Kunjungan Kontak Langsung” Bagi WBP di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta

Jakarta, Lapsustik News  Menindaklanjuti Surat Perintah Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Narkotika Klas IIA Jakarta dengan Nomor: W.10.PAS.PAS.2.DL.03.04-3420 Tanggal 25 Sepetember 2019 Perihal Surat Perintah Pelaksanaan Kegiatan Layanan Kunjungan Kontak Langsung  Dalam Rangka Pemenuhan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta yang dilaksanakan Senin,(30/09) di Lapangan Hijau Gedung III Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.

Pelaksanaan kegiatan layanan kunjungan kontak langsung melibatkan Pegawai Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) dan Fungsional Umum (JFU) Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta dan dikoordinir langsung oleh Pejabat Struktural Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.  Teknis pelaksanaan kunjungan dibagi 2 sesi yaitu sesi pagi yang dimulai dari pukul 09.00 s.d. 12.00 wib, kemudian setelah istirahat dan dilanjutkan sesi siang dimulai dari pukul 13.30 s.d 15.00 wib.

Sebelum layanan pendaftaran kunjungan dibuka, Eddy Junaedi sebagai Kepala Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta memberikan Sosialisasi tentang aturan Standar Operasional Prosedur (SOP) Layanan Kunjungan pada Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, adapun yang disampaikan sebagai berikut :

  • “Layanan Kunjungan Kontak Langsung bulan September 2019 adalah kegiatan untuk kesekian kalinya diberikan sebagai wujud Apresiasi (Penghargaan) kepada WBP dan Keluarga Pengunjung WBP Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta karena selama pelaksanaan proses layanan kunjungan berlangsung WBP dan Keluarga WBP selalu kooperatif kepada petugas layanan kunjungan dan berjalan tertib mengikuti  aturan yang berlaku pada Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.
  • Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta Tahun 2019 merupakan Lapas yang membangun Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Prilaku Korupsi / Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM-red) yang artinya Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta sedang berupaya serius memberikan Peningkatan Layanan Publik salah satunya Layanan Kunjungan kepada WBP dan Keluarga Pengunjung WBP yang baik dengan inovasi teknologi dengan biaya Rp 0, dan disediakan fasilitas yang mumpuni sehingga pelayanan yang diberikan diharap mampu memberikan hasil yang terbaik

Kemudian Heri Purnomo selaku Kepala Seksi Adkam yang juga menjadi Pengawas Area Kunjungan menyampaikan kepada WBP dan Keluarga Pengunjung WBP “Kami berharap, semoga adanya Kegiatan Kontak Langsung menjadikan semua WBP terus bersemangat memperbaiki diri dengan adanya dukungan dari keluarga yang datang berkunjung dan WBP diharapkan berperan aktif mengikuti kegiatan pembinaan, sehingga bisa saja kegiatankunjungan kontak langsung ini menjadi sering dilaksanakan di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta karena adanya perubahan prilaku yang lebih baik yang ditunjukan WBP.”

Sinta salah satu dari pengunjung menyampaikan kepada Tim Humas “ sangat senang, karena bisa bertemu langsung dengan anak saya di Lapas Narkotika Jakarta dan selama proses layanan berlangsung kami dilayani, difasilitasi, diawasi serta dijaga sangat baik oleh  Petugas Layanan Kunjungan Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.”

Berdasarkan informasi yang didapatkan layanan kontak langsung Total WBP yang dikunjungi 455 orang, pengunjung wanita 542 orang, pengunjung pria sebanyak 120 orang dan anak 223 orang

Kontributor : Heri dan Fahrurrozi

Antusias Pagawai Sustik Jakarta Ikuti Senam Pagi Bersama PLT Kepala LPN Jakarta Yang Baru

LapsustikNews : Jum’at (27/09) ceria dan diliputi cuaca cerah Pagi ini, dengan antusias Pegawai Lembaga Pemasyarakatan Narkotika (LPN) Jakarta  ikuti kegiatan senam pagi bersama Pejabat Pelaksana Tugas (PLT) Kepala LPN Jakarta yang baru. Senam dilaksanakan di Lapangan Apel Area Gedung I LPN Jakarta dengan dipimpin 2 Instruktur dan dimulai dari pukul 07.30 s.d 08.30 wib.

Senam kali ini merupakan senam perdana bersama PLT Kepala LPN Jakarta yang baru semenjak kegiatan Serah Terima Jabatan dan Lepas Sambut Kepala LPN Jakarta yang usai dilaksanakan Selasa,(24/09) lalu.

Selama kegiatan senam berlangsung terlihat Eddy Junaedi selaku Pejabat Pelaksana Tugas (PLT) Kepala LPN Jakarta nampak begitu semangat dan antusias, begitupun dengan para pegawai yang mengikuti kegiatan tersebut.

Melihat antusiasme yang mengikuti Senam Pagi ini Eddy Junaedi selaku PLT Kepala LPN Jakarta terlihat begitu senang karena kehadirannya disambut dengan baik  dari Jajaran Pegawai LPN Jakarta, terbukti dengan banyaknya Pegawai yang hadir dalam acara senam tersebut.

Lis Susanti selaku Kepala Sub Bag Tata Usaha LPN Jakarta yang juga Koordinator Kegiatan Senam Pegawai menyampaikan kepada Tim Humas “Hari ini senam pagi yang dilaksanakan oleh pegawai merupakan senam perdana bersama Kepala Pejabat Pelaksana Tugas (PLT) Lapas Narkotika Jakarta (LPN) Jakarta, yang diharapkan bisa menumbuhkan rasa kekompakan meningkatkan kualitas kesehatan karena bisa mengakrabkan hubungan kerja yang baik antara Kepala dengan Jajaran Pegawainya.”

Selain itu Lis juga menambahkan “Semoga dengan adanya kegiatan senam seperti ini semua yang hadir mengikutinya bisa mengambil manfaat terutama nilai kebersamaannya untuk mencapai tujuan hidup yang sehat.”

Kegiatan dimulai dan diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Instruktur  langsung dan dilanjutkan dengan aktivitas berikutnya yakni pertandingan persahabatan Bola Volly Putra antara Pegawai  LPN Jakarta dengan Lapas Klas I Cipinang.

 

 

Kontributor Berita :  ( Nurmala Dewi dan Tim Dokumentasi LPN Jakarta)

 

Serah Terima Jabatan Dan Lepas Sambut Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Klas IIA Jakarta

Jakarta, LapsustikNews  Selasa (24/09) Lembaga Pemasyarakatan Narkotika (LPN) Jakarta menggelar Acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) dan Lepas Sambut Kepala LPN Jakarta dari Asep Sutandar, Amd.IP, S.Sos, M.Si kepada Eddy Junaedi A.md.IP, S.Sos, M.Si dilaksanakan di Lapangan Upacara Area Gedung III LPN Jakarta yang dimulai dari pukul 10.00 s.d 12.00 wib.

Acara diawali dengan prosesi Adat Sunda dengan memberikan hiasan bunga sebagai bentuk sambutan untuk menyambut kedatangan Asep Sutandar selaku Kepala LPN Jakarta yang lama dan Eddy Junaedi selaku Pejabat Pelaksana Tugas (PLT)  Kepala LPN Jakarta yang baru. Kemudian dilanjut dengan menyanyikan Indonesia Raya dan Penandatanganan Buku Memori Sertijab Kalapas LPN Jakarta yang disaksikan langsung oleh Kepala Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta, dilanjutkan prosesi acara Lepas Sambut Kalapas.

Dalam sambutanya Asep Sutandar yang didampingi istrinya menyampaikan “Alhamdulillah, Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada seluruh Jajaran Pegawai Lapas Narkotika Jakarta yang selama ini telah membantu saya dalam pelaksanaan tugas di Lapas Narkotika Jakarta, sudah banyak kegiatan dan rencana program pembinaan baik dibidang teknis dan administratif berjalan dengan baik bahkan program pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi pun sudah mulai berjalan sejak akhir tahun 2018.” Asep menambahkan “Terima kasih atas semua yang telah berperan dan mendukung saya sehingga saya dapat promosi naik jabatan menjadi Kepala Divisi Pemasyarakatan Papua Barat, tentunya hal ini menjadikan saya sangat bersyukur karena saya pergi membawa prestasi.” “Permohonan Maaf pastinya sebagai manusia saya dan istri tak luput dari kesalahan untuk itu kami mohon maaf yang sebesar-besarnya, Do’a dan harapan saya semoga dimanapun kita ditempatkan tetap mampu melaksanakan tugas dengan penuh kehati-hatian, tingkatkan kewaspadaan dan bekerja dengan Ikhlas sehingga amanah bisa terselesaikan dengan baik, aamiin.”

Berikut sambutan dari Eddy Junaedi selaku PLT Kepala LPN Jakarta yang didampingi istri menyampaikan “Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dari Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta yang telah menunjuk saya sebagai PLT Lapas Narkotika Jakarta, Mohon kepada seluruh Jajaran Petugas Lapas Narkotika Jakarta untuk bantuannya supaya kita bisa saling kerjasama agar apa yang menjadi tujuan dari Organisasi Lapas Narkotika Jakarta ini bisa tercapai dengan baik.”

Pada kesempatan yang sama Bambang Soemardiono selaku Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta memberikan sambutannya “ Selamat kepada Bapak Asep Sutandar yang telah menerima promosi kenaikan jabatannya menjadi Kepala Divisi Pemasyarakatan Papua Barat dan selamat datang kepada Bapak Eddy Junaedi selaku PLT Kepala Lapas Narkotika Jakarta yang telah menerima Jabatan barunya ini.” Bambang menambahkan “ Semoga untuk yang bertugas dimanapun ditempatkan tetap mampu menjalankan amanahnya, karena penunjukan ini pasti dianggap mampu melaksanakan tanggung jawab dengan baik.”

Turut hadir pada acara tersebut antara lain Kepala Kantor Wilayah Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta, Kepala Divisi Administrasi Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta,Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta, Seluruh Ka.UPT DKI Jakarta, Ibu- Ibu Dharma Wanita LPN Jakarta, Staf Perwakilan dari Divisi Pemasyarakatan Papua Barat, Kepala Kelurahan Cipinang Besar Utara, Perwakilan Kepala BNNP Kota Wilayah Jakarta Timur,  Dewan Pengajar Pembinaan Agama Islam dan Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah Kota Jakarta Timur.

Dilanjutkan dengan penampilan hiburan dari Petugas LPN Jakarta dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) LPN Jakarta.

Kegiatan acara diakhiri dengan Upacara Pedang Pora sebagai tanda pelepasan kepada Bapak Asep Sutandar dan Istri yang dihantarkan oleh seluruh Jajaran Petugas LPN Jakarta. 

Kontributor : Nurmala Dewi Beserta Tim Dokumentasi LPN Jakarta

Teleconference Kegiatan Pembukaan Penilaian Kompetensi Computer Based Test (CBT) Melalui Aplikasi Zoom dan Penilaian Kompetensi CBT di Lapas Narkotika Klas IIa Jakarta.

Jakarta-LapsustikNews– Berdasarkan Surat Edaran Kepala Pusat Penilaian Kompetensi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Hukum dan HAM No: SDM.3.SM.04.02-14 tanggal 17 September 2019 Perihal Pemanggilan Peserta Penilaian Kompetensi Metode Computer Based Test (CBT) di Lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia. Senin, (23/09) Pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta mengikuti Kegiatan Pembukaan Test Computer Basedd Test (CBT) Melalui Aplikasi Zoom.

Kegiatan ini dilaksanakan serentak dan diikuti oleh 1.486 pegawai di Jajaran Pemasyarakatan. Untuk Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta kegiatan ini dilaksankan di Aula Gedung I Lantai III Lapas Narkotika Klas IIa Jakarta yang diikuti oleh 8 orang pegawai Lapas Narkotika Jakarta yang terdiri dari 2 orang Pejabat Struktural Eselon IV, 3 orang Pejabat Struktural Eselon V dan 3 orang Pegawai Jabatan Fungsional Umum.

Sebelum dimulainya CBT dibuka dengan sambutan dari Bambang Rantam Sariwanto selaku Sekretaris Jenderal “ Inilah saatnya kita harus mentransformasikan diri, jika dulu kita ada kegiatan formal bertatap muka tetapi sekarang sudah tidak lagi. Inilah bagian perubahan yang ada di diri kita sehingga kita mentransformasi diri kita dengan baik.”

Beliau juga menambahkan “Transformasi ada 3 hal yaitu: Pekerjaan kita, Life Style kita, dan Adanya Perbaikan Teknologi.”

Setelah sambutan kemudian acara berikutnya adalah Penilaian Kompetensi CBT yang dilaksanakan secara serentak di Jajaran Pemasyarakatan dimulai pukul 08.30 WIB. Peserta diberikan waktu selama 90 menit untuk mengerjakan 100 soal.

Peserta Penilaian Kompetensi CBT tampak serius dan fokus dalam mengerjakan soal-soal yang diberikan.

 

Kontributor : Syaeful dan Firman

Pelatihan Bercocok Tanam Secara Hidroponik Bagi Petugas dan Warga Binaan Lapas Narkotika Jakarta Bersama Ronny Tanumihardja

LapsustikNews : Sebanyak 36 Petugas dan 40 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan Narkotika (LPN) Jakarta mengikuti Pelatihan Bercocok Tanam Secara Hidroponik bersama Ronny Tanumihardja beserta Tim di Ruang PKBM Gedung II LPN Jakarta, Rabu (18/09).

Pelatihan ini dimulai dari pukul 09.00 s.d 12.00 wib dan terselenggara atas kerjasama dari LPN Jakarta dengan Tim Relawan Hidroponik, dimana Ronny Tanumihardja sebagai ketua tim memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas sambutan dari Petugas dan WBP Lapas Narkotika Jakarta.

Soeistanto Pudji Djatmiko selaku Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) LPN Jakarta  dalam sambutannya menyampaikan “Maksud dan tujuan agar bisa memberikan manfaat untuk bekal ilmu pengetahuan WBP LPN Jakarta agar kelak ketika kembali ke tengah Masyarakat para WBP diharapkan bisa mempraktekannya”.

Adanya Pelatihan Hidroponik ini merupakan bukti bahwa Program Pembinaan Kemandirian berjalan dengan serius dan terus mengupayakan untuk memberikan hak layanan terbaiknya kepada Warga Binaan Pemasyarakatan berupa ilmu teori dan praktek sebagai bekal kelak ketika nanti WBP bebas dan kembali ke lingkungan masyarakat.

Selanjutnya Abdul Manaf menambahkan “Ucapan terimakasih banyak kepada seluruh pihak yang telah membantu terutama kepada Narasumber dari Tim Relawan Hidroponik dengan keikhlasannya memberikan Pelatihan Gratis kepada Petugas dan WBP disini, semoga Alloh SWT membalas semua kebaikan yang ada,aamiin.”

Selama kegiatan berlangsung nampak para Petugas dan WBP LPN Jakarta terlihat sangat antusias terbukti dengan keseriusan menyimak teori dan prkatek yang diberikan oleh Ronny Tanumihardja selaku Narasumber menyampaikan “Bahwa Hidroponik sistem menanam dengan media air dan bisa dilakukan di tempat yang sempit, memudahkan bercocok tanam, bisa dilakukan oleh siapa saja dan merupakan hobby yang menyenangkan.”

 

 

Ronny dan Tim juga mengadakan sesi tanya jawab dan langsung memberikan contoh untuk praktek bagaimana cara menanam, membuat intalasi, menyemai berbagai aneka benih dengan media tanam air yang diberi nutrisi (abmix) dalam box sirkulasi.

 

Kontributor : Syaeful dan Heri Pratama

 

Sebanyak 23 WBP LPN Jakarta, Ikuti Pelatihan Hidroponik

LapsustikNews : Sebanyak 23 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan Narkotika (LPN) Jakarta yang sedang proses pengurusan Pembebasan Bersyarat (PB) Asimilasi  berkesempatan mengikuti Pendidikan Biologi yaitu Pelatihan Hidroponik dari Yayasan Bina Karya Pendidikan Masyarakat di Ruang Selasar Gedung II LPN Jakarta, Senin (16/09).

Pelatihan ini dimulai dari pukul 13.00 s.d 15.00 wib dan terselenggara atas kerjasama dari LPN Jakarta dengan Universitas Negeri Jakarta dimana salah satu Dosen Pengajarnya mempunyai Yayasan Bina Karya Pendidikan Masyarakat dengan maksud dan tujuan agar sinergitas yang terjalin antara kedua Instansi Lembaga ini semakin baik serta bisa memberikan manfaat untuk bekal ilmu pengetahuan WBP LPN Jakarta agar kelak ketika kembali ke tengah Masyarakat para WBP diharapkan bisa mempraktekannya.

Abdul Manaf selaku Koordinator Kegiatan Pelatihan yang juga sebagai Staf dari Jajaran Bimbingan Pemasyarakatan (Bimpas) LPN Jakarta  menyampaikan kepada Tim Humas “Adanya Pelatihan Hidroponik ini merupakan bukti bahwa Program Pembinaan berjalan dengan serius dan terus mengupayakan untuk memberikan hak layanan terbaiknya kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP-red) berupa ilmu teori dan praktek sebagai bekal kelak ketika nanti WBP bebas dan kembali ke Lingkungan masyarakat.” Selanjutnya Manaf menambahkan “Ucapan terimakasih banyak kepada seluruh pihak yang telah membantu terutama kepada Narasumber dari Yayasan Bina Karya Pendidikan Masyarakat dengan keikhlasannya memberikan Pelatihan Gratis kepada WBP disini, semoga Alloh SWT membalas semua kebaikan yang ada,aamiin.”

Kemudian selama kegiatan berlangsung nampak para WBP LPN Jakarta terlihat sangat antusias terbukti dengan keseriusan menyimak teori dan prkatek yang diberikan oleh Dr. Durutul Yatimah.M.Pd. selaku Narasumber menyampaikan “Bahwa Hidroponik sistem menanam dengan media air dan bisa dilakukan di tempat yang sempit, untuk itu Hidroponik cocok untuk bertani di Perkotaan.” Durutul juga langsung memberikan contoh untuk praktek bagaimana cara menanam, membuat intalasi, menyemai berbagai aneka benih dengan media tanam air yang diberi nutrisi dalam box sirkulasi.

 

Kontributor Berita :  ( Nurmala Dewi )

10 Peserta pelatihan Pembimbing Kemasyarakatan turun lapangan untuk pelatihan penyusunan Litmas di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.

Jakarta, LapsustikNews –Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas II A Jakarta (16/09) kedatangan peserta pelatihan Pembimbing Kemasyaraktan (PK) untuk melaksanakan praktek penyusunan Penelitian Kemasyarakatan (Litmas), adapun jumlah peserta yang mengikuti praktek ini sebanyak 10 orang Calon Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Balai Pemasyarakatan (Bapas) dari berbagai wilayah di Indonesia, dengan 3 pendamping dari BPSDM Kemenkumham dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Para peserta ini merupakan calon PK yang sedang mengikuti Diklat di BPSDM.

Kegiatan praktek ini di laksanakan di ruang belajar mengajar (PKBM) Lapas Narkotika Jakarta, dengan melibatkan 10 orang warga binaan pemasyarakatan sebagai Narasumbernya.

Kepala seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Klas IIA Jakarta, Soeistanto Poedji Djatmiko mengawali sambutannya dengan memberikan informasi singkat mengenai Priofil Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Klas IIA Jakarta serta arahan kepada peserta diklat untuk memaksimalkan praktek tersebut, supaya hasil yang dicapai maksimal sehingga para peserta dinyatakan lulus dan menjadi Pembimbing Kemasyarakatan yang profesional.

Selanjutnya, setelah melakukan praktek pada hari ini, para peserta harus membuat laporan yang mana laporan tersebut akan diujikan untuk menentukan kelulusan para peserta.

“Apabila peserta diklat ini dinyatakan tidak lulus maka peserta harus mengulang diklatnya sampai benar-benar dinyatakan lulus dan layak menjadi Pembimbing Kemasyarakatan”, ucap Ibu Mischele selaku pendamping.

Kontributor : Rahmat Syaefulloh dan Fahrurrozi Ihza

Forum Group Discussion (FGD) “Efektivitas Program Rehabilitasi Narapidana Narkotika UPT Pemasyarakatan”

Dalam rangka upaya mendukung program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di UPT Pemasyarakatan seluruh Indonesia, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Hukum dan HAM RI (BALITBANG), menggandeng seluruh elemen masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam mewujudkan Indonesia Bebas Narkoba.

Berbagai upaya dilakukan guna menekan peningkatan jumlah penyelahgunaan dan peredaran gelap Narkoba di Indonesia. Salah satunya adalah dengan menggelar kegiatan “Forum Group Discoussion” (FGD) dan melibatkan lembaga ataupun institusi yang memberikan pengaruh besar terhadap masyarakat. Guna mewujudkan upaya tersebut.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenkumham menggelar kegiatan diskusi yang bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi DKI Jakarta (BNNP), Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Balai Pemasyarakatan (BAPAS), Tim Medis Dari UPT Pemasyarakatan DKI Jakarta, Tim Medis dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta, dan diselenggarakan di Aula Lapas Narkotika Jakarta, Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (12/9).

Kegiatan penelitian tersebut berjudul “Efektivitas Pelaksanaan Rehabilitasi Penyalah Gunaan Narkotika di Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan “ yang dibuka oleh Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BALITBANG KEMENKUMHAM), Aman Riyadi, S.I.P, S.H., M.Si. Dalam paparannya, Aman Riyadi mengatakan latar belakang penelitian  ini, yaitu untuk menggali persoalan yang muncul, terkait meningkatnya jumlah pengguna Narkotika dan Efektivitas Pelaksanaan Rehabilitasi Pengguna Narkotika di UPT Pemasyarakatan.

Selanjutnya diskusi dipimpin oleh Taufik H. Simatupang selaku Peneliti Madya Pada BALITBANG Kemenkumham , Taufik memulai dengan memfokuskan pada 7 point permasalahan yang akan dipecahkan, salah satunya yaitu tentang Efektivkah Pelaksanaan Rehabilitasi yang sudah dilaksanakan di UPT Pemasyarakatan ? Pada kesempatan itu juga, Winanti selaku koordinator program rehabilitasi di Lapas Narkotika Jakarta turut memberikan tanggapan terkait pertanyaan tersebut.

Winanti menjelaskan bahwa Program Rehabilitasi Pengguna Narkotika yang dilaksanakan di Lapas Narkotika Jakarta sangat efektif sekali, dan sudah dirasakan sendiri  dampak positifnya oleh para peserta Rehabilitasi. Program rehabilitasi tentunya harus terus didukung oleh berbagai pihak terkait, dan adanya kapasitas SDM yang mumpuni dalam bidang rehabilitasi, sarana atau fasilitas dan tentunya anggaran rehabilitasi, ketiga point ini merupakan kendala saat ini yang ada di Lapas Narkotika Jakarta, pungkas Winanti.

Pada tahun 2018, Narapidana narkotika yang dikategorikan sebagai pengguna narkotika seluruh Indonesia berjumlah 41.979 orang. Berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan, penyalahgunaan narkotika wajib direhabilitasi.

Oleh karena itu Ditjen Pemasyarakatan mengeluarkan kebijakan yang menetapkan 128 UPT Pemasyarakatan sebagai penyelenggara rehabilitasi dengan target peserta rehabilitasi tahanan dan Warga Binaan Pemasyarakatan pada tahun 2018 sebanyak 6000 orang.

Namun dalam implementasinya, pelaksanaan pelayanan rehabilitasi narkotika tersebut hanya diikuti oleh 2735 tahanan dan WBP yang dilakukan di 63 UPT Pemasyarakatan yang terdiri dari Rehabilitasi medis diikuti 154 orang, Rehabilitasi social sebanyak 2270, dan Pascarehabilitasi sebanyak 311 orang. Kondisi ini menunjukan bahwa belum semua WBP pecandu narkotika mendapatkan rehabilitasi, sehingga secara medis masih ketergantungan dan berpotensi terjadinya peredaran narkotika di dalam Lapas serta kembali melakukan penyalahgunaan narkotika setelah bebas.

Pada akhir diskusi, Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BALITBANG KEMENKUMHAM), menegaskan untuk segera membuat Memorandum of Understanding (MOU) dengan Kementerian Sosial, agar mendapatkan bantuan dana program rehabilitasi  dan pascarehabilitasi penyalahgunaan narkotika.

Di samping itu, kegiatan ini pun diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat lainnya dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba di Indonesia.

Kontributor : Firman Aditya, Ayep ( Tim Humas LPN Jakarta )

Sambang Aksi Cepat Tanggap (ACT) Di LPN Jakarta

LapsustikNews : Dalam rangka menindaklanjuti surat dari RPOL Youth Institute dengan nomor: 102/EXT/RP/VIII/2019, perihal: Permohonan mengadakan pelatihan kepada teman-teman di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika (LPN) Jakarta, pada tanggal 28 Agustus 2019 dimana inti dari isi surat tersebut menyampaikan permohonan untuk melakukan pelatihan atau transfer knowledge (mentransfer  ilmu pengetahuan  dan pemahaman ) kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) LPN Jakarta.

Kegiatan pelatihan tersebut awal mulanya digagas oleh Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Indonesia yang bekerjasama dengan Yayasan RPOL Youth Institute, dimana ACT berusaha terus berkiprah melayani untuk memberikan bantuan baik itu berupa moril atau sprituil kepada umat manusia dengan tanpa membedakan ras,agama dan suku bangsa.

Selasa, (10/09) Sambang ACT di LPN Jakarta disambut oleh Jumadi selaku Kepala Subsi Bimkemaswat yang didampingi beberapa Staf jajarannya. Jumadi menyampaikan sambutannya “Saya sangat apresiasi dan berterimakasih karena telah menunjuk Lapas Narkotika Jakarta menjadi tempat untuk pelaksanaan Motivasi atau Seminar dan mudah-mudahan bisa membawa manfaat untuk saat ini dan yang akan datang.” Jumadi melanjutkan “Merupakan kesempatan yang sangat spesial bagi WBP yang ikut hari ini merupakan Takdir Alloh, jadi jangan merasa dipaksa karena kegiatan seperti ini rezeki bisa bertambah ilmu dan pengetahuan.” Jumadi mengakhiri dengan kalimat “Terima kasih banyak kepada Tim dari Aksi Cepat Tanggap (ACT-red) masih peduli kepada WBP dengan membawa buah tangan berupa biscuit dan nasi box semoga apa yang diniatkan menjadi ladang amal kita bersama,aamiin.”

Selanjutnya acara dimulai dari pukul 10.00 s.d 12.00 wib dengan diikuti 50 WBP yang di laksanakan di Gedung 2 LPN Jakarta yang langsung dipimpin Ricky selaku Narasumber yang juga Pensiunan Senior Vice President Operatios (Di perbankan International) dengan didampingi 3 rekannya, Ricky menyampaikan materi dengan tema : Potensi diri itu harus dikembangkan, sebagai Narasumber Ricky menyampaikan kepada WBP “Setiap orang tentunya akan memiliki potensi di dalam dirinya meski mungkin saja jumlah potensi ini tidak pernah sama antara satu dengan yang lainnya. Berbagai macam potensi diri inilah yang kemudian akan membantu kita untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berbagai hal termasuk dalam mengatasi berbagai masalah dan kendala yang kita temui di dalam kehidupan kita.” Ricky pun menambahkan “Ada beberapa cara untuk mengembangkan potensi diri antara lain sudah berapa besar memahami diri sendiri, apa yang ingin dicapai dalam hidup, seberapa besar upaya yang dikeluarkan dalam mencapai tujuan hidup, keyakinan pada apa yang dimiliki, apa motivasi terbesar intinya disini memahami diri sehingga kita bisa fokus apa yang harus dikembangkan dalam diri dan target pada akhirnya tujuan hidup akan tercapai jika kita kenali potensi dalam diri.”

Selama kegiatan berlangsung terlihat WBP yang mengikuti begitu serius dan antusias terbukti dengan tanggapan dari salah satu peserta WBP yang tidak ingin disebut namanya menyampaikan kepada Tim Humas “ Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih  bisa ikut kegiatan ini efeknya saya jadi punya kepercayaan diri dan memulai mengenal potensi dalam diri saya sendiri selain itu saya juga bisa belajar berbicara depan umum.”

 

 

 

Kontributor Berita :  ( Nurmala Dewi dan Tim Dokumentasi LPN Jakarta)

 

Petugas LPN Jakarta Simulasi Penanganan Bahaya Kebakaran Bersama Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Timur

LapsustikNews : Kondisi Kebakaran adalah nyala api baik kecil maupun besar pada tempat situasi dan waktu yang tidak dikehendaki yang bersifat merugikan dan pada umumnya sulit untuk dikendalikan. Kebakaran juga termasuk dalam salah satu kategori kondisi/situasi darurat di Lingkungan baik dari luar maupun dalam lokasi tempat kerja.

Mengingat hal tersebut Lis Susanti selaku Kepala Sub Bagian Tata Usaha Lembaga Pemasyarakatan Narkotika (LPN) Jakarta menggandeng Suku Dinas (Sudin) Pemadam Kebakaran (Damkar) Jakarta Timur menggelar pelatihan bagi Petugas LPN Jakarta berupa Kegiatan  Praktek Simulasi Penanganan Kebakaran untuk mencegah musibah kebakaran yang mungkin saja bisa terjadi di dalam LPN Jakarta maupun di Lingkungan masyarakat, Jum’at (06/09).

Lis Susanti menyampaikan kepada Tim Humas “Tujuan diadakannya pelatihan simulasi penanganan bahaya kebakaran adalah untuk meningkatkan pemahaman akan bahaya kebakaran dan cara penanggulangannya dengan harapan bila musibah kebakaran terjadi dapat meminimalisir kerugian seperti jatuhnya korban, kehilangan harta benda dan yang lainnya.”

Pelatihan dibuka langsung oleh Instruktur dari Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Timur Juvenalus Sitohang yang menyampaikan “ Mengapresiasi Inisiatif LPN Jakarta mengadakan pelatihan simulasi penanganan penanganan kebakaran setidaknya ini merupakan bentuk kepedulian untuk mengetahui cara bagaimana menangani kebakaran yang mungkin saja bisa terjadi di Kantor, Rumah atau pun di Lingkungan Masyarakat sekitar.”

Kemudian dilanjut dengan materi dan praktek dasar simulasi pelatihan yang diberikan oleh M.Kamal salah satu narasumber menyampaikan “Simulasi Penangananan ini merupakan Pelatihan Dasar yang harus diketahui oleh Peserta bahwa ada 4 Jenis Alat Pemadam Api Ringan (APAR) antara lain Jenis Cairan (Water), Busa/Foam, Serbuk Kimia/ Dry Chemical Powder dan Karbondioksida(CO2).” Selain itu Kamal menjelaskan cara menggunakan APAR yaitu “Tarik Pin Pengaman lalu arahkan pangkal selang ke sumber api kemudian tekan pemicu untuk menyemprot dan ayunkan ke seluruh sumber api.” “Dalam upaya pemadaman api yang harus diperhatikan adalah segitiga api yaitu oksigen (O2), Panas dan Bahan Bakar. Apabila ketiga unsur ini bisa kita kendalikan maka api akan padam” Ujar Kamal

M.Kamal dibantu dengan rekannya Dayat mempraktekan cara memadamkan api menggunakan tangan kosong, karung goni basah dan APAR. Pegawai LPN Jakarta selaku peserta pelatihan  berkesempatan mempraktekkan cara memadamkan api.

Citra salah satu Pegawai yang ikut menjadi peserta mempraktekkan cara pemadaman api dengan menggunakan karung basah mengutarakan kepada Tim Humas “Ini merupakan pengalaman pertama yang cukup berkesan, ada rasa deg degan, seru.” “Semoga bisa menambah pengetahuan dan memupuk keberanian dalam menjinnakan api, Ucap Citra.

Selama kegiatan berlangsung seluruh peserta nampak serius dan antusias memperhatikan dan melihat langsung bagaimana tehnik-tehnik dasar untuk memadamkan api.

 

 

Kontributor Berita :  ( Nurmala Dewi dan Tim Dokumentasi LPN Jakarta)