Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta di Lapas Narkotika Jakarta

Jakarta, LapsustikNews – Selasa Sore (30/05) Kegiatan Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta yang dilaksanakan di Area Gedung II di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas II A Jakarta berlangsung Meriah dan Khidmad.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta, Endang Sudirman sedianya memberikan sambutan dalam kegiatan ini. Acara diawali dengan pembacaan Ayat Suci Al Qur’an, yang di bacakan oleh Pegawai Lapas Narkotika Jakarta.

Dalam Sambutannya Ka Kanwil menyampaikan “Atas nama Pribadi dan Kantor Wilayah DKI Jakarta mengucapkan Terima kasih kepada Lapas Narkotika Jakarta selaku tuan rumah yang telah mempersiapkan tempat untuk berlangsungnya Acara Buka Puasa Bersama ini”.

“Dengan sudah dicanangkan Lapas Narkotika Jakarta menjadi “Lapas Pesantren Ramadhan” selama Bulan Puasa Tahun ini, Warga Binaan Pemasyarakatan  yang sudah terdaftar sebagai anggota Santri agar dapat dengan baik mengikuti kegiatan pesantren ramadhan selama 24 jam penuh dengan kegiatan yang sudah terjadwal, mudah – mudahan kegiatan ini dapat dijadikan contoh di luar sana, Biarpun mereka berada di dalam Lapas, akan tetapi kegiatan pesantren ramadhan dapat berjalan dengan Baik, Harap Beliau.

Selanjutnya Acara di isi dengan Kegiatan Tausiyah yang disampaikan oeh Ustad Ubaidilah Ashofari “Pada Kesempatan Bulan Ramadhan tahun ini sudah sepantasnya kita Bersyukur karena masih diberi kesempatan dapat menjalankan Ibadah Puasa. Di bulan Puasa ini mari kita jadikan Momentum untuk kita berlomba – lomba menjadi manusia yang Bertaqwa kepada Allah SWT. Karena pada hakikatnya, di Mata Allah SWT, Manusia yang Bertaqwa mempunyai Derajat yang melebihi Derajat malaikat”.

Acara di Akhiri dengan Doa Bersama yang di pimpin oleh Uztad Ubaidilah Ashofari, yang kemudian dilanjutkan dengan Buka Puasa Bersama.

Kontributor : Budi Leksono

14 UMAT BUDHA MEMPEROLEH REMISI HARI RAYA WAISAK DI LAPSUSTIK JAKARTA

Jakarta, LapsustikNews – Sebanyak 14 orang warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta memperoleh remisi hari raya dalam acara peringatan Hari Tri Suci Waisak 2561 BE / 2017 di vihara Cetya Sila Ratana Lapsustik Jakarta, Kamis (18/5). Adapun rinciannya adalah 7 orang mendapat remisi terkait Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2006, 4 orang terkait PP Nomor 99 Tahun 2012 dan 3 orang tidak terkait kedua PP tersebut. Pemberian remisi secara simbolis diserahkan oleh Plh. Kalapas Narkotika Klas IIA Jakarta, Wahyu Susetyo, Amd.Ip, SH.

Dalam sambutannya, Wahyu Susetyo menyampaikan bahwa tema yang diambil dalam peringatan hari Tri Suci Waisak tahun ini adalah Cinta Kasih Penjaga Kebinekaan.

“Ditengah berbagai tantangan global yang dihadapi bangsa kita saat ini yang semakin tidak ringan dan semakin kompleks, peningkatan kerukunan beragama, berbangsa dan bernegara menjadi semakin penting. Oleh karena itu, saya berharap tahun ini dapat diwujudkan oleh segenap umat Budha di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta dan menjadi inspirasi untuk menjaga NKRI dalam bingkai kebhinekaan serta pendorong bagi seluruh masyarakat indonesia”, lanjut Wahyu Susetyo dalam sambutannya.

Acara pemberian remisi dilakukan setelah prosesi Pradiksina dan Puja Bakti selesai dilaksanakan. Kegiatan prosesi dipimpin oleh rohaniawan-rohaniawan dari Yayasan Magabudhi Jakarta dan Yayasan Dhamacaka Jakarta. Untuk diketahui, saat ini ada 99 WBP Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta yang beragama Budha.

 

Kontributor: Sadi Doank (Tim Humas)

PEGAWAI DAN SANTRI LAPSUSTIK SANTUNI ANAK YATIM DALAM PERINGATAN ISRA MI’RAJ NABI MUHAMMAD SAW

Jakarta, LapsustikNews – Dalam rangka meningkatan amal ibadah pegawai dan santri warga binaan Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta memperingati Isra Mi’raj dan Tahrib Ramadhan 1438 H di area gazebo lapas, Rabu (17/5). Dalam acara ini sekaligus memberikan santunan kepada anak yatim yang tinggal disekitar Lapsustik sebanyak 40 anak yatim. Kegiatan ini merupakan inisiatif pegawai dan santri lapas.

“Kegiatan peringatan Isra Mi’raj merupakan kegiatan rutin yang diadakan setiap tahun di Lapas Narkotika Jakarta, yang diselenggarakan atas dasar kecintaan jamaah santri dan pegawai terhadap sejarah perjalanan agama Islam. Termasuk santunan kepada anak yatim merupakan partisipasi pegawai dan jamaah santri”, ujar R. Andika Dwi Prasetya, Kalapas Narkotika Klas IIA Jakarta dalam sambutannya.

Sedangkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta, Endang Sudirman, dalam sambutannya menyoroti pembentukan pesantren di Lapas Narkotika Jakarta, yang merupakan satu-satunya lapas yang memiliki pondok pesantren, sebagai salah satu upaya pembinaan dan proses pemasyarakatan yang telah lama diinginkan.

“Pesantren yang ada di lapas diharapkan bisa sama seperti pesantren-pesantren yang lain,  yang bisa melakukan kunjungan ke pesantren lain di luar lapas. Pesantren ini juga seharusnya bisa melakukan kegiatan selama 24 jam seperti pondok pesantren pada umumnya”, lanjut Endang Sudirman dalam sambutannya.

Hadir pula dalam kegiatan ini tamu undangan Perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta, Perwakilan Pemerintah DKI Jakarta, Kepolisian dan Kepala UPT Pemasyarakatan di DKI Jakarta serta ustadz pembina santri.

Sebagai penutup acara, dilaksanakan tausiyah oleh KH Syarif Rahmat dengan tema hikmah Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Tidak kurang dari 2000 santri Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta mengikuti kegiatan ini.

 

Kontributor: Sadi Doank (Tim Humas)

Kunjungan Delegasi National Narcotics Control Commission China (NNCC) ke Lapas Narkotika Jakarta

Jakarta, LapsustikNews – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas II A Jakarta menerima Kunjungan Rombongan Delegasi National Narcotics Control Commission China (NNCC) dan Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat, di Area Gedung II Lapas Narkotika Jakarta. Hadir dalam Rombongan Sekretaris Jenderal NNCC, Mr. Lan Weihong beserta Tim dan Ka. Sub Dit Kerma Regional dan Internasional BNN, Kombes Pol Nurnaik beserta Tim, (4/5).

Kalapas Narkotika jakarta, R. Andhika Dwi Prasetya mengatakan “Kedatangan Delegasi NNCC bersama Petugas dari BNN Pusat ini bertujuan untuk melihat Proses pemidanaan yang sedang dilaksanakan oleh Lapas Narkotika Jakarta terhadap Warga Negara China Khususnya.

Untuk diketahui, ada 6 Orang Warga Negara China yang sedang menjalani Masa Pidana di Lapas Narkotika Jakarta yang kesemuanya terlibat dalam kasus Narkotika, mulai dari Masa Hukuman 13 Tahun sampai Hukuman Mati.

Sementara itu, Lan Weihong mengatakan “Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Lapas Narkotika Jakarta beserta Jajaran nya yang telah menyambut dan menerima rombongan dengan sangat baik. Kami juga sangat senang berada disini, karena diberi kesempatan untuk mengenal lebih dekat Sistem Pembinaan di Lapas Narkotika Jakarta, Kondisi disini sangat Baik, Tertib, dan Bersih. Bapak Kepala Lapas mengenalkan kepada kami mengenai 3 Program di Lapas ini, yaitu : Pembinaan, Rehabilitasi, dan Skill Development. Semoga Warga Binaan Lapas Narkotika Jakarta setelah selesai menjalani masa hukuman, nantinya dapat lebih bermanfaat. Harap dia”.

Dalam Kesempatan ini Andhika juga mengajak Rombongan untuk berkeliling melihat Proses Layanan Kunjungan, Area Dapur, dan Balai Latihan Kerja (BLK) Warga Binaan Lapas Narkotika Jakarta.

Kontributor : Budi Leksono ( Tim Humas )

Puncak Peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke 53 di Lapas Narkotika Jakarta

Jakarta, LapsustikNews – Puncak Peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke 53 yang di gelar oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS)dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas II A Jakarta. Dengan menggelar pertunjukan Sendratari Kolosal “Merangkai Asa” yang melibatkan 328 Warga Binaan Lapas dan Rutan di Indonesia serta bekerjasama dengan Institus Kesenian Jakarta (IKJ), ini hanya menghabiskan 14 hari waktu latihan. Berkisah tentang keterpurukan perjalanan hidup manusia, dan perjuangannya menghidupkan serta merebut setiap asa yang masih tersisa.

Dalam Sambutannya Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yassona H. Laoly menyampaikan “Sendratari ini merupakan wujud kreasi Warga Binaan Pemasyarakatan. Walaupun berada di tempat yang terbatas, namun mereka masih punya semangat dan cita – cita yang tinggi untuk mengembangkan talentanya”.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak ketiga yang bersama – sama dengan Dirjen PAS yang turut ikut serta memberikan pembinaan melalui program – program yang ada. Jajaran Pemasyarakatan harus terus berupaya keras mengembangkan talenta – talenta Warga Binaan Pemasyarakatan sehingga Lapas tidak lagi menjadi tempat yang mengerikan tetapi menjadi tempat yang kita dapat berkreasi”.

“Program Sendratari ini juga menjadi bagian dari program pemerintah untuk memajukan kesenian sendratari dan termasuk di dalam mendukung program pemerintah “Wonderful Indonesia”, Program yang di luncurkan Kementerian Pariwisata. semua kita ingin menunjukan kepada dunia Internasional bahwa ratusan jenis tarian indonesia apabila di kemas secara apik dapat menghasilkan sesuatu yang Luar Biasa”.

Di Akhir acara, MURI (Museum Rekor Indonesia) Menyerahan Piagam pengharaan atas kategori Penyelenggaraan Sendratari Terbesar dan peserta Terbanyak yang di adakan oleh Warga Binaan Pemasyarakatan di dalam Lapas, Kepada Kemenkumham yang di wakili oleh Sekretasis Jendral Kemenkumham, Bapak Bambang Rantam S. Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Bapak I Wayan K. Dusak dan Kalapas Narkotika Jakarta, Bapak R. Andhika Dwi Prasetya.

Kontributor : Budi Leksono