Praktek Penyusunan Penelitian Kemasyarakatan (LITMAS) Angkatan IX di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta

Jakarta, LapsustikNews – 10 Orang peserta pelatihan calon Pembimbing Kemasyaraktan (PK)  kembali melaksanakan Praktek di Lapas Narkotika Jakarta seperti pada bulan Februari lalu, seperti sebelumnya peserta berasal dari berbagai Balai Pemasyarakatan (BAPAS) seluruh wilayah di Indonesia. Para peserta didampingi oleh 3 pendamping dari BPSDM Kemenkumham. ( 02/07)

Setibanya di Lapas Narkotika Jakarta, para peserta disambut langsung oleh Bapak Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Jakarta Asep Sutandar, kemudian para peserta diarahkan menuju ruang Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Lapas Narkotika Jakarta.

Sebelum kegiatan praktek dimulai, para peserta mendapatkan arahan terlebih dahulu dari Kepala Sub Seksi  Bimkemaswat ( Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan ) Jumadi. Dalam arahannya Jumadi Menyampaikan bahwa Lapas Narkotika Jakarta sebetulnya sudah menjalankan Program-Program Pembinaan, seperti Program Pembinaan Kepribadian dan Program Pembinaan Kemandirian. Program-program tersebut telah sukses berjalan dan telah disosialisasikan kepada seluruh Warga Binaan bahwa program-program tersebut wajib diikuti, karena program tersebut merupakan salah satu syarat untuk pengurusan Pembebasan Bersyarat (PB).

 

Para peserta dihadapkan langsung dengan warga binaan untuk dibuatkan bahan laporan penelitian melalui wawancara. “Peserta diklat ini sebelumnya telah mendapatkan materi di BPSDM, ini merupakan hari ke 17 dimana peserta menjalankan diklat selama 20 hari,
peserta diklat ini merupakan angkatan ke- IX dari XVII angkatan”. Ucap Liana sebagai Kasubbid Adm diklat Fungsional BPSDM Kemenkumham.

Selanjutnya, setelah melakukan praktek pada hari ini, para peserta harus membuat laporan yang mana laporan tersebut akan diujikan untuk menentukan kelulusan para peserta.

 

Kontributor : Ayep Saepuloh

Lapas Narkotika Jakarta Menyelenggarakan Sosialisasi Program Percontohan Tes dan Pengobatan Hepatitis C bagi Warga Binaan Pemasyarakatan

Jakarta, LapsustikNews – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta menyelenggarakan Sosialisasi Program Percontohan Tes dan Pengobatan Hepatitis C bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Area Gasebo, Senin(1/7).

Kegiatan ini di Buka oleh Soeistanto selaku Kepala Seksi Pembinaan Anak Didik (Ka.Sie Binadik) yang mewakili Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Jakarta. Dalam Sambutannya beliau menyampaikan, “Sosialisasi Program Percontohan Tes dan Pengobatan Hepatitis C ini diperuntukan untuk seluruh WBP Lapas Narkotika Jakarta”.

“Kegiatan ini di Awali dengan Sosialisasi yang di hadiri sekitar 200 WBP dan Pemeriksaan serta Pengambilan Sampel Darah sebanyak 20 WBP, dan untuk selanjutnya Kegiatan Sosialisasi akan dilanjutkan di tiap – tiap Blok Hunian. Harapan Kami, Seluruh WBP nanti mengikuti tes darah untuk pengecekan Terinfeksi Hepatitis C atau tidak”.

“WBP tidak perlu takut, karena Pencegahan lebih baik daripada Pengobatan. Andaikan dalam Pengecekan nanti, ditemukan Warga yang terinfeksi tentu akan langsung di tangani oleh Tim Medis dari Poliklinik Lapas Narkotika Jakarta, dan Lama Masa Pengobatan Berlangsung selama 3 – 6 bulan”, tutupnya.

Dr. Yusman Akbar selaku koordinator Kegiatan menyampaikan dalam sambutannya, “Hepatitis C untuk penularannya paling sering oleh pengguna jarum suntik narkoba presentasenya bisa mencapai 80 – 90% terinfeksi. Dan Hubungan Seksualpun juga dapat menjadi jalan terinfeksi Hepatitis C walalupun presentase nya hanya 5%”.

“Gejala hepatitis C ini kurang spesifik, setelah 6 bulan terinfeksi belum ada gejala apa-apa. Setelah terinfeksi lama/kronis baru muncul diawali dengan mual-mual sampai muntah-muntah, nafsu makan tidak ada, secara fisik mata, muka, dan kulit terlihat kuning, dan Air kencing berubah warna menjadi cokelat”.

“Kita harapkan target kita, Seluruh WBP Lapas Narkotika Jakarta dapat di ambil sample darah nya, untuk  mengetahui jumlah WBP yang terinfeksi ada berapa. Kegiatan ini akan dilaksanakan secara bertahap, setiap harinya akan ada sekitar 100 WBP yang akan kita ambil Sample darah nya”.

“Dengan adanya layanan kesehatan di Lapas Narkotika Jakarta ini dan dukungan dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan juga RS. Pengayoman, kita semua berkomitmen untuk mencegah dan mengobati bilamana ada WBP yang terdeteksi terinfeksi Hepatitis C“, tutupnya.

Acara di akhiri dengan pengambilan sampel darah dan pemeriksaan terhadap 20 WBP untuk mengetahui ada tidaknya WBP yang terinfeksi hepatitis C, dari sejumlah 20 WBP yang diperiksa, terdapat 3 WBP yang Positif terinfeksi, untuk selanjutnya terhadap WBP yang terinfeksi akan di lakukan Pengambilan Sampel Darah kembali pada Minggu depan, untuk mengetahui seberapa banyak Virus Hepatitis C yang tersebar di dalam tubuh Penderita. Agar nantinya dapat dilakukan Tindakan Pengobatan yang Tepat, selama 3 bulan pertama.

Kontributor : Andi (Tim Humas)