Kegiatan Peningkatan Pemahaman Sadar Hukum Bagi WBP LPN Jakarta Bersama Tim Penyuluh Hukum Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta

LapsustikNews –  Senin, (18/11) sebanyak 38 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pada Lembaga Pemasyarakatan Narkotika (LPN) Jakarta mengikuti Kegiatan Peningkatan Sadar Hukum Bersama Tim Penyuluhan Hukum dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia DKI Jakarta. Adapun WBP yang hadir terdiri dari WBP yang aktif mengikuti kegiatan program Pramuka dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di LPN Jakarta.

Kegiatan dilaksanakan di Ruang Belajar PKBM Pandu Pelajar Mandiri LPN Jakarta Area Gedung 2 Lapas Narkotika Jakarta yang dimulai pada pukul 10.30 s.d 12.00 wib yang diisi oleh David Nur Iman, Sukoco Hendarto dan Eli Sararijani selaku Tim Penyuluh Hukum dari Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta.

Jumadi sebagai Kepala Subsi Bimkemaswat LPN Jakarta menyambut hangat kedatangan Tim Penyuluh Hukum dan menyampaikan sambutannya “Alhamdulillah, terimakasih banyak atas kehadiran Tim Penyuluh Hukum untuk memberikan Ilmu dan Informasi tentang hukum kepada Warga Binaan Lapas Narkotika Jakarta dan berharap kegiatan ini bisa rutin dilaksanakan.”  “Semoga dengan adanya kegiatan penyuluhan ini bisa memberikan pemahaman kepada WBP yang terkait dengan hukum sehingga peningkatan kesadaran hukum semakin baik,aamiin.” Ucap Jumadi.

Pada kegiatan penyuluhan ini terdapat 3 materi yang disampaikan oleh para Nara Sumber yaitu pertama materi tentang Peningkatan Kesadaran Hukum Bagi WBP yang disampaikan  oleh  David NurIman menyampaikan “Hukum sebagai perwujudan nilai-nilai yang mengandung arti bahwa kehadirannnya untuk melindungi dan memajukan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh masyarakat, olehnya karena itu, pembinaan nilai disiplin sebagai salah satu indikator hukum sangat perlu dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan dalam rangka peningkatan kesadaran hukum bagi narapidana.

Lalu materi kedua perihal tentang Pembinaan Kesadaran Hukum Bagi Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan yang disampaikan oleh Elli “ Bahwa semua undang-undang dan peraturan pemerintah adalah untuk mengatur ketertiban dan perilaku manusia sehingga tidak akan ada lagi pelanggaran hukum.” Eli menambahkan “Dengan adanya pembinaan kesadaran hukum bagi Narapidana di Lapas bertujuan untuk memberikan pemahaman sadar hukum dengan tidak melanggar aturan hukum seperti salah satunya memahami isi Peraturan Undang-undang Narkotika Nomor 35 tahun 2009.”

Kemudian dilanjutkan  dengan materi ketiga  dengan tema Kesadaran Berbangsa dan Bernegara yang disampaikan oleh Sukoco Hendarto menjelaskan “Kesadaran berbangsa dan bernegara yaitu sikap dan perilaku harus sesuai dengan kepribadian bangsa dan selalu mengkaitkan dirinya dengan cita-cita dan tujuan hidup bangsa Indonesia yg termaktub dalam pembukaan UUD 1945 melalui menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan, menumbuhkan rasa memiliki dan patriotisme serta memiliki kesadaran atas tanggung jawab yang menghormati lambang  negara dan mentaati peraturan perundang-undangan.”

Selama kegiatan berlangsung terlihat para WBP LPN Jakarta begitu serius dan antusias menyimak setiap materi yang disampaikan oleh nara sumber. Bahkan Sukoco Hendarto salah satu Nara Sumber menyampaikan kepada Tim Humas “WBP yang mengikuti kegiatan penyuluhan hukum ini sangat antusias dan sangat semangat, terbukti mereka semua aktif ketika kami berikan simulasi tepuk kadarkum, dimana bagi mereka yang bisa menjawab pertanyaan dari kami akan diberi hadiah dan saya perhatikan hampir semuanya berusaha  menjawab.”

Kontributor : Nurmala Dewi dan Tim Dokumentasi LPN Jakarta

Pelatihan Budidaya Perikanan untuk Warga Binaan Lapas Narkotika Jakarta.

LapsustikNews– Sebanyak 50 orang Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Narkotika Jakarta mendapat pelatihan budidaya perikanan oleh Suku Dinas Kelautan, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (KPKP) Kota Jakarta Timur, Senin (18/11).

Kegiatan Pelatihan Budidaya Perikanan ini merupakan satu bentuk sinergi antara Lapas Narkotika Jakarta dengan Sudin KPKP Kota Jakarta Timur, kegiatan bertempat di ruang kelas area gedung 2 dimulai pukul 10.00 WIB dibuka dengan sambutan dari Supriyadi Shaleh selaku Kepala Seksi Perikanan Sudin KPKP menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak Lapas Narkotika Jakarta atas undangannya dan ini merupakan kali pertama tim dari Sudin KPKP datang ke Lapas Narkotika Jakarta, dilanjutkan sambutan oleh Eddy Junaedi Plt. Kepala Lapas Narkotika Jakarta yang mana dalam sambutannya beliau menyampaikan untuk seluruh WBP harap mengikuti kegiatan tersebut dengan serius, karena ini kali pertama dan juga bisa sebagai bekal keahlian ketika nanti sudah melanjutkan hidup di dunia luar.

Setelah melakukan penjelasan secara teori oleh Sudin KPKP dan beberapa tanya jawab dari WBP, tiba saatnya sesi praktik di kolam budidaya milik Lapas Narkotika Jakarta. Sebanyak 7 orang perwakilan WBP didampingi oleh Soeistanto selaku Kasi Binadik Lapas Narkotika Jakarta dan Tim dari Sudin KPKP Jakarta Timur menerapkan materi yang telah didapatkan pada sesi teori di kelas.

Tampak sangat antusias WBP yang melakukan praktik budidaya tersebut, karena dipandu langsung oleh tim Sudin KPKP Jakarta Timur.

Saat ditemui Tim Humas, Soeistanto Kasi Binadik Lapas Narkotika Jakarta menyampaikan  “Kegiatan ini bertujuan agar WBP akan punya keahlian setelah keluar dari sini, bahkan tadi Sudin KPKP membuka pintu bagi WBP yang sudah bebas untuk bergabung bersama mereka”.

 

 

Kontributor: Firman. A

Upacara Hari Kesadaran Nasional : Pelayanan Kepada WBP Adalah Prioritas Utama

Lapsustiknews, (18/11/2019). Sudah menjadi rutinitas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Jakarta, untuk memperingati Hari Kesadaran Nasional pada tanggal tujuh belas (17) setiap bulannya. Upacara ini dilakukan setiap tanggal 17, karena diambil dari tanggal Kemerdekaan Indonesia dengan harapan agar para Pejabat, Petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Narkotika Jakarta dapat memperingati dan mengenang perjuangan para Pahlawan setiap bulannya. Sehingga semangat untuk berjuang dan mengabdi pada Negara Kesatuan Republik Indonesia, dapat terbarukan. Karena itu, upacara yang diselenggarakan setiap bulannya ini, wajib diikuti oleh setiap Petugas dan WBP Lapas Narkotika Jakarta.

Pada upacara ini, yang bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Plt Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Jakarta Eddy Junaedi, Amd. IP., S. Sos., M. Si. Dalam amanatnya beliau menyampaikan bahwa seluruh Warga Binaan harus bekerjasama melawan Korupsi, Gratifikasi dan Pungli. Seluruh Pimpinan dan Petugas Lapas Narkotika Jakarta juga harus menghindari praktek Suap, Korupsi, Gratifikasi dan Pungli, sesuai dengan Program Pembangunan Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK-WBBM) yang telah dicanangkan pada awal tahun lalu.

Selain itu, peningkatan pelayanan terhadap wargabinaan juga harus menjadi prioritas dan menjadi perhatian serius. Jangan sampai ada Warga Binaan yang merasa tidak dapat dilayani dengan baik. Upacara diakhiri dengan doa yang dibacakan oleh Petugas.

Kontributor : Ayep S

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H Dan Santunan Anak Yatim Bersama Keluarga Besar LPN Jakarta

LapsustikNews : Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H Dan Santunan sebanyak 40 Anak Yatim bersama Keluarga Besar Lembaga Pemasyarakatan Narkotika (LPN) Jakarta di selenggarakan di Mesjid Daarusyifa LPN Jakarta pada hari Rabu, (13/11). Hadir dalam acara ini Usmayadi selaku Sekretaris Walikota Jakarta Timur, Sudirman Has sebagai Koordinator Pengajar Agama Islam di LPN Jakarta beserta rekan-rekan sejawatnya, Ayu Kayla selaku Motivator, Pejabat Pelaksana Teknis (PLT) Kepala LPN Jakarta beserta jajarannya, Pegawai LPN Jakarta, Taruna Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip), Anak-anak yatim sebanyak 40 dari sekitaran Cipinang Besar Utara dan Sekitar 800 an Santri Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Mesjid Da’arusyifa LPN Jakarta.

Acara peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW kali ini dimulai pada Ba’da Dzuhur. Setelah Jamaah melaksanakan Ibadah Solat Dzuhur secara Berjamaah, seluruh peserta dengan Khidmat mengikuti rangkaian Kegiatan.

Acara diawali dengan sambutan oleh Edy Junaedi selaku PLT Kalapas Narkotika Jakarta  “Berterima kasih kepada panitia dan tamu undangan yang telah mendukung terselenggaranya acara ini berharap dengan adanya kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H dapat memberikan kita semua semangat untuk terus berusaha memperbaiki kualitas keimanan dan ketaqwaan kita terhadap Alloh SWT, dengan mengikuti tauladan Rasul-Nya yang telah memberikan banyak contoh akhlaq yang mulia.” Harapan Edy Junaedi “Semoga Alloh SWT meridhoi atas apa yang kita laksanakan hari ini,aamiin.”

Sebelum tausiyah dimulai acara diisi dengan selingan Motivasi yang diberikan dari Ayu Kayla selaku Motivator menyampaikan kepada Jama’ah para Santri WBP LPN Jakarta “Jangan Putus Asa dari Rahmat Alloh SWT, teruslah berusaha bangkit dan berjuang memperbaiki kesalahan yang pernah dilakukan agar tidak terulang dikemudian hari, karena setiap manusia punya kewajiban untuk berdoa dan berikhtiar mencapai keberhasilan dalam hidup.”

Selanjutnya pembacaan Laporan Kegiatan oleh Soeistanto selaku Kepala Seksi Binadik LPN Jakarta sekaligus Ketua Pelaksana acara menyampaikan “Bahwa kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H, merupakan bentuk nyata komitmen dari pembinaan kepribadian kerohanian keagamaan Islam dimana kita ketahui bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan Utusan Alloh SWT sebagai pemimpin Umat Islam yang harus ditiru oleh seluruh Umat Islam.”

Berikut acara dilanjut pembacaan tilawah yang dibacakan oleh 2 Santri terbaik dari WBP LPN Jakarta, disusul dengan sambutan dari Usmayadi selaku Sekretaris Walikota Jakarta Timur “Ini pertama kalinya bagi saya untuk bicara didepan Warga Binaan Lapas, Alhamdulillah saya  bersyukur dan berterimakasih atas undangannya.” Usmayadi menambahkan “Saya sangat bersimpatik dan bangga melihat serta mendengar secara langsung betapa piawainya Lantunan Ayat Suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Santri Warga Binaan Lapas Narkotika Jakarta, ayat yang dibawakan sangat fasih.”

Kemudian dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada Santri WBP Mesjid Daarussyifa  LPN Jakarta yang berprestasi serta pemberian santunan secara simbolis kepada 3 anak yatim yang diserahkan oleh PLT Kalapas Narkotika Jakarta, Sekretaris Walikota Jakarta Timur dan Ustadz Taufiqurrahman selaku Pengisi Ceramah Tausiyah pada kegiatan ini.

Pada kesempatan ini  Ustadz Taufiqurrahman menyampaikan tauisyahnya kepada seluruh keluarga besar LPN Jakarta “Bahwa dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW marilah kita ikuti apa yang menjadi ajarannya,seperti Ibadah Qiyamullail dan Sodaqoh dimana ibadah ini merupakan ibadah yang sangat disukainya.” Taufiqurrahman menambahkan “Jika mengaku cinta pada Nabi Muhammad SAW, maka buktikanlah kecintaan kita dengan mengikuti segala sunnahnya.”

 

Kontributor Berita :  Nurmala Dewi Bersama Tim Dokumentasi LPN Jakarta

Study Lapangan Taruna Poltekip di Lapas Narkotika Jakarta

LapsustikNews-­Rabu 13 November 2019 Lapas narkotika jakarta menerima kunjungan Study Lapangan dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Hukum dan HAM, Sebanyak 40 Taruna Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) Program Pendidikan Bimbingan Kemasyarakatan tingkat 3 didampingi dosen pengajar dengan tema kegiatan “Praktek Assesment High Risk and Need, Problem, Solving dan Pendidikan Anti Korupsi”

Peserta tiba di Ruang Kelas area gedung 2 dan disambut langsung oleh Eddy Junaedi selaku Plt. Kepala Lapas Narkotika Jakarta serta Jajaran Binadik Soeistanto Poedji Djatmiko selaku Kasie Binadik, Jumadi kasubsie Bimkemaswat, Imam Badruttamam Kasubsie Regiatrasi kegiatan dibuka dengan sambutan oleh Ali Muhammad Kepala Prodi Bimbingan Kemasyarakatan Poltekip.

Dalam sambutannya beliau menyampaikan terimakasih kepada Jajaran Lapas Narkotika Jakarta atas berkenan menerima kedatangan peserta studi lapangan. Kegiatan study lapangan ini sebagai momen awal, dan untuk selanjutnya Lapas Narkotika Jakarta bisa menjadi menjadi Laboratorium praktik Taruna Poltekip untuk semua program studi. “Ini adalah rumah kalian yang menjadi bagian penting,  jadikan ini sebagai momen berharga bagi kalian karena ini adalah kali pertama praktik berhadapan dengan Narapidana,
Jangan melakukan introgasi kepada Narapidana, ini praktek menilai, wawancara untuk mendapat informasi relevan, valid dan aktual” ucap Ali Muhammad sembari menutup sambutannya.

Dilanjutkan Sambutan oleh Eddy Junaedi, dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa Lapas Narkotika Jakarta pada tahun 2020 dipercaya untuk melakukan rehabilitasi sosial sebanyak 1000 Warga Binaan Pemasyarakatan dan 400 WBP rehabilitasi medis.
“untuk menentukan WBP yang berhak mendapatkan rehabilitasi diperlukan Asessment.  menempatkan diri bagi WBP bahwa kalian bukan polisi yang akan melakukan introgasi, para Taruna harus sebagai pengayom (solusi) bagi mereka,  kalian akan melakukan Asessment maka akan memberikan solusi dan arah hidup bagi mereka.” Dalam penutup sambutannya Eddy Junaedi berpesan agar para Taruna melebur dengan Pegawai dan WBP.

Setelah sambutan, Taruna terjun langsung praktik melakukan Asessment kepada 20 orang WBP di ruangan kelas, tampak antusias para taruna saat mewawancarai WBP.

 

 

 

 

Kontributor & Dokumentasi :   Firman. A

Kuliah Umum Taruna Crash Program: Filosofi Intelijen Pemasyarakatan

LapsustikNews – Berdasarkan Surat dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dengan Nomor: SDM.5.SM.09.03- 1173 perihal: Permohonan Studi Lapangan, Tanggal 12 Nopember 2019. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan wawasan dan pengetahuan Taruna  Crash Program, Program Studi Teknik Pemasyarakatan terkait pengamatan Intelijen .

Penyampaian materi ini disampaikan oleh Lilik Sujandi, Bc. Ip., S. I.P., M. Si. Kegiatan kuliah umum dilaksanakan di Aula Lantai III Gedung Utama Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta yang diikuti oleh 57 Orang Taruna dan Taruni Crash Program, kegiatan dimulai dari pukul 11.00 s.d 11.45 WIB.

Sebelum mengawali Kuliah Umumnya, Lilik melakukan tanya jawab terlebih dahulu kepada para Taruna  dan Taruni terkait Pengamatan Intelijen pada UPT Pemasyarakatan pada saat ini. Lilik Sujandi, menyampaikan bahwa semua kejadian yang kita saksikan tidak jauh beda dengan tayangan sebuah Film, terkait hal itu kita dituntut untuk memahami agar kita mengerti tentang pesan apa saja yang dapat kita tangkap. “Tontonlah film itu sampai tuntas sehingga kita tidak gagal paham, dan cari pesan yang terkandung dalam film itu”. Tuturnya

Lilik kembali menyampaikan materi dengan memfokuskan pada Intelijen Pemasyarakatan “ Intelijen PAS secara filosofis berbeda dengan Intelijen pada umumnya, berbeda halnya dengan BIN, karena filosofis Intelijen Pemasyarakatan  itu adalah Deteksi Dini (Jangan Sampai Ada Kejadian). “ Papar Lilik

Lilik kembali menekankan bahwa Siapa saja yang menjadi pemimpin keamanan dan mencoba untuk mengabaikan filosofis ini, sudah pasti dia akan gagal.” Lilik menambahkan “Suatu saat anda menjadi pemimpin, anda harus menjadi seorang pemimpin yang dapat diterima orang lain.” Pungkasnya

Kegiatan kuliah umum selesai, dan diakhiri dengan foto bersama

Kontributor : Sadi & Ayep  (Tim Humas Lapsusutik)

Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Klas IIA Jakarta dalam Rangka Memperingati Hari Pahlawan yang ke 74 dengan Tema “AKU PAHLAWAN MASA KINI”

Menindaklanjuti Surat Edaran Sekertaris Jendral Kementerian Hukum dan HAM dengan nomor surat SEK-UKM.04.01-410 perihal Pedoman Pelaksanaan Upacara Bendera Peringatan Hari Pahlawan ke-74 Tahun 2019 pada tanggal 05 November 2019 maka Senin, (11/11) Seluruh Jajaran Petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan Narkotika (LPN) Jakarta melaksanakan Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Pahlawan yang di Laksanakan di Lapangan Upacara LPN Jakarta.

Pada Upacara yang rutin diperingati tanggal 10 November setiap tahunnya ini diikuti oleh Pejabat Struktural, Jabatan Fungsional Umum (JFU), Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) dan WBP LPN Jakarta yang dilaksanakan pada pukul 07.45 s.d 08.30 wib.

Hari Pahlawan Ke-74 ini mengusung tema “Aku Pahlawan Masa Kini” menjadi pahlawan masa kini dapat dilakukan oleh siappun warga negara indonesi, dalam bentuk aksi-aksi nyata memperkuat keutuhan NKRI, Seprti menolong sesama yang terkena musibah, tidak melakukan provokasi yang dapat mengganggu ketertiban umum, tidak menyebarkan berita-berita hoax, tidak melakukan perbuatan anarkis atau merugikan orang lain.

Eddy Junaedi PLT Kepala LPN Jakarta  bertindak selaku Inspektur Upacara membacakan sambutan Menteri Sosial RI Juliari P Batubara dengan  tema “Aku Pahlawan Masa Kini” setiap hari Pahlawan, kita diingatkan kembali kepada peristiwa pertempuran 10 November 1945 di Surabaya sebagai salah satu momen bersejarah dalam merebut kemerdekaan Indonesia. pada pertempuran tersebut rakyat berstu, padu berjuang, pantang menyerah melawan penjajah yang ingin menancapkan kembali kekuasaannya di Indonesia. “

Eddy Junaedi meneruskan “peristiwa perang mengingatkan kita bahwa kemerdekaan yang kita rasakan saat ini tidaklah datang begitu saja, namun memerlukan perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa dari para pendahulu negeri. Semangat yang diunjukan oleh para Pahlawan dan Pejuang tersebut hendaknya perlu terus ditumbuhkembangkan didalam hati sanubari segenap insan Warga Negara Indonesia.”

Eddy Junaedi menambahkan “jangan biarkan keutuhan NKRI yang telah dibangun para pendahulu Negeri dengan tetesan darah dan air mata menjadi sia-sia jangan biarkan tangan-tangan jahil atau pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab merusak persatuan dan kesatuan Bangsa. Jangan biarkan negeri kita terkoyak, tercerai berai, terprovokasi untuk saling menghasut dan berkonflik satu sama lain. Mari kita maknai Hari Pahlawan ini dengan wujud nyata, bekerja dan bekerja membangun Negeri Menuju Indonesia maju.”

Eddy Junaedi melanjutkan “dengan menjadikan diri kita sebagai pahlawan masa kini, maka permasalahan yang melanda bangsa dewasa ini dapat teratasi. Untuk itu marilah kita terus menerus berupaya memupuk nilai Kepahlawanan agar tumbuh subur dalam hati sanubari segenap insan masyarakat Indonesia.”

“Akhirnya, selamat hari Pahlawan 2019, semoga ALLAH SWT, tuhan yang maha kuasa senantiasa memberi bimbingan dan kekuatan kepada bangsa Indonesia agar dapat menjaga keutuhan NKRI yang telah diperjuangan oleh para Pendahulu Negeri. Sekali lagi jadilah pahlawan masa kini yang membanggakan Negeri.” Eddy Junaedi Mengahiri sambutan Mensos RI

Pelaksanaan Upacara Hari Pahlawan di LPN berjalan dengan tertip dan lancar seluruh peserta upacara mengikuti kegiatan dengan hikmat sampai selesai.

 

Kontributor : Heri Pratama dan Fahrurrozi Ihza

 

Kegiatan Family Support Group & Penutupan Program Rehabilitasi Sosial di Lapas Narkotika Jakarta

 

Jakarta, LapsustikNews – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas II A Jakarta melaksanakan Kegiatan Family Support Group & Penutupan  Program Rehabilitasi Sosial Therapeutic Community (TC) bagi Penyalahguna Narkotika Warga Binaan Pemasyarakatan, (WBP) Rabu (06/11) yang di mulai pada pukul 2 siang Bertempat di Area Gedung II Lapas Narkotika Jakarta.

Acara ini dihadiri Oleh Plt. Kepala Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta Eddy Junaedi, Kasubsie Bimkemaswat Jumadi, dan Kepala Bidang Rehabilitasi BNNP DKI Jakarta dr. Wahyu Wulandari. Serta di hadiri. Serta turut hadir Keluarga dari Warga Binaan Pemasyarakatan yang akan mengikuti Program Rehabilitasi.

Acara dibuka oleh penampilan musik oleh Sustik Band yang beranggotakan WBP Lapas Narkotika Jakarta dan dilanjutkan dengan sambutan oleh dr. Wahyu Wulandari selaku Kabid Rehabilitasi BNNP Jakarta, dalam sambutannya dr. Wahyu Wulandari menyampaikan “ Kerjasama antara Lapas Narkotika Jakarta dengan BNNP DKI Jakarta sudah terjalin sejak tahun 2015 dalam pelaksanaan layanan program rehabilitasi, saya berharap Lapas Narkotika Jakarta dan BNNP DKI Jakarta tetap terus bekerja sama untuk program rehabilitasi dan semoga kegiatan ini bermanfaat untuk peserta maupun keluarga WBP . ”

Selanjutnya sambutan oleh Eddy Junaedi selaku Plt. Kalapas Narkotika Jakarta, dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa sangat memberikan support untuk kegiatan ini, Program TC bertujuan untuk mengubah perilaku kearah yang lebih baik dengan pendekatan kelompok serta merupakan satu bentuk rehabilitasi sosial yang berisi simulasi kehidupan nyata dengan menanamkan norma-norma dan falsafah kemudian ditanamkan menjadi budaya TC. “Saya juga berterimakasih kepada keluarga WBP yang sudah memberikan dukungannya karena sangat penting untuk keberhasilan dari program rehabilitasi ini karena memberikan dampak psikologis yang luar biasa bagi WBP untuk kembali bersemangat menghadapi kehidupan” tambah Eddy Junaedi.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian Testimoni oleh seorang WBP yang mengikuti Program TC,  WBP tersebut merasakan perbedaan setelah mengikuti program TC yang sebelumnya tempramental menjadi pribadi yang lebih tenang dan bisa mengendalikan diri.

Tim Humas pun juga mewawancarai orang tua dari WBP yang memberikan testimoni tersebut, seorang Ibu dengan inisial A menyampaikan bahwa putranya sudah mengikuti program TC selama 2 tahun, dan perilakunya sudah berubah lebih tenang, tidak emosional lagi. Ibu A juga sangat mendukung program TC karena bisa merubah seseorang menjadi lebih baik.

 

 

 

Kontributor       : Gde    |   Dokumentasi: Firman.A

Semarak Hari Dharma Karyadhika Tahun 2019 :Wargabinaan Lapas Narkotika Jakarta Mengikuti Perlombaan Futsal dan Volley Ball

Jakarta, LapsustikNews – Untuk Memeriahkan Hari Dharma Karya Dhika Tahun 2019, Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta turut serta menyemarakannya dengan menyelenggarakan Turnamen Perlombaan di Bidang Olahraga.

Rabu (30/10) Pukul 16.00 Sore, Bertempat di Area Lapangan Hijau milik Lapas Narkotika Jakarta, Kegiatan Pekan Olahraga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Buka secara resmi oleh Kepala Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, Eddy Junaedy, dan di ikuti Oleh Kontingen Warga Binaan Lapas Narkotika Jakarta.

“Melalui kegiatan ini diharapkan nantinya WBP dapat mengexpresikan, mencerdaskan dan menyehatkan kehidupan berbangsa dan bernegara”, Ucap Eddy Junaedi dalam sambutannya.

Kegiatan ini juga sebagai salah satu sarana pembinaan yang dilakukan oleh Lapas Narkotika Jakarta untuk WBP agar lebih mencintai Bangsa dan Tanah Air Indonesia melalui Kegiatan Olahraga.

“Tunjukan Kemampuan dari masing – masing tim kalian dengan maksimal, serta tetap menjaga Sportifitas” ,tutupnya.

Pertandingan ini akan di ikuti WBP dan Petugas Lapas Narkotika Jakarta. Adapun Pertandingan yang di Perlombakan adalah Futsal, dan Volley Ball. Kegiatan perlombaan dilaksanakan selama 5 hari mulai dari tanggal 30 – 3 November 2019.

Selanjutnya kegiatan perlombaan dibuka secara simbolis dengan melakukan tendangan pertama untuk pertandingan futsal dan pukulan pertama untuk pertandingan volley ball.

Kontributor : Sadhi

Lapas Narkotika Jakarta Gelar Tasyakuran Dan Do’a Bersama dalam rangka HDKD sekaligus Pelepasan Purna Bhakti Pegawai Lapas Narkotika Jakarta  

LapsustikNews, Rabu 30 Oktober 2019 Lapas Narkotika Jakarta Gelar Tasyakuran Dan Do’a Bersama dalam rangka HDKD sekaligus Pelepasan Purna Bhakti Pegawai Lapas Narkotika Jakarta. R. R Tuti Budiati, S.H. yang telah memasuki masa purna bhakti/pensiun  terhitung mulai tanggal 31 Oktober 2019.

Acara diawali dengan Pembacaan Ayat Suci AL-Qur’an oleh Pegawai Lapas Narkotika Jakarta Arif Ma’mur dan Widya. Acara dilanjutkan dengan sambutan Plt Kepala Lapas Narkotika Jakarta Eddy Junaedi. Dalam sambutannya beliau menyampaikan ucapan selamat memasuki masa purna bakti/pensiun kepada Ibu Tuti, semoga masa pensiun ini dapat dinikmati dengan penuh rasa kebahagian dan suka cita.

Masa pensiun bukan akhir dari proses aktivitas dan kreativitas, otak harus terus dirangsang untuk terus berfikir dan berfikir. Pengabdian tidak berhenti hanya karena kita memasuki Purna Tugas. Setelah masa pensiun, semangat dan optimisme harus tetap menyala. Kontribusi seorang pensiunan justru semakin nyata dan diperlukan pada saat ia terjun dalam kehidupan bermasyarakat.

Selanjutnya atas nama pimpinan beliau menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya dan terima kasih sebanyak-banyaknya, atas pengabdian dan loyalitas yang telah diberikan selama ini, dalam menjalankan tugas-tugas terutama terkait dengan kepegawaian.. Diakhir sambutannya Bapak Eddy Junaedi menyampaikan bahwa keluarga besar Lapas Narkotika Jakarta tentu saja merasa kehilangan atas sosok Emak Tuti (panggilan akrabnya) dan berharap untuk tetap menjaga tali silaturahmi.

Acara Dilanjutkan dengan kegiatan Do’a Bersama dan Siraman Rohani Oleh Ust, Bambang Halilintar, dalam ceramahnya Ust. Halilintar menekankan kepada seluruh pegawai Lapas Narkotika Jakarta untuk senantiasa menjalankan tugasnya sesuai dengan sumpah yang pernah diucapkan, Selain itu Ust. Bambang mengingatkan untuk selalu bekerja dengan sepenuh hati dan ikhlas dalam setiap melakasanakan pekerjaannya.

Usai, siraman rohani dilanjutkan juga dengan kegiatan bersalaman dan pemberian ucapan kepada Ibu Tuti.

Kontributor  : Ayep dan Nurmala Dewi (Humas LPN Jakarta)