Praktek Kerja Lapangan Peserta Diklat Komandan Regu Jaga di Lapas Narkotika Jakarta

Jakarta, LapsustikNews – Sekitar 36 Peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Komandan Regu Jaga Lapas dan Rutan di Wilayah DKI Jakarta melaksanakan Kegiatan Praktek Kerja Lapangan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas II A Jakarta, Jum’at (24/3).

Kegiatan ini dalam Rangka meningkatkan kualitas seluruh petugas jaga pada masing – masing lapas dan rutan di wilayah DKI Jakarta.

Kegiatan diawali dengan pengarahan materi tentang Standar Pengamanan pada Lapas dan Rutan oleh Kepala Lapas Narkotika Jakarta, R. Andhika Dwi Prasetya yang di dampingi oleh Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Beny Hidayat dan Kepala Sub Seksi Keamanan, Sarwono.

“Over Kapasitas yang terjadi hampir di seluruh Lapas dan Rutan di Wilayah DKI Jakarta dapat menjadi ancaman keamanan kondisi Lapas, maka dengan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia, melalui Diklat Pengamanan semacam ini diharapkan mampu menjadi salah satu solusi untuk dapat meningkatkan kewaspadaan dan sistem pengamanan di lingkungan lapas dan rutan, Ujar Andhika.

“Dan Fungsi Pengamanan sangat vital, Penyelenggaraan pembinaan di Lapas dan Rutan tiudak dapat berjalan bila tidak di dukung Penyelenggaraan Pengamanan yang Baik”, Tambah Andhika.

Sebagai Informasi para peserta diklat pun diberikan Praktek Kerja Lapangan dengan meninjau serta mengawali seluruh alur serta fasilitas pengamanan di Lapas Narkotika Jakarta yang di pandu oleh Beny Hidayat selaku Ka. KPLP dan Sarwono selaku Ka. Sub Sie Keamanan.

Kontributor : Budi Leksono ( Tim Humas )

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Layanan Pemberian Makan untuk Warga Binaan Lapas Narkotika Jakarta

Jakarta, LapsustikNews – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Narkotika Klas II A Jakarta, R. Andhika Dwi Prasetya melakukan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pelaksanaan Layanan pemberian makan Warga Binaan Lapas Narkotika Jakarta, Selasa (21/3).

Dengan di dampingi oleh Kepala Seksi Pembinaan Anak Didik, Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Kepala Sub Seksi Bimbingan Pemasyarakatan, Kalapas melakukan pengecekan mulai dari proses pembersihan bahan makanan, pemberian bumbu, proses memasak, sampai penyajian makanan.

Andhika mengatakan “ Bahwa memasak itu harus menggunakan hati yang tulus dan ikhlas untuk melayani, jika memasak dengan hati maka selain hati senang maka penyajian bentuk dan juga rasa masakan akan jauh lebih enak.

Kegiatan ini selain bertujuan melihat mutu pelayanan, Andhika sekaligus mengevaluasi berbagai proses pelayanan yang di pandang harus di tingkatkan demi tercapainya pelayanan terbaik bagi Warga Binaan Lapas Narkotika Jakarta, lanjut Andhika.

Ada hal menarik pada kegiatan ini, di mana Kalapas secara langsung berkenan untuk mencicipi sajian menu warga binaan Lapas Narkotika Jakarta yang terhidang di hari itu.

Kontributor : Budi Leksono ( Tim Humas )

HARI TB DUNIA DI LAPAS SUSTIK JAKARTA: BERANTAS PENYAKIT TUBERKULOSIS DENGAN TOSS TB

Jakarta, LapsustikNews – Memperingati hari tuberkulosis dunia (TB Day) tanggal 24 Maret 2017, Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta  mengadakan serangkaian kegiatan untuk memberantas penyakit tuberkulosis yang masih menjadi salah satu penyebab kematian bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) lapas ini. Strategi yang digunaka adalah TOSS TB.

“Strategi yang kita gunakan untuk memberantas penyakit TB di sini adalah dengan TOSS TB, yaitu Temukan Obati Sampai Sembuh” demikian disampaikan oleh dr Birindra Dewi A. Santi, koordinator Program Penanggulangan Tuberkulosis Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta pada Jum’at (24/3).

Menurut dr Birindra Dewi, kegiatan TB Day ini meliputi survei batuk dan penyuluhan kesehatan tentang TB. Kegiatan survei batuk berlangsung selama 2 minggu, dimulai sejak tanggal 10 Maret 2017. Tujuannya adalah melindungi kesehatan WBP dan petugas dari penularan TB, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat TB serta mencegah TB resistant obat. Metode yang digunakan adalah petugas klinik dibantu petugas pengamanan dan kader kesehatan dan mendatangi masing-masing WBP dikamar untuk dilakukan skrining.

“Jumlah WBP yang di skrining TB sebanyak 3.249 orang, dengan suspek TB sebanyak 180 orang. Kemudian 18 WBP kita lakukan pemeriksaan dahak dengan metode TCM (Tes Cepat Molekuler), dan hasilnya 3 orang positif TB, 13 orang negatif TB serta 2 orang hasilnya invalid” lanjut dr Birindra Dewi A. Santi.

Sedangkan kegiatan penyuluhan kesehatan tentang Tb ditujukan untuk WBP dan keluarga WBP yang berkunjung dengan metode pemaparan, tanya jawab dan pembagian leaflet/brosur. Tujuannya menurut dr Birindra Dewi adalah untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan WBP tentang TB, meningkatkan kepatuhan minum obat, meningkatkan peningkatan dukungan keluarga dan teman terhadap pengobatan TB serta menurunkan stigma terhadap penderita TB.

“Memperingati TB Day, kita harus berantas penyakit TB di Lapas ini dengan TOSS TB, karena saat ini jumlah pasien dengan sakit TB cukup banyak, yaitu 56 orang yang sedang menjalani pengobatan TB”, disampaikan dr Birindra Dewi menutup wawancara dengan tim Humas.

 

Kontributor: Sadi (Tim Humas)

Delegasi ACCFA 2017 Kunjungi Lapas Narkotika Jakarta

Jakarta, LapsustikNews – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Jakarta menerima Kunjungan Delegasi Asian Conference Correctional Fasilities Architect and Planners (ACCFA), Kamis (9/3).

Seluruh Delegasi Berkesempatan melihat lebih dekat Blok Rehabilitasi, Dapur, BLK, Klinik, dan Kelas Rehabilitasi. Setelah selesai mengunjungi fasilitas – fasilitas tersebut, para Delegasi ACCFA di perkenalkan lebih dekat tentang Lapas Narkotika Jakarta melalui pemutaran Video Berjudul “Treatment, Rehabilitation, and Skill Development” di Lapas Narkotika Jakarta. Yang di lanjutkan dengan penampilan Group Perkusi Warga Binaan Lapas Narkotika Jakarta dan Tarian Warga Binaan Rutan Pondok Bambu – Jakarta Timur.

“Terima Kasih atas kepercayaan yang diberikan Kepada Lapas Narkotika Jakarta untuk menerima Kunjungan Delegasi ACCFA. “ Menjadi kebanggaan untuk kami menerima kunjungan orang – orang luar biasa yang melayani pelanggar hukum dengan berlandaskan HAM”, Ujar Kalapas Narkotika Jakarta, R. Andhika Dwi Prasetya.

Sejumlah delegasi ACCFA diberi kesempatan untuk bertanya lebih dalam tentang Lapas Narkotika Jakarta. Perwakilan Delegasi Bangladesh menanyakan siapa saja penghuni di Lapas Narkotika Jakarta dan berapa lama masa hukuman mereka.

“Penghuni Lapas Narkotika Jakarta adalah Warga Binaan Pemasyarakatan yang telah diputus Inkracht oleh pengadilan dengan masa hukuman antara empat tahun hingga hukuman mati”, jelas Andhika.

Andika meminta kepada seluruh delegasi ACCFA untuk menuliskan Kesan dan Pesan mereka selama berada di Lapas Narkotika Jakarta, “ Pesan dan Kesan tersebut akan menjadi semangat kami dalam melakukan pembinaan di Lapas,” Lanjut Andika.

Acara kunjungan Delegasi ACCFA di Lapas Narkotika Jakarta berakhir pada pukul 13.00 yang di akhiri dengan sesi foto bersama.

Kontributor : Budi Leksono ( Tim Humas )

Kunjungan Ikatan Arsitek Indonesia ke Lapas Narkotika Jakarta

Jakarta, LapsustikNews – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Jakarta menerima kunjungan rombongan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Sabtu, (4/3).

Bertempat di Ruang Aula Gd II Lapas Narkotika Jakarta, Rombongan yang berjumlah sebanyak 40 Orang di pimpin langsung oleh Direktur Teknologi Informasi dan Kerjasama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Bapak Aman Riyadi dan di sambut oleh Kalapas Narkotika Jakarta, R. Andika Dwi Prasetya beserta jajaran.

Kunjungan ini dalam rangka persiapan Kunjungan Peserta Asian Conference Correctional Facilities Architect and Planners (ACCFA) di Lapas Narkotika Jakarta pada tanggal 9 Maret 2017 nanti. Rombongan IAI di ajak keliling Area Lapas untuk mengunjungi Klinik, Masjid, Dapur, BLK (Balai Latihan Kerja), Blok C (Blok Rehabilitasi), Gereja, Vihara, dan terakhir mengunjungi Blok Pamsus (Pengamanan Khusus).

Aman Riyadi memperkenalkan lingkungan Lapas secara Umum, Khususnya lingkungan dan kondisi lapas seperti sarana dan prasarana, tata letak bangunan, jumlah penghuni, jumlah pegawai, serta kegiatan – kegiatan, baik kegiatan kemandirian maupun kepribadian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Narkotika Jakarta.

Nantinya hasil dari kunjungan ini akan menjadi pembahasan dalam pertemuan ACCFA yang akan berlangsung tanggal 5 – 9 Maret 2017 di Hotel Pullman Ancol – Jakarta.

Kontributor : Budi Leksono ( Tim Humas )

Lapas Narkotika Jakarta meraih Peringkat Pertama Terbaik atas penyerapan Anggaran Tahun 2016

Jakarta, LapsustikNews – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Jakarta meraih Predikat sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terbaik atas penyerapan anggaran tertinggi di Tahun 2016 di Lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) DKI Jakarta. Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta, Endang Sudirman, Bc.IP., S.Sos., M.M dan di saksikan oleh seluruh Ka. UPT Se Kanwil DKI Jakarta dan Peserta Rapat Koordinasi Rencana Kerja dan Anggaran Tahun 2018 yang di Gelar di Aula Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta (28/2).

Lapas Narkotika Jakarta meraih Peringkat Terbaik 1 dengan presentase serapan sebesar 99,78 % dari Pagu Anggaran Tahun 2016. Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Lis Susanti mengatakan “Predikat penyerapan anggaran ini menunjukan realisasi dan aktivitas kegiatan di Lapas Narkotika Jakarta berjalan Aktif, Anggaran Lapas Narkotika Jakarta terserap dengan Baik, direlisasikan dengan banyaknya kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan perencanaan. Dan Hal ini tidak terlepas juga dari peran aktif pengelola keuangan yang di sinergikan oleh kerja seluruh Pejabat Struktural serta Jajaran nya”.

“Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Seluruh pegawai Lapas Narkotika Jakarta, prestasi ini merupakan prestasi bersama, dan mudah – mudahan bisa lebih baik lagi ke depan”, Ungkapnya.

Lis Susanti juga berharap jajaran nya dapat termotivasi dan meningkatkan lagi kuantitas dan kualitas pelaksanaan program dan serapan anggaran di Tahun Anggaran 2017 ini, sehingga serapan Anggaran Lapas Narkotikia Jakarta bisa memenuhi Target di Akhir Tahun nanti.

Kontributor : Budi Leksono ( Tim Humas )