Tampil Memukau Band Musik Akustik Lapas Narkotika Jakarta Mengisi Acara Pesta Kuliner Dari Berbagai Negara Dalam Rangka Memperingati Hari Bhakti Imigrasi ke-69

Jakarta, LapsustikNews : Berdasarkan surat undangan nomor surat W.10.IMI.IMI.8-UM.01.01-108 pada tanggal 28 Januari 2019 perihal Undangan Mengisi Acara Hiburan untuk Kegiatan Pesta Kuliner dari Berbagai Negara. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta, Rabu (30/1) mengirimkan Band Musik Akustiknya dalam rangka memenuhi undangan Kegiatan Pesta Kuliner dari Berbagai Negara sekaligus memperingati Hari Bhakti Imigrasi ke-69 yang di laksanakan di Rumah Detensi Imigrasi Jakarta.

Acara dihadiri oleh pejabat Direktur Jenderal Imigrasi beserta jajarannya, Kepala Kantor Wilayah (Ka. Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta berseta jajarannya, Direktur Politeknik Imigrasi, Kepala IOM (International Organization for Migration), Kakanwil Kemenkumham Banten yang diwakili oleh Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Banten Martahan Hutapea, Para Kepala Unit Pelaksana Teknis dilingkungan Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta dan Banten, Forum Koordinasi pimpinan daerah Kota Administrasi Jakarta Barat dan Kepala Perwakilan UNHCR (The UN Refygee Agency) yang berada di Indonesia, Kepala Unit Pelaksana Teknis Imigrasi Se-Jakarta, Kepala Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, Kepala Sub Bimkemaswat Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta serta beberapa stafnya.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Zaeroji dengan melakukan pemotongan pita sebagai tanda kegiatan pesta kuliner dari berbagai negara yang diikuti oleh para Pengungsi dan Deteni ini sah untuk mulai dicicipi oleh para tamu dan undangan.

“Pesta kuliner dari berbagai negara ini merupakan hal yang baru, dan ini baru diselenggarakan oleh Rudenim Jakarta, menurut saya ini adalah salah satu ajang untuk menggali potensi dan bakat mereka para Pengungsi dan Deteni.” ungkap Bambang Sumardiono Kakanwil Kemenkumham DKI Jakarta.”Asep Sutandar selaku Kepala Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta mengucapkan “Alhamdulillah, Band Musik Akustik Lapas Narkotika Jakarta dipercaya untuk mengisi acara hiburan ini bukti bahwa Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta karyanya diandalkan dan ini poin penting bahwa program pembinaan berjalan baik di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.”

Selama tampil Band Musik Akustik Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta sangat memukau dengan vokalis band Erwiansyah Lazuardi, salah satu mantan WBP Lapas Narkotika Jakarta yang telah bebas namun tetap eksis mengikuti kegiatan band music akustik. Para penonton yang menyaksikan penampilan band music akustik nampak terhibur dan antusias melihatnya.

Selanjutnya Mr.Dejan Micevski selaku Kepala Internasional Organization for Migration mengucapkan “Terima kasih kepada Pemerintah Indonesia karena telah membantu kepulangan beberapa Imigran.”

Kontributor: Nurmala Dewi ( Tim Humas )

Apresiasi Penghargaan Kepada Narapidana, Kalapas Narkotika Jakarta Membuka Layanan Prima Kunjungan Kontak Langsung Bagi WBP

Jakarta-LapsustikNews–  Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta, Selasa(29/01) menyelenggarakan Kegiatan Kunjungan Langsung untuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang dilaksanakan di Lapangan Hijau Gedung 3 Lapas Narkotika Jakarta. Kegiatan kunjungan dilaksanakan oleh Petugas Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta yang diperintahkan langsung Kepala Lapas (Kalapas).

Pelaksanaan kegiatan layanan kunjungan diberikan dalam rangka Apresiasi Penghargaan  sebagai tanda terima kasih dari Asep Sutandar selaku Kepala Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, “Karena  selama kegiatan kunjungan rutin yang biasa diberikan setiap hari meski dengan dibatasi sekat kaca dan aturan ketat yang berlaku, keluarga pengunjung selama berkunjung bisa dengan Disiplin, Teratur sehingga proses kunjungan aman dan tertib mengikuti segala Standar Operasi Prosedur (SOP-Red) yang ada di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, ujar Asep kepada Tim Humas.”

Selain itu Asep berharap dengan adanya pemberian reward seperti ini “Semoga menjadi motivasi bagi setiap WBP untuk aktif mengikuti kegiatan pembinaan yang ada di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.” “Semua prilaku wbp yang memperlihatkan perubahan yang lebih baik, pasti saya akan berikan penghargaan setinggi-tingginya dengan memenuhi hak mereka selama berada di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta salah satunya seperti hari ini yaitu pelaksanaan kegiatan kunjungan langsung, Ucap Asep Sutandar.”

Kegiatan kunjungan berjalan baik, para pengunjung dengan sabar dan tertib menunggu nomor antrian panggilan. Kelihatan nampak wajah-wajah ceria penuh bahagia WBP dengan keluarganya dimana mereka bisa bertemu langsung dan berkumpul bersama tanpa adanya kaca sekat diantara mereka. Anak-anak wbp yang ingin berjumpa dengan ayahnya bisa tetap bermain di Area yang telah disediakan sehingga keceriaan mereka tetap terjaga.

Bahkan salah satu pengunjung yang namanya tidak ingin disebutkan menyampaikan ucapannya kepada Tim Humas Lapas Narkotika Jakarta   “Alhamdulillah, hari ini  saya sangat bahagia sekali karena  bisa besuk  anak saya dengan melihat secara langsung saya senang sekali dikasih kemudahan bertemu dengan anak saya, bangga sekali, saya sangat berterima kasih kepada Petugas atas pelayanannya.”

https://youtu.be/HDFg2YZTibU

Data yang diperoleh tim humas, total WBP yang dikunjungi sebanyak 281 orang . sedangkan jumlah pengunjung yang datang pada hari ini berjumlah 453 orang, yang terdiri dari 50 orang pengunjung pria, 291 orang pengunjung wanita dan 112 orang pengunjung anak-anak.

 

Kontributor : Nurmala Dewi (Tim Humas Lapas Narkotika Jakarta)

Masjid Darussyifa Lapas Narkotika Jakarta Menggelar Kajian Islamiyah Bersama Majelis Taklim An-Nisa

Jakarta, LapsustikNews : Kamis (24/01) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta menjadi tempat yang ditunjuk untuk melaksanakan Pengajian Kajian Islamiyah bersama Majelis Taklim An-Nisa yang di laksanakan di Masjid Darusyifa Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta. Acara pengajian dihadiri oleh Kepala Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, Perwakilan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Jama’ah Ibu-ibu Majelis Taklim An-Nisa, Pejabat  Struktural, Pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.

Acara dibuka dengan tilawah yang dibacakan oleh Santri Warga Binaan Pemasyarakatan yang dilanjutkan dengan sambutan dari Asep Sutandar selaku Kepala Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta. Dalam sambutannya Asep menyampaikan “Alhamdulillah, Terima kasih  banyak saya ucapkan kepada Jamaah Majelis Taklim An-Nisa yang telah hadir dan menyelenggarakan pengajian taklim di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, tentunya ini merupakan kegiatan yang sangat istimewa bagi kami di Lapas terutama untuk Warga Binaan Pemasyarakatan.” Asep menambahkan “Pengajian ini merupakan bentuk kegiatan pembinaan kerohanian yang pastinya sangat dibutuhkan bagi kita semua untuk menambah wawasan pengetahuan dan menambah kualitas keimanan dan ketaqwaan menuju Istiqomah dalam melaksanakan ajaran islam. Asep juga menjelaskan “Bahwa jumlah napi 2456 orang ada yang mengikuti kegiatan pembinaan kemandirian salah satunya di Balai Latihan Kerja yang telah menghasilkan banyak Karya Narapidana seperti Miniatur Ondel-ondel khas Kebudayaan Betawi, pembuatan Kaligrafi dan Perkayuan. Asep menyampaikan “Mohon maaf atas kekurangan dalam menyambut  pelaksanaan kegiatan taklim ini. “Semoga semua kebaikan yang ada menjadi ladang amal yang Alloh berikan pahala sebanyak banyaknya,aamiin.”

Selanjutnya Ghina selaku ketua majelis taklim An-Nisa menyampaikan dalam sambutannya “Bahwa agenda kegiatan Majelis Taklim An-Nisa ini rencananya akan melaksanakan taklim berikutnya keliling Lapas/Rutan di Jakarta.” Ghina berharap “Semoga dengan adanya kegiatan pengajian kita bisa saling bertukar energi yang baik energi yang bisa saling mendukung dalam kebaikan, dalam rangka saling menasihati dalam kebaikan sehingga bisa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita ke hadirat Alloh SWT.” Ghina pun menambahkan kalimat “Terima kasih yang sebesar-besarnya dan berharap kegiatan taklim bisa terus berlanjut diacara berikutnya,aamiin.” Kemudian acara dilanjutkan dengan pembacaan sholawat dan dzikir istighfar bersama yang dipimpin oleh ustadzah Eha Sulaiman dengan khidmat yang diikuti oleh semua para peserta pengajian.

    

Kemudian acara berikutnya serah terima Cinderamata dari Majelis Taklim An-Nisa diberikan untuk Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta dan sebaliknya sebagai tanda silaturrahim.

      

Setelah itu Hambali salah satu WBP Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta bercerita dalam  testimoninya ” Sejarah saya dulu  sebelum jadi penghuni di Lapas, saya merupakan anak dan suami yang menjadi tulang punggung keluarganya, ketika mengalami kesulitan ekonomi saya khilaf menjadi gelap mata dan menghalalkan segala cara sampai akhirnya nekat mengikuti ajakan teman menjadi Kurir Narkoba yang menyebabkan saya masuk Penjara ini.” Hambali melanjutkan kisahnya “Setelah tertangkap dan sampai menjadi wbp Lapas Narkotika  Jakarta saya aktif mengikuti kegiatan pembinaan kepribadian yaitu Santri Lapas dimana saya bisa belajar mengaji dan mengetahui tata cara sholat.” Hambali berharap ” Mohon doanya semoga saya  bisa Istiqomah setelah bebas dari Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta dan mampu membuktikan menjadi pribadi yang lebih baik dan memberikan manfaat terutama untuk Agama, Orang Tua, Keluarga dan Masyarakat,aamiin.”

Berikut kegiatan inti yaitu tausiyah dari ustadz Agus Abu Bakar dengan tema Pertanggungjawaban Umur dihadapan Alloh SWT. Ustadz Agus Abu Bakar menyampaikan “Bahwa Alloh selalu menerima taubat hamba-Nya yang sungguh-sungguh bertaubat dengan memperbaiki ibadah dan memperbanyak sholawat dan dzikir istighfar memohon ampunan dan syafaat Nabi Muhammad Saw.” Ustadz “Dzikir yang paling utama adalah sholawat dan istighfar. Karena sholawat dan istighfar tidak dibaca oleh iblis dengan sifat angkuhnya iblis tak kan mau membaca sholawat dan istighfar. Ustadz mengajak “Mari sama sama kita bersihkan hati kita sehingga kita bisa mengenal Alloh SWT dan mengikuti apa yang dicontohkan oleh Nabi besar Muhammad SAW. Teruslah memohon kepada Alloh agar slalu dibimbing ke jalan yang benar, semoga kita semua Istiqomah hingga akhir usia,aamiin.” Kegiatan pengajian diakhiri dengan Doa dan Dzikir bersama yang dipimpin langsung oleh Ustadz Agus Abu Bakar.

                  

 

Kontributor: Nurmala Dewi ( Tim Humas )

DEMI KESEHATAN BERSAMA, SUKU DINAS KESEHATAN JAKARTA TIMUR MENGGRUDUK LAPAS NARKOTIKA KLAS IIA JAKARTA

Jakarta, LapsustikNews – Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur menggruduk Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta, Kamis  (24/01). Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kesehatan bersama antara petugas lapas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam kegiatan skrining Penyakit Tidak Menular (PTM) dan Tuberculosis (TB). Demikian disampaikan oleh perwakilan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur dr. Vinna Fithriah, MARS, saat memberikan sambutannya.

“ Kami berharap Warga Binaan Pemasyarakatan dapat mengetahui apa yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatannya “, tutur dr. Vinna dalam sambutannya. Beliau mengungkapkan bahwa Suku Dinas kesehatan telah berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan sehingga WBP dapat menggunakan kartu BPJS untuk berobat.

Kegiatan ini berlangsung atas kerjasama dari Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM DKI Jakarta dan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, Acara ini juga didukung oleh 4 Puskesmas , yaitu Puskesmas Cakung, Puskesmas Duren Sawit, Puskesmas Cipayung dan Puskesmas Ciracas.

Skrining ini dilaksanakan hingga akhir tahun 2019 dengan target seluruh petugas lapas dan 2.400 WBP Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta. Proses pemeriksaan ini melalui 8 tahapan, yaitu pemeriksaan pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan lingkar perut, pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah sewaktu, pemeriksaan skrining gejala dan tanda PTM, pemeriksaan skrining gejala dan tanda TB, pemeriksaan kesehatan jiwa dan yang terakhir konseling dokter. Pada tahap pertama ini telah dilaksanakan pemeriksaan terhadap 324 WBP oleh 31 orang tenaga medis.

Selanjutnya, acara dibuka oleh Kepala Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta yang diwakili oleh Kepala Seksi Pembinaan Anak Didik (Kasie Binadik) Soeistanto Pudji Djatmiko, Amd IP, S.Sos. Dalam sambutannya, Soestanto mengatakan “ Kami berharap dengan diadakannya kegiatan ini, WBP menjadi sehat dan pembinaan dapat berjalan dengan baik” .

Kontributor : Eky (Tim Humas)

PERTANDINGAN BOLA VOLLY “KALAPAS CUP 2019”

Jakarta, LapsustikNews – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta, menggelar pertandingan bola volly “Kalapas Cup 2019” yang diikuti 24 Tim, 20 Tim dari Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan 4 Tim dari Petugas Lapas. 4 Tim Telah Bertanding setelah upacara pembukaan Kalapas Cup 2019 di lapangan olahraga Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, Senin (21/01)

Dalam sambutannya saat upacara pembukaan, Kepala Lapas,Asep Sutandar, mengatakan bahwa pertandingan tersebut merupakan ajang menjaga hubungan baik antara petugas dan WBP Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta sekaligus pembinaan jasmani untuk semua, beliau juga mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada semua tim yang ikut berpartisipasi dalam pertandingan volly Kalapas Cup 2019.
“ Semoga kedepannya kerjasama ini bisa terjalin dengan baik, sehingga semakin banyak kegiatan yang bisa kita laksanakan bersama”, tutur Kalapas
Ketua panitia Kalapas Cup 2019, Jumadi, mengatakan pertandingan pembuka antara Tim Pegawai Gabungan Tata Usaha Vs Tamping Musik berlangsung dalam keadaan hujan lebat tetapi tidak mengurangi semangat dan sportivitas para pemain, dan pada akhirnya Tim Pegawai Gabungan Tata Usaha yang keluar sebagai pemenang. Pertandingan bola volly kalapas Cup digelar dari tanggal 21-29 Januari 2019

 

Kontributor : Eky (Tim Humas)

Kegiatan Razia/Penggeledahan Insidentil Kalapas di Awal Tahun 2019

Jum’at Malam mulai pukul 19.00 s.d 21.00 wib,(18/01) Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Narkotika Klas IIA Jakarta beserta seluruh Jajaran Struktural bersama Staf Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Adkam), Pembinaan Narapidana dan anak Didik (Binadik), Kegiatan Kerja (Giatja) dan Jajaran Umum melaksanakan kegiatan Razia/Penggeledahan insidentil.

Asep Sutandar selaku Kalapas memimpin langsung Kegiatan Penggeledahan.  Diawali dengan kegiatan pengarahan dan do’a bersama, beliau menyampaikan “Bahwa kita harus selalu waspada terkait dengan adanya peredaran narkoba di dalam lapas”

Dodi Naksabani selaku Kepala KPLP Lapas Narkotika Jakarta langsung mengarahkan Target sasaran kamar hunian yang dirazia adalah Blok C 313-C 328, Blok B 2043, B 2046, Gereja, Vihara dan Koperasi Blok hunian WBP. Razia/ penggeledahan kamar hunian dilaksanakan untuk meminimalisir barang-barang terlarang dan berbahaya di dalam Lapas berupa HP, Narkoba dan senjata tajam juga peralatan listrik yang dapat menimbulnya kelebihan beban listrik di Lapas Narkotika Jakarta.

Hasil razia / penggeledahan kamar hunian petugas menemukan beberapa benda/ barang larangan berupa :

  1. Handphone 13 buah
  2. Batre hp 3 buah
  3. Charger HP 15 buah
  4. Dvd 1 buah
  5. Senjata tajam 10 buah
  6. Headset 8 buah
  7. Modem wifi 2 buah
  8. Magic com, Kipas angin dan kabel-kabel listrik

Kontributor Raiver (Tim Humas)

 

Mensukseskan Pemilu 2019 Lapas Narkotika Jakarta Menjadi Tempat Pusat Kegiatan Pembukaan Rekam Cetak KTP-Elektronik Bagi Napi/Tahanan di LP,Rutan dan LPKA Serentak se-Indonesia

Jakarta-LapsustikNews– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta kembali diberikan kepercayaan oleh Kementerian Hukum dan HAM untuk menjadi Pusat Kegiatan Pembukaan Tempat Rekam Cetak Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik yang diperuntukkan bagi Narapidana/ Tahanan di Lapas, Rutan, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Serentak Se-Indonesia, Kamis (17/01) yang dilaksanakan di Lapangan Upacara Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.

Pelaksanaan pembukaan rekam cetak KTP-Elektronik di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta ini merupakan tindak lanjut surat Menteri Dalam Negeri Nomor 471.13/540/Dukcapil tanggal 10 Januari 2019 hal Gerakan Nasional Jemput Bola Serentak Perekaman KTP-Elektronik di Lapas/Rutan. Sekaligus mendukung terpenuhinya syarat hak konstitusional narapidana/tahanan pada Pemilihan Umum (PEMILU) Tahun 2019, dimana merupakan bukti sinergitas antara Kementerian Hukum dan HAM dan Kemeterian Dalam Negeri untuk melakukan rekam cetak KTP-Elektronik pada tanggal 17 s.d 19 Januari 2019 di seluruh Lapas,Rutan dan LPKA.

Kegiatan  dihadiri oleh Menteri Hukum dan HAM beserta jajarannya, Menteri Dalam Negeri beserta jajarannya, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) beserta Timnya, Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Ketua Ombudsman, Ketua KPUD DKI Jakarta, Ketua Bawaslu DKI Jakarta, Pimpinan Tinggi Madya Kemenkumham, Pimpinan Tinggi Pratama Direktorat Jenderal (Ditjen) Pemasyarakatan , Pimpinan Tinggi Pratama Kantor Wilayah (Kanwil) DKI Jakarta, Seluruh Kepala Unit Pelaksanan Teknis (UPT) Lapas/Rutan/LPKA/Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) DKI Jakarta beserta jajarannya, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta dan Para Tim Wartawan (Pers-red).

Sebelum pembukaan dimulai, Lapsustik Band Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta menampilkan beberapa lagu dan setelah Menyanyikan Bersama Lagu Indonesia Raya dan Mars Pemasyarakatan dilanjutkan dengan penampilan Tarian Nyai Ronggeng persembahan dari WBP LPP DKI Jakarta.

Kemudian acara dilanjutkan dengan Pembacaan Laporan oleh Sri Puguh Utami selaku Direktur Jenderal Pemasyarakatan menyampaikan “ Bahwa sebagian besar warga binaan pemasyarakatan (WBP) tidak terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) karena tidak memiliki e-KTP. Untuk itu, perlu ada perekaman dan cetak e-KTP di lapas dan rutan se-Indonesia. “WBP yang masuk jadi Daftar Pemilih Terpilih (DPT-red)  hanya sebanyak 79.763 orang atau hanya 31 persen. Sedangkan sisanya 69 persen lainnya belum terdata. Dengan ini, sehingga ada percepatan sehingga bisa menyukseskan pemilu serentak 2019,” ucap Sri

Selanjutnya sambutan dari Zudan Arif Fakrulloh sebagai Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil menyampaikan “Secara teknis ada beberapa tahapan langkah untuk mengumpulkan rekam data KTP Elektronik bagi wbp di Lapas agar bisa memenuhi hak suaranya  pada pemilihan umum tanggal 17 April 2019. Pertama mengecek apakah wbp sudah memiliki e-KTP kalau sudah dan masih dibawa maka selanjutnya dilakukan rekam e-KTP, kedua bagi wbp yang lupa Nomor Induk Kependudukannya (NIK-red) maka dilakukan pengecekan data melalui pencarian nama dan ketiga mendata wbp yang mengaku benar-benar belum terdaftar maka dilakukan pencarian berdasarkan nama. Sehingga dengan langkah ini berharap lebih berhati-hati untuk mendapatkan data rekam KTP wbp dan diharapkan tidak ada dobel data yang dimiliki setiap wbp di Lapas/Rutan.”

Sementara itu, Ketua KPU RI Arief Budiman menyambut baik kegiatan rekam dan cetak e-KTP di seluruh Lapas dan Rutan di Indonesia. Dengan begitu, hak memilih masyarakat bisa terjamin. “Setiap warga negara yang penuhi syarat, harus kita jamin mereka bisa gunakan hak pilih,” ucap Arief.

Arif menambahkan “Kalau lapas, rutan yang cukup jumlah pemilihnya akan ada TPS. Namun ada juga lapas di daerah mungkin pemilih yang penuhi syarat cuma 10 atau 20 itu akan dimasukkan ke TPS terdekat.” Arif juga menjelaskan “Bahwa wbp  bisa memilih calon anggota legislatif jika lapas yang ditempati sama dengan alamat tinggalnya. Jika tidak, mereka hanya memilih calon presiden dan wakil presiden.

Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo menjelaskan dalam sambutannya “Secara singkat pada tahap terakhir menjelang pemilu 2019, pemerintah optimis bahwa KPU dan Bawaslu bisa memenuhi target keberhasilannya dalam pelaksanaan pemilu nanti.” Tjahyo menambahkan “ Pastinya keberhasilan ini bisa diraih jika adanya konsolidasi yang  berjalan dengan baik yaitu adanya partisipasi dari masyarakat aktif yang bisa saling mendukung hingga pemilu nanti diharap berjalan sesuai aturan yang telah ditetapkan.” Tjahyo menyerukan “ Mari bersama-sama kita awasi dengan baik, berikan kontribusi yang baik dalam pelaksanaan proses kesiapan menjelang Pemilu 17 April 2019.”

Kemudian Yasonna H.Laoly selaku  Menteri Hukum dan HAM mengucapkan “ Terima kasih atas kerja keras seluruh panitia untuk mempersiapkan pelaksanaan kegiatan rekam e-KTP bagi WBP Lapas/Rutan se-Indonesia sehingga diharapkan semoga proses Demokrasi Politik bisa berjalan baik dalam menentukan hak pilihnya.” Yasonna pun menegaskan “Narapidana yang tidak dicabut hak politiknya oleh putusan hakim masih memiliki hak politik sebagai warga negara Indonesia pada umumnya dan pemerintah bertanggung jawab penuh atas hak-hak tersebut.”  Acara berikutnya adalah komunikasi melalui media Teleconference yang dilakukan oleh Menteri Hukum dan HAM kepada beberapa Lapas/Rutan dimana Yasonna H.Laoly mengucapkan salam dan terima kasih kepada seluruh Unit Pelaksana Teknis yang telah melaksanakan serentak kegiatan rekam e-KTP di Wilayahnya masing-masing. Setelah itu penyerahan secara simbolis KTP Elektronik kepada perwakilan WBP yang diberikan oleh Menteri Hukum dan HAM, Menteri Dalam Negeri dan Ketua Ombudsman yang didampingi oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan.

Acara diakhiri dengan peninjauan langsung ke tempat kegiatan rekam e-KTP yang disaksikan oleh Menteri Hukum dan HAM, Menteri Dalam Negeri dan Pejabat lainnya yang hadir serta peninjauan hasil karya WBP dan berikutnya menuju ke Ruang Lobby Gedung Utama Lapas Narkotika Jakarta untuk melaksanakan Konferensi Pers.

 

Kontributor : Nurmala Dewi (Tim Humas Lapas Narkotika Jakarta)

 

Penguatan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK/WBBM Kepada Pegawai Lapsustik Bersama Kepala Kanwil dan Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkum HAM DKI Jakarta

Jakarta, LapsustikNews  Sebagai langkah pembuktian  menuju  Wilayah Bebas dari  Korupsi (WBK) atau Wilayah Birokrasi  Bersih Melayani (WBBM), Seluruh Pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta mengikuti Acara Penguatan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK/WBBM dengan materi Sosialisasi  Pengarahan dan Bimbingan yang disampaikan  oleh  Kepala Kantor Wilayah dan Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta yang dilaksanakan di Area Gedung 2 di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, Rabu (16/01).

Acara Kegiatan Sosialisasi  Penguatan Zona Integritas Menuju WBK/WBBM dipandu langsung oleh  Asep Sutandar selaku Kepala Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, sebelum materi dimulai, Asep Sutandar membuka acara dan menyampaikan “Saya mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran waktunya kepada Kepala Kantor Wilayah dan Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta dalam rangka memberikan arahan dan bimbingan untuk seluruh Pegawai Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta menuju pencanangan WBK/WBBM.”  Asep melanjutkan “Bahwa maksud dan tujuan diadakannya Kegiatan Penguatan Pembangunan Zona Intergritas Menuju WBK/WBBM ini merupakan proses ikhtiar bersama memotivasi kembali semangat bekerja dengan komitmen tinggi memberikan yang terbaik dalam bekerja, bersungguh-sungguh mewujudkan Area kerja Wilayah Bebas dari tindakan Korupsi.” Asep Melanjutkan “Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta secara fisik sarana prasarana harusnya sudah sangat siap menjadikan Unit Pelayanan Teknis yang menyandang predikat WBK/WBBM, hanya memang perlu bimbingan dan arahan dalam mempersiapkan mental diri untuk bekerja dengan lebih keras,cerdas dan ikhlas.”

Selanjutnya Penguatan Materi Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK/WBBM disampaikan pertama kali oleh Arpan sebagai Kepala Divisi Pemasyarakatan (Ka.Div PAS) Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta menyampaikan poin penting antara lain sebagai berikut :

  1. Komitmen menuju bersama harus dipahami bukan hanya oleh pimpinan dan jajarannya, tapi juga sampai dengan warga binaan pemasyarakatan (wbp-red) dan masyarakat luar, karna penilaian yang dilakukan bukan hanya penilaian internal, tapi juga eksternal dan memastikan semua pelayanan mulai dari luar sampai dengan areal dalam harus “Zero”
  2. Jika ada petugas atau wbp yang menghambat dan menghalangi pelaksanaan Pembangunan Zona Integritas, harus segera ditindak, dimutasi (dipindahkan)  ke Unit Pelaksana Teknis yang lain.
  3. Slogan 3S (Senyum,Sapa,Salam) harus ditingkatkan sebagai salah satu komitmen bersama
  4. Dan jangan lupa setiap proses kegiatan yang dilaksanakan terdokumentasi dengan baik
  5. Komitmen bersama bukan hanya antara 1-2 orang saja, namun satu kesatuan satuan kerja, agar tujuan pencanangan predikat WBK/WBBM di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta dapat terwujud

Kemudian Materi selanjutnya diberikan dari Bambang Soemardiono selaku Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta yang menyampaikan beberapa arahan sebagai berikut :

  1. Komitmen menuju Pembangunan Zona Integritas Lapas yang menyandang predikat WBK/WBBM harus di dukung mulai dari paling bawah seperti Tukang Parkir harus bebas dari Pungutan Liar tidak boleh menerima Tips
  2. Satukan langkah Visi dan Misi dalam mewujudkan WBK/WBBM, jangan lupa yang paling penting adalah saling mengingatkan satu sama lain jika melihat rekan kerja kita melakukan penyimpangan.
  3. Bagi Pegawai Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta yang menghambat, segera tarik ke Kantor Wilayah untuk dibina agar situasi di Lapas ini tetap bisa berjalan dengan baik
  4. Bekerjalah bersama-sama dengan meningkatkan Komunikasi, Koordinasi dan Kolaborasi (K3-red)
  5. Dalam rangka peningkatan pelayanan, jangan hanya duduk di ruangan, sosialisasikan kepada wbp, masyarakat, agar pelayanan dapat terimplementasi dengan baik

 

Kontributor: Nurmala Dewi ( Tim Humas )

 

 

Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta Gelar Apel Deklarasi Janji Kinerja dan Penandatanganan Komitmen Bersama Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK/WBBM Tahun 2019

Jakarta, LapsustikNews – Rabu (16/01) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta menggelar Apel Deklarasi Janji Kinerja dan Penandatanganan Komitmen Bersama Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi  Bersih Melayani (WBBM) Tahun 2019 dilaksanakan di Lapangan Upacara Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta yang dimulai pukul 08.00 s.d 09.00 wib.

Apel Deklarasi dan Penandatanganan Komitmen Bersama ini dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta, Seluruh Pejabat Struktural, Fungsional Umum (JFU),Tertentu (JFT), Aparatur Sipil Negara (ASN) Angkatan 2017 Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP), Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kepala Polisi Resort Jakarta Timur, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, Kepala Badan Program Jaminan Sosial (BPJS), Komandan Rayon Militer 01 Jatinegara, Kepala Puskesmas Jakarta Timur, Perwakilan Ombudsman Jakarta Raya, Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Perwakilan Universitas Negeri Jakarta, Kepala RS Thamrin, Ketua Yayasan Karisma dan Kepala Bank Jawa Barat KCP Pondok Kelapa.

Acara dimulai dengan Pembacaan Pakta Integritas menuju WBK/WBBM dan Deklarasi Janji Kinerja Tahun 2019 diikuti oleh seluruh Peserta Apel kemudian dilanjutkan dengan Penandatanganan Pakta Integritas dan Piagam Pencanangan Zona Integritas oleh Kalapas, Seluruh Pejabat Struktural, Perwakilan JFT dan JFU Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta. Setelah itu diteruskan dengan Penandatanganan Komitmen Bersama Pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM antara Kepala Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta dan Mitra Kerja / Pihak Ketiga, Ombudsman dan Kejaksaan Negeri Jakarta Timur yang disaksikan oleh Kepala Kanwil dan Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta.

Dalam sambutannya secara tertulis Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM)  Republik Indonesia (RI)  yang dibacakan oleh Kalapas, Asep Sutandar selaku Pembina Apel Komitmen Pelaksanaan Janji Kinerja Tahun 2019 menyampaikan “Motor penggerak organisasi adalah Sumber Daya Manusia yang handal, konsekwensi dari penambahan pegawai di Lingkungan Kemenkumham ini akan berdampak pula pada frekwensi pengembangan kompetensi dan tantangan kedepan semakin besar tetapi dengan sikap mental yang baik, sinergitas dan kolaborasi yang kuat, kita yakin akan mampu melewatinya dengan sukses.”  Menteri Hukum dan HAM RI menyampaikan “Kedepan kita harus semakin progresif dalam mencapai target-target secara tepat waktu mari segera lakukan kolaborasi dengan seluruh stakeholder.” Di akhir sambutan Menteri Hukum dan HAM RI menyampaikan “ Selamat bekerja, buatlah sesuatu yang membanggakan di tahun 2019 tetap optimis, terus kerja keras, cerdas dan ikhlas untuk raih prestasi yang berkualitas.”

Kontributor: Nurmala Dewi ( Tim Humas )

“Petugas Muda” Lapas Narkotika Jakarta, Gagalkan Penyelundupan Uang dan Sim Card Handphone ke dalam Lapas

Jakarta, LapsustikNews  – Penyelundupan Uang dan Sim Card Handphone ke Warga Binaan Pemasyarakatan di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta berhasil digagalkan oleh petugas, Jum’at (11/01).

Penyelundupan ini terbongkar ketika petugas Layanan Kunjungan atas nama Rangga Adhi Pradana, NIP : 19960826 201712 1 003, menemukannya di bungkusan Nasi barang bawaan pengunjung Berinisial Ks – Warga Jakarta Utara. Di dalam bungkusan nasi tersebut, ditemukan Uang Cash 1 lembar uang pecahan 100 Ribuan dan 2 Lembar uang pecahan 50 ribuan. Selain itu, petugas juga menemukan 1 Buah Sim Card Handphone yang di selipkan ke dalam Uang.

Kepala Seksi Administrasi Keamanan Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, Heri Purnomo menyampaikan, “Barang Bukti tersebut ditemukan oleh petugas Layanan Kunjungan Pemeriksaan Barang”.

“Setelah didapati oleh petugas, dijelaskan Heri, barang bukti dan pelaku diamankan untuk kemudian dilakukan pemeriksaan di Ruang Pemeriksaan Seksi Keamanan Lapas.”

“Kami mengamankan Bungkusan Nasi yang di dalam nya terdapat Uang dan Sim Card Handphone, di mana barang yang ditemukan dibungkus Rapi dan di selipkan ke dalam Nasi, yang akan ditujukan untuk Salah Satu Warga Binaan Lapas Narkotika Jakarta Berinisial Al – Warga Blok A, kata Heri”.

“Dan penemuan barang ini menjadi pembelajaran untuk kami, kedepan untuk meminimalisir tindak penyelundupan, akan kami perketat lagi Pemeriksaan Barang – barang yang akan Masuk ke dalam Lapas, Tutupnya”.

Sesuai Ketentuan, Pelaku kemudian diminta untuk membuat Surat Pernyataan, serta Warga Binaan yang dikunjungi diberikan Sanksi dengan dicabut hak untuk menerima kunjungan dari keluarga atau pihak manapun dalam kurun waktu 3 bulan terhitung mulai tanggal 11 Januari 2019 sampai dengan 11 Maret 2019.

Kontributor : Budi Leksono (Tim Humas)