lain Zona Integritas yaitu predikat yang diberikan kepada instansi pemerintah yang pimpinan dan jajarannya mempunyai komitmen untuk mewujudkan WBK/WBBM melalui reformasi birokrasi khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Soeistanto selaku Kepala Seksi Bina Anak Didik (Binadik) menyampaikan “ Saya sangat mendukung untuk  mereformasi semua pelayanan publik terutama informasi diharapkan tidak ada lagi pungutan liar dan warga binaan pemasyarakatan (wbp) bisa mendapatkan layanan informasi dengan cepat dan akurat, Jika memang bisa dipermudah mengapa harus dipersulit saatnya kita bergerak untuk perubahan yang lebih baik.”

Aris Triyanto selaku Kepala Seksi Kegiatan Kerja turut menyampaikan “ Saya mendukung penuh dan menghimbau  untuk benar-benar komitmen dilaksanakan sehingga Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta bisa meraih predikat Lapas Wilayah Bebas dari Korupsi.”

Heri Purnomo sebagai Kepala Seksi Administrasi Keamanan (Adkam) menyampaikan “ Saya sangat mendukung dan menegaskan agar kita berusaha disiplin tepat waktu dalam bertugas terutama dalam memberikan layanan publik salah satunya adalah kunjungan  dengan sikap 5S senyum, sapa, salam, sopan dan santun ”

Jumadi selaku Kepala Subsi Bimbingan kemasyarakatan dan perawatan (Bimkemaswat) turut serta menyampaikan “Semoga para tunas pengayoman yang merupakan agen perubahan bisa membuktikan diri dengan menambah pengetahuan,cepat menyesuaikan diri, beradaptasi tidak hanya satu titik yang harus dikuasai tapi semua titik yaitu semua pelayanan bukan hanya bagian pengamanan saja tapi juga mampu memberikan layanan publik lainnya dengan baik.”

Muryani selaku Kepala Urusan Kepegawaian/Keuangan menyampaikan “Kepada tunas pengayoman yang juga merupakan agen perubahan harus bisa membuktikan dengan sungguh-sungguh, komitmen, berusahalah untuk bekerja dengan giat,cerdas dan ikhlas.”

Kontributor : Nurmala Dewi ( Tim Humas Lapas Narkotika Jakarta )

 

 

Lapas Narkotika Jakarta Jadi Piloting Penyuluhan Hepatitis C Bagi WBP

Jakarta-LapsustikNews– Sebanyak 30 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta mengikuti kegiatan Penyuluhan Hepatitis C Warga Binaan Pemasyarakatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Pemasyarakatan bekerja sama dengan Persaudaraan Korban Napza Indonesia (PKNI), Rabu (5/12). Kegiatan tersebut merupakan Piloting yang bertujuan agar WBP lebih berhati hati terhadap penularan Hepatitis C. Demikian disampaikan oleh dr Hetty Widiastuti, Kepala Seksi (Kasi) Perawatan Pencegahan Penyakit Menular Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

“Pagi ini kami dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dengan tim dari PKNI akan melaksanakan Penyuluhan Hepatitis C Bagi Tahanan Dan Warga Binaan Pemasyarakatan, khususnya untuk Lapas Klas IIA Jakarta. Harapannya, setelah kegiatan ini berjalan, Bapak Ibu bisa lebih memahami, mengetahui informasi dan lebih berhati-hati untuk tidak melakukan hal-hal yang beresiko terjadinya penularan, “ ujar dr Hetty mengawali kegiatan tersebut.

Kegiatan penyuluhan hepatitis C di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta merupakan piloting untuk rutan/lapas se-Indonesia, sebagaimana disampaikan dr Hetty dalam penjelasanya dan pembicara dari PKNI, Carolina.

“Ini bukan yang terakhir. Kita akan terus bersama-sama mengawal perawatan dan pecegahan penyakit menular di Lapas/Rutan, khususnya DKI Jakarta ini akan menjadi Piloting untuk nantinya dikembangkan di Indonesia. Dan mohon dukungan juga dari Kantor Wilayah, bapak Nana dan teman-teman di Lapas Narkotika, semoga kita bisa terus bersama mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera,” lanjut dr Hetty memberikan penjelasannya.

“Karena ini Piloting, jadi ini baru pertama. Rencananya tahun depan bisa lebih banyak lapas yang di beri penyuluhan,” ucap Caroline sebelum memulai materi penyuluhan.

Kegiatan Penyuluhan Hepatitis C di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta dilaksanakan selama 3 hari, yaitu tanggal 5 – 7 Desember 2018 dan dibuka secara resmi oleh Kasi Bimbingan Napi/Anak Didik, Soeistanto Pudji Djatmiko, mewakili Kepala Lapas Narkotika Jakarta.

“Bagi rekan-rekan warga binaan yang saat ini mengikuti penyuluhan, besar harapan kita semua untuk bisa mensosialisasikan seperti yang tadi diarahkan oleh dr Hetty, untuk bisa menjauhi hal-hal yang menyebabkan atau rentan terhadap resiko penyakit hepatitis C. Oleh karena itu, dengan mengucapkan Bissmilahirrahmanirrohim, Penyuluhan Hepatitis C di Lapas Narkotika Jakarta kita buka,” ucap Soeistanto membuka secara resmi kegiatan tersebut.

Hadir pula dalam acara tersebut, Kepala Sub Bidang Perawatan Narapidana/Tahanan, Pengelolaan Basan Baran Kantor Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta, Nana Herdiana; Kepala Sub Seksi Bimbingan Kemasayarakatan Dan Perawatan Lapas Narkotika Jakarta, Jumadi; Pegawai DirektorPetugas Medis dan Paramedis Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, LSM PKNI, LSM Satu Hati, Mahasiswa Universitas Atmajaya.

Kontributor: Sadi (Tim Humas Lapsustikjkt).

Persiapan WBK, Lapas Narkotika Jakarta Disambangi Tim Reformasi Birokrasi Kementerian Hukum dan HAM

Jakarta-LapsustikNews– Dalam upayanya menjadi Wilayah Bebas Korupsi (WBK) Tahun 2019, Unit Pelayanan Teknis (UPT) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta melaksanakan rapat persiapan dan mendapat pengarahan dari Tim Reformasi Birokrasi Biro Perencanaan Sekretariat Jenderal (Sekjen) Kementerian Hukum dan HAM RI, Senin (3/12). Kepala Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, Asep Sutandar, menyampaikan keyakinannya untuk bisa menjadikan UPT yang dipimpinnya meraih predikat WBK.

“Lapas Narkotika pada tahun 2016 pernah diusulkan untuk memperoleh predikat WBK, namun masih belum berhasil karena persiapannya yang kurang, Untuk tahun 2019, dengan pendampingan sejak awal oleh Biro Perencanaan, kita bisa siapkan sebaik mungkin. Saya yakin kita bisa meraih predikat WBK tahun depan,” ucap Asep Sutandar dalam sambutannya membuka rapat.

Kepala Sub Bagian Fasilitas Reformasi Birokrasi Biro Perencanaan Sekjen, Yustina Elistya, selaku tim pendamping menyampaikan bahwa Kementerian Hukum Dan HAM menargetkan ada 70 Satuan Kerja/UPT yang memperoleh predikat WBK di tahun 2019, salah satunya adalah UPT Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta yang ditunjuk berdasarkan Surat Kepala Biro Perencanaan Nomor SEK.1.OT.03-732 tanggal 27 November 2018.

“UPT yang diusulkan menjadi WBK merupakan UPT unggulan diantara UPT yang lainnya. Inspektur Jenderal Kementerian Hukum dan HAM menargetkan ada 70 satker atau UPT yang mendapat predikat WBK ditahun 2019. Salah satunya adalah Lapas Narkotika Jakarta,” ujar Yustina Elistya dalam penjelasannya.

Lebih lanjut, Yustina menjelaskan bahwa untuk mendapat predikat WBK maka harus meraih nilai minimal 75.

“Dalam LKE (Lembar Kerja Evaluasi, red) WBK, ada 6 area perubahan yang harus di capai oleh UPT, dengan nilai minimal 75. Nah kita untuk bisa mendapat nilai 75, maka dalam diri kita harus punya target nilai yang  tinggi. Minimal targetnya 90 sampai 95. Untuk penialiannya itu sendiri nanti dilakukan oleh MenPAN RB (Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan reformasi Birokrasi, red),” lanjut Yustina

Hadir pula dalam rapat persiapan tersebut, Kepala Sub Bagian Perencanaan Reformasi Birokrasi Biro Perencanaan Kementerian Hukum dan HAM, Berytha, pejabat struktural eselon IV dan V serta pegawai Lapas Narkotika Jakarta.

 

Kontributor: Sadi (Tim Humas Lapsustikjkt).

Jaga Konsistensi Peserta Terapi Rumatan Methadone, Petugas Lakukan Tes Urine

Jakarta-LapsustikNews– Dalam rangka menjaga konsistensi peserta Program Terapi Rumatan Methadone (PTRM) untuk tidak menggunakan narkoba, petugas medis dan para medis Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta melaksanakan tes urine, Rabu (28/11). Kegiatan tes urine tersebut dilakukan 3 kali dalam setahun dengan waktu pelaksanaan dilakukan secara mendadak atau tanpa pemberitahuan. Demikian disampaikan oleh penanggung jawab harian PTRM Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, Lilis Budiwiyarti.

“Hari ini kita melakukan tes urine berkala terhadap 14 orang klien peserta program terapi rumatan methadone. Hal ini dilakukan untuk menjaga kepatuhan mereka dalam terapi metadone dan untuk mengetahui apakah mereka menggunakan narkoba selain dari methadone,” ujar Lilis kepada tim Humas.

“Jangka waktu pelaksanaan tes urine berkala ini kita lakukan setahun tiga kali, tapi waktunya tidak kita beritahu ke peserta. Kadang kita juga melaksanakan tes urine secara insidentil,” lanjut Lilis Budiwiyarti.

Sementara itu, Kepala Sub Seksi Bimbingan Kemasyarakatan Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, Jumadi, mengatakan bahwa kegiatan tes urine tersebut juga merupakan upaya Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta dalam mencegah narkoba di dalam lapas.

“Selain untuk mengetahui kepatuhan peserta metadhone, tes urine tersebut juga sebagai upaya kami melaksanakan P4GN di dalam lapas. Bukan hanya kepada peserta methadone, tapi juga ke warga binaan yang lain,” ucap Jumadi kepada tim Humas Lapas Narkotika Jakarta

PTRM adalah sebagai terapi subtitusi bagi pengguna narkoba suntik (penasun) heroin. Pemberian terapi metadhone dilakukan oleh petugas medis/paramedis yang telah diberi pelatihan. Pelaksanaan PTRM ini dilakukan dibawah pengawasan langsung dari Rumah Sakit ketergantungan Obat (RSKO) Jakarta. PTRM di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta dilaksanakan sejak tahun 2006, dibawah koordinator dr Finnahari.

Kontributor: Sadi (Tim Humas Lapsustikjkt).

Kalapas Memberikan Arahan kepada Seluruh Pegawai setelah Senam Pagi bersama di Lapas Narkotika Jakarta

Jakarta, LapsustikNews : Seluruh pejabat dan pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Jakarta Jumat (30/11) melaksanakan senam pagi bersama yang dimulai dari jam 07.00 s.d 08.30 wib. Kegiatan senam di laksanakan di halaman belakang gedung utama yang dipimpin oleh 3 instruktur senam yang khusus di undang oleh Kepala Lapas. Senam bersama ini merupakan aktifitas rutin setiap pekan dilaksanakan oleh seluruh pejabat dan pegawai Lapas Narkotika Jakarta.

 

Setelah senam pagi berakhir dengan penuh semangat Kalapas memerintahkan kepada seluruh pejabat struktural, petugas dan jajaran pengamanan Lapas Narkotika Jakarta untuk mengikuti arahan yang akan diberikan langsung oleh Kalapas. Asep Sutandar selaku Kalapas menyampaikan dalam arahannya “Menyikapi musibah yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banda Aceh Lamboro di Gampoh Bineh Blang, sebanyak 113 tahanan kabur dari selnya kamis malam (29/11), kita sebagai petugas lapas meskipun tidak mengetahui apa yang menjadi sebab timbulnya musibah itu tapi kita harus lebih waspada, peduli dan pastinya lebih hati-hati terutama dibagian pengamanan.” Asep menambahkan “Bekerjalah sesuai aturan yang berlaku ketika terjadi pergantian shit jaga itu harus dalam keadaan personil yang tetap ada bukan kosong, karena disini bisa menjadi celah timbulnya tahanan atau napi untuk melakukan tindakan yang tidak diharapkan oleh kita semua.” Asep melanjutkan “Mari sama sama kita ambil pelajaran berharga, kita sikapi dengan perbaikan kinerja, disiplin, menjadi teladan sehingga pekerjaan kita bisa lebih baik, aman dan terkendali.” “Semoga dengan adanya pertemuan kegiatan ini Pegawai Lapas Narkotika Jakarta bisa lebih berhati –hati dalam bekerja, dimana atasan langsung bisa mengawasi anak buahnya dan pimpinan bertanggung jawab akan kepemimpinannya.”

 

Setelah selesai seluruh pegawai kembali ketempat kerjanya masing-masing tetapi pejabat struktural Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta berkumpul kembali bersama Kalapas untuk membahas persiapan agenda kegiatan kerja berikutnya yang akan dilaksanakan di bulan Desember 2018.

 

Kontributor : Nurmala Dewi ( Tim Humas Lapas Narkotika Jakarta )