Buat Terobosan Baru, Lapas Narkotika Jakarta Miliki PasMart dan Galeri Kayna Cake And Bakery

Jakarta, LapsustikNews – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta memiliki Pasmart dan Galeri Kayna Cake And Bakery, yang diresmikan bersama oleh Kepala Kantor Wilayah (Ka Kanwil) Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) DKI Jakarta, Bambang Sumardiono, dan Direktur Pelayanan Tahanan Dan Pengelolaan Barang Sitaan Negara Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas), Wahidin, Jumat (27/10).

Dalam laporannya, Kepala Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, Asep Sutandar, menyampaikan bahwa tujuan didirikannya Pasmart adalah untuk meminimalisir penyelundupan barang terlarang, seperti narkoba, melalui barang kemasan, mendukung program bebas peredaran uang dan mengurangi gangguan keamanan lapas. Pasmart akan membantu pengunjung untuk tidak perlu lagi membawa belanjaan dari rumah dan harganya pun bersaing dengan minimarket pada umumnya. Sedangkan Galeri Kayna Cake And Bakery adalah galeri yang memamerkan dan menjual hasil karya narapidana (kayna), seperti roti, makanan ringan dan hasil kerajinan tangan warga binaan.

“Tujuan didirikannya Pasmart adalah untuk mengurangi resiko penyelundupan barang terlarang dan mendukung program bebas peredaran uang. Barang yang disediakanpun adalah barang yang tidak dilarang berada didalam lapas, sehingga juga mengurangi resiko gangguan keamanan. Selain itu nanti pengunjung tidak perlu lagi repot-repot bawa barang belanjaan dari rumah, karena semua barang kebutuhan sudah kita sediakan di Pasmart. Hal ini bisa mempersingkat waktu pemeriksaan sehingga pengunjung bisa berkunjung lebih lama,” ucap Kalapas dalam laporannya.

“Kita juga menyediakan hasil karya narapidana berupa roti, kue dan kerajinan tangan,” lanjut Asep Sutandar.

Kepala Kanwil Kemenkum HAM DKI Jakarta menyambut baik adanya pendirian Pasmart sebagai terobosan baru dalam meminimalisir penyelundupan barang terlarang kedalam lapas dan juga terobosan dalam mempermudah masyarakat dalam berkunjung.

“Tentunya bukan tanpa alasan adanya Pasmart dan Kayna. Karena dari awal saya sudah tekankan bahwa kita perlu perlu sosialisaikan, kita pamerkan karya narapidana kepada masyarakat. Disini ada produk unggulannya yaitu roti, kita tampilkan roti. Kita harus berani tampilkan supaya masyarakat mengetahui. Kemudian juga meminimalisir yang selama ini di DKI informasi dari dulu sampai sekarang ada penyelundupan barang-barang haram melalui barang kemasan, mungkin ini bisa meminimalisir penyelundupan barang haram tersebut. Ini terobosan yang saya inginkan. Kemudian satu lagi kalau masyarakat tidak sempat berkunjung ke dalam kemudian pesan disini dan kemudian disampaikan ke dalam. Ini terobosan baru, pesannya diluar, keluarganya tidak perlu kedalam. Ini butuh kepercayaan, butuh komitmen. Kalau sudah ada saling percaya tentu akan mudah,” ucap Kakanwil dalam sambutannya.

Kakanwil juga mengharapkan dan mengajak hasil-hasil karya narapidana bisa dipasarkan ke masyarakat melalui Kepala UPT dan para pegawai baik melalui pemesanan makanan buat rapat maupun untuk arisan.

“Saya berharap teman-teman Kepala UPT kalau ada rapat, pesan makanan disini. Ini timbal baliknya. Jadi produk karya anak-anak disini ayo kita pasarkan, ayo kita pamerkan. Masyarakat jadi tahu, kalau ada arisan bisa pesan makanan disini. Tentunya dituntut menyediakan produk yang bisa menyaingi produk diluar,” harap Bambang Sumardiono.

Pendirian Pasmart di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta bekerja sama dengan Koperasi Pegawai Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta dan PT Anugrah Vata Abadi selaku mitra koperasi. Acara tersebut juga dirangkai dengan pemberian santunan kepada 20 orang anak yatim di lingkungan lapas. Hadir dalam acara tersebut dari unsur Pemerintah Daerah DKI Jakarta, unsur Kepolisian, unsur Militer, Kepala Divisi di Kanwil Kemenkum HAM DKI Jakarta, Kepala UPT Wilayah DKI Jakarta dan Banten serta tokoh Masyarakat.

Pembelian barang di Pasmart bisa dilakukan secara online dan terintegrasi dengan pendaftaran layanan kunjungan online di www.lapas-narkotikajkt.com

Kontributor : Sadi (Humas LapsustikJkt)