Kuliah Umum Taruna Crash Program: Filosofi Intelijen Pemasyarakatan

LapsustikNews – Berdasarkan Surat dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dengan Nomor: SDM.5.SM.09.03- 1173 perihal: Permohonan Studi Lapangan, Tanggal 12 Nopember 2019. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan wawasan dan pengetahuan Taruna  Crash Program, Program Studi Teknik Pemasyarakatan terkait pengamatan Intelijen .

Penyampaian materi ini disampaikan oleh Lilik Sujandi, Bc. Ip., S. I.P., M. Si. Kegiatan kuliah umum dilaksanakan di Aula Lantai III Gedung Utama Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta yang diikuti oleh 57 Orang Taruna dan Taruni Crash Program, kegiatan dimulai dari pukul 11.00 s.d 11.45 WIB.

Sebelum mengawali Kuliah Umumnya, Lilik melakukan tanya jawab terlebih dahulu kepada para Taruna  dan Taruni terkait Pengamatan Intelijen pada UPT Pemasyarakatan pada saat ini. Lilik Sujandi, menyampaikan bahwa semua kejadian yang kita saksikan tidak jauh beda dengan tayangan sebuah Film, terkait hal itu kita dituntut untuk memahami agar kita mengerti tentang pesan apa saja yang dapat kita tangkap. “Tontonlah film itu sampai tuntas sehingga kita tidak gagal paham, dan cari pesan yang terkandung dalam film itu”. Tuturnya

Lilik kembali menyampaikan materi dengan memfokuskan pada Intelijen Pemasyarakatan “ Intelijen PAS secara filosofis berbeda dengan Intelijen pada umumnya, berbeda halnya dengan BIN, karena filosofis Intelijen Pemasyarakatan  itu adalah Deteksi Dini (Jangan Sampai Ada Kejadian). “ Papar Lilik

Lilik kembali menekankan bahwa Siapa saja yang menjadi pemimpin keamanan dan mencoba untuk mengabaikan filosofis ini, sudah pasti dia akan gagal.” Lilik menambahkan “Suatu saat anda menjadi pemimpin, anda harus menjadi seorang pemimpin yang dapat diterima orang lain.” Pungkasnya

Kegiatan kuliah umum selesai, dan diakhiri dengan foto bersama

Kontributor : Sadi & Ayep  (Tim Humas Lapsusutik)