Pelatihan Bercocok Tanam Secara Hidroponik Bagi Petugas dan Warga Binaan Lapas Narkotika Jakarta Bersama Ronny Tanumihardja

LapsustikNews : Sebanyak 36 Petugas dan 40 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan Narkotika (LPN) Jakarta mengikuti Pelatihan Bercocok Tanam Secara Hidroponik bersama Ronny Tanumihardja beserta Tim di Ruang PKBM Gedung II LPN Jakarta, Rabu (18/09).

Pelatihan ini dimulai dari pukul 09.00 s.d 12.00 wib dan terselenggara atas kerjasama dari LPN Jakarta dengan Tim Relawan Hidroponik, dimana Ronny Tanumihardja sebagai ketua tim memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas sambutan dari Petugas dan WBP Lapas Narkotika Jakarta.

Soeistanto Pudji Djatmiko selaku Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) LPN Jakarta  dalam sambutannya menyampaikan “Maksud dan tujuan agar bisa memberikan manfaat untuk bekal ilmu pengetahuan WBP LPN Jakarta agar kelak ketika kembali ke tengah Masyarakat para WBP diharapkan bisa mempraktekannya”.

Adanya Pelatihan Hidroponik ini merupakan bukti bahwa Program Pembinaan Kemandirian berjalan dengan serius dan terus mengupayakan untuk memberikan hak layanan terbaiknya kepada Warga Binaan Pemasyarakatan berupa ilmu teori dan praktek sebagai bekal kelak ketika nanti WBP bebas dan kembali ke lingkungan masyarakat.

Selanjutnya Abdul Manaf menambahkan “Ucapan terimakasih banyak kepada seluruh pihak yang telah membantu terutama kepada Narasumber dari Tim Relawan Hidroponik dengan keikhlasannya memberikan Pelatihan Gratis kepada Petugas dan WBP disini, semoga Alloh SWT membalas semua kebaikan yang ada,aamiin.”

Selama kegiatan berlangsung nampak para Petugas dan WBP LPN Jakarta terlihat sangat antusias terbukti dengan keseriusan menyimak teori dan prkatek yang diberikan oleh Ronny Tanumihardja selaku Narasumber menyampaikan “Bahwa Hidroponik sistem menanam dengan media air dan bisa dilakukan di tempat yang sempit, memudahkan bercocok tanam, bisa dilakukan oleh siapa saja dan merupakan hobby yang menyenangkan.”

 

 

Ronny dan Tim juga mengadakan sesi tanya jawab dan langsung memberikan contoh untuk praktek bagaimana cara menanam, membuat intalasi, menyemai berbagai aneka benih dengan media tanam air yang diberi nutrisi (abmix) dalam box sirkulasi.

 

Kontributor : Syaeful dan Heri Pratama

 

Sebanyak 23 WBP LPN Jakarta, Ikuti Pelatihan Hidroponik

LapsustikNews : Sebanyak 23 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan Narkotika (LPN) Jakarta yang sedang proses pengurusan Pembebasan Bersyarat (PB) Asimilasi  berkesempatan mengikuti Pendidikan Biologi yaitu Pelatihan Hidroponik dari Yayasan Bina Karya Pendidikan Masyarakat di Ruang Selasar Gedung II LPN Jakarta, Senin (16/09).

Pelatihan ini dimulai dari pukul 13.00 s.d 15.00 wib dan terselenggara atas kerjasama dari LPN Jakarta dengan Universitas Negeri Jakarta dimana salah satu Dosen Pengajarnya mempunyai Yayasan Bina Karya Pendidikan Masyarakat dengan maksud dan tujuan agar sinergitas yang terjalin antara kedua Instansi Lembaga ini semakin baik serta bisa memberikan manfaat untuk bekal ilmu pengetahuan WBP LPN Jakarta agar kelak ketika kembali ke tengah Masyarakat para WBP diharapkan bisa mempraktekannya.

Abdul Manaf selaku Koordinator Kegiatan Pelatihan yang juga sebagai Staf dari Jajaran Bimbingan Pemasyarakatan (Bimpas) LPN Jakarta  menyampaikan kepada Tim Humas “Adanya Pelatihan Hidroponik ini merupakan bukti bahwa Program Pembinaan berjalan dengan serius dan terus mengupayakan untuk memberikan hak layanan terbaiknya kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP-red) berupa ilmu teori dan praktek sebagai bekal kelak ketika nanti WBP bebas dan kembali ke Lingkungan masyarakat.” Selanjutnya Manaf menambahkan “Ucapan terimakasih banyak kepada seluruh pihak yang telah membantu terutama kepada Narasumber dari Yayasan Bina Karya Pendidikan Masyarakat dengan keikhlasannya memberikan Pelatihan Gratis kepada WBP disini, semoga Alloh SWT membalas semua kebaikan yang ada,aamiin.”

Kemudian selama kegiatan berlangsung nampak para WBP LPN Jakarta terlihat sangat antusias terbukti dengan keseriusan menyimak teori dan prkatek yang diberikan oleh Dr. Durutul Yatimah.M.Pd. selaku Narasumber menyampaikan “Bahwa Hidroponik sistem menanam dengan media air dan bisa dilakukan di tempat yang sempit, untuk itu Hidroponik cocok untuk bertani di Perkotaan.” Durutul juga langsung memberikan contoh untuk praktek bagaimana cara menanam, membuat intalasi, menyemai berbagai aneka benih dengan media tanam air yang diberi nutrisi dalam box sirkulasi.

 

Kontributor Berita :  ( Nurmala Dewi )

10 Peserta pelatihan Pembimbing Kemasyarakatan turun lapangan untuk pelatihan penyusunan Litmas di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.

Jakarta, LapsustikNews –Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas II A Jakarta (16/09) kedatangan peserta pelatihan Pembimbing Kemasyaraktan (PK) untuk melaksanakan praktek penyusunan Penelitian Kemasyarakatan (Litmas), adapun jumlah peserta yang mengikuti praktek ini sebanyak 10 orang Calon Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Balai Pemasyarakatan (Bapas) dari berbagai wilayah di Indonesia, dengan 3 pendamping dari BPSDM Kemenkumham dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Para peserta ini merupakan calon PK yang sedang mengikuti Diklat di BPSDM.

Kegiatan praktek ini di laksanakan di ruang belajar mengajar (PKBM) Lapas Narkotika Jakarta, dengan melibatkan 10 orang warga binaan pemasyarakatan sebagai Narasumbernya.

Kepala seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Klas IIA Jakarta, Soeistanto Poedji Djatmiko mengawali sambutannya dengan memberikan informasi singkat mengenai Priofil Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Klas IIA Jakarta serta arahan kepada peserta diklat untuk memaksimalkan praktek tersebut, supaya hasil yang dicapai maksimal sehingga para peserta dinyatakan lulus dan menjadi Pembimbing Kemasyarakatan yang profesional.

Selanjutnya, setelah melakukan praktek pada hari ini, para peserta harus membuat laporan yang mana laporan tersebut akan diujikan untuk menentukan kelulusan para peserta.

“Apabila peserta diklat ini dinyatakan tidak lulus maka peserta harus mengulang diklatnya sampai benar-benar dinyatakan lulus dan layak menjadi Pembimbing Kemasyarakatan”, ucap Ibu Mischele selaku pendamping.

Kontributor : Rahmat Syaefulloh dan Fahrurrozi Ihza

Forum Group Discussion (FGD) “Efektivitas Program Rehabilitasi Narapidana Narkotika UPT Pemasyarakatan”

Dalam rangka upaya mendukung program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di UPT Pemasyarakatan seluruh Indonesia, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Hukum dan HAM RI (BALITBANG), menggandeng seluruh elemen masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam mewujudkan Indonesia Bebas Narkoba.

Berbagai upaya dilakukan guna menekan peningkatan jumlah penyelahgunaan dan peredaran gelap Narkoba di Indonesia. Salah satunya adalah dengan menggelar kegiatan “Forum Group Discoussion” (FGD) dan melibatkan lembaga ataupun institusi yang memberikan pengaruh besar terhadap masyarakat. Guna mewujudkan upaya tersebut.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenkumham menggelar kegiatan diskusi yang bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi DKI Jakarta (BNNP), Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Balai Pemasyarakatan (BAPAS), Tim Medis Dari UPT Pemasyarakatan DKI Jakarta, Tim Medis dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta, dan diselenggarakan di Aula Lapas Narkotika Jakarta, Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (12/9).

Kegiatan penelitian tersebut berjudul “Efektivitas Pelaksanaan Rehabilitasi Penyalah Gunaan Narkotika di Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan “ yang dibuka oleh Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BALITBANG KEMENKUMHAM), Aman Riyadi, S.I.P, S.H., M.Si. Dalam paparannya, Aman Riyadi mengatakan latar belakang penelitian  ini, yaitu untuk menggali persoalan yang muncul, terkait meningkatnya jumlah pengguna Narkotika dan Efektivitas Pelaksanaan Rehabilitasi Pengguna Narkotika di UPT Pemasyarakatan.

Selanjutnya diskusi dipimpin oleh Taufik H. Simatupang selaku Peneliti Madya Pada BALITBANG Kemenkumham , Taufik memulai dengan memfokuskan pada 7 point permasalahan yang akan dipecahkan, salah satunya yaitu tentang Efektivkah Pelaksanaan Rehabilitasi yang sudah dilaksanakan di UPT Pemasyarakatan ? Pada kesempatan itu juga, Winanti selaku koordinator program rehabilitasi di Lapas Narkotika Jakarta turut memberikan tanggapan terkait pertanyaan tersebut.

Winanti menjelaskan bahwa Program Rehabilitasi Pengguna Narkotika yang dilaksanakan di Lapas Narkotika Jakarta sangat efektif sekali, dan sudah dirasakan sendiri  dampak positifnya oleh para peserta Rehabilitasi. Program rehabilitasi tentunya harus terus didukung oleh berbagai pihak terkait, dan adanya kapasitas SDM yang mumpuni dalam bidang rehabilitasi, sarana atau fasilitas dan tentunya anggaran rehabilitasi, ketiga point ini merupakan kendala saat ini yang ada di Lapas Narkotika Jakarta, pungkas Winanti.

Pada tahun 2018, Narapidana narkotika yang dikategorikan sebagai pengguna narkotika seluruh Indonesia berjumlah 41.979 orang. Berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan, penyalahgunaan narkotika wajib direhabilitasi.

Oleh karena itu Ditjen Pemasyarakatan mengeluarkan kebijakan yang menetapkan 128 UPT Pemasyarakatan sebagai penyelenggara rehabilitasi dengan target peserta rehabilitasi tahanan dan Warga Binaan Pemasyarakatan pada tahun 2018 sebanyak 6000 orang.

Namun dalam implementasinya, pelaksanaan pelayanan rehabilitasi narkotika tersebut hanya diikuti oleh 2735 tahanan dan WBP yang dilakukan di 63 UPT Pemasyarakatan yang terdiri dari Rehabilitasi medis diikuti 154 orang, Rehabilitasi social sebanyak 2270, dan Pascarehabilitasi sebanyak 311 orang. Kondisi ini menunjukan bahwa belum semua WBP pecandu narkotika mendapatkan rehabilitasi, sehingga secara medis masih ketergantungan dan berpotensi terjadinya peredaran narkotika di dalam Lapas serta kembali melakukan penyalahgunaan narkotika setelah bebas.

Pada akhir diskusi, Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BALITBANG KEMENKUMHAM), menegaskan untuk segera membuat Memorandum of Understanding (MOU) dengan Kementerian Sosial, agar mendapatkan bantuan dana program rehabilitasi  dan pascarehabilitasi penyalahgunaan narkotika.

Di samping itu, kegiatan ini pun diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat lainnya dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba di Indonesia.

Kontributor : Firman Aditya, Ayep ( Tim Humas LPN Jakarta )

Sambang Aksi Cepat Tanggap (ACT) Di LPN Jakarta

LapsustikNews : Dalam rangka menindaklanjuti surat dari RPOL Youth Institute dengan nomor: 102/EXT/RP/VIII/2019, perihal: Permohonan mengadakan pelatihan kepada teman-teman di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika (LPN) Jakarta, pada tanggal 28 Agustus 2019 dimana inti dari isi surat tersebut menyampaikan permohonan untuk melakukan pelatihan atau transfer knowledge (mentransfer  ilmu pengetahuan  dan pemahaman ) kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) LPN Jakarta.

Kegiatan pelatihan tersebut awal mulanya digagas oleh Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Indonesia yang bekerjasama dengan Yayasan RPOL Youth Institute, dimana ACT berusaha terus berkiprah melayani untuk memberikan bantuan baik itu berupa moril atau sprituil kepada umat manusia dengan tanpa membedakan ras,agama dan suku bangsa.

Selasa, (10/09) Sambang ACT di LPN Jakarta disambut oleh Jumadi selaku Kepala Subsi Bimkemaswat yang didampingi beberapa Staf jajarannya. Jumadi menyampaikan sambutannya “Saya sangat apresiasi dan berterimakasih karena telah menunjuk Lapas Narkotika Jakarta menjadi tempat untuk pelaksanaan Motivasi atau Seminar dan mudah-mudahan bisa membawa manfaat untuk saat ini dan yang akan datang.” Jumadi melanjutkan “Merupakan kesempatan yang sangat spesial bagi WBP yang ikut hari ini merupakan Takdir Alloh, jadi jangan merasa dipaksa karena kegiatan seperti ini rezeki bisa bertambah ilmu dan pengetahuan.” Jumadi mengakhiri dengan kalimat “Terima kasih banyak kepada Tim dari Aksi Cepat Tanggap (ACT-red) masih peduli kepada WBP dengan membawa buah tangan berupa biscuit dan nasi box semoga apa yang diniatkan menjadi ladang amal kita bersama,aamiin.”

Selanjutnya acara dimulai dari pukul 10.00 s.d 12.00 wib dengan diikuti 50 WBP yang di laksanakan di Gedung 2 LPN Jakarta yang langsung dipimpin Ricky selaku Narasumber yang juga Pensiunan Senior Vice President Operatios (Di perbankan International) dengan didampingi 3 rekannya, Ricky menyampaikan materi dengan tema : Potensi diri itu harus dikembangkan, sebagai Narasumber Ricky menyampaikan kepada WBP “Setiap orang tentunya akan memiliki potensi di dalam dirinya meski mungkin saja jumlah potensi ini tidak pernah sama antara satu dengan yang lainnya. Berbagai macam potensi diri inilah yang kemudian akan membantu kita untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berbagai hal termasuk dalam mengatasi berbagai masalah dan kendala yang kita temui di dalam kehidupan kita.” Ricky pun menambahkan “Ada beberapa cara untuk mengembangkan potensi diri antara lain sudah berapa besar memahami diri sendiri, apa yang ingin dicapai dalam hidup, seberapa besar upaya yang dikeluarkan dalam mencapai tujuan hidup, keyakinan pada apa yang dimiliki, apa motivasi terbesar intinya disini memahami diri sehingga kita bisa fokus apa yang harus dikembangkan dalam diri dan target pada akhirnya tujuan hidup akan tercapai jika kita kenali potensi dalam diri.”

Selama kegiatan berlangsung terlihat WBP yang mengikuti begitu serius dan antusias terbukti dengan tanggapan dari salah satu peserta WBP yang tidak ingin disebut namanya menyampaikan kepada Tim Humas “ Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih  bisa ikut kegiatan ini efeknya saya jadi punya kepercayaan diri dan memulai mengenal potensi dalam diri saya sendiri selain itu saya juga bisa belajar berbicara depan umum.”

 

 

 

Kontributor Berita :  ( Nurmala Dewi dan Tim Dokumentasi LPN Jakarta)

 

Petugas LPN Jakarta Simulasi Penanganan Bahaya Kebakaran Bersama Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Timur

LapsustikNews : Kondisi Kebakaran adalah nyala api baik kecil maupun besar pada tempat situasi dan waktu yang tidak dikehendaki yang bersifat merugikan dan pada umumnya sulit untuk dikendalikan. Kebakaran juga termasuk dalam salah satu kategori kondisi/situasi darurat di Lingkungan baik dari luar maupun dalam lokasi tempat kerja.

Mengingat hal tersebut Lis Susanti selaku Kepala Sub Bagian Tata Usaha Lembaga Pemasyarakatan Narkotika (LPN) Jakarta menggandeng Suku Dinas (Sudin) Pemadam Kebakaran (Damkar) Jakarta Timur menggelar pelatihan bagi Petugas LPN Jakarta berupa Kegiatan  Praktek Simulasi Penanganan Kebakaran untuk mencegah musibah kebakaran yang mungkin saja bisa terjadi di dalam LPN Jakarta maupun di Lingkungan masyarakat, Jum’at (06/09).

Lis Susanti menyampaikan kepada Tim Humas “Tujuan diadakannya pelatihan simulasi penanganan bahaya kebakaran adalah untuk meningkatkan pemahaman akan bahaya kebakaran dan cara penanggulangannya dengan harapan bila musibah kebakaran terjadi dapat meminimalisir kerugian seperti jatuhnya korban, kehilangan harta benda dan yang lainnya.”

Pelatihan dibuka langsung oleh Instruktur dari Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Timur Juvenalus Sitohang yang menyampaikan “ Mengapresiasi Inisiatif LPN Jakarta mengadakan pelatihan simulasi penanganan penanganan kebakaran setidaknya ini merupakan bentuk kepedulian untuk mengetahui cara bagaimana menangani kebakaran yang mungkin saja bisa terjadi di Kantor, Rumah atau pun di Lingkungan Masyarakat sekitar.”

Kemudian dilanjut dengan materi dan praktek dasar simulasi pelatihan yang diberikan oleh M.Kamal salah satu narasumber menyampaikan “Simulasi Penangananan ini merupakan Pelatihan Dasar yang harus diketahui oleh Peserta bahwa ada 4 Jenis Alat Pemadam Api Ringan (APAR) antara lain Jenis Cairan (Water), Busa/Foam, Serbuk Kimia/ Dry Chemical Powder dan Karbondioksida(CO2).” Selain itu Kamal menjelaskan cara menggunakan APAR yaitu “Tarik Pin Pengaman lalu arahkan pangkal selang ke sumber api kemudian tekan pemicu untuk menyemprot dan ayunkan ke seluruh sumber api.” “Dalam upaya pemadaman api yang harus diperhatikan adalah segitiga api yaitu oksigen (O2), Panas dan Bahan Bakar. Apabila ketiga unsur ini bisa kita kendalikan maka api akan padam” Ujar Kamal

M.Kamal dibantu dengan rekannya Dayat mempraktekan cara memadamkan api menggunakan tangan kosong, karung goni basah dan APAR. Pegawai LPN Jakarta selaku peserta pelatihan  berkesempatan mempraktekkan cara memadamkan api.

Citra salah satu Pegawai yang ikut menjadi peserta mempraktekkan cara pemadaman api dengan menggunakan karung basah mengutarakan kepada Tim Humas “Ini merupakan pengalaman pertama yang cukup berkesan, ada rasa deg degan, seru.” “Semoga bisa menambah pengetahuan dan memupuk keberanian dalam menjinnakan api, Ucap Citra.

Selama kegiatan berlangsung seluruh peserta nampak serius dan antusias memperhatikan dan melihat langsung bagaimana tehnik-tehnik dasar untuk memadamkan api.

 

 

Kontributor Berita :  ( Nurmala Dewi dan Tim Dokumentasi LPN Jakarta)

 

 

Peringatan Tahun Baru Islam 1441 H di Lapas Narkotika Jakarta.

Jakarta-Lapsustik News – Rabu, (04/09) Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1441 Hijriah, Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta melaksanakan kegiatan Muharram dengan tema “Semangat Tahun Baru Hijriah Kita Tingkatkan Ibadah dan Berbagi Antar Sesama ” Bersama Ust. H. Marhadi Alchotiby.

Kegiatan yang berlangsung pada pagi hari di Masjid Daarusyifa Lapas Narkotika Jakarta dengan  dihadiri Kepala Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, Pejabat Struktural, Pegawai, Ustadz pengajar Pondok Pesantren Daarusyifa, dan Santri Pondok Pesantren Masjid Daarusyifa Lapas Narkotika Jakarta

Kegiatan dibuka dengan Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an oleh 2 orang Warga Binaan Pemasyarakatan yang mengiktui program santri Pondok Pesantren Masjid Daarusyifa Lapas Narkotika Jakarta, Dilanjutkan dengan sambutan dari Asep Sutandar selaku Kepala Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta. “Walaupun 1 Muharram sudah lewat, kegiatan ini masih dalam rangka merayakan Tahun Baru Hijriah ke-1441 dan saya berharap kita semua dapat Hijrah serta mengevalusasi diri kita masing-masing dan untuk lebih lanjutnya nanti kita simak bersama Tausiyah dari Ust. H. Marhadi Alchotiby” ucap Asep Sutandar saat memberikan sambutan.

Dilanjutkan dengan Pemberian Santunan kepada 20 Anak Yatim oleh Kalapas didampingi oleh Ustadz dan Pejabat Struktural, kegiatan juga diselingi oleh penampilan Marawis dari Tim Marawis WBP Lapas Narkotika Jakarta.

Ust. H. Marhadi Alchotiby memberikan Tausiyah di hadapan para Pegawai dan WBP Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta yang tampak serius menyimak. Dalam Tausiyahnya Ust. H. Marhadi Alchotiby mengajak untuk meneladani Kisah Nabi Muhammad S.A.W ketika hijrah dari Mekah ke Madinah untuk menyempurnakan dan memperbaiki akhlak menjadi lebih baik, dan mengintropeksi diri kita sudah sejauh mana beribadah kepada ALLAH S.W.T karena dalam berhijrah ini perbaiki sifat kita, koreksi diri kita, dan meninggalkan sifat yang buruk.

Tausiyah yang disampaikan oleh Ust. H. Marhadi Alchotiby berlangsung secara interaktif dan tidak monoton karena diselingi oleh candaan dan intermeso yang membuat suasana tidak membosankan terlihat dari antusias WBP yang menyimak Tausiyah yang diselingi dengan canda tawa. Dan kegiatan ditutup dengan pembacaan Do’a Tahun Baru Islam.

Salah satu orang tua anak yatim yang ditemui oleh Tim Humas menyampaikan sangat berterimakasih kepada pihak Lapas Narkotika Jakarta karena masih peduli kepada masyarakat sekitar terutama anak yatim atas kegiatan santunan ini, Untuk sumber dana kegiatan santunan ini berasal dari infaq sukarela yang diberikan dari Pegawai Lapas Narkotika Jakarta dan memang menjadi salah satu agenda rutin tahunan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kontributor: Firman Aditya, Nurmala Dewi|Dokumentasi:Ayep Saepuloh (Tim Humas)

 

 

 

Melihat Keseruan Lomba Panjat Pinang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Narkotika Jakarta

Jakarta, LapsustikNews – Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia Ke – 74, Salah satu nya diisi dengan Perlombaan Panjat Pinang. Acara ini di laksanakan di Lapangan Hijau Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas II A Jakarta, Senin (19/8).


Lomba Panjat Pinang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB, terdapat dua buah batang pohon pinang yang ditancapkan di tengah – tengah Lapangan. Dua batang pohon pinang dengan panjang sekitar 10 meter ini diperuntukan khusus untuk peserta lomba Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Narkotika Jakarta.


Setiap Peserta dalam satu tim terdiri dari 5 Orang, yang mewakili tiap – tiap blok Hunian. peserta wajib bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana pendek, serta tidak diperbolehkan menggunakan menggunakan Alat bantu kecuali tali / sabuk yang terikat di pinggang peserta.


Para peserta nampak bahu – membahu bekerjasama memanjat batang pohon pinang yang sudah dilumuri campuran oli dan tanah liat, setiap regu hanya diberi waktu 7 menit. Hadiah seperti bantal, rokok, mie instan, piring plastik dan hadiah menarik lainnya diikat diatas batang pohon pinang tersebut dan berhak diambil oleh peserta yang berhasil sampai diatas.


Beberapa kali mencoba memanjat selama kurang lebih satu jam, belum ada satu tim pun yang berhasil meraih hadiah di ujung batang. “Susah sekali, sangat licin, mesti ada strategi khusus untuk bisa memanjat sampai atas”, ujar Ucok salah satu peserta lomba di Lokasi.


Akhirnya pada pukul 14.20 WIB, ada 2 peserta tim yang berhasil meraih puncak batang pohon pinang. Wbp nampak sangat antusias mengikuti dan menyaksikan perlombaan panjat pinang ini.

Asep Sutandar, selaku Kepala Lapas Narkotika Jakarta beserta Jajaran pegawai Lapas Narkotika Jakarta turut menyaksikan langsung perlombaan Panjat Pinang ini. “Perlomban berlangsung Sangat Menarik, Peserta saling Bahu – membahu memanjat sampai ke Puncak untuk mendapatkan Hadiah, Mudah2 an dengan adanya perlombaan ini dapat menjadi salah satu hiburan yang positif untuk Warga Binaan Lapas Narkotika Jakarta serta dapat mempererat rasa kebersamaan”, Ujar Asep.

Kontributor : Budi Leksono (Tim Humas)

Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Ke – 74 Kemerdekaan Republik Indonesia Tanggal 17 Agustus 2019 di Lapas Narkotika Jakarta

Jakarta, LapsustikNews – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas II A Jakarta melaksanakan Upacara Bendera dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-74, Sabtu (17/8). Sebanyak 150 an orang pegawai dan 500 warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta mengikuti upacara hari ini.

Ada yang unik dalam pelaksanaan Upacara Bendera Hari ini, dalam mengikuti kegiatan tersebut, para pegawai mengenakan busana adat yang menampilkan berbagai ragam adat budaya yang ada di Indonesia. Ada Baju Adat Daerah Papua, Jawa, Sunda, Dayak, Bali, Batak, Padang dan masih banyak lagi Baju Adat dari daerah lain.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kepala Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, Asep Sutandar. Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asep Sutandar, Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia, Yasona H Laoly, “Hari ini 74 tahun yang lalu, Kemerdekaan Republik Indonesia diproklamirkan. Kita patut bersyukur karena hingga tahun ke 74 bangsa indonesia masih mampu eksis dan berdiri kokoh berlandaskan Pancasila, Undang – undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan Bhineka Tunggal Ika dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia”.

“Tema Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini adalah “SDM Unggul Indonesia Maju” ini sangat tepat jika dikaitkan dengan kondisi bangsa indonesia yang saat ini sedang mencurahkan semua potensi dan sumber daya menuju Indonesia Emas Tahun 2045”.

“Faktor Sumber Daya Manusia, menjadi kunci utama berhasilnya sebuah tujuan organisasi, demikian juga di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM, oleh karena itu maka pengelolaan ASN Aparatur dan peningkatan kapasitas SDM menjadi perhatian yang lebih prioritas di tahun belakangan ini”.

“Saatnya mengubah cara pandang, pola pikir, sikap, perilaku, dan cara kerja yang berorientasi pada kemajuan dan perkembangan zaman, sehingga Indonesia menjadi bangsa besar serta mampu berkompetisi di tingkat dunia”.

“Sebagai Kado bagi Ulang Tahun Kemerdekaan kita yang ke 74 ini, mari kita buktikan bahwa seluruh ASN Kementerian Hukum dan HAM mampu menjadi insan pengayoman yang unggul dalam memberikan kontribusi bagi pembangunan di negeri ini”.

“Dirgahayu Negara Kesatuan Republik Indonesia, Tuhan Yang Maha Esa akan senantiasa menjagamu, dan kami siap menjadi pelindungmu. Jayalah Bangsaku, Jayalah Negeriku, Kementerian Hukum dan HAM “PASTI” Berkarya untuk Bangsa dan Negara Indonesia Tercinta,  ucap Asep Sutandar”.

Dalam kesempatan tersebut, juga dibacakan nama – nama Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Narkotika Jakarta yang berhak mendapat Remisi  Umum 17 Agustus Tahun 2019, adapun Warga Binaan Pemasyarakatan yang memenuhi syarat administrasi dan subtantif sebanyak 880 Orang.

Kontributor : Budi Leksono (Tim Humas)

Heboh! Keseruan WBP Lapas Narkotika Jakarta ikuti lomba 17an

Jakarta, LapsustikNews – Jum’at, (16/08) Masih Dalam rangka kegiatan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) Ke-74, Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Jakarta mengadakan kegiatan lomba antar antar Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang di laksanakan di Area Lapangan Lapas Narkotika Jakarta.

Kegiatan Lomba dimulai pukul 08.00 WIB diikuti oleh WBP perwakilan setiap Blok dan Program yang dengan antusiasnya mengikuti perlombaan tersebut. Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Asep Sutandar selaku Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Klas IIA Jakarta dan dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Hermansyah selaku staf Seksi Bimbingan Pemasyarakatan.

Dalam sambutannya, Asep Sutandar menyampaikan “Kegiatan lomba ini sebagai agenda rutin dalam rangka meyambut HUT RI, saya menghimbau agar Warga Binaan berpartisipasi mengikuti kegiatan daripada hanya berdiam di kamar saja dan untuk para pemenang saya akan kasih hadiah spesial. Untuk seluruh peserta lomba selamat berjuang, tetap semangat dan Junjung tinggi sporitiftas dalam kegiatan ini’.

“Lomba ini masih dalam serangkaian kegiatan menyambut HUT RI Ke-74, Ada 5 Jenis lomba yang diadakan yaitu Lomba makan kerupuk, makan oreo, memindahkan air, estafet baju, dan estafet balap karung, dan untuk Final Lomba Menyanyi “Lapsustik Idol” akan berlangsung nanti sore akan ada yang spesial karena mendatangkan Joy Tobing dan Saipul Jamil sebagai Juri Tamu final Lapsustik Idol.” Ucap Jumadi selaku Kepala Sub Seksi Bimkemaswat.

Salah seorang warga binaan berinisial “A” yang turut berpartisipasi dalam lomba sangat merasa senang dengan adanya kegiatan ini “kegiatan ini sangat menghibur kami Warga Binaan Lapas. Selain itu juga mampu menumbuhkan rasa persaudaraaan di antara kami”ucapnya.

 

 

 

(Kontributor:Firman, Dokumentasi:Budi Leksono)