Cuti Mengunjungi Keluarga (CMK)

Cuti Mengunjungi Keluarga (CMK) adalah proses pembinaan Narapidana dan anak didik pemasyarakatan yang dilaksanakan melalui kunjungan narapidana ke keluarga asalnya. CMK merupakan kegiatan rutin yang dapat dilaksanakan setiap tiga bulan bagi narapidana yang memiliki masa pidana 12 bulan.  Kegiatan ini bertujuan untuk menghilangkan stigma terhadap narapidana, serta mencegah penolakan masyarakat terhadap bekas narapidana.

Prosedur :

  1. Narapidana membuat surat permohonan secara tertulis dari keluarga yang dilampiri surat jaminan dan surat keterangan keperluan pengajuan cuti mengunjungi keluarga yang didukung dengan keterangan yang diketahui oleh Lurah tempat tinggal (domisili) narapidana
  2. Permohonan tersebut diajukan kepada Kalapas kemudian petugas yang ditunjuk oleh Kalapas akan mengadakan survey lapangan untuk mencari fakta atas permohonan tersebut
  3. Kemudian Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) akan menyidangkan permohonan cuti tersebut secara berjalan
  4. Setelah itu dengan adanya persetujuan dari Kalapas yang terlebih dahulu melaporkan permohonan CMK ini kepada Kepala Kantor Wilayah 1 bulan sebelum pelaksanaannya
  5. Dengan adanya persetujuan dari Kalapas atau Permohonan CMK bagi narpidana tersebut, narapidana berhak mendapatkan CMK dengan pengawalan, pengamanan dan pengawasan petugas
  6. Selain permohonan CMK dipegang oleh Lapas juga harus diberikan salinannya Kepala Balai Pemasyarakatan (BAPAS).

Syarat :

  1. Narapidana membuat surat permohonan secara tertulis dari keluarga yang dilampiri surat jaminan dan surat keterangan keperluan pengajuan cuti mengunjungi keluarga yang didukung dengan keterangan yang diketahui oleh Lurah tempat tinggal (domisili) narapidana
  2. Permohonan tersebut diajukan kepada Kalapas kemudian petugas yang ditunjuk oleh Kalapas akan mengadakan survey lapangan untuk mencari fakta atas permohonan tersebut
  3. Kemudian Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) akan menyidangkan permohonan cuti tersebut secara berjalan
  4. Setelah itu dengan adanya persetujuan dari Kalapas yang terlebih dahulu melaporkan permohonan CMK ini kepada  Kepala Kantor Wilayah 1 bulan sebelum pelaksanaannya
  5. Dengan adanya persetujuan dari Kalapas atau Permohonan CMK bagi narpidana tersebut, narapidana berhak mendapatkan CMK dengan pengawalan, pengamanan dan pengawasan petugas
  6. Selain permohonan CMK dipegang oleh Lapas juga harus diberikan salinannya Kepala BAPAS.