LIPI Dan BNN DKI Jakarta Adakan Penelitian Tentang Penyebab Penggunaan Narkoba di Lapas Narkotika Jakarta

Jakarta, LapsustikNews : Bertujuan untuk mengetahui angka prevalensi penyalahgunaan narkoba tahun 2018 pada lingkungan pelajar, mahasiswa, pekerja dan masyarakat khususnya rumah tangga serta mengetahui dampak sosial ekonomi dan kesehatan terhadap penggunaan narkoba, Badan Narkotika Nasional (BNN) kerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan mengirimkan 3 personilnya  yang terdiri dari 2 orang peneliti LIPI dan 1 orang perwakilan BNN Provinsi DKI Jakarta untuk bertamu, berkunjung, meneliti dan wawancara kepada petugas lapas dan warga binaan pemasyarakatan (wbp) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Jakarta, Kamis (27/9).

Soeistanto Poedji Djatmiko selaku Kepala Seksi Bina Anak Didik (KaSie Binadik) Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta menyambut baik dan mempersilahkan para tamu untuk melaksanakan penelitian. Soeistanto  mengatakan “Semoga penelitian berjalan dengan baik dan informasi yang dibutuhkan  sesuai dengan data yang dibutuhkan.” Soeistanto berharap “Agar Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta bisa menerima informasi hasil penelitian ini, yang nantinya sebagai bahan evaluasi dalam rangka perbaikan pemberian pelayanan program kepribadian dan kemandirian yang sudah berjalan.”

Kegiatan penelitian dimulai dengan mengumpulkan 10 WBP dan melaksanakan Forum Group Discussion (FGD) kemudian mengambil 2 WBP untuk diwawancarai oleh Peneliti dari LIPI. Lamijo sebagai peneliti dan pewawancara menyampaikan  “Selama diwawancara wbp menjelaskan selain faktor lemahnya pendidikan dan status ekonomi rendah ternyata sebab utama terjadinya penyalahgunaan narkoba adanya salah pergaulan atau pergaulan bebas yang tidak ada batasan dan kehati –hatian mereka dalam menjalin hubungan pertemanan.”

Abdul Manaf sebagai salah satu petugas lapas yang diwawancarai oleh peneliti menjelaskan “Sebagai bentuk usaha untuk merehabilitasi para pengguna narkoba di lapas, Lapas  Narkotika Kelas IIA Jakarta melaksanakan program-program pembinaan yaitu program pembinaan kepribadian dan kemandirian untuk wbp di Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta yang diikuti banyak wbp dan dilaksanakan dengan baik oleh petugas lapas sesuai dengan tugas fungsinya masing-masing.” Abdul Manaf menambahkan “Program yang berjalan bahkan sudah ada yang berhasil meraih prestasi seperti layanan pendidikan Pusat Kegiatan Belajar Mandiri (PKBM – red) layanan kesehatan program pengobatan TB, hanya memang tidak dipungkiri masih ada wbp residivis yang kembali lagi menjadi penghuni lapas dengan alasan faktor kebutuhan ekonomi dalam rumah tangga.”

Selanjutnya peneliti bertemu dan mewawancarai Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Asep Sutandar, dalam wawancaranya Asep menjelaskan “ Permasalahan yang banyak dihadapi di Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta antara lain dampak dari surat edaran November 2012 tentang PP 99 tahun 2012 adanya pasal peraturan pemerintahan undang-undang  tentang lamanya pidana yang harus dijalani wbp, yang akhirnya ketika lapas mengajukan surat Justice Colaborator banyak tidak direkomendasikan oleh pihak yang berwenang memberikan seperti polisi.” Asep juga menyampaikan dalam wawancaranya “ Over kapasitas yang terjadi akibat dari terbatasnya sarana prasarana yang menimbulkan ketidaklayakan tempat blok hunian, yang akhirnya menimbulkan tingginya angka kesakitan bagi wbp yang terindikasi terkena penyakit HIV,Hepatitis dan TBC.”

(Kontributor : Nurmala Dewi, Dokumentasi: Tim Humas Lapas Narkotika Jakarta)

 

Wujudkan Komitmen Optimalisasi Kualitas Layanan Kesehatan terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP),Lapas Narkotika Jakarta Menyelenggarakan Pemeriksaan Laboratorium Darah Terhadap Hepatitis B dan C Kepada WBP

Jakarta, LapsustikNews : Rabu, (26/9) pukul 09.00 WIB, untuk pertama kalinya Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Jakarta menyelenggarakan pemeriksaan laboratorium darah terhadap Hepatitis B dan C kepada WBP. Kegiatan ini dihadiri oleh Pejabat Struktural, Pegawai Klinik, Petugas Clinic Chek Laboratorium dan  WBP Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta, yang dilaksanakan di Area Gedung III Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta.

Yusman Akbar selaku Koordinator Program Kegiatan menyampaikan dalam laporannya “Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pemeriksaan laboratorium darah Hepatitis B dan C sebagai langkah deteksi awal untuk mengetahui resiko yang dialami WBP terkena penyakit tersebut dan merupakan lapas pertama se-DKI Jakarta yang melaksanakan program cek Hepatitis B dan C dengan dukungan dan arahan terutama dari Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Jakarta beserta Jajarannya.” Yusman menambahkan “Penyelenggaraan pemeriksaan darah Hepatitis B&C kepada WBP mengacu pada peraturan undang-undang No.12 Tahun 1995 tentang pemasyarakatan khususnya pasal 14 mengenai hak-hak WBP salah satunya mendapatkan layanan kesehatan yang baik.” Yusman berharap “Semoga dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat mengurangi tingkat kesakitan dan kematian bagi penghuni lapas.”

Soeistanto sebagai Kepala Seksi Bina Anak Didik (Ka.Sie Binadik) Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta mewakili Kalapas yang berhalangan hadir langsung membuka kegiatan dan menyampaikan sambutannya “ Mengapresiasi dan menyambut gembira dengan program pelaksanaan pemeriksaan laboratorium darah Hepatitis B dan C kepada WBP ini sebagai bentuk wujud komitmen optimalisasi pelayanan kesehatan khususnya yang diberikan dengan kesungguhan dari petugas pemasyarakatan Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta.” Soeistanto menambahkan “Ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung terutama Kalapas beserta Jajarannya, seluruh pegawai lapas terutama  petugas medis dan paramedis klinik Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta.” Harapannya Soeistanto berucap“ Semoga kegiatan ini  berjalan dengan aman tertib sehingga proses pelaksanaan pengobatan bisa terlaksana tuntas dan lancar.”

Sebelum proses tindakan pemeriksaan laboratorium darah Hepatitis B dan C kepada WBP dimulai, Finnahari sebagai anggota tim program kegiatan menyampaikan informasi dan penjelasannya untuk petunjuk pelaksanaan teknis yang harus dijalani oleh WBP. Finnahari menyampaikan “Bahwa ada 46 WBP yang mengikuti pemeriksaan laboratorium darah Hepatitis B dan C merupakan WBP beresiko tinggi yang harus segera mendapatkan pemeriksaan secara rutin berkesinambungan.”

Finna juga menjelaskan “Proses awal yang dilakukan bagi WBP adalah pengambilan darah untuk specimen yang nantinya dicek di Laboratorium diperiksa selama 1 minggu setelahnya hasil akan dilihat, bagi yang positif terkena Hepatitis akan ada tindak lanjut pengobatan yang akan dirujuk di RS Pengayoman sedangkan bagi yang negatif bukan berarti tidak ada follow-up atau tindak lanjut, tetap ada yaitu sosialisasi secara rutin terkait untuk menjaga pola hidup sehat yang harus dijalani bagi setiap wbp.”

Sampai berita ini dipublikasi proses pemeriksaan laboratorium darah Hepatitis B dan C masih berjalan dengan tertib dan diikuti WBP Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta, melalui tahapan dengan jenis 3 jenis pemeriksaan darah yaitu pemeriksaan fungsi liver, anti HCV dan HBS Ag melalui Screening yang dilakukan oleh Petugas Klinik Utama Clinichek.

 

(Kontributor : Nurmala Dewi, Dokumentasi: Tim Humas Lapas Narkotika Jakarta)

 

Mempererat Silaturrahmi, Tim Futsal dari Unit Eselon I Setjen Kementerian Hukum dan HAM RI Berlatih Tanding (Sparring) dengan Tim Futsal Lapas Narkotika Jakarta

Jakarta, LapsustikNews : Menjelang sore hari pukul 17.00 WIB, Rabu (25/9) Tim Futsal dari Unit Eselon I Setjen Kementerian Hukum dan HAM RI membawa 10 anggota tim terbaiknya, berlatih & tanding persahabatan (sparring) dengan Tim Futsal Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta yang beranggotakan 10 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) berlangsung di Lapangan Upacara Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta.

Kedatangan Tim Futsal Unit Eselon I Setjen Kementerian Hukum dan HAM RI ini disambut gembira oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Ka.Lapas) Asep Sutandar yang menyampaikan “ Semoga kegiatan Sparring ini bisa memperkuat persiapan lomba tanding futsal yang akan meramaikan kegiatan penyambutan Hari Dharma Karya Dhika.”

 

Selama kegiatan berlangsung nampak para anggota tim futsal mengikuti dengan penuh semangat dan hal ini sangat direspon baik oleh Ardian Nova selaku Koordinator Tim Futsal Unit Eselon I Setjen Kementerian Hukum dan HAM RI. Ardian menyampaikan “ Sparring yang dilaksanakan di Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta selain untuk mempererat harmonisasi hubungan silaturrahmi yang sudah terjalin agar semakin baik, juga mengasah keterampilan teknik bermain futsal supaya lebih baik persiapannya dalam mengikuti pertandingan untuk meramaikan kegiatan Hari Dharma Karya Dhika yang akan diikuti oleh antar unit eselon 1 dan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Gabungan.”

Ardian mengatakan  “ Anggota tim yang berjumlah 10 orang semuanya adalah pegawai Setjen Kementerian Hukum dan HAM RI yang bertugas dibagian Protokol dan Pengamanan (Propam) dibawah asuhannya.” Ardian menambahkan “ Kedepannya Sparring menjadi kegiatan rutin yang tidak hanya dari cabang olahraga Futsal tapi juga dari Voli Putra yang berikutnya akan hadir ke Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta.”

 

(Kontributor : Nurmala Dewi, Dokumentasi: Tim Humas Lapas Narkotika Jakarta)

 

KUNJUNGAN LANGSUNG, “KEPINGAN PUZZLE” YANG HILANG DARI KEBAHAGIAAN WBP LAPAS NARKOTIKA JAKARTA SAAT DIKUNJUNGI KELUARGA

 

Jakarta,LapsustikNews – Kepingan-kepingan puzzle kebahagiaan yang hilang saat warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta dikunjungi keluarga akhirnya didapatkan saat WBP diberi kesempatan untuk dikunjungi secara langsung oleh keluarganya, Selasa (25/9). Kegiatan kunjungan langsung ini dilaksanakan selama satu hari sebagai apresiasi dan penghargaan bagi WBP yang selama ini telah berperilaku baik dengan menjaga keamanan dan ketertiban selama menjalani masa pembinaan di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta. Padahal selama ini WBP saat dikunjungi keluarga dibatasi oleh kaca dan sekat dalam ruang kunjungan maximum dan medium security. Hal tersebut sebagaimana diungkapkan oleh Kepala Lapas (Kalapas) Narkotika Jakarta, Asep Sutandar, kepada tim humas saat memantau kegiatan kunjungan langsung di area kunjungan dalam.


Continue reading

Pamerkan Hasil Karya Narapidana dan Jalin Silaturahmi, Kakanwil Kemenkumham DKI Jakarta Dan Jajaran Ngopi Bareng BNN, Ombbudsmen dan Insan Pers

Jakarta-LapsustikNews, “Ngopi Ngapa Ngopi, Diem-Diem Bae….” Kata-kata gaul yang tidak asing ditelinga dan acap kali terdengar untuk mencairkan suasana tersebut coba diterapkan oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) DKI Jakarta, Bambang Soemardiono, dengan mengadakan kegiatan coffee morning bersama dengan Deputi Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN), Drs. Ali Djohardi, Kepala Ombudsman DKI, Teguh Nugroho, dan beberapa insan pers nasional, Jum’at (21/9). Kegiatan yang dilaksanakan di Galeri Karya Narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta bertujuan untuk memamerkan hasil karya narapidana  dan menyambung tali silaturahmi serta mencari solusi atas permasalahan yang terjadi di pemasyarakatan serta.

“Ruangan ini adalah ruangan sehari-hari untuk memamerkan hasil produksi warga binaan seluruh DKI Jakart. Bapak Ibu sekalian insan pers bisa melihat dari mulai Rutan salemba, LP Salemba, LP Perempuan, Rutan Perempuan, Lapas Klas I Cipinang, Lapas Narkotika Jakarta, Rutan Cipinang, semua ada produksinya disini.  Ini semua hasil karya wargabinaan. Jadi mereka semua kita kasih kegiatan yang optimal,” pamer Kakanwil Kemenkumham DKI Jakarta saat konferensi pers didepan para wartawan.

Kegiatan tersebut juga dimaksudkan untuk mecairkan hubungan jajaran pemasyarakatan dengan insan pers sebagaimana yang diucapkan oleh Kakanwil DKI Jakarta.

 

“Kemudian tidak kalah pentingnya adalah bagaimana kita tetap menyambung silaturahmi dengan insan pers, yang kadang-kadang kami ini suka ngumpet-ngumpet. Kadang-kadang teman-teman Ka UPT (Kepala Unit Pelayanan Teknis-red) ditanya sama pers, saling lempar. Hal-hal ini adalah yang harus kita cairkan, bahwa pers pun ya teman-teman kita semua walaupun kadang-kadang tetap menelanjangi juga. Tapi itu hal yang normal itu. Karena kalau tidak dikoreksi, kadang-kadang kita merasa benar sendiri,” lanjut Bambang Sumardiono.

Bambang Sumardiono juga mengungkapkan bahwa tujuan kegiatan coffee morning ini adalah untuk meningkatkan koordinasi antar instansi terkait.

 

“Tidak mungkin pemasyarakatan akan melaksanakan itu sendiri. Buktinya apa? Buktinya Pak Deputi ini sangat respon sekali dengan kami. Begitu juga rekan kita dari Ombudsman bilang, Pak Bambang, kalau ada masalah, ayo kita pecahkan bersama. Itu jadi kehormatan bagi kami. Tentunya kami sebagai institusi pemerintah tentu tidak sempurna, pasti ada hal-hal yang luput dari pengawasan kami. Inilah tugas kita bersama untuk bisa bersama-sama memperbaiki,” lanjut Kakanwil Kemenkumham DKI Jakarta tersebut.

 

Kegiatan ngopi bareng tersebut makin hangat dengan penampilan D’Sustik Band yang menyanyikan lagu-lagu pop dan slowrock. Bahkan dalam acara tersebut, Bambang Sumardiono berkenan bernyanyi bersama D’Sustik Band. D’Sustik Band merupakan grup band yang beranggotakan Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta. Hadir pula dalam kegiatan tersebut Kepala Divisi Pemasyarakatan DKI Jakarta beserta jajarannya dan Kepala UPT Pemasyarakatan se-DKI beserta jajarannya.

 

Kontributor : Sadi (Tim Humas LapsustikJkt)

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta Membuka Resmi Kegiatan Pelatihan Dasar Menembak dan Bongkar Pasang Senjata Pegawai dan Calon Pegawai Negeri Sipil Lapas Narkotika Jakarta

Jakarta Lapsustiknews : Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta menggelar kegiatan Latihan Dasar Menembak dan Bongkar Pasang Senjata, Jum’at (21/9) yang  di laksanakan di Gedung 1 Area Lapangan Tembak. Acara dihadiri Kepala Kantor Wilayah (Ka.Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementeria Hukum dan HAM DKI Jakarta, beberapa Kepala Unit Pelaksana Teknis se-DKI Jakarta,Tim Instruktur Pelatihan dari Koramil Jatinegara, Pejabat Struktural beserta Jajarannya, seluruh Pegawai dan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)  Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.

Asep Sutandar selaku Kepala Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta dalam laporan kegiatannya menyampaikan “Maksud dan tujuan kegiatan pelatihan dasar menembak dan bongkar pasang senjata adalah agar seluruh Pegawai dan CPNS mengenal, mengetahui cara menggunakan dan membongkar pasang kembali senjata.” Asep Sutandar menambahkan “Semoga dengan diadakannya pelatihan dasar menembak dan bongkar pasang senjata menjadi bekal pengetahuan bagi Petugas dan CPNS lapas yang tidak hanya dibagian pengamanan saja tetapi seluruh Pegawai dan CPNS yang bertugas di lapas.” Asep melanjutkan laporannya “Bahwa seluruh Pegawai dan CPNS  harus mengetahui dan mampu menggunakan senjata untuk menjaga dan mengamankan situasi dan kondisi bila tiba-tiba terjadi kerusuhan antar Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).”

Kegiatan disambut dan dibuka dengan resmi oleh Arpan selaku Kepala Divisi Pemasyarakatan (Ka.Div Pas) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta. Arpan menyampaikan dalam sambutannya “Sangat mengapresiasi Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta bahwa adanya kegiatan pelatihan dasar menembak dan bongkar pasang senjata yang di laksanakan merupakan bukti nyata kesungguhan dari petugas lapas membekali diri untuk belajar mengetahui teori dan praktek dalam menembak dan bongkar pasang senjata.” Arpan menambahkan dalam sambutannya “Semoga kegiatan pelatihan dasar menembak dan bongkar pasang senjata menjadi salah satu cara memperkuat barisan, kompak, bersatu saling koordinasi dan  sesuai dengan tugas fungsinya dalam bekerja.”

Setelah dibuka secara resmi oleh Ka.Div Pas, kemudian Ka.Kanwil Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta Bambang Soemardiono memberikan penyematan tanda peserta secara simbolik kepada perwakilan Pegawai dan CPNS yang menjadi peserta pelatihan dasar menembak dan bongkar pasang senjata serta menggunting pita sebagai tanda kegiatan pelatihan sudah bisa dilaksanakan.

Instruktur Pelatihan Osman Tambunan menyampaikan teorinya “Bahwa dalam menggunakan senjata diharuskan untuk berprinsip safety first atau utamakan keselamatan dan keamanan dalam penggunaannya karena jika tidak berhati-hati akan menimbulkan bahaya.” Osman menambahkan “Jangan bermain-main atau bergurau ketika memegang senjata, harus mengetahui dulu dasar-dasarnya terutama bongkar pasang senjata sehingga bisa menggunakan senjata dengan baik.”

Berdasarkan Informasi dari salah satu panitia pelaksana kegiatan pelatihan dan juga sebagai Kepala Seksi Adminitrasi Ketertiban (Ka.Sie Adkam) Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, Heri Purnomo menyampaikan “Bahwa kegiatan pelatihan  dibagi dua bagian yang pertama dimulai dari pukul 09.00 sampai dengan 12.00 WIB Instruktur memberikan materi teori dasar latihan menembak dan praktek bongkar pasang senjata, dilanjutkan bagian kedua yang dimulai pukul 13.00 sampai dengan 15.00 WIB Instruktur memberikan materi teori dan praktek menembak.”

Sampai berita ini dipublikasi kegiatan latihan dasar menembak dan bongkar pasang senjata masih berjalan dengan tertib dan diikuti secara antusias oleh seluruh Pegawai dan CPNS Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.

 

 (Kontributor : Nurmala Dewi, Dokumentasi: Tim Humas Lapas Narkotika Jakarta)

 

Tak Kenal Lelah, Lapas Narkotika Jakarta Kembali Luluskan Criminon Angkatan yang ke -33

Jakarta, LapsustikNews Untuk kesekian kalinya Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta tak kenal lelah membuktikan kerja nyatanya yang hari ini, Selasa (18/09) pukul 09.00 WIB di Area Gedung 2 Lapas Narkotika Jakarta, sebanyak 50 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengikuti kegiatan Kelulusan bagi Seluruh Siswa yang telah selesai melaksanakan program criminon angkatan ke-33. Acara ini dihadiri oleh para pejabat struktural jajaran Pembinaan Anak Didik (Binadik), koordinator dan seluruh pengurus program criminon.

Setelah memberikan sertifikat sebagai tanda kelulusan kepada seluruh siswa criminon dan mengapresiasi 5 siswa terbaik dari program criminon tersebut.  Soeistanto Poedji Djatmiko sebagai Kepala Seksi Binadik menyampaikan dalam ucapannya “Kegiatan program criminon adalah salah satu program terapi pembinaan dan sangat bisa diikuti bagi WBP yang ikhlas dengan kesadaran diri tanpa ada paksaan serta punya tekad kemauan untuk memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih santun. Harapan Soeistanto Poedji Djatmiko “Semoga dengan mengikuti program criminon ini, seluruh siswa menjadi lebih termotivasi untuk berprilaku baik dalam melaksanakan rutinitas hidup di lapas, khususnya bagi siswa yang telah selesai atau lulus mengikuti program criminon bisa menyebarkan pengaruh dan mengajak kebaikan terhadap lingkungan dimana dia tinggal, baik itu yang masih di lapas atau nanti setelah bebas dari lapas.”

Jumadi sebagai Kepala Sub Seksi Bimkemaswat menyampaikan pesannya untuk siswa criminon “ Bahwa WBP itu ibarat mulut dan tangannya pegawai yang menjadi corong informasi kepada WBP lainnya, untuk bersama-sama menjalani peran, menyampaikan tata-tertib di dalam lapas yang intinya saling membantu dalam kebaikan.”

Sebagai Koordinator Program Criminon di Lapas Narkotika dalam ucapannya Gita Noverita berharap “Semoga dengan kelulusan bagi siswa criminon ini tidak ada lagi yang memandang rendah terhadap WBP, karena setiap manusia berhak untuk memperbaiki kesalahannya.” Gita Noverita menambahkan “Bahwa program criminon ini fasilitas yang tepat untuk membuktikan kerja nyata bagi pegawai di bidang pembinaan kepribadian dengan WBP yang ingin memperbaiki prilakunya,agar saling bersinergi untuk meningkatkan kualitas hidup di dalam lapas.”

Sebagai gambaran criminon merupakan salah satu program rehabilitasi perilaku dan kepribadian untuk para WBP di lapas. Criminon diartikan sebagai no crime, artinya terapi ini bertujuan untuk membentuk seorang narapidana untuk tidak melakukan kembali kejahatan melalui proses pembelajaran secara teori dan praktik. Filosofi dasar dari Criminon menyatakan, bahwa pada dasarnya seseorang melakukan kejahatan adalah karena kurangnya rasa percaya diri dan nilai-nilai pribadi yang positif. Pelaksanaan program criminon di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta dimulai pada bulan Mei 2005.

(Kontributor : Nurmala Dewi, Dokumentasi: Tim Humas Lapas Narkotika Jakarta)

Assesor Badan Akreditasi Nasional Provinsi DKI Jakarta Memberikan Penilaian Akreditasi Pusat Kegiatan Belajar Mandiri (PKBM) Pandu Pelajar Mandiri di Lapas Narkotika Jakarta

Jakarta, Lapsustik News Senin,(17/09) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta kedatangan dua orang Assesor Badan Akreditasi Nasional Provinsi (BANPROV) dalam rangka penilaian Akreditasi untuk PKBM Pandu Pelajar Mandiri yang dimulai pukul 09.00 wib dan dilaksanakan di Area Gedung 2 Lapas Narkotika Jakarta.

Kehadiran dua Asessor BANPROV disambut oleh Asep Sutandar selaku Kepala Lembaga Pemasyarakatan ( Kalapas ) beserta beberapa Pejabat Struktural lainnya dan Kepala PKBM Pandu Pelajar Mandiri di Ruang Kalapas. Asep Sutandar mengatakan “ Ucapan Terima Kasih banyak kepada para tamu Assesor yang telah berkenan hadir untuk melaksanakan Penilaian Akreditasi, semoga kegiatan ini sebagai langkah yang baik untuk kemajuan kualitas PKBM dalam melaksanakan fungsinya di Lapas Narkotika Jakarta dan berjalan dengan baik.”

Selanjutnya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang aktif mengikuti kegiatan pelaksanaan belajar di PKBM Pandu Pelajar Mandiri mempersembahkan sebuah lagu sabagai tanda untuk menyambut kedatangan dua Assesor dengan suka-cita dan gembira.

Selama proses penilaian akreditasi ini berlangsung dua Assesor mulai mengecek dan mengevaluasi persyaratan adiministrasi pembukuan dan pelaporan semua kegiatan PKBM Pandu Pelajar Mandiri sejak awal berdiri hingga sekarang. Setelah itu para Assesor mengunjungi dan memonitoring tiap kelas yang sedang melaksanakan kegiatan belajar di ruang kelas Paket A,B,C dan Ruang Perpustakaan di Area Gedung 3 Lapas Narkotika jakarta.

Suyadinomi  selaku Ketua Badan Akreditasi Nasional Provinsi menyampaikan rasa “ Apresiasi setinggi-tingginya bagi WBP yang nampak semangat mengikuti proses kegiatan belajar, hal ini terjadi pasti ada dukungan yang baik dari Pengurus PKBM Pandu Pelajar Mandiri serta jajarannya.”

Selain itu Ali Sihombing selaku Ketua Forum PKBM Se-DKI Jakarta menambahkan “ Sangat terkesan karena Akreditasi PKBM Pandu Pelajar Mandiri Lapas Khusus Narkotika ini adalah PKBM se-Indonesia yang Pertama kali di laksanakan di Lapas.”

Muhammad Haidar Fikri sebagai Kepala PKBM Pandu Pelajar Mandiri berharap “ Semoga proses kegiatan penilaian Akreditasi ini berjalan dengan lancar dan mendapatkan nilai yang baik sehingga PKBM ini bisa memberikan layanan pendidikan kepada WBP dengan lebih baik lagi sesuai aturan yang diharapkan dalam dunia pendidikan,aamiin ya robbal a’lamin.”

 

(Kontributor : Nurmala Dewi, Dokumentasi: Tim Humas Lapas Narkotika Jakarta)

Kegiatan Malam Pengontrolan Satgas Kamtib Internal Beserta Jajaran Struktural Sambangi Blok Hunian Lapas Narkotika Jakarta

Jakarta, Lapsustik News Kamis Malam mulai pukul 19.30 s.d 21.00 wib,(13/09) Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Narkotika Klas IIA Jakarta beserta seluruh Jajaran Struktural bersama Staf Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Adkam) melaksanakan kegiatan malam Pengontrolan untuk sambangi blok – blok Hunian Warga Binaan Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.

Asep Sutandar selaku Kalapas memimpin langsung Kegiatan Malam Pengontrolan Satuan Petugas Kemanan dan Ketertiban ini.  Diawali dengan kegiatan Apel Siaga Malam, Asep Sutandar menyampaikan dalam amanatnya “ Bahwa tujuan dari Kegiatan Malam Pengontrolan Satgas Kamtib Internal ini adalah bukti petugas lapas berusaha terus bekerja mengamankan dan mentertibkan keadaan kondisi semua blok hunian wbp dengan cara mengontrol, mengecek dan mengamankan barang-barang terlarang yang ditemukan dalam blok-blok hunian wbp di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta. Asep Sutandar juga mengatakan “Berharap dengan adanya kegiatan ini semoga menjadi langkah awal untuk mendeteksi dini apabila ada prilaku wbp yang menyimpang dari aturan sehingga bisa lebih mencegah timbulnya peredaran barang terlarang seperti Narkoba,Benda Tajam dan Keributan antar wbp.

“Pengontrolan tersebut dilakukan secara serentak di Lantai 1, Lantai 2, dan Lantai 3 Blok Paviliun Ismail Saleh, hasilnya petugas berhasil mengamankan beberapa benda tajam dan alat-alat elektronik yang tidak diperbolehkan.” ucap Dodi Naksabani selaku Kepala KPLP Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta. Melihat hal ini Kalapas beserta Jajaran Struktural lainnya mengajak kepada wbp untuk harus mematuhi tata-tertib hunian di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.

(Kontributor : Nurmala Dewi, Dokumentasi: Tim Humas Lapas Narkotika Jakarta)

Tampil dihadapan Kepala dan Pegawai BNN, Grup Orkes Gambus Warga Binaan Lapas Narkotika Jakarta dipuji Imam Masjid Istiqlal

Jakarta-LapsustikNews, Grup Orkes Gambus Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta berkesempatan tampil di depan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), pejabat dan ratusan pegawai BNN dalam acara Pembinaan Rohani dan Mental pegawai BNN Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 H/2018 yang diselenggarakan di Aula BNN, Jalan MT Haryono, Cawang Jakarta Timur, Jum’at (14/9). Apresiasi dan pujian  juga dilontarkan oleh Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Nazarudin Umar, yang bertindak selaku penceramah dalam acara tersebut.

“Sangat luar biasa penampilan Ananda tim Orkes Gambus dari Lapas Narkotika Jakarta. Kalian menampilkan tampilan yang tidak kalah dengan pemain gambus profesional, “, ucap Imam Besar Istiqlal  mengawali ceramahnya dengan mengungkapkan kekagumannya atas penampilan Grup Orkes Gambus Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta yang menjadi pembuka dalam acara Pembinaan Rohani dan Mental Pegawai BNN.

Kepala BNN, Heru Winarko, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan mengharapkan kepada Grup Orkes Gambus Lapas Narkotika Jakarta agar mereka tidak lagi memakai narkoba setelah keluar dari lapas.

 

“Semoga kalian setelah keluar dari lapas tidak lagi memakai narkoba” ucap Kepala BNN tersebut.

Grup Orkes Gambus Warga Binaan Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta merupakan grup musik gambus yang beranggotakan 15 orang warga binaan dengan Erwin sebagai vokalis. Grup ini dibawah bimbingan dan binaan pegawai Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta dan dibawah tanggung Jawab Kepala Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, Asep Sutandar. Dalam kesempatan tersebut, Erwin menyanyikan 10 lagu, diantaranya Laksamana Raja Di Laut, Sufna dan Kata Pujangga.

 

Kontributor : Sadi (Tim Humas LapsustikJkt)