Siraman Rohani Pengajian Bersama Pegawai Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta Dengan Tema “Meneladani Sifat Rasululloh Dan Jauhi Tindakan Korupsi, Pungli dan Gratifikasi”

Jakarta, Lapsustik News Dalam rangka mewujudkan Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), Pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta menyelenggarakan kegiatan Siraman Rohani (Pengajian), Jum’at (29/03) dilaksanakan di Gedung Utama Aula Lantai III Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta yang dimulai pukul 13.30 s.d 15.00 wib. Kegiatan diikuti oleh Pejabat Struktural, Pegawai Jabatan Fungsional Tertentu dan Fungsional Umum Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta dihadiri oleh Ustadz Bambang Halilintar selaku Penceramah (Nara Sumber).

Sebelum Acara Siraman Rohani (Pengajian) dimulai diawali dengan penampilan Tim Marawis Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta yang mempersembahkan beberapa Nasyid Islami dan Sholawat.

Kemudian Abdul Manaf selaku Pembawa Acara (MC) membuka dengan membacakan Surat Al-Fatihah bersama yang dilanjutkan dengan mendengarkan Lantunan Ayat Suci Al-Qur’an dan Sari Tilawah yang dibawakan oleh Rahmat Syaifullah dan Jaka selaku Pegawai Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.

Selanjutnya sambutan dari Heri Purnomo selaku Kepala Seksi Administrasi Keamanan (Adkam) Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta yang mewakili Kepala Lapas Narkotika Klas IIA yang berahalangan hadir menyampaikan sambutannya “Saya mewakili Kalapas mengucapkan terima kasih banyak kepada Ustadz dan Pejabat serta Pegawai Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta yang menghadiri kegiatan pengajian ini.” Heri melanjutkan “Maksud dan Tujuan diadakannya kegiatan siraman rohani sebagai proses doa dan usaha kita semua untuk lebih memantapkan lagi penguatan dibidang Akhlaq dan Iman agar mampu melaksanakan tugas dan fungsinya dengan benar, sehingga pencanangan Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta membangun Zona Integritas menuju WBK/WBBM semoga tercapai,aamiin.”

Ustadz Bambang Halilintar selaku Penceramah menyampaikan beberapa materi dengan Tema “Meneladani Sifat Rasululloh Dan Jauhi Tindakan Korupsi, Pungli dan Gratifikasi”, Untuk Membangun Zona Integritas Menuju WBK/WBBM di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta sebagai berikut :

  1. Berubahlah menjadi lebih baik karena Alloh SWT dan RasulNya bukan hanya karena mengejar prestasi dunia semata. Semua pekerjaan diawali dengan niat, sehingga bekerja bisa lebih fokus dan baik. Niatlah hanya karena Alloh SWT.
  2. Iman adalah Keyakinan dengan hati yang diucapkan dengan lisan dan diamalkan melalui perbuatan.
  3. Islam adalah Bersyahadat, Sholat, Berzakat, Berpuasa dan Pergi Haji jika mampu,
  4. Ihsan adalah Selalu merasa diawasi oleh Alloh, merasa Alloh selalu melihat segala prilaku yang dilakukan setiap manusia.
  5. Integritas adalah menyatunya perkataan, keyakinan dengan perbuatan
  6. Pemahaman yang baik melahirkan nilai Integritas dalam diri sehingga bekerja meskipun tidak ada atasan atau pimpinan tetap bersikap professional bukan lagi mengharap diawasi manusia tapi Alloh SWT yakin pasti melihat.
  7. Jika Integritas sudah bisa kita implementasikan maka kejujuran, komitmen dalam kebaikan pastinya akan melekat disetiap kita akan terhindar dari prilaku Korupsi, Pungutan Liar dan Gratifikasi.
  8. Pengetahuan (knowledge), Keahlian (skill) itu penting tapi ada yang sangat penting yang harus kita perhatikan adalah Perilaku atau Akhlaq (attitude) dalam menjalani kehidupan.
  9. Bekerjalah dengan Iman,Islam, Ihsan sehingga akan tercermin Akhlaq yang baik, carilah Lingkungan yang baik agar kebaikan dalam diri terjaga dan salinglah mengajak pada kebaikan jangan merasa letih dan bosan karena Alloh SWT akan membalasnya dengan Syurga yang Indah.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Ustadz Bambang Halilintar.

Kontributor : Nurmala Dewi dan Ayep ( Tim Humas)

Jelang Matahari Terbit, Ka. Kanwil dan Ka.Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham DKI Jakarta Melakukan Inspeksi Dadakan ke Ruang Pelayanan Restorasi (Dapur) Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta

Jakarta, Lapsustik News –  Kamis,(28/3) Menjelang Matahari akan terbit setelah waktu shubuh pukul 05.30 wib, Kepala Kantor Wilayah (Ka.Kanwil) yang didampingi Kepala Divisi Pemasyarakatan (Ka.Div PAS) Kementerian Hukum dan HAM DKI melakukan Kegiatan Inspeksi Dadakan (Sidak) ke Ruang Pelayanan Restorasi (Dapur) pada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta.

Kedatangan Ka.Kanwil dan Ka.Div PAS Kemenkumham DKI Jakarta disambut baik oleh Kepala Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta beserta jajarannya yang ikut serta mengikuti kegiatan sidak tersebut.

Kegiatan Sidak dilakukan untuk proses melihat mekanisme pemesanan dan penerimaan bahan makanan  mulai dari waktu kedatangan bahan makanan harus sesuai jadwal jam yang ditentukan kemudian jumlah, berat dan kualitas bahan makanan serta proses tiba datangnya pesanan sampai bahan makanan diterima dengan baik oleh Petugas dan Panitia Penerima Bahan Makanan bagian Pengolah  Bahan Makanan di Ruang Restorasi Dapur.

Tujuan Sidak adalah mengecek, mengawasi dan meninjau secara langsung tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Bahan Makanan (BaMa) untuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mulai dari Proses Pemesanan, Jumlah Kuantitas dan beratnya bahan makanan ketika ditimbang harus sama sesuai dengan pesanan. Mengingat Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta Tahun 2019 merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang dicanangkan sebagai  Lapas yang membangun Zona Integritas Menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta Segala unsur yang disidak  ini sangat diperhatikan oleh Kepala Kantor dan Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta, karena idealnya semua harus  sesuai dengan Standar Operasoional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.

“Berdasarkan hasil Sidak, proses mekanisme pemesanan, kedatangan dan penerimaan bahan makanan lalu pelayanan kegiatan Restorasi dari kebersihan alat-alat masak, ruangan, bahan makanan, cara kerja, kualitas dan jumlah bahan makanan serta pendistribusian makanan sudah cukup baik. Ucap Bambang Soemardiono selaku Kepala Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta. Bambang menegaskan kembali “Namun supaya kualitas pelayanan pengelolaan bahan makanan ini lebih baik lagi maka tetap harus diperhatikan dan diawasi terus.”

Andhika Prasetya selaku Kepala Divisi Pemasyarakatan yang ikut serta mengikuti kegiatan Sidak menyampaikan “Jumlah takaran bahan makanan harus sesuai dengan timbangan, kebersihan bahan makanan dan alat masaknyanya pun harus dijaga begitupun dengan kebersihan Ruangan Dapur.”

Asep Sutandar selaku Kepala Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta mengucapkan “Kegiatan Sidak menjadi bukti keseriusan dari pihak Kantor Wilayah yang ingin menjadikan Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta menjadi UPT yang benar-benar mampu berusaha dan berinovasi sebaik mungkin dalam memberikan layanan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan.” “Pastinya Sidak ini menjadi motivasi bagi kita semua agar terus bekerja melayani sepenuh hati memberikan yang terbaik dalam segala hal.”

Kontributor Berita : Nurmala Dewi (Tim Humas Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta)

 

 

Antusias Warga Binaan Lapas Narkotika Jakarta Menyambut Inovasi-Inovasi Pelayanan Pemasyarakatan Dalam Rangka Membangun Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM)

Jakarta, LapsustikNews – Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, Soeistanto Poedji Djatmiko,  menunjukan keseriusannya untuk membangun zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi (WBK) dengan memberikan sosialisasi tentang pencegahan pungutan liar (pungli) dan gratifikasi, serta memberikan sosialisasi tentang Hak-hak bagi Narapidana, Senin (25/3). Kasi Binadik mengharapkan agar warga binaan pemasyarakatan (WBP) dapat mengetahui hak-hak dan layanan yang diperoleh selama menjalani masa pidana di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Klas IIA Jakarta.

Lebih lanjut Kasi Binadik juga menegaskan bahwa seluruh layanan Pemasyarakatan tidak dipungut biaya alias Gratis atau Rp.0,- , dan jajarannya juga telah berjanji akan bekerja semaksimal mungkin terhadap layanan Informasi, Reintegrasi , dan layanan Pemasyarakatan lainnya.

“Sudah kita ketahui bersama, bahwa Lapas kita ini ditunjuk untuk menjadi UPT wilayah bebas dari korupsi atau WBK. Dalam kesempatan ini saya mengajak untuk ikut mendukung pembangunan WBK ini, dengan cara tidak ikut serta dalam praktek pungutan liar dan gratifikasi. Cara selanjutnya yakni dengan mengikuti setiap kegiatan ataupun program yang telah diselenggarakan.” ujar Soeistanto Poedji Djatmiko

Continue reading

Jelang Menyambut Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-55 Pegawai Lapsustik Jakarta Beraksi Kerja Bakti dan Menanam Pohon

Jakarta-LapsustikNewsJum’at,(22/03) membuktikan komitmen untuk saling menguatkan dalam mengisi kegiatan menyambut Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-55, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta melaksanakan Kerja Bakti yang dilanjutkan dengan menanam Pohon bersama yang dilaksanakan di Gedung Utama Halaman Apel dan Depan Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, Halaman Rumah Sakit Pengayoman dan Rupbasan Jakarta Timur diikuti Pegawai serta Pejabat Struktural Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.

Kegiatan diawali dengan Senam Pagi Bersama Kepala Lapas (Kalapas) Narkotika Klas IIA Jakarta beserta jajarannya yang dilaksanakan di Halaman Apel Pegawai Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta yang diikuti seluruh staf Pegawai Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.

Kemudian dilanjutkan Kerja Bakti yang dipimpin langsung Kalapas dan dibagi menjadi beberapa kelompok dan disebar disekitar wilayah Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta. Ada 4 Kelompok yang disebar Kelompok pertama di Depan Halaman RS Pengayoman, kelompok kedua disebar ke Bagian Depan Area Halaman Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, kelompok ketiga disebar ke Rupbasan yang juga sekaligus menyerahkan Beberapa Pohon untuk ditanam bersama.

“Mengingat pentingnya kebersamaan kita untuk saling menjaga kebersihan dimanapun, kegiatan kerja bakti dan menanam pohon bersama pegawai adalah bagian utama sebagai upaya kita tetap kompak dan semangat mengisi rangkaian acara Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-55 ini,” Ucap Asep Sutandar selaku Kepala Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta kepada Pegawai yang mengikuti kegiatan tersebut.

Dody Naksabani selaku Kepala Pengamanan Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta menyampaikan kepada Tim Humas “Ada beberapa Pohon yang diserahkan secara simbolis berdasarkan perintah dari Kalapas Narkotika Klas IIA Jakarta untuk Kantor Rupbasan agar bisa ditanam bersama dan berharap setiap pohon yang ditanam akan tumbuh baik sebagaimana yang diharapkan.” Dody juga menambahkan “Kegiatan ini bukti bahwa sinergitas antar Unit Pelaksana Teknis (UPT-red) berjalan baik dan saling menguatkan dalam mengisi aktivitas positif menyambut Hari Bakti pemasyarakatan ke-55 Tahun 2019.”

Turut serta hadir Robianto Pejabat dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta beserta stafnya menyaksikan proses serah terima pohon yang diberikan dari Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, yang juga ikut serta bergerak menanam pohon tersebut.

 

 

Kontributor : Rasyid dan Nurmala Dewi (Tim Humas Lapsusutik)

 

Skrining Penyakit Tidak Menular (PTM), Kesehatan Jiwa dan Tuberkulosis (TB) Bagi Petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta

Jakarta-LapsustikNewsMenindaklanjuti surat edaran dari Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta dengan Nomor: W.10.PK.01.07.01 perihal: Pertemuan Persiapan Skrining Penyakit Tidak Menular (PTM) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)/Rumah Tahanan (Rutan) DKI Jakarta, maka Tim Layanan Kesehatan Medis Klinik Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta yang didampingi 5 Orang Pegawai Bagian Pelayanan Tahanan Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi dari Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta,  16 orang yang merupakan dari 4 Tim Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang masing-masing setiap Puskesmas  terdiri dari 4 orang dan 3 orang dari Tim Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur ikut melaksanakan hasil Kegiatan Skrining PTM, Kesehatan Jiwa dan Tuberkulosis (TB) bagi Petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, Kamis(21/03).

Kegiatan skrining dilaksanakan di Ruang Selasar Gedung 2 dan Gedung 3 Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta yang disambut baik oleh Asep Sutandar selaku Kepala Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta. Ketika ikut diperiksa Asep Sutandar menyampaikan “Ucapan terimakasih kepada Tim Kesehatan yang hadir melaksanakan tindakan skrining yang tidak hanya WBP namun kepada Pegawai yang ada di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.” 

Kemudian Dokter Yuni selaku Koordinator dari Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta selaku staf Bagian Pelayanan Tahanan Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi menyampaikan kepada Tim Humas “Maksud dan Tujuan adanya kegiatan Skrining sebagai Upaya meningkatkan derajat kesehatan Petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta.” Yuni menambahkan “Berdasarkan hasil pertemuan Persiapan Skrining PTM di Lapas/Rutan DKI Jakarta yang dilaksanakan bulan Januari 2019 lalu ternyata banyak informasi berdasarkan survey dan penelitian dari Balitbang Kemenkes RI tingkat resiko terjadinya kematian tertinggi salah satunya disebabkan karena Penyakit Tidak Menular(PTM-red), Kesehatan Jiwa dan TB.” Yuni melanjutkan “Terutama PTM dan Kesehatan Jiwa ini belum ada pemeriksaan rutin yang dilakukan oleh Tim Kesehatan, inilah awal mulanya alasan kami dari Kanwil kemenkumham DKI Jakarta bekerjasama dengan Suku Dinas Kesehatan Jakarta untuk segera melaksanakan kegiatan Skrining yang tidak hanya untuk WBP tapi juga kepada Petugas Lapas/Rutan.”

Dr.Yusman selaku Koordinator Tim Kesehatan Medis dari Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta menjelaskan kepada Tim Humas “Mens sana in corpore sano, adalah sebuah kalimat dalam bahasa Latin yang artinya adalah “Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.” Yusman menambahkan “Untuk  wilayah Jakarta Timur Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta merupakan UPT yang ke-3 dalam pelaksanaan kegiatan skrining PTM, Kesehatan Jiwa dan TB yang sebelumnya pertama di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP-red)  dan Rutan Klas IIA Jakarta Timur.”

Tak lama kemudian Ernawati Lubis salah satu Anggota Tim dari Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur menyampaikan kepada Tim Humas “Kami sangat mendukung kegiatan pelayanan kesehatan pemeriksaan skrining ini, kamipun akan usahakan kerjasama dengan Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta berjalan terus yang nantinya ketika hasil tes keluar akan ada tindaklanjut dan menjadi agenda rutin.”

Dr.Santi yang dibantu dengan Hainun selaku Tim Pelaksana Medis di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta memberikan informasi data hasil dari Kegiatan sebagai berikut :

  1. Total Skrining PTM, Kesehatan Jiwa dan TB berjumlah 101 Pegawai dan suspek TB ada 2 Pegawai,
  2. Total Skrining TB untuk WBP jumlah seluruhnya 1917 orang,
  3. Total Skrining PTM dan Kesehatan Jiwa untuk WBP yang mengikuti ada 75 orang.

Selama kegiatan Para Pegawai dan WBP mengikuti langkah-langkah prosedur tahapan pemeriksaan dengan tertib dan nampak serius mendengarkan hasil tes yang dijelaskan oleh Tim Medis.

Kontributor : Rasyid dan Nurmala Dewi (Tim Humas Lapsusutik)

Kalapas: Kalau Ada Petugas Yang Meminta Biaya Layanan, Laporkan!

Jakarta, LapsustikNews – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Narkotika Klas IIA Jakarta, Asep Sutandar, menunjukan keseriusannya untuk membangun zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi (WBK) dengan memberikan sosialisasi tentang pencegahan pungutan liar (pungli) dan gratifikasi serta memberikan motivasi kepada 30 orang peserta Program Rehabilitasi Sosial Criminon, Kamis (21/3). Kalapas mengharapkan agar warga binaan pemasyarakatan (WBP) berani menolak untuk tidak memberikan uang atau apapun kepada petugas sehingga menutup peluang adanya pungli dan gratifikasi.

“Sebagaimana sering disampaikan dalam setiap kesempatan, Lapas kita ini ditunjuk untuk menjadi UPT wilayah bebas dari korupsi atau WBK. Bebas dari korupsi ini bukan hanya kewajiban kami para petugas. Tapi saudara-saudara semua berperan penting untuk mencegah terjadinya korupsi. Cobalah untuk berani tidak memberikan uang atau apapun yang diminta oleh petugas. Kalau semua warga binaan berani tidak memberikan apapun ke petugas, tentu ini akan memperkecil peluang petugas untuk melakukan pungli dan menerima gratifikasi”, ucap Kalapas tersebut.

Lebih lanjut Kalapas juga menyampaikan bahwa semua layanan yang ada di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta adalah Rp 0, atau gratis. Dan meminta WBP untuk melaporkan bila ada petugas yang meminta biaya untuk kegiatan layanan.

“Semua layanan yang kami berikan, baik itu layanan kunjungan, layanan informasi, pengurusan PB, CB, CMB, remisi, layanan kesehatan, layanan makan dan program pembinaan lainnya itu gratis. Biayanya Nol Rupiah. Kalau masih ada petugas yang meminta biaya untuk layanan apapun, Laporkan!” tegas Asep Sutandar.

Kalapas juga menegaskan bahwa jika pungutan dilakukan oleh tamping, baik yang mengatasnamakan petugas maupun tidak maka wajib dilaporkan.

“Kami, para pegawai lapas juga sudah sepakat, peran tamping yang meminta-minta uang atau apapun dengan mengatasnamakan petugas sudah tidak boleh ada lagi. Karena kami sepakat, tidak ada pungutan berarti maka tidak boleh terjadi sekalipun dilakukan oleh tamping. Kalau masih ada tamping yang melakukannya, laporkan ke saya. Laporkan ke petugas,” ujar Kalapas Narkotika Klas IIA Jakarta tersebut.

Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta merupakan salah satu satuan kerja di Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia yang ditunjuk menjadi UPT(Unit Pelayanan Teknis) menuju wilayah bebas dari korupsi (WBK) ditahun 2019.

 

Baca Juga: http://lapas-narkotikajkt.com/tak-kenal-lelah-lapas-narkotika-jakarta-kembali-luluskan-criminon-angkatan-yang-ke-33/

 

Kalapas Narkotika Klas IIA Jakarta, Asep Sutandar, melakukan sosialisasi WBK ke WBP

Kalapas Narkotika Klas IIA Jakarta, Asep Sutandar, melakukan sosialisasi WBK ke WBP

 

Kontributor: Sadi

Dokumentasi: Tim Humas Lapsustikjkt

Pelaksanaan Penyuluhan dan Skrining TB Terhadap Keluarga Pengunjung Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Dalam Rangka Memperingati Hari TB Se-Dunia di Lapas Narkotika Jakarta

Jakarta, Lapsustik News : Menindaklanjuti Surat Edaran dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nomor: PAS7.PK.01.06.04-71 tanggal 18 Februari 2019 Perihal Petunjuk Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia tahun 2019, maka Tim Layanan Kesehatan Klinik Medis Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Klas IIA Jakarta melaksanakan kegiatan Penyuluhan dan Skrining Tuberkulosis (TB) terhadap Keluarga Pengunjung Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, Senin (18/03) dilaksanakan di Ruang Layanan Kunjungan Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.

Kegiatan Penyuluhan disampaikan langsung oleh Dr. Yusman selaku Koordinator beserta Tim Kesehatan Klinik Medis kepada  seluruh Keluarga Pengunjung WBP Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta yang saat itu mengunjungi (membesuk) WBP Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta. Penyuluhan diberikan dari Pukul 13.00 s.d 13.30 wib  selama 30 menit sebelum Pendaftaran Kunjungan dibuka.

“Saatnya Indonesia Bebas dari Penyakit TBC yang dimulai dari diri kita sendiri, jangan takut mengenal lebih dini apa itu TBC dan bagaimana pencegahan, pengendalian dan pengobatannya.” Ucap Yusman kepada Keluarga Pengunjung WBP yang Nampak dengan serius menyimak dan memperhatikan tiap kalimat yang disampaikan oleh Yusman.

Sesuai Surat Edaran Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kesehatan Republik Indonesia Nomor PM.01.01/1/1207/2019 tanggal 23 Januari 2019 perihal Permohonan Fasilitasi Penemuan Terduga TBC di Lapas/Rutan dalam rangka Hari Tuberklosis sedunia tahun 2019, maka Dalam Ruangan Kunjungan Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta terlihat ada pemasangan standing banner Komunikasi Informasi dan Edukasi selama periode skring batuk yang dilaksanakan selama 3 hari periode tanggal 18 – 23 Maret 2019.

“Selanjutnya setelah penyuluhan diberikan, Selasa (20/03) Keluarga Pengunjung WBP Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta diberikan Tindakan Layanan Skrining Batuk selama 3 hari dan diberikan Masker bagi yang menderita batuk. Hal ini bertujuan untuk memutus mata rantai penularan dan menemukan kasus TB secara Intensif, Ucap Dr.Yusman kepada Tim Humas.

Dr. Birindra Shanti menyampaikan kepada Tim Humas “Bahwa Kegiatan Skrining dilakukan kepada Keluarga Pengunjung WBP Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta yang dilaksanakan di Gedung II arah sebelum mereka masuk berkunjung WBP yang ada di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta dengan jumlah 30 Orang.”

Kemudian Jumadi selaku Kepala Subsi Bimkemaswat menyampaikan kepada Tim Humas “Bahwa Kegiatan Peringatan Hari TB sedunia tahun 2019 semakin baik karena Layanan Kesehatan tidak hanya untuk Warga Binaan Pemasyarakatan saja namun Keluarga Pengunjung WBP juga diberikan,” Jumadi menambahkan “Semoga harapan saya Kegiatan Penyuluhan dan Skrining ini bisa mengurangi bahkan mencegah timbulnya penularan penyakit TB disekitar kita,aamiin.”

Untuk Informasi bahwa berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nomor: PAS7.PK.01.06.04-71 Tanggal: 08 Februari 2019 perihal Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan Skrining TBC Kepada Pengunjung Dalam rangka Peringatan Hari TB se-Dunia Tahun 2019 ada 4 Langkah sebagai berikut :

  1. Petugas bertanya kepada pengunjung apakah sedang batuk atau tidak,
  2. Bagi pengunjung yang batuk, diberikan masker dan dilakukan skrining menggunakan Formulir Penemuan Kasus TB oleh Kader (Form Terlampir) dengan melibatkan kader kesehatan,
  3. Apabila ditemukan suspek, diberikan edukasi dan disarankan untuk pemeriksaan mandiri di Puskesmas sesuai alamat masing-masing,
  4. Data Suspek diserahkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Setempat.

Kontributor : Nurmala Dewi dan Ayep ( Tim Humas)

Lapas Narkotika Jakarta Menjadi Tempat Pelaksanaan Kegiatan Deklarasi Komitmen Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Jajaran Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta Tahun 2019

Jakarta, Lapsustik News –  Berdasarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor :PAS-4.PK.01.04.01 Tahun 2013 Tentang Pedoman Lapas/Rutan/Cabang Rutan Bebas Dari Handphone, Pungutan Liar (Pungli) dan Narkoba (Halinar), Surat Edaran DIrektur Jenderal Pemasyarakatan Nomor: PAS-126.PK.02.10.01 Tahun 2019 tentang Langkah-langkah Progresif Dan Serius Upaya Pemberantasan Narkoba Di Rutan/Cabang Rutan/Lapas Dan LPKA, Surat dari Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta Nomor W.10.PK.01.04.01-64 Perihal Undangan Kegiatan Razia dan penggeledahan Lapas/Rutan Wilayah DKI Jakarta, maka Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta ditunjuk langsung oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta menjadi Tempat pelaksanaan Kegiatan Deklarasi  Komitmen Pencegahan,Pemberantasan,Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Jajaran Pemasyarakatan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta Tahun 2019.

Peserta Apel Deklarasi Komitmen P4GN dihadiri oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) beserta jajarannya , Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia, BNN Provinsi DKI Jakarta, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Ketua Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kepala Polisi Resort (Kapolres) Jakarta Pusat dan Timur, Komandan Kodim 0501 Jakarta Pusat dan 0505 Jakarta Timur, Ketua BNN Kota Jakarta Pusat dan Timur, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, Ketua Gerakan Anti Narkoba (Granat) bersama Tim, dan diikuti oleh Pejabat Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta beserta jajarannya serta seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis Lapas/Rutan/LPKA se-DKI Jakarta beserta Jajarannya serta  Perwakilan dari Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta dan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan.

Kegiatan Apel dipimpin langsung oleh Bambang Soemardiono selaku Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta dalam amanatnya menyampaikan “Ini adalah upaya dari para Pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan secara efektif dan efisien dalam rangka mencegah, melindungi dan menyelamatkan Warga Negara dari ancaman bahaya penyalahgunaan Narkoba. Untuk itu diperlukan kepedulian dari seluruh Instansi Pemerintah dalam upaya tersebut dengan mendorong Satgas di Instansi Pemerintah menjadi pelaku P4GN secara mandiri.”

Andika Prasetya sebagai Kepala Divisi Pemasyarakatan sekaligus Ketua Pelaksana Kegiatan Apel Deklarasi menyampaikan Laporan “Bahwa maksud dan tujuan kegiatan untuk menguatkan Komitmen Jajaran Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta untuk melaksanakan Program P4GN.” Andika menambahkan “Kegiatan ini bermaksud untuk  membersihkan Seluruh UPT Lapas/Rutan/LPKA DKI Jakarta dari adanya alat komunikasi Handphone, Perilaku Pungli dan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba.”

Dalam Konferensi Pers Sri Puguh Budi Utami selaku Direktur Jenderal Pemasyarakatan mengatakan “Pentingnya pemberdayaan Instansi Pemerintah terkait dalam program P4GN adalah dalam rangka upaya memobilisasi seluruh sumber daya yang ada untuk meningkatkan keberdayaan masyarakat dalam rangka penanganan narkoba yang meliputi aspek pencegahan, rehabilitasi dan pemberantasan.”

Kemudian dilanjut dengan  penandatanganan dan pemusnahan sekitar 200 unit ponsel dan barang sitaan hasil sidak yang dilakukan oleh Tim Satgas Kamtib Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta sejak awal tahun hingga pertengahan Maret, dilanjutkan dengan melakukan penyisiran ke blok-blok hunian dibantu Tim Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta  dan dilakukan tes urine sebanyak 500 Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta oleh Tim Medis Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, Pihak BNNP dan Suku Dinas Kesehatan.

Kontributor : Nurmala Dewi dan Ayep  (Tim Humas dan Dokumentasi Lapas Narkotika Jakarta)

 

Warga Binaan Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta mengikuti rangkaian kegiatan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) Pendidikan Kesetaraan Program Paket C Tahun Ajaran 2018-2019

Jakarta, LapsustikNews –Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta (18/03) melaksanakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) Pendidikan Kesetaraan Program Paket C Tahun Pelajaran 2018-2019 bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Pengawas Ujian sedang mengisi sampul soal USBN

USBN dilaksanakan di ruang belajar mengajar Program Kegiatan Belajar Mandiri (PKBM) Pandu Pelajar Mandiri Lapas Narkotika Jakarta, diikuti oleh 25 orang peserta dalam 1 hari dibagi dalam 2 ruang kelas dan didampingi oleh Petugas Lapas Narkotika Jakarta selaku Pengelola PKBM sekaligus sebagai Pengawas Ujian.

Kegiatan pelaksanaan Ujian ini merupakan tahap rangkaian setelah Ujian Akhir Semester (UAS) yang dilaksanakan pada bulan Februari lalu, hingga nanti pelaksanaan Ujian terakhir yaitu Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang dilaksakan pada bulan April mendatang yang menjadi Ujian penentu kelulusan bagi para peserta.

Kepala Tata Usaha PKBM Pandu Pelajar mandiri Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, Hermansyah menjelaskan “Kegiatan dilaksanakan dari tanggal 18 – 23 Maret 2019, dalam 1 hari jadwal ujian terdiri dari 2 mata pelajaran yang diujikan dengan sesi pertama dimulai pukul 13:30 – 15:30 dan sesi kedua pukul 16:00 – 18:00 WIB.”

Hermansyah menambahkan “Adapun 12 Mata pelajaran yang diujikan dalam pelaksanaan USBN yaitu Bahasa Indonesia, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN), Matematika, Geografi, Sejarah, Ekonomi, Sosiologi, Bahasa Inggris, Pendidikan Agama, Seni Budaya, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes) dan Orkes serta Muatan Lokal (Mulok – red).”

Selain itu Jumadi selaku Kepala Sub Seksi Bimbingan Kemasyaraktan dan Perawatan (Bimkemaswat) menyampaikan kepada Tim Humas, “Meskipun dengan keterbatasan Hak, tidak menghalangi semangat Warga Binaan untuk menempuh Ujian yang kelak nanti bisa berguna saat mereka bebas dari masa hukumannya”.

Dari awal dimulai Pelaksanaan Ujian USBN sampai selesai kegiatan berjalan secara khidmat, tertib dan lancar.

 

Kontributor dan Dokumentasi : Gde Dwaja Putra dan Ayep Saepuloh (Tim Humas Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta)

Penilaian Kebersihan dan Kerapihan oleh Tim Penilai Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta

Jakarta, Lapsustik News – Rabu (13/03) Tim Penilai Internal (TPI) dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) DKI Jakarta menyambangi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta untuk melakukan penilaian dalam rangka Lomba Kebersihan dan Kerapihan Lingkungan Kerja. Hal ini dilaksanakan menindaklanjuti Surat Edaran Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nomor : PAS1.UM.06.01-144 Tanggal 8 Maret 2019 tentang Pedoman Lomba Kebersihan dan Kerapihan serta Surat Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) tanggal 20 Februari 2019 tentang Rangkaian Kegiatan Bakti Pemasyarakatan Tahun 2019.

Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk membantu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) dalam menciptakan lingkungan kerja, gedung kantor, dan lingkungan hunian yang bersih,sehat, rapi, dan nyaman, bagi pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) serta bebas dari penyalahgunaan/peredaran narkoba dan handphone.

Tim penilai yang terdiri dari 4 orang dari Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta melakukan pengecekan dan penilaian diawali dari ruangan Kalapas, ruang pendaftaran kunjungan, seluruh ruangan kantor di area Gedung 1 dan Gedung 2, kemudian Tim melanjutkan penilaian di area Portir (P2U), Blok Hunian WBP, Tempat Ibadah, Dapur, BLK dan Poliklinik. “Penilaian dilakukan secara objektif sesuai pengecekan dan kriteria penilaian yang telah ditentukan” ucap salah satu Tim Penilai.

Kepala Subbid Perawatan Narapidana/Tahanan, Pengelola Benda Sitaan dan Barang Rampasan Negara, Nana Herdiana mengatakan, “Kami bertugas melakukan penilaian kebersihan, kerapian, dan keindahan ruang kantor, tempat ibadah, kamar hunian WBP, dapur, BLK dan Poliklinik. Semua ada kriteria penilaian, mulai dari aspek kebersihan, kerapihan, kenyamanan dan estetika serta ketaatan dan ketertiban dengan nilai angka 20 hingga 100 untuk selanjutnya direkapitulasi dalam merumuskan pemenang lomba.”

Berdasarkan pengamatan dan penilaian yang dilakukan sementara, Nana mengatakan bahwa Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta dianggap layak unuk masuk nominasi lomba kebersihan dan kerapihan lingkungan kerja tingkat Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta.

 Kontributor: Gde Dwaja Putra (Tim Humas Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta)