Prestasi Hebat Tahun 2018, Lapas Narkotika Jakarta Raih Tiga Penghargaan Terbaik Pertama dan Lima Pegawai Teladan Berprestasi

Jakarta-LapsustikNews–  Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta berhasil meraih kehormatan untuk menerima Tiga Piagam Penghargaan Terbaik Pertama Kategori Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN), Publikasi Informasi, Pengelolaan Keuangan Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan Lima Pegawai Teladan Terbaik Berprestasi Kategori Kualitas Pengelolaan PKBM terbaik dan Upaya Pencegahan Penyelundupan Narkotika di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.

                                                       

Banyaknya penghargaan tersebut diberikan dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta yang diserahkan kepada Aris Triyanto selaku Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Soeistanto selaku Kepala Seksi Binadik dan Bisri Mustopa selaku Kepala Urusan Umum yang mewakili Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta di Acara Apel Bersama Pengamanan Tahun Baru, Pengukuhan dan Penutupan Pelatihan Dasar CPNS 2017 Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta Lapangan GOR Ciracas, Rabu (26/12).

                      

Bambang Soemardiono selaku Kepala Kantor Wilayah (Ka.Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta menyampaikan “Selamat kepada Satuan Kerja Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta yang berhasil meraih banyak penghargaan, semoga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas kinerja dalam bidangnya masing-masing dan menjadi Inspirasi kebaikan bagi satuan kerja lainnya.

                                                 

Dalam kesempatan yang sama Asep Sutandar sebagai Kepala Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta menyampaikan kepada Tim Humas “Alhamdulillah, sangat bersyukur dan bangga atas keberhasilan yang telah diraih dengan berbagai kategori baik itu Penghargaan Kinerja Satuan Kerja Lapas dan Perorangan Pegawai Teladan Berprestasi yang didapat berkat doa dan usaha kerja keras,cerdas dan ikhlas dari semua pihak.” Selain itu Asep menambahkan dalam kalimatnya “Semoga banyaknya penghargaan ini menjadi motivasi untuk lebih giat dan semangat terus berkarya memberikan yang terbaik dalam kualitas kinerja, kita sudah berhasil meraih dan sekarang fokus pada mempertahankan dan meningkatkan prestasi yang sudah ada.”

                                                  

Penerimaan penghargaan ini disambut gembira oleh Lis Susanti selaku Kepala Sub Bagian Tata Usaha Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta dan Lis menyampaikan kepada Tim Humas “Alhamdulillah memang hasil tidak akan mengkhianati proses, bersyukur atas prestasi Lapas Narkotika Jakarta mendapat Predikat Terbaik I Untuk Penyerapan Anggaran UPT Besar, Terbaik I Pengelolaan BMN, Terbaik I dalam Publikasi Informasi dan mendapat 5 Penghargaan Pegawai Berprestasi.” Lis pun melanjutkan kalimatnya “Terima kasih atas dedikasi dan perjuangan teman-teman semuanya, khususnya Tim Keuangan, Tim Pengelola Badan Milik Negara (BMN-red) dan Tim Humas Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.” Lis mengakhiri ungkapannya dengan ucapan “Jaya terus Lapsustik Jakarta, semoga tetap menjadi yang terbaik,aamiin.”

Adapun Lima Pegawai Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta yang menerima Penghargaan Pegawai Teladan Berprestasi adalah Muhammad Haidar Fikri sebagai Pegawai Berprestasi Kategori Pengelolaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) terbaik berhasil Meraih Penilaian Akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Usia Dini dan Pendidikan Non Formal (BAN PAUD dan PNF), selanjutnya Pegawai Atas Nama Eki Riswandi, Lemix, Supranyoto dan Rizki Priardiono Menyandang Prestasi Teladan Kategori Upaya Pencegahan Penyelundupan Narkotika.

 

Kontributor : Nurmala Dewi (Tim Humas Lapas Narkotika Jakarta)

Hari Natal 2018, Lapas Narkotika Jakarta Buka Layanan Kunjungan Untuk Warga Binaan Pemasyarakatan ( WBP )

Jakarta-LapsustikNews–  Seperti  tahun  sebelumnya, diHari Natal 2018 Lembaga Pemasyarakatan  (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta kembali buka layanan kunjungan untuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Selasa (25/12) yang dimulai pukul 08.00 s.d 12.00 wib. Kegiatan layanan kunjungan dilaksanakan oleh seluruh pegawai lapas dan Calon Pegawai Sipil (CPNS) yang diperintahkan langsung oleh Kepala Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.

            

Kegiatan layanan kunjungan disambut antusias oleh keluarga pengunjung WBP, terbukti dengan banyaknya yang datang membesuk. Sebanyak Seribu Tiga Ratus Enam Puluh Sembilan Orang membesuk keluarganya yang saat ini berada di Jeruji Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta. Salah satu pengunjung  bernama Samuel menyampaikan kepada Tim Humas “Terima kasih dengan dibukanya layanan kunjungan saya jadi bisa merayakan Natal bersama dengan saudara saya yang menjadi WBP di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.”

              

Asep Sutandar selaku Kepala Lapas menyampaikan kepada Tim Humas “Dengan dibukanya kembali layanan kunjungan seperti tahun sebelumnya sebagai bukti komitmen pegawai Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta selalu berusaha memberikan pelayanan prima yang terbaik dalam  memenuhi hak WBP untuk dikunjungi oleh keluarganya terutama bagi Umat Kristiani yang merayakan Natal bersama.” Asep menambahkan “Semoga dengan adanya kegiatan layanan kunjungan ini menjadi motivasi bagi WBP untuk bisa memperbaiki kesalahannya karena hak-hak mereka untuk tetap bisa bertemu dengan keluarga dipenuhi, meskipun hanya setengah hari layanan kunjungan dibuka.”

                

Kegiatan ini dilaksanakan di Lapangan Lapas Narkotika Jakarta, dengan di pasang tenda untuk melindungi dari terik panas matahari. Total kunjungan ada sekitar 1369 Pengunjung, dengan rincian Pengunjung Wanita Dewasa sebanyak 683 Orang, Pengunjung Pria Dewasa 328 Orang, dan Pengunjung Anak – anak sebanyak 358 Anak ,  kunjungan pun berakhir dengan aman dan tertib.

 

Kontributor : Nurmala Dewi (Tim Humas Lapas Narkotika Jakarta)

 

Rayakan Natal, WBP Lapas Narkotika Jakarta Ibadah Bersama Keluarga

Ratusan warga binaan pemasyarakatan (WBP), Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Klas IIA Jakarta merayakan Natal 2018 dengan meriah, Jum’at (21/12), yang di mulai pukul 14.00. Terlihat di Gereja El – Shaddai Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta para WBP mengikuti khotbah dari Pendeta Grace Tiqualo yang juga melayani di GBI Kamboja, Depok. Selain itu juga ada nyanyian dan pujian yang di bawakan oleh para WBP sendiri.

Perayaan Natal di Lapas Narkotika Jakarta tidak terlihat beda dengan perayaan Natal di luar Lapas. Di mana pada Perayaan natal kali ini, para WBP bisa beribadah bersama keluarga mereka sehingga perayaan Natal pun terasa lebih hikmat, berbeda dengan perayaan natal sebelumnya. Ada 190 WBP yang hadir di dalam perayaan Natal di tambah dengan keluarga yang datang, sehingga total menjadi 400 jemaat. Dalam khotbah nya Pendeta Grace Tiqualo berkata “Para WBP bisa di katakan beruntung, karena di dalam Lapas ini mereka bisa merubah jalan hidupnya menjadi lebih baik lagi”.

Dalam Perayaan Natal tersebut, Kepala (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta, Asep Sutandar, turut hadir dan memberikan sambutan. Dalam sambutan nya, Kalapas berkata bahwa Natal adalah momentum Kasih Tuhan bagi semua umat manusia. Kasih Tuhan sesungguhnya bersifat mutlak dan universal, sehingga setiap orang yang memberikan kasih terhadap sesama dapat di kategorikan sebagai orang yang berbakti kepada Tuhan. Pada akhir sambutan, Kalapas pun mengucapkan Selamat Natal Tahun 2018 dan Selamat menyongsong Tahun Baru 2019 kepada seluruh WBP dan keluarga yang hadir.

 

Kontributor : Raiver ( Tim Humas )

Pegawai Perempuan Lapas Narkotika Jakarta Tampil Menjadi Petugas Untuk Upacara Memperingati Hari Ibu ke-90 di Tahun 2018

Jakarta-LapsustikNews–  Sabtu, (22/12) Lembaga Pemasayarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta kembali melaksanakan Upacara Memperingati Hari Ibu yang ke-90. Pelaksanaan upacara dimulai dari pukul 07.30 s.d 08.30 wib, diikuti oleh seluruh Pegawai, Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta dan 500 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang di laksanakan di Lapangan Upacara.

   

    

Sebagai bukti berjalannya peran aktif emansipasi perempuan di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta  terlihat Kegiatan Upacara Peringatan Hari Ibu  tahun 2018  semua petugas upacara dilaksanakan oleh Pegawai Perempuan Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta. Istimewa pada upacara kali ini adalah tampilnya Pegawai Perempuan sebagai Pasukan Pengibaran Bendera Merah Putih terdiri dari Selvita, Dahlia, Aulia, Karima, Dian, Citra, Novia, Hanik, dan Lina. Kemudian  Lis Susanti bertindak sebagai perwira upacara, Muryani bertugas menjadi komandan upacara, Nonik Angliana Dewi sebagai pembawa upacara, Widya bertugas menjadi ajudan Inspektur Upacara, Winanti selaku pembaca pembukaan UUD 1945, Yuyun selaku pembaca sejarah singkat Hari Ibu , Retno bertugas menjadi pembaca do’a dan Klara Mentari selaku dirigen.

Kepala Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, Asep Sutandar, selaku inspektur upacara dalam sambutannya membacakan sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak, Yohana Yembisse, Perempuan Indonesia masa kini adalah perempuan yang sadar dan memahami memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan laki-laki. Prinsip kesetaraan yang mendasari tentang pentingnya pembagian tugas, peran dan tanggungjawab yang seimbang antara perempuan dan laki-laki mulai dari lingkup keluarga, masyarakat bahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Perempuan dan laki-laki keduanya adalah “parthnership” sekaligus sumber daya insani yang menentukan keberhasilan pembangunan nasional.

Asep melanjutkan “Bertepatan dengan PHI ke-90 Tahun 2018 ini telah diusung tema: Bersama meningkatkan peran perempuan dan laki-laki dalam membangun ketahanan keluarga untuk kesejahteraan bangsa. Tema ini dibangun dengan melihat situasi dan kondisi bangsa Indonesia Tahun 2018  Berbagai persoalan sosial saat ini marak terjadi, dan berdampak kepada kehidupan masyarakat, khususnya perempuan dan anak, seperti terjadinya kekerasan, bentuk-bentuk perlakukan diskriminatif, dan lain-lainnya. Tentunya diperlukan berbagai cara untuk dapat mencegahnya. Peran keluarga menjadi salah satu yang diharapkan dapat menjadi bagian utama / pilar untuk mencegah terjadinya kekerasan melalui penanaman nilai-nilai, karakter, dan budi pekerti.”

 

 

 (Kontributor : Nurmala Dewi, Dokumentasi: Tim Humas Lapas Narkotika Jakarta)

Berikan Penampilan Terbaiknya Tim Orkes Gambus Lapsustik Kembali Pentas Di Acara Pengajian Ibu Dharma Wanita di Kantor Pusat Badan Nasional Narkotika (BNN)

Jakarta-LapsustikNews–  Tim Orkes Gambus Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP)  Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta kembali pentas di depan Ibu- Ibu Dharma Wanita di Kantor Pusat Badan Narkotika Nasional (BNN), pejabat dan puluhan ibu-ibu  pegawai BNN dalam acara Pengajian dan Silaturahmi yang diselenggarakan di Aula Direktorat IV Narkoba Bareskrim Polri, Selasa (18/12). Atas undangan tersebut, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Asep Sutandar mengungkapkan rasa senang, bersyukur dan bangganya mengingat penampilan ini untuk ketiga kalinya.

                                                 

Jumadi selaku Kepala Sub Seksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta  yang  ikut hadir mendampingi  penampilan tersebut  menyampaikan kepada Humas “ Alhamdulillah bersyukur dan sangat bangga atas penampilan untuk ketiga kalinya merupakan bukti bahwa Tim Orkes Gambus dianggap piawai memainkan musik yang bernuansa agama dengan menarik dan mampu menghibur.” Jumadi menambahkan “Bagi kami ini merupakan prestasi dan semoga menjadi motivasi bagi wbp lainnya untuk semangat mengikuti dengan baik program pembinaan kepribadian di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.”

                                                  

Selama tampil, Tim Orkes Gambus Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta dengan alunan syahdunya mampu menghibur peserta pengajian terbukti banyaknya ibu-ibu yang ikut bergerak mengikuti alunan musik. Bahkan Ria Heru Winarno selaku Istri Kepala BNN menyampaikan kepada humas “Terima kasih atas kehadiran Tim Orkes Gambus yang telah menampilkan hiburan musik bernuansa religi ini dengan asyik dan menarik.”

                                               

Atas kehadiran dan tampilnya Orkes Gambus WBP Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta memenuhi undangan Kepala BNN Nomor B/4268/XII/DE/PC.00/2018/BNN tanggal 14 November 2018, Kepala BNN, Heru Winarko, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan apresiasinya.

 (Kontributor : Nurmala Dewi, Dokumentasi: Tim Humas Lapas Narkotika Jakarta)

Jelang Pelantikan, CPNS Lapas Narkotika Jakarta Laksanakan Kerja Bakti

Jakarta, LapsustikNews– Sebanyak 64 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta melaksanakan kegiatan kerja bakti di lingkungan Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memupuk kesadaran akan kewajiban dan tanggung jawab Aparatur Sipil Negara (ASN) kepada institusi dan masyarakat. Demikian disampaikan oleh Kepala Lapas Narkotika Jakarta, Asep Sutandar, dalam sambutannya.

“Saudara-saudara hari ini diminta oleh negara untuk melaksanakan bakti sosial sebelum saudara-saudara dilantik menjadi Pegawai Negeri Sipil. Yang ingin saya tekankan disini, saudara-saudara sudah hampir satu tahun menjadi petugas, anda harus menunjukan eksistensi saudara. Saudara harus menjadi agen perubahan. Bapak Menteri kita sangat membanggakan kehadiran saudara sebagai Tunas Pengayoman. Kebanggaan Bapak Menteri kita harus anda tunjukan betul-betul, jangan mengecewakan. Tunjukan dengan kedisiplinan yang tinggi. Kedisiplinan tidak terbentuk secara tiba-tiba, namun berasal dari sikap kita dari kebiasaan kita sehari-hari. Oleh karena itu dalam kesempatan ini saya sampaikan, bakti sosial ini merupakan perintah dari Sekjen, dalam rangka memupuk kesadaran akan kewajiban dan tanggung jawab Aparatur Sipil Negara kepada institusi dan masyarakat,” ucap Kalapas dalam sambutannya.

Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Narkotika Klas IIA Jakarta, Dodi Naksabani, menyampaikan bahwa dari 100 CPNS, yang mengikuti kegiatan bakti sosial sebanyak 64 orang. Sedangkan 36 orang sedang melaksanakan tugas piket regu jaga malam dan piket regu jaga pagi.

 

 

 

Kontributor: Eky (Tim Humas Lapsustikjkt).

Tim POKJA Lapas Narkotika Jakarta Melaksanakan Study Tiru Pembangunan Zona Integritas Ke Lapas Cibinong Menuju Pencanangan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK/WBBM)

Jakarta-LapsustikNews–  Dalam rangka mewujudkan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) ditahun 2019, Tim Kelompok Kerja (POKJA) Unit Pelaksana Teknis (UPT)  Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta melaksanakan kegiatan Studi Tiru Pembangunan Zona Integritas ke Lapas Klas IIA Cibinong.  Sebanyak 42 orang terdiri dari 3 Pejabat Struktural, 14 Pegawai dan 25 Calon Pegawai Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta atas perintah langsung Kepala Lapas (Kalapas) Narkotika Klas IIA Jakarta yang dilaksanakan hari Jum’at (14/12) lalu.

Anak Agung Gde Krisna selaku Kalapas Klas IIA Cibinong  menyampaikan dalam sambutannya “Saya ucapkan selamat datang kepada TIM Kelompok Kerja (POKJA-red) dari Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, semoga nanti setelah mendengarkan penjelasan langkah-langkah apa saja yang harus dipersiapkan untuk memenuhi persyaratan predikat Lapas Wilayah Bebas dari Korupsi, Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta bisa berhasil menyusul meraih prestasi dengan menyandang predikat Lapas Wilayah Bebas dari Korupsi,aamiin.”

Selanjutnya Agung Gde Krisna menjelaskan dalam pemaparannya “Pertama yang harus diperhatikan terkait masalah dokumen berkas kelengkapan syarat untuk meraih predikat Lapas Wilayah Bebas dari Korupsi yaitu prioritas fokus utama pada proses bukan hasil disinilah pentingnya peranan Kalapas untuk terjun langsung memimpin jalannya proses dari setiap tahapan yang dilalui seperti pembentukan Tim Pokja.” Selain itu Agung pun menambahkan dalam penjelasannya “Untuk mendapatkan gelar predikat Lapas WBK dibutuhkan komitmen tinggi terutama dalam gerakan perubahan reformasi birokrasi dimana pelayanan semakin prima cepat, tanggap dan solusi.” Agung melanjutkan dalam pemaparannya “Buatlah Program Layanan Publik yang diunggulkan seperti Layanan Kunjungan, Informasi, Pemberian Remisi, Pembebasan Bersyarat (PB-red), Cuti Menjelang Bebas (CMB-red) dan Pengaduan.” Agung menambahkan “Pastikan produk layanan publik yang menjadi target unggulan benar-benar bersih dari tindakan prilaku korupsi, sertakan selalu maklumat pelayanan disetiap ruangan layanan publik agar menjadi pengingat diri untuk terus berusaha memberikan layanan publik dengan baik.”

                

Kemudian Tim Pokja masuk dan berkeliling melihat fasilitas Sarana dan Prasarana Layanan Kunjungan dan Informasi serta ruangan Portir, Rupam, Registrasi, Restorasi (dapur) dan yang lainnya yang ada di Lapas Klas IIA Cibinong. Agung menjelaskan “ Semua berbasis digital online seperti pemberian remisi, pb, cb dan self service cukup menggunakan jempol saja wbp sudah bisa mendapatkan informasi yang diinginkan, adanya fasilitas  cctv dan panic button berupa alat tombol yang langsung terkoneksi dengan instansi Kepolisian dan Pemadam Kebakaran sebagai langkah untuk pengawasan dan pengamanannya.”

 

Kontributor : Nurmala Dewi ( Tim Humas Lapas Narkotika Jakarta )

Lapas Narkotika Jakarta Melaksanakan Upacara Peringatan Hari Bela Negara Ke 70 TAHUN 2018

Jakarta, LapsustikNews – Peringatan Hari Bela Negara 19 Desember 2018 di laksanakan di Lapangan Hijau Lapas Narkotika Jakarta, Rabu (19/12) dimulai pukul 07.30 WIB. Upacara di pimpin langsung oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Narkotika Klas IIA Jakarta. Asep Sutandar selaku Pembina Upacara, Imam Badrutammam Kepala Sub Seksi Registrasi (Kasubsi Register) sebagai Komandan Upacara dan Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja), Aris Triyanto selaku perwira upacara. Peserta Upacara terdiri dari Pegawai, Calon Pegawai Lapas Narkotika Jakarta dan Sekitar 500 an Warga Binaan Pemasyarakatan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta.

                                            

Tema dari upacara ini adalah “Bela Negara Untuk Kemakmuran Rakyat” Dalam amanatnya, Asep membacakan Pidato Peringatan Hari Bela Negara dari Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum Dan Keamanan “Bela Negara adalah kerjasama segenap elemen Bangsa dan Negara terutama adalah wadah peran dan kontribusi segenap komponen masyarakat diberbagai bidang profesi masing-masing seperti profesi dunia usaha, pendidikan, media hingga tokoh pemuda dan agama.” Asep Sutandar melanjutkan pembacaan pidatonya “ Untuk mewadahi hal tersebut, September lalu telah diterbitkan Instruksi Presiden (Inpres-red) Nomor 7 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Bela Negara Tahun 2018-2019, Inpres ini menggenapi perwujudan amanat Bela Negara dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan peraturan perundang-undangan tentang pertahanan Negara.” Selanjutnya Asep meneruskan kalimat pidatonya “ Inpres ini mewujudkan Bela Negara sebagai Hak Asasi Manusia Bangsa Indonesia sesuai Pasal 68 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (HAM-Red) yang mengamanatkan agar segenap Bangsa Indonesia dengan segala kelebihan dan kekurangannya tetap dapat memberikan sumbangsihnya dalam Bela Negara yang di dalamnya tercermin keluasan konteks Bela Negara yang semakin relevan dengan ragam tantangan dan kecepatan perubahan dunia di segala bidang.”

                                                      

“Selamat Hari Bela Negara Tahun 2018, Jaga selalu persatuan dan kesatuan bangsa, pertebal rasa cinta tanah air dan berbuat yang terbaik bagi bangsa dan Negara sesuai tugas dan profesi masing-masing.” “Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan kekuatan kepada kita semua untuk terus berusaha semangat juang Bela Negara, aamiin.”

                                                         

Upacara berlangsung kurang lebih selama 1 jam dengan khidmat dan di tutup dengan pembacaan doa oleh Abdul Manaf selaku petugas pembaca doa.

 

Kontributor : Nurmala Dewi ( Tim Humas Lapas Narkotika Jakarta )

 

Peringatan Hari AIDS Se-Dunia Tahun 2018 di Lapas Narkotika Jakarta

Jakarta-LapsustikNews–  Senin (17/12) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta menjadi tempat penyelenggaraan Peringatan Hari AIDS Se-Dunia Tahun 2018 yang di laksanakan di Lapangan Upacara Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta dihadiri oleh Yasonna Hamonangan Laoly selaku Menteri Hukum dan HAM RI dan Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek  selaku Menteri Kesehatan serta Para Pejabat Tinggi Madya, Pratama dan Struktural dari masing-masing Kementerian, Kepolisian Sektor Jatinegara, Komandan Rayon Militer Jatinegara, Pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP)  Lapas Narkotika Klas IIA,  Lapas Perempuan Jakarta (LPP) dan Lapas Cikarang.

          

Acara diawali dengan Penandatanganan MoU antara Kantor Wilayah DKI Jakarta dengan Yayasan Tenar Indonesia tentang Program Penguatan Pencegahan HIV/AIDS, Rehabilitasi, Paska Rehabilitasi Narkotika Berbasis Pelatihan dan Kewirausahaan bagi Tahanan dan WBP pada Lapas, Rumah Tahanan (Rutan) dan Balai Pemasyarakatan (Bapas) wilayah kerja DKI Jakarta yang disaksikan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakat (Dirjen PAS), Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos.

             

Kegiatan diramaikan dengan acara drama musikal dengan tema “Saya Berani, Saya Sehat, Ada Obat dan Ada Jalan” yang menceritakan keberadaan wbp dengan latar belakang kasus penyalahgunaan narkotika yang berujung pada terkena HIV AIDS atau ODHA (Orang Dengan HIV Aids), namun tetap bangkit berusaha untuk bisa melanjutkan hidup dengan adanya program pengobatan ARV (Antiretroviral) untuk mengendalikan penularan dan memperlambat virus HIV. Selain itu juga ada persembahan Tarian Kemilau Nusantara dari WBP LPP, hiburan grup musik dari Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta dan Hiburan Musik Keroncong dari Warga Binaan Lapas Cikarang

                                   

Selanjutnya Nila Moeloek sebagai Menteri Kesehatan mengatakan “Bahwa Hari AIDS Sedunia tahun ini mengusung tema Saya Berani, Saya Sehat yang dipilih sebagai bagian dari pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas-red) dalam pencegahan HIV-AIDS di Lapas/Rutan.”

                                                   

Yasonna selaku Menteri Hukum dan HAM RI dalam sambutannya menuturkan “Saat ini telah disusun Rencana Aksi Nasional tentang Pengendalian HIV-AIDS di Unit Pelaksana Teknis (UPT-red) Pemasyarakatan yang memprioritaskan pencegahan dalam Program Pengendalian HIV-AIDS yang implementasinya dilakukan melalui berbagai kegiatan dalam ruang lingkup pelaksanaan teknis pembinaan bagi wbp.” Yasonna menambahkan “Saya menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat di Tanah Air Indonesia untuk berprilaku hidup sehat demi mencegah dan mengendalikan penularan HIV di Indonesia.”

                                                              

Pada kesempatan ini Sri Puguh Utami selaku Direktur Jenderal Pemasyarakatan menyampaikan “Bahwa penanggulangan HIV AIDS bagi Tahanan dan WBP di Lapas dan Rutan terus diupayakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.”

Kontributor : Nurmala Dewi (Tim Humas Lapas Narkotika Jakarta)

Temu Blogger Kesehatan dalam Rangka Peringatan Hari AIDS Sedunia Tahun 2018 di Lapas Narkotika Jakarta

Jakarta, LapsustikNews – Kementerian Kesehatan RI bekerjasama dengan Kementerian Hukum dan HAM RI mengadakan Talk Show Temu Blogger Kesehatan yang bertajuk “Saya Berani, Saya Sehat” pada Hari Senin, (17/12). Bertempat di Aula Lantai 3 Gedung 1 Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas II A Jakarta.

Acara ini diadakan dalam rangka Rangkaian Peringatan Hari AIDS Sedunia Tahun 2018 yang dipusatkan di Lapas Narkotika Jakarta. Kegiatan Talk Show ini di isi oleh Narasumber – narasumber berkompeten antara lain : Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2ML) Kemenkes, dr. Wiendra Waworuntu. Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Lili Sujandi. Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Jakarta, Asep Sutandar. Koordinator Poliklinik Lapas Narkotika Jakarta, Dr Yusman Akbar. dan Perwakilan ODHA (Orang Dengan HIV – AIDS) dari Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Narkotika Jakarta.

Acara diawali dengan Sambutan Kalapas Narkotika Jakarta, Asep Sutandar. Beliau menyampaikan “Ucapan Terima Kasih atas Kepercayaan yang di berikan Kepada Lapas Narkotika Jakarta atas di tunjuk nya sebagai Tuan Rumah Peringatan Hari AIDS Sedunia Tahun 2018. Ini menjadi motivasi kami semua untuk dapat terus lebih meningkatkan Layanan Kesehatan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan Khususnya yang terinfeksi Virus HIV – AIDS, tambahnya”.

Lilik Sujandi, selaku Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi Ditjenpas menyampaikan dalam sambutan nya, “Ini merupakan kali kedua Ditjenpas, dalam hal ini di wakili Lapas Narkotika Jakarta di tunjuk sebagai Tuan Rumah Peringatan Hari AIDS Sedunia oleh Kementerian Kesehatan, setelah sebelumnya di laksanakan pada Tahun 2014 di tempat yang sama”.

“Ini merupakan Apresiasi yang diberikan oleh Kemenkes kepada Kemenkumham di percaya untuk menjadi Tuan Rumah Peringatan Hari AIDS Sedunia. Meskipun Kondisi Lapas dan Rutan di Indonesia saat ini masih Terbatas dalam Hal Sarana dan Prasarana penunjang Layanan Kesehatan, namun kami tetap Komitmen untuk dapat memberikan pembinaan dan pelayanan kesehatan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan di seluruh Indonesia secara Maksimal. Kami telah melakukan Screening kepada 404 ODHA Warga Binaan Pemasyarakatan di Seluruh Indonesia. Harapan kami Lapas dan Rutan dapat menjadi Inspirasi bagi Masyarakat Luar dalam penanganan terhadap ODHA”.

Yusman Akbar selaku Koordinator Poliklinik Lapas Narkotika Jakarta, menyampaikan “Tahun 2005 kematian Warga Binaan Pemasyarakatan di dalam Lapas di Indonesia mencapai angka kematian 90 Orang / Tahun akibat HIV AIDS. Kami terus bekerjasama dengan Kemenkes untuk mencari Solusi. Lapas Narkotika Jakarta sebagai “Satelit”, karena dapat menekan mata rantai Penularan, Tidak terjadi infeksi baru di dalam Lapas, dan Zero Kematian akibat HIV AIDS. Ini menjadi dorongan bagi tim Dokter untuk selalu mengupdate ilmu.

Narasumber Terakhir dr. Wiendra Waworuntu selaku P2PML Kemenkes mempresentasikan kepada peserta Talk Show tentang “Kebijakan dan Strategi Pencegahan dan Pengendalian HIV AIDS dan PIMS”. Adapun isi Presentasi meliputi : Informasi Dasar HIV AIDS, Situasi HIV AIDS serta Responnya di Indonesia, Pesan Kunci Hari AIDS Sedunia 2018, dan Peran Blogger Kesehatan.

“Pesan Kunci Hari AIDS Sedunia adalah HIV AIDS merupakan penyakit kronis yang dapat dikelola seperti Hipertensi dan Diabetes. HIV sudah ada Obatnya, yaitu ARV. Pengobatan ARV menjaga ODHA tetap produktif dan mencegah infeksi HIV baru. HIV tidak mudah menular, jauhi penyakitnya, bukan orangnya. “Mari Tes HIV, Saya Berani – Saya Sehat”.

Wiendra berpesan kepada para Blogger Kesehatan untuk Menyebarluaskan pesan kunci Hari AIDS Sedunia 2018, Ikut mengkampanyekan #ada Obat ada jalan, serta menyebarluaskan Informasi tentang HIV AIDS, tutupnya. Di Akhir Acara Panitia membuka Sesi Tanya Jawab kepada Peserta kurang lebih selama 15 Menit.

Kontributor : Budi Leksono

Dokumentasi : Tim Humas Lapas Narkotika Jakarta