LPN Jakarta Gelar Upacara Peringati Hari KORPRI Ke-48 Tahun 2019 Dengan Tema: Berkarya, Melayani dan Menyatukan Bangsa

LapsustikNews : Penuh dengan semangat seluruh Jajaran Petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pada Lembaga Pemasyarakatan Narkotika (LPN) Jakarta melaksanakan kegiatan Upacara Pengibaran Bendera Peringati Hari Ulang Tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) yang digelar pada Hari Jum’at, (29/11) di Lapangan Hijau LPN Jakarta.

Upacara diikuti seluruh Pejabat Struktural, Pegawai dan sebanyak 500 WBP LPN Jakarta dimulai dari pukul 08.00 s.d 08.45 wib. Meskipun dalam keadaan panas terik tak melunturkan semangat bagi Peserta upacara yang hadir mengikuti rangkaian upacara tersebut, terlihat semua mengikuti dengan khidmat dan tertib dari awal hingga selesai. Upacara di pimpin langsung oleh Pejabat Pelaksana Teknis (PLT) Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Narkotika Klas IIA Jakarta. Eddy Junaedi selaku Pembina Upacara, Farid Wajdi Kepala Sub Seksi Pelaporan Tata Tertib sebagai Komandan Upacara dan Kepala KPLP LPN Jakarta Dody Naksabani selaku perwira upacara.

Dengan mengusung Tema : Berkarya, Melayani dan Menyatukan Bangsa, selaku PLT Kepala LPN Jakarta menyampaikan amanat dari Presiden Joko widodo “ Saat ini, kita berada di dunia yang berubah dengan cepat, yang sangat berbeda dengan dua puluh, tiga puluh atau empat puluh tahun yang lalu. Revolusi jilid ke-4 telah mendisrupsi tapi juga dalam cara mengelola pemerintahan.” Eddy melanjutkan “ Dalam menghadapi perubahan dan persaingan itu, kita tidak boleh takut, kita harus menghadapi persaingan itu dengan cara-cara baru, dengan terobosan-terobosan baru. Kecepatan kreativitas dan inovasi adalah kunci. Cara-cara lama yang monoton, yang tidak kompetitif tidak bisa diteruskan lagi. Kita harus lebih cepat dan lebih baik dibandingkan dengan Negara lain.” Eddy mengakhiri “Karena itu, saya mengajak seluruh anggota KORPRI untuk mengambil jalan perubahan, melakukan Reformasi Birokrasi secara berkelanjutan. Tidak ada lagi kerja rutinitas, Birokrasi harus berubah. Kita harus membangun nilai-nilai baru dalam bekerja, cepat beradaptasi dengan perubahan.” “ Mari terus bergerak mencari terobosan baru, terus menerus melakukan inovasi untuk lebih cepat melayani rakyat menjadi kunci reformasi birokrasi.” Ujar Eddy.

Akhirnya kepada segenap jajaran KORPRI dimanapun bekerja selamat menunaikan tugas dan kewajiban lanjutkan pengabdian dan karya terbaik bagi masyarakat bangsa dan negara, Dirgahayu Korps Pegawai Republik Indonesia yang ke – 48 KORPRI maju terus.

Upacara berlangsung kurang lebih selama 1 jam dengan khidmat dan di tutup dengan pembacaan doa oleh Muhammad Arif Makmur selaku petugas pembaca doa.

Kontributor Berita : Nurmala Dewi Bersama Tim Dokumentasi LPN Jakarta

Pentas Seni dan Keakraban PKBM di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta

LapsustikNewsKamis, (27/11) Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Pandu Belajar Mandiri Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta mengadakan kegiatan Pentas Seni dan Keakraban. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung II Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.

 

Pentas Seni dan Keakraban dihadiri oleh beberapa Instansi yang mendukung Program Pembinaan Lapas Narkotika Klas IIa Jakarta, antara lain : Dinas Provinsi DKI Jakarta, Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur, Dosen Pembimbing PKBM Pandu Belajar Mandiri dari Universitas Negri Jakarta (UNJ) dan Keluarga Warga Binaan yang mengikuti program PKBM 

Kegiatan tersebut diawali dengan penampilan D`Sustik Band, yang dilanjutkan menyanyikan Mars PKBM yang dibawakan oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta. dan Pemutaran Film Dokumenter PKBM.

Dalam sambutannya Hermansyah selaku Kepala PKBM Pandu Belajar Mandiri Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta menyampaikan “ Terimakasih kepada semua pihak yang selalu mendukung kegiatan PKBM di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.” Beliau juga menambahkan bahwa antusias WBP dalam mengikuti program PKBM semakin meningkat, pada tahun 2018 ada 30 siswa dan pada tahun 2019 ada 79 siswa, “ucap Hermansyah.  Eddy Junaedi selaku Kepala Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta menyampaikan “Seluruh pihak untuk membantu program PKBM terutama dukungan dari pihak keluarga, penerimaan yang tulus dari keluarga sehingga ketika keluar dari Lembaga Pemasyarakatan bisa menjadi lebih baik dan berguna bagi keluarga.”

Kemudian dilanjutkan dengan pemberian cindera mata kepada Instansi yang mendukung program PKBM di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta. Setelah kegiatan tersebut dilanjutkan dengan penyampaian pidato oleh WBP menggunakan 3 bahasa,yaitu : Bahasa Indonesia, Inggris,dan Jepang. Dalam pidatonya WBP menyampaikan “ Terimakasih kepada petugas atas kesempatan yang diberikan untuk dapat menimba ilmu selama berada di Lembaga Pemasyarakatan dan semangat yang selalu diberikan oleh petugas sehingga WBP semakin bersemangat dalam mengikuti program.” Selanjutnya dilanjutkan dengan beberapa penampilan dari siswa PKBM.

Selama kegiatan pentas seni berlangsung terlihat siswa PKBM dan keluarga terlihat sangat terhibur.

Kontributor Berita :Syaeful Dokumentasi: Firman

Pelayanan Prima: 1.215 Orang Besukan Warga Binaan Lapas Narkotika Jakarta

LapsustikNews : Selasa, (27/11) Lembaga Pemasyarakatan Narkotika (LPN) Jakarta kembali menyelenggarakan giat kunjungan kontak langsung untuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang berpusat di Lapangan Hijau Lapas Narkotika Jakarta.

Kegiatan kunjungan mulai dibuka pendaftaran dari pukul 09.00 s.d 11.30 kemudian dibuka kembali pada pukul 13.00 s.d 15.00 WIB dan  dilaksanakan oleh Jajaran Petugas LPN Jakarta yang ditunjuk langsung oleh Pejabat Pelaksana Tugas (PLT) Kepala LPN Jakarta dalam Surat Perintah dengan nomor surat W.10.PAS.PAS2.PK.01.05.02-4258 Pada Tanggal 20 November 2019 Perihal Petugas Pelaksanaan Layanan Kunjungan Kontak Langsung di LPN Jakarta.

Heri Purnomo memberikan sambutannya yang mewakili Eddy Junaedi sebagai PLT Kalapas LPN Jakarta “Sebagai bentuk apresiasi saya kepada Keluarga Pengunjung dan Warga Binaan Pemasayarakatan (WBP-red) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas-red) Narkotika Klas IIA Jakarta yang bersikap baik dan tertib mengikuti segala aturan yang berlaku di Lapas,  untuk itu Bapak Kalalapas membuka layanan kunjungan kontak langsung.”  Heri melanjutkan  “Harapan saya semoga dengan adanya kegiatan ini bisa memberikan hiburan baik untuk Keluarga Pengunjung dan WBP nya sehingga menjadi semangat yang lebih baik bagi WBP khususnya untuk terus berusaha mengikuti tata tertib selama menjalani masa pidana  di Lapas Narkotika Jakarta, Saya dan Jajaran Petugas Lapas Narkotika Jakarta akan terus berusaha memenuhi apa yang menjadi Hak WBP dan semoga kegiatan kontak langsung bisa berjalan dengan lancar, aamiin.” Ucap Heri

Farid Wajdi selaku koordinator pemanggilan nomor antrian kunjungan kontak langsung memberikan informasi kepada Tim Humas  “Total Warga Binaan Pemasyarakatan yang dikunjungi sebanyak 585 orang, sedangkan untuk Jumlah Pengunjung yang datang sebanyak 1.215 orang dengan rincian sebagai berikut : Pengunjung Pria yang berkunjung sebanyak 183 orang, Wanita sebanyak 722 orang dan Anak-anak sebanyak 310 orang.”

Selama kunjungan kontak langsung berjalan terlihat begitu banyak Warga Binaan Pemasyarakatan yang bahagia senyum ceria karena bisa bertemu dengan keluarganya secara langsung, terlebih dengan adanya hiburan live music yang dipersembahkan oleh D’sustik Band.

Selain itu tampak keseriusan dari para Petugas Layanan Kunjungan dalam memberikan layanannya, dengan memberikan pelayanan prima tanpa menghilangkan sikap yang ramah dengan memberikan senyuman kepada pengunjung yang hadir.

 

Kontributor : Ayep S

Penilaian Lapangan PMPI: Lapas Narkotika Jakarta Menjadi Unit Sampling PMPI

LapsustikNews, Berdasarkan surat Perintah nomor ITJ.KP.04.01-729 bahwa J. Simamora (Kepala Sub Bagian Layanan Pengaduan) dan Agung Pambudi (  Penyusun Laporan dan Evaluasi-II pada sub Bagian Evaluasi dan Pelaporan) sebagai Tim Penilaian Mandiri Persepsi Integritas Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang ditugaskan untuk mengunjungi Lapas Narkotika Jakarta untuk melakukan Penilaian lapangan terkait Penilaian Mandiri Persepsi Integritas (PMPI). Penilaian lapangan ini merupakan rangkaian pelaksanaan Survei Online PMPI Berdasarkan Surat Keputusan Inspektur Jenderal Nomor ITJ-11.OT.02.01 Tahun 2019 tanggal 12 Juni 2019 tentang Pedoman Penilaian Mandiri Persepsi Integritas (PMPI) Kementerian Hukum dan HAM.

Sebelumnya telah dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Hasil Survei Online (Responden Internal dan Eksternal) pada Hari Kamis Tanggal 21/11/2019. Pada kegiatan tersebut disampaikan hasil Survei online responden Internal dan Eksternal yang telah dilaksanakan pada tanggal 18 s.d 31 Oktober. Hasil Survei disampaikan langsung oleh Kepala Bagian Program, Humas dan Pelaporan Itjen Kemenkumham, Nani Kusnani di Lantai 16 Ruang Rapat Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM RI.

Nani Juga menyampaikan bahwa setelah kegiatan FGD ini, Tim dari Itjen akan terjun langsung ke Lokasi (UPT) untuk melaksanakan penilaian lapangan, namun Survei tersebut dilaksanakan khusus di Wilayah Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta, karena Wilayah DKI Jakarta merupakan satker yang menjadi unit sampling.

J. Simamora menargetkan 10 Responden Eksternal ( 7 orang Pengunjung dan 8 orang Warga Binaan) selama 2 hari kerja. Survei dimulai sejak pukul 09.30 WIB s.d 12.00 WIB, Responden pertama yakni keluarga warga binaan yang akan besukan.

Harapan dari proyek perubahan ini agar dapat diimplementasikan secara berkelanjutan dengan tujuan untuk menyusun peta rawan korupsi, mengukur integritas pegawai dan satker pada Kementrian/Lembaga yang menjadi target kegiatan pencegahan korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai dasar untuk kegiatan Unit Pemberantasan Pungutan Liar dan dasar untuk kegiatan pembentukan komite dan tunas integritas, serta penerapan Manajemen Risiko berdasarkan Permenkumham Nomor 5 Tahun 2018 tentang Manajemen Risiko.

 

Di akhir Survei, J. Simamora menyampaikan output lain berupa sosialisasi Surat Keputusan Inspektur Jenderal tentang 3 (tiga) Budaya Integritas dan 10 (sepuluh) Budaya Malu di lingkungan Inspektorat Jenderal yang tujuannya menambah tingkat Integritas Inspektorat Jenderal Kemenkumham.

 

Kontributor :  Ayep S

Sosialisasi Simpeg dan Penegakan Disiplin Pegawai Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta oleh Biro Kepegawaian Kementerian Hukum dan HAM RI

Jakarta, LapsustikNews – Selasa, (19/11) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta melaksanakan sosialisasi Simpeg (Sistem Informasi Kepegawaian) dan Penegakan Disiplin Pegawai. Kegiatan ini sehubungan dengan mekanisme pembayaran Tunjangan Kinerja yang telah terintegrasi dengan Simpeg dan Bebasis Kinerja.

Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Aula area Gedung 1 Lapas Narkotika Jakarta yang dimulai pada pukul 09.00 s.d 11.30 WIB dengan Narasumber diisi oleh Bramantyo Agung Nugroho dan Wibi Cahyo Hastono Selaku Tim Biro Kepegawaian Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkumham RI).

Lis Susanti selaku Kepala Sub Bagian Tata Usaha Lapas Narkotika Jakarta menyambut hangat kedatangan Tim Biro Kepegawaian Kemenkumham RI dan menyampikan sambutannya “Terimakasih banyak atas kehadiran Tim Biro Kepegawaian untuk memberikan sosialisasi mengenai sistem pembayaran Tunjangan Kinerja dan Absensi Pegawai yang sudah terintegrasi dengan Simpeg, Semoga dengan kegiatan ini seluruh pegawai Lapas Narkotika Jakarta bisa mengerti dan memahami terkait keterlambatan pembayaran Remunerasi atau Tunjangan Kinerja.”

Dilanjutkan sambutan oleh Eddy Junaedi selaku Plt. Kepala Lapas Narkotika Jakarta menyampaikan sambutannya “Terimakasih atas kehadiran Tim Biro Kepegawaian Kemenkumham RI beserta pegawai yang sudah hadir dalam acara sosialisasi mengenai Simpeg dan Tunjangan Kinerja, diharapakan apa yang kurang jelas dan apa yang ingin ditanyakan terkait jurnal harian, absensi, maupun  pembayaran Tunjangan Kinerja, bisa ditanyakan langsung kepada Narasumber.”

Pada kegiatan sosialisasi ini terdapat beberapa hal yang disampaikan oleh Narasumber yaitu mengenai keterlambatan absensi, pengisian jurnal harian pada Simpeg, penilaian jurnal oleh Atasan langsung, dan mekanisme lepas piket Banjaga (Bantuan Jaga) yang diatur dalam aplikasi Simpeg.

Selama kegiatan berlangsung terlihat pegawai yang hadir begitu serius dan antusias menyimak setiap materi yang disampaikan oleh narasumber dan Tampak Antusias pegawai dalam mengikuti sesi tanya jawab.

Diakhir acara dilakukan sesi foto bersama Tim Biro Kepegawaian Kemenkumham RI dan Plt. Kepala Lapas Narkotika Jakarta beserta para pegawai yang hadir.

Kontributor : Gde Dwaja dan Tim Dokumentasi LPN Jakarta

Kegiatan Peningkatan Pemahaman Sadar Hukum Bagi WBP LPN Jakarta Bersama Tim Penyuluh Hukum Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta

LapsustikNews –  Senin, (18/11) sebanyak 38 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pada Lembaga Pemasyarakatan Narkotika (LPN) Jakarta mengikuti Kegiatan Peningkatan Sadar Hukum Bersama Tim Penyuluhan Hukum dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia DKI Jakarta. Adapun WBP yang hadir terdiri dari WBP yang aktif mengikuti kegiatan program Pramuka dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di LPN Jakarta.

Kegiatan dilaksanakan di Ruang Belajar PKBM Pandu Pelajar Mandiri LPN Jakarta Area Gedung 2 Lapas Narkotika Jakarta yang dimulai pada pukul 10.30 s.d 12.00 wib yang diisi oleh David Nur Iman, Sukoco Hendarto dan Eli Sararijani selaku Tim Penyuluh Hukum dari Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta.

Jumadi sebagai Kepala Subsi Bimkemaswat LPN Jakarta menyambut hangat kedatangan Tim Penyuluh Hukum dan menyampaikan sambutannya “Alhamdulillah, terimakasih banyak atas kehadiran Tim Penyuluh Hukum untuk memberikan Ilmu dan Informasi tentang hukum kepada Warga Binaan Lapas Narkotika Jakarta dan berharap kegiatan ini bisa rutin dilaksanakan.”  “Semoga dengan adanya kegiatan penyuluhan ini bisa memberikan pemahaman kepada WBP yang terkait dengan hukum sehingga peningkatan kesadaran hukum semakin baik,aamiin.” Ucap Jumadi.

Pada kegiatan penyuluhan ini terdapat 3 materi yang disampaikan oleh para Nara Sumber yaitu pertama materi tentang Peningkatan Kesadaran Hukum Bagi WBP yang disampaikan  oleh  David NurIman menyampaikan “Hukum sebagai perwujudan nilai-nilai yang mengandung arti bahwa kehadirannnya untuk melindungi dan memajukan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh masyarakat, olehnya karena itu, pembinaan nilai disiplin sebagai salah satu indikator hukum sangat perlu dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan dalam rangka peningkatan kesadaran hukum bagi narapidana.

Lalu materi kedua perihal tentang Pembinaan Kesadaran Hukum Bagi Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan yang disampaikan oleh Elli “ Bahwa semua undang-undang dan peraturan pemerintah adalah untuk mengatur ketertiban dan perilaku manusia sehingga tidak akan ada lagi pelanggaran hukum.” Eli menambahkan “Dengan adanya pembinaan kesadaran hukum bagi Narapidana di Lapas bertujuan untuk memberikan pemahaman sadar hukum dengan tidak melanggar aturan hukum seperti salah satunya memahami isi Peraturan Undang-undang Narkotika Nomor 35 tahun 2009.”

Kemudian dilanjutkan  dengan materi ketiga  dengan tema Kesadaran Berbangsa dan Bernegara yang disampaikan oleh Sukoco Hendarto menjelaskan “Kesadaran berbangsa dan bernegara yaitu sikap dan perilaku harus sesuai dengan kepribadian bangsa dan selalu mengkaitkan dirinya dengan cita-cita dan tujuan hidup bangsa Indonesia yg termaktub dalam pembukaan UUD 1945 melalui menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan, menumbuhkan rasa memiliki dan patriotisme serta memiliki kesadaran atas tanggung jawab yang menghormati lambang  negara dan mentaati peraturan perundang-undangan.”

Selama kegiatan berlangsung terlihat para WBP LPN Jakarta begitu serius dan antusias menyimak setiap materi yang disampaikan oleh nara sumber. Bahkan Sukoco Hendarto salah satu Nara Sumber menyampaikan kepada Tim Humas “WBP yang mengikuti kegiatan penyuluhan hukum ini sangat antusias dan sangat semangat, terbukti mereka semua aktif ketika kami berikan simulasi tepuk kadarkum, dimana bagi mereka yang bisa menjawab pertanyaan dari kami akan diberi hadiah dan saya perhatikan hampir semuanya berusaha  menjawab.”

Kontributor : Nurmala Dewi dan Tim Dokumentasi LPN Jakarta

Pelatihan Budidaya Perikanan untuk Warga Binaan Lapas Narkotika Jakarta.

LapsustikNews– Sebanyak 50 orang Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Narkotika Jakarta mendapat pelatihan budidaya perikanan oleh Suku Dinas Kelautan, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (KPKP) Kota Jakarta Timur, Senin (18/11).

Kegiatan Pelatihan Budidaya Perikanan ini merupakan satu bentuk sinergi antara Lapas Narkotika Jakarta dengan Sudin KPKP Kota Jakarta Timur, kegiatan bertempat di ruang kelas area gedung 2 dimulai pukul 10.00 WIB dibuka dengan sambutan dari Supriyadi Shaleh selaku Kepala Seksi Perikanan Sudin KPKP menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak Lapas Narkotika Jakarta atas undangannya dan ini merupakan kali pertama tim dari Sudin KPKP datang ke Lapas Narkotika Jakarta, dilanjutkan sambutan oleh Eddy Junaedi Plt. Kepala Lapas Narkotika Jakarta yang mana dalam sambutannya beliau menyampaikan untuk seluruh WBP harap mengikuti kegiatan tersebut dengan serius, karena ini kali pertama dan juga bisa sebagai bekal keahlian ketika nanti sudah melanjutkan hidup di dunia luar.

Setelah melakukan penjelasan secara teori oleh Sudin KPKP dan beberapa tanya jawab dari WBP, tiba saatnya sesi praktik di kolam budidaya milik Lapas Narkotika Jakarta. Sebanyak 7 orang perwakilan WBP didampingi oleh Soeistanto selaku Kasi Binadik Lapas Narkotika Jakarta dan Tim dari Sudin KPKP Jakarta Timur menerapkan materi yang telah didapatkan pada sesi teori di kelas.

Tampak sangat antusias WBP yang melakukan praktik budidaya tersebut, karena dipandu langsung oleh tim Sudin KPKP Jakarta Timur.

Saat ditemui Tim Humas, Soeistanto Kasi Binadik Lapas Narkotika Jakarta menyampaikan  “Kegiatan ini bertujuan agar WBP akan punya keahlian setelah keluar dari sini, bahkan tadi Sudin KPKP membuka pintu bagi WBP yang sudah bebas untuk bergabung bersama mereka”.

 

 

Kontributor: Firman. A

Upacara Hari Kesadaran Nasional : Pelayanan Kepada WBP Adalah Prioritas Utama

Lapsustiknews, (18/11/2019). Sudah menjadi rutinitas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Jakarta, untuk memperingati Hari Kesadaran Nasional pada tanggal tujuh belas (17) setiap bulannya. Upacara ini dilakukan setiap tanggal 17, karena diambil dari tanggal Kemerdekaan Indonesia dengan harapan agar para Pejabat, Petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Narkotika Jakarta dapat memperingati dan mengenang perjuangan para Pahlawan setiap bulannya. Sehingga semangat untuk berjuang dan mengabdi pada Negara Kesatuan Republik Indonesia, dapat terbarukan. Karena itu, upacara yang diselenggarakan setiap bulannya ini, wajib diikuti oleh setiap Petugas dan WBP Lapas Narkotika Jakarta.

Pada upacara ini, yang bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Plt Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Jakarta Eddy Junaedi, Amd. IP., S. Sos., M. Si. Dalam amanatnya beliau menyampaikan bahwa seluruh Warga Binaan harus bekerjasama melawan Korupsi, Gratifikasi dan Pungli. Seluruh Pimpinan dan Petugas Lapas Narkotika Jakarta juga harus menghindari praktek Suap, Korupsi, Gratifikasi dan Pungli, sesuai dengan Program Pembangunan Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK-WBBM) yang telah dicanangkan pada awal tahun lalu.

Selain itu, peningkatan pelayanan terhadap wargabinaan juga harus menjadi prioritas dan menjadi perhatian serius. Jangan sampai ada Warga Binaan yang merasa tidak dapat dilayani dengan baik. Upacara diakhiri dengan doa yang dibacakan oleh Petugas.

Kontributor : Ayep S

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H Dan Santunan Anak Yatim Bersama Keluarga Besar LPN Jakarta

LapsustikNews : Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H Dan Santunan sebanyak 40 Anak Yatim bersama Keluarga Besar Lembaga Pemasyarakatan Narkotika (LPN) Jakarta di selenggarakan di Mesjid Daarusyifa LPN Jakarta pada hari Rabu, (13/11). Hadir dalam acara ini Usmayadi selaku Sekretaris Walikota Jakarta Timur, Sudirman Has sebagai Koordinator Pengajar Agama Islam di LPN Jakarta beserta rekan-rekan sejawatnya, Ayu Kayla selaku Motivator, Pejabat Pelaksana Teknis (PLT) Kepala LPN Jakarta beserta jajarannya, Pegawai LPN Jakarta, Taruna Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip), Anak-anak yatim sebanyak 40 dari sekitaran Cipinang Besar Utara dan Sekitar 800 an Santri Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Mesjid Da’arusyifa LPN Jakarta.

Acara peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW kali ini dimulai pada Ba’da Dzuhur. Setelah Jamaah melaksanakan Ibadah Solat Dzuhur secara Berjamaah, seluruh peserta dengan Khidmat mengikuti rangkaian Kegiatan.

Acara diawali dengan sambutan oleh Edy Junaedi selaku PLT Kalapas Narkotika Jakarta  “Berterima kasih kepada panitia dan tamu undangan yang telah mendukung terselenggaranya acara ini berharap dengan adanya kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H dapat memberikan kita semua semangat untuk terus berusaha memperbaiki kualitas keimanan dan ketaqwaan kita terhadap Alloh SWT, dengan mengikuti tauladan Rasul-Nya yang telah memberikan banyak contoh akhlaq yang mulia.” Harapan Edy Junaedi “Semoga Alloh SWT meridhoi atas apa yang kita laksanakan hari ini,aamiin.”

Sebelum tausiyah dimulai acara diisi dengan selingan Motivasi yang diberikan dari Ayu Kayla selaku Motivator menyampaikan kepada Jama’ah para Santri WBP LPN Jakarta “Jangan Putus Asa dari Rahmat Alloh SWT, teruslah berusaha bangkit dan berjuang memperbaiki kesalahan yang pernah dilakukan agar tidak terulang dikemudian hari, karena setiap manusia punya kewajiban untuk berdoa dan berikhtiar mencapai keberhasilan dalam hidup.”

Selanjutnya pembacaan Laporan Kegiatan oleh Soeistanto selaku Kepala Seksi Binadik LPN Jakarta sekaligus Ketua Pelaksana acara menyampaikan “Bahwa kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H, merupakan bentuk nyata komitmen dari pembinaan kepribadian kerohanian keagamaan Islam dimana kita ketahui bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan Utusan Alloh SWT sebagai pemimpin Umat Islam yang harus ditiru oleh seluruh Umat Islam.”

Berikut acara dilanjut pembacaan tilawah yang dibacakan oleh 2 Santri terbaik dari WBP LPN Jakarta, disusul dengan sambutan dari Usmayadi selaku Sekretaris Walikota Jakarta Timur “Ini pertama kalinya bagi saya untuk bicara didepan Warga Binaan Lapas, Alhamdulillah saya  bersyukur dan berterimakasih atas undangannya.” Usmayadi menambahkan “Saya sangat bersimpatik dan bangga melihat serta mendengar secara langsung betapa piawainya Lantunan Ayat Suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Santri Warga Binaan Lapas Narkotika Jakarta, ayat yang dibawakan sangat fasih.”

Kemudian dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada Santri WBP Mesjid Daarussyifa  LPN Jakarta yang berprestasi serta pemberian santunan secara simbolis kepada 3 anak yatim yang diserahkan oleh PLT Kalapas Narkotika Jakarta, Sekretaris Walikota Jakarta Timur dan Ustadz Taufiqurrahman selaku Pengisi Ceramah Tausiyah pada kegiatan ini.

Pada kesempatan ini  Ustadz Taufiqurrahman menyampaikan tauisyahnya kepada seluruh keluarga besar LPN Jakarta “Bahwa dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW marilah kita ikuti apa yang menjadi ajarannya,seperti Ibadah Qiyamullail dan Sodaqoh dimana ibadah ini merupakan ibadah yang sangat disukainya.” Taufiqurrahman menambahkan “Jika mengaku cinta pada Nabi Muhammad SAW, maka buktikanlah kecintaan kita dengan mengikuti segala sunnahnya.”

 

Kontributor Berita :  Nurmala Dewi Bersama Tim Dokumentasi LPN Jakarta

Study Lapangan Taruna Poltekip di Lapas Narkotika Jakarta

LapsustikNews-­Rabu 13 November 2019 Lapas narkotika jakarta menerima kunjungan Study Lapangan dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Hukum dan HAM, Sebanyak 40 Taruna Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) Program Pendidikan Bimbingan Kemasyarakatan tingkat 3 didampingi dosen pengajar dengan tema kegiatan “Praktek Assesment High Risk and Need, Problem, Solving dan Pendidikan Anti Korupsi”

Peserta tiba di Ruang Kelas area gedung 2 dan disambut langsung oleh Eddy Junaedi selaku Plt. Kepala Lapas Narkotika Jakarta serta Jajaran Binadik Soeistanto Poedji Djatmiko selaku Kasie Binadik, Jumadi kasubsie Bimkemaswat, Imam Badruttamam Kasubsie Regiatrasi kegiatan dibuka dengan sambutan oleh Ali Muhammad Kepala Prodi Bimbingan Kemasyarakatan Poltekip.

Dalam sambutannya beliau menyampaikan terimakasih kepada Jajaran Lapas Narkotika Jakarta atas berkenan menerima kedatangan peserta studi lapangan. Kegiatan study lapangan ini sebagai momen awal, dan untuk selanjutnya Lapas Narkotika Jakarta bisa menjadi menjadi Laboratorium praktik Taruna Poltekip untuk semua program studi. “Ini adalah rumah kalian yang menjadi bagian penting,  jadikan ini sebagai momen berharga bagi kalian karena ini adalah kali pertama praktik berhadapan dengan Narapidana,
Jangan melakukan introgasi kepada Narapidana, ini praktek menilai, wawancara untuk mendapat informasi relevan, valid dan aktual” ucap Ali Muhammad sembari menutup sambutannya.

Dilanjutkan Sambutan oleh Eddy Junaedi, dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa Lapas Narkotika Jakarta pada tahun 2020 dipercaya untuk melakukan rehabilitasi sosial sebanyak 1000 Warga Binaan Pemasyarakatan dan 400 WBP rehabilitasi medis.
“untuk menentukan WBP yang berhak mendapatkan rehabilitasi diperlukan Asessment.  menempatkan diri bagi WBP bahwa kalian bukan polisi yang akan melakukan introgasi, para Taruna harus sebagai pengayom (solusi) bagi mereka,  kalian akan melakukan Asessment maka akan memberikan solusi dan arah hidup bagi mereka.” Dalam penutup sambutannya Eddy Junaedi berpesan agar para Taruna melebur dengan Pegawai dan WBP.

Setelah sambutan, Taruna terjun langsung praktik melakukan Asessment kepada 20 orang WBP di ruangan kelas, tampak antusias para taruna saat mewawancarai WBP.

 

 

 

 

Kontributor & Dokumentasi :   Firman. A